cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 322 Documents
PERSEPSI ATLET TERHADAP MACAM, FUNGSI CAIRAN, DAN KADAR HIDRASI TUBUH DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4644

Abstract

Atlet yang memulai latihan/pertandingan dengan level hidrasi tubuh yang baikakan mempunyai performa daya tahan (endurance), kecepatan respons atau reaksi danjuga performa olahraga yang lebih prima. Hal ini membuat strategi hidrasi yang baikmenjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi atlet tidak hanya untuk menjaga performaolahraganya namun juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi atlet terhadap kebutuhan cairan(hidrasi) baik saat latihan dan recovery pada Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) olahragaUniversitas Negeri Yogyakarta (UNY).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bermaksud meneliti danmenemukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu fenomena tertentu. Sampelberjumlah 56 orang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei.Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan angket. Populasidalam penelitian ini adalah atlet yang mengikuti latihan pada Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) UNY. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikincidental sampling.Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa persepsi atlet terhadapmacam, fungsi dan kebutuhan cairan tubuh pada UKM Olahraga UNY berada padakategori cukup baik dengan pencapaian skor 59,25 (skala 100). Dari 56 mahasiswasebagai responden penelitian, 14,3 % mempunyai persepsi terhadap macam, fungsi dankebutuhan cairan (hidrasi) tubuh yang baik; 53,6 % persepsinya cukup baik; dan 32,1 %persepsi kurang baik; serta tidak ada responden yang persepsinya berada pada kategoritidak baik. Mayoritas persepsinya berada pada kategori cukup baik (53,6 %). Kata Kunci: persepsi atlet, macam fungsi cairan, kadar hidrasi tubuh
KINERJA PELATIH SENAM AEROBIK (Studi Korelasional antara Kepemimpinan, Prestasi Kerja, dan Kinerja Pelatih Senam Aerobik di Kota Yogyakarta) Endang Rini Sukamti
MEDIKORA Vol. VII No. 1 April 2011
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kepemimpinan, prestasi kerja, dan kinerja pelatih senam aerobik di Kota Yogyakarta.Metode yang dipakai dalam penelidan ini adalah metode survei. Teknik  statistik yang digunakan adalah analisis korelasional, dengan variabel terikat adalah kinerja pelatih senam aerobik dan variabel bebas yaitu kepemimpinan dan prestasi kerja pelatih senam aerobik. Responden penelitian berjumlah 12 orang pelatih senam aerobik di Kota Yogyakarta. Teknik analisis data berupa pengujian prasyarat analisis dan teknik pengujian hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antarakepemimpinan dan kinerja pelatih senam aerobik, dengan koefisien korelasi sebesar 0,83 dan kontribusi kepemimpinan sebesar 0,68. Hal ini berarti meningkat atau menurunnya suatu unit kepemimpinan akan diikuti kenaikan atau penurunan kinerja pelatih senam aerobik rata-rata sebesar 68 %. Antara prestasi kerja dan kinerja terdapat hubungan positif, dengan koefisien korelasi sebesar 0,85 dan kontribusi prestasi kerja sebesar 0,72. Hal ini berarti meningkat atau menurunnya satu unit prestasi kerja akan diikuti kenaikan atau penurunan kinerja pelatih senam aerobik rata-rata 72 %. Terdapat hubungan positif antara kepemimpinan, prestasi kerja, dan kinerja pelatih senam aerobik di Kota Yogyakarta.Kata Kunci: kepemimpinan, prestasi kerja dan kinerja pelatih senam aerobik
OLAHRAGA PASCA MELAHIRKAN Sri Winarni
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4678

Abstract

Setelah melahirkan, hal yang paling ingin cepat dilakukan oleh seorang wanita  adalah kembali berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang diinginkan. Tetapi  banyak pula ibu-ibu pasca melahirkan malah takut untuk bergerak, takut  terjadi  robekan pada jahitan. Hal ini terjadi karena kekurangtahuan akan  pengetahuan  kapan dan olahraga apa yang dapat dilakukan seorang ibu pasca   melahirkan.Pasca melahirkan terjadi perubahan-pcrubahan pada rahim, vagina, dinding  perut.  Seorang wanita dapat kembali berolahraga ringan setelah dua minggu  bagi yang  melahirkan secara vaginal, dan enam minggu bagi yang melahirkan   secara bedah caesar.Dua minggu pertama dapat melakukan ladtian Kegel untuk menguatkan lubang  vagina, berjalan, atau yoga yang paling halus. Setelah dua minggu dapat  ditambah  dengan peregangan dan jalan, bergoyang mengikuti irama musik  dengan menggendong bayi.Kata Kunci: pasca melahirkan, olahraga kegel
AKTIVITAS AKUATIK SEBAGAI TERAPI PSIKIS BAGI ANAK Ahmad Rithaudin
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4690

Abstract

Teknologi dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas.  Aktivitas hidup manusia dapat dilakukan dengan lebih efisien, apabila ditunjang  oleh teknologi. Efisiensi tersebut menyangkut pula pada pemanfaatan waktu  luang  yang digunakan setelah menyelesaikan aktivitas utama. Pemanfaatan  waktu tersebut  bisa mencakup aktivitas yang tidak jauh pula dari penggunaan  teknologi, seperti:  game online, playstation, ataupun sekedar menonton  televisi.Aktivitas ini merugikan bagi anak, apabila berlangsung tanpa kendali. Aktivitas  ini akan mempengaruhi perkembangan fisik serta psikologis anak, apalagi saat   anak  dipisahkan dari kegiatan kesukaannya tersebut. Anak bisa saja marah,  kecewa,  serta stres meski dalam tingkatan yang rendah. Hal ini akan  berdampak baik secara  langsung terhadap kesehatan psikisnya anak tersebut.  Makalah ini akan membahas  tentang peran aktivitas akuatik sebagai media  terapi bagi kesehatan psikis anak.Aktivitas akuatik dalam wujud permainan di air diharapkan dapat menjadikan  anak lebih bisa mengungkapkan perasaan, pemikiran serta jati dirinya. Setelah  anak  mengikuti aktivitas akuatik tersebut anak menjadi lebih mengerti akan  kondisi  dirinya. Hal ini akan berakibat kesehatan psikis anak akan menjadi  lebih baik.Kata Kunci: aktivitas akuatik, terapi psikis, anak
Olahraga Bagi Wanita Hamil Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4708

Abstract

-
PERAWATAN CEDERA SIKU Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol. III, No. 2, Oktober 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4729

Abstract

-
PENGARUH KESEHATAN TERHADAPPERCEPATAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK USIA 0-2 TAHUN Endang Rini Sukamti
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4767

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dimulai daridalam kandungan yaitu semenjak terjadinya pembuahan hinggalahir sampai dewasa. Periode pertumbuhan dan perkembanganfisik maupun mental terjadi ridak hanya sekali tetapi melalui satutahap ke tahap berikutnya. Ada periode pada saat pertumbuhandan perkembangan terjadi dengan cepat, melambat, dan stabil.Anak usia 0-2 tahun mcrupakan usia yang sangat kritiskarena pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan fisik maupunmental terjadi dengan cepat dan akan mempengaruhi perkembanganselanjutnya. Banyak faktoryangdapatmempengaruhi cepatatau lambatnya pertumbuhan dan perkembangan antara lain faktorgenetik atau keturunan dan lingkungan.Salah satu faktor lingkungan adalah faktor kesehatan.Seorang ibu yang senantiasa selalu memperhatikan dan menjagakesehatan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan akanberdampak positif terhadap perkembangan fisik maupun mentalanak. Adanya perhatian dari orang tua maupun lingkungan sekitaranak akan membawa anak pada tingkat pertumbuhan danperkembangan yang optimal, sehingga tercipta generasi penerusyang sehat psikis maupun fisik.Kata kunci: kesehatan, pertumbuhan.
TINGGI BADAN ANAK DITINJAU DARI SEGIFAKTOR GENETIK DAN LINGKUNGAN(Studi Antropologi Ragawi Pada Suku Batak Toba) Jon Piter Sinaga
MEDIKORA Vol. IV No.2, Oktober 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4819

Abstract

Perbedaan tinggi badan dipengaruhi sifat sifat genetik dan perkembangannya dipengaruhifaktor lingkungannya. Penelitian ini menjelaskaninteraksi faktor genetik dan lingkungan melaluiperbandingan genetis tinggi badan kedua orangtua anak dan analisis lingkungan sosial-ekonomi,anak yang tinggal di daerah pedesaan dan daerahperkotaan.Populasi penelitian anak dan orang tua yangtinggal di daerah pedesaan meliputi DesaAdiankoting, Desa Banuarea, Desa Horisan yangterletak di Kabupaten Tapanuli Utara dan anakyang tinggal di daerah perkotaan meliputiKampung Kristen dan Martoba yang terletak diKotamadya Pematang Siantar, kedua daerahpenelitian tersebut di wilayah Provinsi SumateraUtara. Sifat-sifat genetis tinggi badan ditentukanmelalui sifat heritabilitas (h^) dan polimorfismegenetis (Pg) serta pengaruh lingkungannyaditunjukkan melalui derajat (kekuatan)ekosensitivitas. Sampel penelitian terdiri dari 200anak yang belajar di Sekolah Dasar (SD) berusiaantara usia 8-10 tahun dan masih memilikikedua orang tua kandung berusia 45 tahun,100 anak dari pedesaan dan 100 anak dariperkotaan. Dari 100 anak di pedesaan, terdiri darigrup anak laki-laki 47 orang dengan orangtuanya dan 53 anak perempuan dengan orangtuanya, di daerah perkotaan 100 anak, terdiridari grup anak laki-laki 46 orang dengan orangtuanya dan 54 anak perempuan dengan orangtuanya. Tinggi badan anak dan kedua orangtuanya diukur dengan antropometer dan untukmengeleminasi perbedaan usia, jenis kelamin dandata antropmetri ditetapkan dengan Z-skor padatiap-tiap grup. Lingkungan sosial-ekonomidiperoleh melalui teknik wawancara langsung,hasilnya ditetapkan melalui besarnya derajatekosensitivitas lingkungan dari Status Sosial-Ekonomi (SSE) dari Pelayanan Kesehatan Anak(PKA), Pola Makan Anak (PMA), dan Aktifitas FisikAnak (AFA). Penelitian berlangsung selama 4bulan, dilakukan disekolah anak-anak dandengan mealukan kunjungan ke rumah-rumahorang tua anak. Data antropometri dan kuesionerdianalisis dengan menggunakan uji regressilinear, uji analisis j a l u r guna mengetahui korelasidan uji diskriminan dengan tingkat signifikansi p 0,05.
HASH HOUSE HARRIERS SEBAGAI OLAHRAGA REKREASI DALAM MENCAPAI KESEHATAN DAN SOCIAL WELL-BEING Komarudin Komarudin
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4655

Abstract

Kemajuan teknologi di satu sisi tidak sertamerta membuat kesehatan masyarakatmenjadi lebih baik. Oleh karena itulah masalah kesehatan tetap menjadi bagian yangpenting di era globalisasi ini. Salah satu cara pencegahan penyakit adalah denganberolahraga atau aktivitas fisik. Sekarang ini berkembang berbagai macam tawarankegiatan yang berfungsi untuk merawat kondisi tubuh dan psikologis, seperti berbagaimacam bentuk aktivitas fisik atau olahraga yang bersifat rekreatif.Untuk memilih suatu kegiatan atau aktivitas fisik yang bersifat olahraga rekreatifdipengaruhi oleh berbagai faktor seperti waktu yang tersedia, alat yang ada, ketrampilanyang dimiliki atau kesenangan terhadap kegiatan tertentu. Salah satu olahraga rekreatifyang dikenal dan eksis di Yogyakarta, adalah Hash House Harriers (HHH). Hash HouseHarriers yang mengusung semboyan fun, fitness, and friendship yang bermaknakesenangan, kebugaran, dan persahabatan sangat sesuai dengan falsafah olahraga sekaligusmembantu para member-nya (Hasher) untuk menjalin persahabatan dalam sebuahkomunitas untuk mencapai social well-being (kebahagiaan, kepuasan, dan kesejahteraan).Ada dua makna penting dari Hash House Harriers sebagai olahraga rekreasi, yaknidapat menciptakan kesehatan karena dapat meningkatkan kesegaran jasmani pesertanyadan dapat mengembangkan social well-being yang sangat dibutuhkan manusia demikebahagiaan dan kesejahteraan hidup, terutama dapat meningkatkan rasa percaya diri,memperbaiki rasa kebersamaan dan mendorong tumbuhnya rasa sosial. Kata kunci : Hash House Harriers, social well being
PROFIL KEBUGARAN AWAL MEMBER BARU PRIA USIA 20-25 di FITNESS CENTER GEDUNG OLAHRAGA FIK-UNY Suharjana , Gilang Anggarkusuma
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kebugaran awal member baru  pria Fitness Center Gedung Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas   Negeri  Yogyakarta (GOR FIK UNY) , meliputi pengukuran daya tahan jantung  paru,  kelentukan, kekuatan otot, dan lemak. Analisis profil kebugaran  memudahkan  penentuan program yang tepat.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei.  Sampel dalam penelitian ini adalah member baru pria fitness center GOR FIK UNY  yang berjumlah 20 orang, dengan instrumen yang digunakan berupa tes   dan pengukuran. Instrumen yang digunakan merupakan tes yang telah standar.   Komponen  tes yang diukur yaitu daya tahan jantung paru, fleksibilitas,  kekuatan otot, dan lemak.  Untuk menganalisis data digunakan teknik  deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan profil kebugaran awal member baru pria umur  20-25 Fitness Center Gedung Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas   Negeri  Yogyakarta (GOR FIK UNY) berdasarkan tes daya tahan jantung paru  masuk dalam  kategori sangat baik sebanyak 11 orang (55 %), kategori buruk   sebanyak 3 orang  (15 %), kategori cukup sebanyak 4 orang (20 %), kategori   baik dan superior sebanyak  1 orang (5%), dan adak ada yang masuk dalam kategori excellent. Berdasarkan tes  kelentukan masuk dalam kategori kurang  sebanyak 11 orang (55 %), kategori baik  sebanyak 5 orang (25 %), kategori  bagus sebanyak 4 orang (20 %), dan tidak ada  yang masuk dalam kategori  luar biasa dan sangat bagus. Berdasarkan tes kekuatan  otot masuk dalam  kategori sangat kurang sebanyak 9 orang (45 %), kategori kurang  sebanyak 5 orang (25 %), kategori cukup sebanyak 6 orang (30 %), dan tidak ada  yang masuk dalam kategori istimewa dan baik. Berdasarkan tes lemak masuk dalamkategori lemak sangat tinggi atau sangat gemuk sebanyak 5 oarang (25 %),  kategori  lemak tinggi atau gemuk sebanyak 3 orang (15 %), kategori normal  sebanyak 7 orang  (35 %), kategori kurus sebanyak 2 orang (10 %), dan   kategori sangat kurus sebanyak  3 orang (15 %). Dari peneiitian ini dapat  disimpulkan bahwa profil kebugaran awal  member baru pria Fitness Center GOR FIK UNY Yogyakarta masih kurang baik,  sehingga dibutuhkan pemberian  program yang tepat.Kata Kunci: member fitness center, profil kebugaran