cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 322 Documents
PROGRAM LATIHAN FISIK REHABILITATIF PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG Novita Intan Arovah
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2573.36 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4665

Abstract

Program rehabilitasi pada penderita gangguan jantung merupakan program multi fase yang dirancang untuk memulihkan gangguan jantung terutama gangguan pembuluh darah koroner jantung. Pada program ini pasien dilatih agar dapat kembali menjalankan hidup secara optimal dan produktif. Program ini didasarkan pada pengetahuan fisiologis, psikologis, sosial, vocational dan rekreasional. Program ini meliputi terapi latihan, konseling psikologis, terapi perilaku menuju gaya hidup sehat. Gaya hidup yang disarankan berupa  menghentikan rokok, diet tinggi serat, rendah lemak dan manajemen stres.Dewasa ini terapi latihan cenderung dijadikan fokus dari keseluruhan program rehabilitasi. Pada pelaksanaannya, prinsip-prinsip pemprograman latihan (exercise prescription) yang berlaku pada orang sehat juga berlaku pada penderita gangguan jantung. Walaupun demikian, mengingat terdapat  keterbatasan fisiologis pada penderita gangguan jantung, program latihan harus memperhatikan status klinis dan riwayat kesehatan seseorang. Pada artikel ini akan dibicarakan pedoman pemrograman latihan rehabilitatif pada gangguan jantung.Pembahasan program latihan pada tulisan ini akan dibagi menjadi tiga fase utama yakni Fase Inpatient, Outpatient dan Pemeliharaan. Sebelum dilakukan program latihan rehabilitasi harus dipastikan penderita tidak memiliki  kontraindikasi terhadap latihan. Fase inpatient dapat dilakukan dalam waktu 48 jam setelah serangan gangguan jantung. Program outpatient dapat dilakukan di pusat kesehatan maupun di rumah dengan dan tanpa pengawasan tergantung pada tingkat resiko gangguan jantung. Latihan pada fase pemeliharaan pada dasarnya identik dengan latihan pada individu normal dengan penekanan pada latihan aerobik.Kata Kunci: olahraga rehabilitasi, gangguan jantung
TINGKAT KECEMASAN ATLET AEROMODELLING KELAS FREE FLIGHT SETELAH MENGALAMI CEDERA BAHU MENJELANG PERTANDINGAN Mira Hayu Nindyowati, Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.108 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10067

Abstract

AbstrakBanyak atlet sering tidak percaya diri dalam melempar dan mengendalikan pesawatnya karena pernah mengalami cedera dan takut cedera pada bahu kembali kambuh saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kecemasan atlet aeromodelling kelas free flight setelah mengalami cedera bahu menjelang pertandingan di IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet aeromodelling yang mengikuti IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016 dan sampel diambil secara purposive sampling, dengan kriteria: (1) atlet aeromodelling yang mengikuti IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016, (2) kelas free flight, (3) pernah mengalami cedera bahu. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 33 atlet. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan atlet aeromodelling kelas free flight setelah mengalami cedera bahu menjelang pertandingan di IST AKPRIND Flying Contest (IFC) tahun 2016 berada pada kategori “rendah” 30,30 % (10 atlet), “tinggi” 27,27 % (9 atlet), “sedang” 24,24 % (8 atlet). Sedangkan hasil penelitian tingkat kecemasan untuk tiap faktor adalah sebagai berikut: 1) Faktor kognitif: kategori “tinggi” 39,39 % (13 atlet), “rendah” 30,30 % (10 atlet), “sedang” 21,21 % (7 atlet), dan “sangat rendah” 9,09 % (3 atlet). 2) Faktor somatik: kategori “rendah” 39,39 % (13 atlet), “sedang” 33,33% (11 atlet), “tinggi” 21,21 % (7 atlet), dan sangat tinggi” 9,09 % (3 atlet). Simpulan dari hasil data penelitian ini rata-rata tingkat kecemasan pada kategori “sedang”.Kata kunci: kecemasan, atlet aeromodelling kelas free flight, setelah cedera bahu
HIPERTENSI DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGAN-ORGAN TUBUH dr. Moch Noerhadi
MEDIKORA Vol. IV No.2, Oktober 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4813

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah dimanasistolenya setinggi 165 mmHg atau lebihsedangkan diastole nya mencapai 95 mmHgatau lebih. Pengaruh hipertensi pada organtubuh atau organ target dianggap sebagaipeninggian tekanan darah. Hipertensi dapatmenyebabkan keruskan pada sel-sel epiteltunika intima arteri yang berakibat ataumerangsang terjadinya atherosclerosis danthrombus. Sedangkan organ target yang terkenaadalah jantung, otak, ginjal dan mata.Perawatan hipertensi dibedakan atas terapitanpa obat dan terapi dengan obat. Terapi tanpaobat digunakan sebagai tindakan defmitif untukhipertensi ringan dan sebagai tindakan suportifpada hipertensi sedang dan berat.Kata Kunci: hipertensi, organ tubuh
STATUS KEGEMUKAN, POLA MAKAN, TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN PENYAKIT DEGENERATIF DOSEN DAN KARYAWAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Novita Intan Arovah
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status kegemukan, pola makan dantingkat aktivitas dosen dan karyawan UNY dan kaitannya dengan status gangguandegeneratif dosen dan karyawan di Universitas Negeri Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian survey cross sectional. Subjek penelitian iniadalah semua dosen dan karyawan UNY yang berkunjung di poliklinik UNY pada bulanMei sampai Agustus 2011 yang berjumlah 30 orang. Status kegemukan dinilai denganmenghitung BMI dan rasio lingkar perut dan panggul. Pola makan dan status gizi diukurdengan menggunakan kuisioner pola makan (modifikasi food frequency questionnaire) danaktivitas fisik (modifikasi NHES/National Health Examination Survey). Status degeneratifditentukan dengan kuisioner status degeneratif berdasarkan standard diagnosis. Statuskegemukan, pola makan dan tingkat aktivitas fisik dianalisis secara deskriptif dan dikaitkandengan status degeneratif dengan uji regresi logistik pada taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 2,3% dosen dan karyawan UNYmemiliki status kegemukan obese (standard BMI) dan 30% obese (standard rasio lingkarperut/panggul). Pola makan dengan sumber karbohidrat, sayur dan protein cenderungterdistribusi normal, sedangkan pola penggunaan suplemen kesehatan cenderung condongke arah kiri (mayoritas tidak menkonsumsi). Tingkat aktivitas fisik dosen dan karyawanUNY mayoritas rendah. Lebih lanjut, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antarastatus penyakit degeneratif dengan status kegemukan, pola makan dan tingkat aktivitasfisik. Kata kunci: Status kegemukan, pola makan, level aktivitas fisik, gangguan degeneratif.
PENGARUH GIZI SEIMBANG BAGI PENDERITA HIPERTENSI Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4695

Abstract

-
KONTRIBUSI LATIHAN PADA METABOLISME LEMAK Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol. III, No. 1, April 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4718

Abstract

-
KONSUMSI PROTEIN UNTUKPENINGKATAN PRESTASI Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4763

Abstract

Gizi yang cukup yang dapat nnenjamin kesehatan optimaldibutuhkan oleh seorang atlet untuk berprestasi tinggi. Meskipundemikian, banyak atlet yang berbakat tidak mengerti hubunganlangsung gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurance,fitness,dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Tuiisan di bawahini akan membahas salah satu zat gizi, yaitu protein dalamhubungannya dengan praktik makan atlet, pertumbuhan, dankekuatan, serta performance atlet, dengan harapan bahwa atlet,pelatih, manajer, ahli gizi, dan orang-orang yang memberikanpelayanan kepada atlet, memahami serta dapat mempraktikkannyadalam tugas nyata sehari-hari.Dalam hidup protein memegang peraran yang penting.Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karenaadanya enzim, suaai protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu, hemoglobin dalam butir-butir darah merah ataueritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paruparuke selumh bagian aibuh, adalah satu jenis protein. Demikianpula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atauyang disebut antigen, juga suatu protein.Maniisia memperoleh protein dari makanan yang berasaldari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari tumbuhandisebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan disebutprotein hewani. Beberapa sumber protein adalah daging, telur, 'susu, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan.Katakunci: protein, kebutuhan, prestasi
PROFIL DAYA TAHAN JANTUNG PARU, KEKUATAN OTOT PUNGGUNG, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, FLEKSIBILITAS, KOMPOSISI TUBUH DAN SOMATOTYPE PEMAIN SEPAK BOLA U-17 ROMBERZ FC BANTUL YOGYAKARTA Dwi Riyan Susanto; Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil daya tahan jantung paru, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, fleksibilitas, komposisi tubuh dansomatotype pemain sepak bola U-17 Romberz FC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan tes pengukuran. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek pemain Romberz U 17 yang berjumlah 21 pemain. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menuangkan frekuensi ke dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya tahan jantung paru pemain U-17 Romberz FC berada dalam kategori sedang yaitu sebanyak 9 pemain (42,86 %). Kekuatan otot punggung pemain U-17 Romberz FC berada dalam kategori kurang sebanyak 21 pemain (100 %). Kekuatan otot tungkai berada dalam kategori kurang sebanyak 10 pemain (47,62 %). Fleksibilitas pemain U 17 Romberz FC berada dalam kategori cukup dan kurang, masing-masing sebanyak 7 pemain (33,33 %). Profil komposisi tubuh pemain U-17 Romberz FC yng berkaitan dengan indek massa tubuh berada dalam kategori berat badan normal atau ideal sebanyak 9 pemain (42,86 %). Lemak tubuh berada dalam kategori baik sebanyak 10 pemain (47,62 %). Somatotype pemain U-17 Romerz FC berada dalam kategori tipe tubuh balanced ectomorph sebanyak 13 pemain (61,90 %).Kata Kunci: daya tahan jantung paru, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, fleksibilitas, komposisi tubuh, somatotype
METODE PENGATURAN BERAT BADAN - Widiyanto
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4772

Abstract

Oleh:AbstrakTimbunan lemak dalam tubuh terjadi karena energi dariasupan gizi yang dikonsumsi setiap hari tidak seimbang dengankalori yang dikeluarkan untuk aktivitas fisik. Kelebihan kaloritersebut disimpan sebagai cadangan energi yang berupa lemak,yang akan disimpan sebagai jaringan adipose atau lemak subkutandisimpan di bawah kulit sehingga badan tampak gemukdan obesitas. Kegemukan atau obesitas, selain mengurangi rasapercaya diri berkaitan dengan penampilan fisik, diketahui meningkatkanrisiko berbagai penyakit degeneratif, sepertihipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular.Menurunkan berat badan secara berlebihan itu sangatlahtidak baik. Berkurangnya berat badan berefek pada penurunantekanan darah, kolesterol, trigliserida dan resistensi msulm atauketidakseimbangan untuk menggunakan gula darah. Ingatbahwa kebugaran dihitung per unit berat badan, jadi jika lemakmeningkat, kebugaran akan menurun. Gabungan antara latihanfisik (olahraga) dan diet seimbang disertai dengan kemauanyang kuat sebagai alternatif untuk menjawab masalahpengaturan berat badan.Kata k u n c i : lemak tubuh, kegemukan, obesitas, olahraga, diet.
PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS Puput Septiyani dan Sumaryanti
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7936

Abstract

Kemampuan motorik adalah proses individu mengembangkan kemampuan geraknyamenjadi respon yang terkoordinasi, terkontrol, dan teratur. Secara umum kemampuanmotorik dibagi menjadi dua yaitu kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorikhalus. Usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuanmotorik kasar anak tunagrahita ringan sudah dilakukan dengan cara memberikanpelajaran penjas adaptif, ekstrakurikuler olahraga, dan senam bersama.Tujuan penelitianini adalah menegetahui pengaruh aktivitas akuatik terhadap kemampuan motorik kasaranak tunagrahita ringan kelas atas di SLB N Pembina Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian pra eksmperimen. Metode ini digunakan karenatidak terpenuhinya salah satu faktor dari eksperimen. Dalam penelitian ini desain yangdigunakan adalah one-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di SLBN Pembina Yogyakarta pada anak tunagrahita ringan kelas atas. Populasi dalampenelitian ini adalah semua siswa tunagrahita kelas atas baik aktif maupun tidak aktifyang berjumlah 38 anak dan bersekolah di SLB N Pembina Yogyakarta. Tekniksampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakanberjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah teskemampuan motorik kasar sebagai berikut: 1) melempar sejauh-jauhnya, 2) lari halangrintang, 3) melompat tanpa awalan, 4) meloncat di atas balok setinggi 15 cm, 5) berdirisatu kaki.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan analisis data danpengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “ada pengaruh yangsignifikan aktivitas akuatik terhadap kemampuan motorik kasar anak tunagrahita ringankelas atas di SLB N Pembina Yogyakarta. Hal ini ditinjau dari peningkatan yangsignifikan dari rerata hasil pretest dan posttest yaitu 4,768 dan hasil analisis yangmenunjukkan bahwa nilai P0,05 dengan taraf signifikansi 5%.Kata Kunci: aktivitas akuatik, kemampuan motorik kasar, anak tunagrahita ringan