cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 322 Documents
TERAPI LATIHAN DI AIR BAGI PENDERITASTROKE - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4684

Abstract

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak)yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebrai) yang terjadikarena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Untuk mengatasimasalah penyakit stroke, diperlukan strategi penanggulangan stroke yangmencakup aspek prcventif, terapi rahabilitasi, dan promotifTerapi latihan adalah latihan yang terdiri gerakan tubuh atau bagiantubuh tertentu untuk mcngatasi gangguan atau mempcrbaiki fungsi. Terapilatihan di air bagi penderita stroke dilakukan dengan jangka waktu 6-8minggu, dengan durasi 2 kali seminggu, sekali terapi waktunya 1 jam. Padapenderita stroke, wakm pemulihan tergantung berat-ringan dan jenisstrokenya. Selama mclakukan terapi latihan di air, seorang penderita strokeidcalnya dibantu oleh empat orang peiatih. Proses penyembuhan dalamair merangsang saraf sensorik dan mcrangsang sel-sel otak. Anggota tubuhdi dalam air akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelcnturannya Terapilatihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan penderitastroke.Kata kunci: Terapi Latihan, Stroke
KEGUNAAN REHABILITASI DAN TERAPI DALAM CEDERA OLAHRAGA Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol. I, No. 1, April 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4701

Abstract

Cedera olahraga yang terjadi sangat bermacam-macam pada lokasi tubuh manusia, mulai dari tingkat paling ringan yaitu berupa nyeri, keluhan  lelah, dan  lesu berkepanjangan. Yang paling berat berupa hilangnya fungsi gerak karena  cedera otot atau patah tulang. Jika kondisi itu tidak ditangani dengan tepat, tentu  dapat mengganggu aktivitas kehidupan dan kesehatan  secara umum.Terapi sangat membantu sebagai upaya penyembuhan cedera olahraga  dan bukan pengobatan cedera olahraga, karena dalam pelaksanaannya terapi  dalam rehabilitasi tidak menggunakan obat-obatan, namun melalui latihan dan  pemanfaatan alam sebagai sarana penyembuhan dalam penanganan cedera  olahraga.Kegunaan rehabilitasi dan terapi dalam cedera olahraga sangat  bermanfaat bagi individu atlet yang membutuhkan layanan khusus. Ditinjau dari   segi medis hal ini mempunyai fungsi sebagai pencegahan, peningkatan,  penyembuhann, dan pemuliahan. Seorang olahragawan yang mengalami cedera  setelah melakukan aktivitas dapat kembali melakukan aktivitas olahraga tanpa  mengalami rasa nyeri maupun lelah setelah mendapatkan layanan rehabilitasi  dan terapi.Kata-kata kunci: cedera olahraga, terapi, rehabilitasi
LATIHAN DAN SEKRESI HORMON PERTUMBUHAN - Widiyanto
MEDIKORA Vol. III, No. 2, Oktober 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4724

Abstract

-
TEKNIK PENYELAMATAN DI AIR Wastd Danardani
MEDIKORA Vol. II, No 1, April 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4757

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi di mana saja, dapat rnenimbulkanrasa kaget, dan dapat menyebabkan kepanikan. Adarya rasa panikdapat menyebabkan korban baru sehingga diburxihkan suatuketenangan dan keterampilan. Pemberian pertolongan pertamapada korban kecelakaan adalah satu hal yang paling penting, karenadengan penanganan secara tcpat akibat yang fatal dapatdihindarkan.Teknik yang digunakan untuk menyelamatkan bcrprinsippada ketenangan untuk dapat berdndak, dengan ketenangan dapatdipilih cara penanganan secara tepat. Langkah-langkah penyelamatandiri apabila rriengalami kecelakaan di air melipud: (1) watertrap pen, (2) melepaskan pakaian, (3) mengurangi minum air, dan(4) berpegang pada benda mengapung. Teknik-teknik yangdigunakan untuk menolong korban kecelakaan terbagi menjadidua, yaitu penyelamatan dari darat dan penyelamatan langsung(turun ke air). Teknik penyelamatan dari darat dengan cara: tanpaalat, menggunakan handuk/ka)ai, dan gelang pelampun. Teknikpenyelamatan Ifingsung dengan cara: (1) the hip carry rescue, (2) armpittOy (3) mist tow, dan (3) tired swimmerPertolongan yang diberikan pada korban sebaiknya dipilihsecara tepat agar dapat menyelamatkan korban tanpa menyebabkantimbulnya cedera yang fatal. Keterampilan penyelamatansangatlah penting dan sebaiknya dikuasai agar dapat mempertahankandiri.
INTERAKSI PELATIH DAN ATLET DALAMPENETAPAN TUJUAN Wasti Danardani
MEDIKORA Vol. IV No.2, Oktober 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4814

Abstract

Tujuan penelitian i ni adalah untuk memahamiinteraksi dalam proses latihan renang indahdengan memperhatikan peran pelatih dan atletpada penetapkan tujuan pada proses latihan.Pemahaman terhadap interaksi antara pelatih danatlet dapat digunakan sebagai pendukung dalampencapaian tujuan yang telah ditetapkan sehinggadapat mencapai tujuan bahkan dapat berprestasisecara maksimal.Subjek penelitian adalah atlet renang indahDIY dengan kelompok usia 14-16 tahun sertapernah tergabung dalam tim renang indahnasional. Selain itu seorang pelatih yang sedangmenangani atlet yang bersangkutan. Subjekdiperoleh melalui perkumpulan renang indah yangberada di DIY.Desain penelitian yang digunakan berupaDeskriptif Kualitatif. Desain penelitian inibertujuan untuk menggambarkan, meringkasberbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagaifenomena realita sosial yang ada di masyarakatyang menjadi objek penelitian. Pengumpulan datapada penelitian ini dengan menggunakan metodeobservasi, dan wawancara.
MANFAAT TERAPI MASASE FRIRAGE DAN STRETCHING DALAM PENANGANAN CEDERA PADA ATLET OLAHRAGA BELADIRI Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4650

Abstract

Prestasi puncak atlet, khususnya cabang beladiri tidak terlepas dari perananpenerapan IPTEK olahraga dalam pembinaan prestasi agar menciptakan atlet beladiriyang berprestasi. Atlet beladiri yang berprestasi banyak berasal dari daerah yangmemiliki cabang olahraga yang diunggulkan untuk mengikuti event kejuaraan nasionalmaupun internasional seperti pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS),Pekan Olahraga Nasional (PON), Universiade, Asian Games, Sea Games danOlimpiade. Namun demikian, tujuan untuk mendapat medali sering terhambat olehcedera, baik dalam proses latihan maupun saat bertanding.Berdasarkan keadaan tersebut, akhir-akhir ini berbagai jenis terapi masase telahditerapkan untuk meningkatakan prestasi atlet beladiri dengan tujuan mengurangitingkat cedera ringan, di antaranya terapi masase frirage dan stretching. Manfaatmasase frirage dapat membantu mempelancar peredaran darah, mengurangi rasa nyeri,dan membantu memposisikan pergeseran sendi akibat keseleo, sedangkan stretchingdapat membantu otot tetap fleksibel serta mengurangi kekakuan dan kontraksi. Manfaatdari kedua terapi tersebut sangat membantu atlet beladiri dalam mengatasi gangguancederanya, sehingga diharapkan dapat mencapai prestasi tinggi dalam setiap kejuaraan. Kata kunci: masase frirage, stretching, cedera dan olahraga beladiri
PENTINGNYA OLAHRAGA BAGI LANSIA Suryanto Suryanto
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4666

Abstract

Salah satu upaya untuk menjaga, meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani bagi lansia (lanjut usia) adalah dengan melakukan olahraga.Olahraga bagi lansia bila dilakukan dengan terprogram akan mempunyai beberapa manfaat, diantaranya adalah unmk mempertahankan kesehatan, meningkatkan kekuatan otot jantung, meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, menurunkan kadar lemak, menguatkan otot-otot tubuh, mengurangi stress dan ketegangan batin, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Apabila latihan olahraga tidak tepat akan menimbulkan risiko yang lebih berbahaya.Dalam memperlambat terjadinya gangguan dan penurunan, terutama ukuran dan kekuatan otot salah satunya dengan latihan penguatan secara teratur. Program latihan penguatan dapat mengganti sejumlah besar otot yang berkurang. Untuk latihan penguatan yang aman dan produktif perlu persiapan dan menjalankan setiap sesi latihan dengan sempurna.Kata kunci: olahraga, lansia
TERAPHI DINGIN (COLD THERAPY) DALAM PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA Arofah, Novita Intan
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4696

Abstract

-
LATIHAN BEBAN : SEBUAH METODE LATIHAN KEKUATAN - Suharjana
MEDIKORA Vol. III, No. 1, April 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4719

Abstract

-
BENTUK LATIHAN DAN KEGUNAANSWISS BALLS DALAM FISIOTERAPI Purnomo, Eddy
MEDIKORA Vol. II, No 1, April 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4749

Abstract

Salah satu alat yang sering digunakan dan banyak dipakai dinegara Eropa terutama di Jerman untuk berlatih meningkatkan kekuatan, membuat persendian dan tubuh stabil, serta meningkatkanfleksibilitas persendian adalah smss balls. Peralatan tersebutsering digunakan dalam perawatan fisioterapi dan dapat jugamenjadi suatu bagian dalam program persiapan umum dalamadetik.Smss balls adalah suam alat seperti bola karet yang ukurangaris tengahnya antara 45 sentimeter sampai dengan 120 sentimeteryang sifatnya lentur dan kenyal. Penggunaan alat ini harusdisesuaikan dengan bentuk tubuh dan ukuran berat badan. Latihandengan smss balls dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus,misalnya untuk pengobatan habis cedera punggung, pinggang, danotot-otot bahu.Adet-atlet dunia, seperti juara dunia lempar cakiam BeatriceFaumuina dan atlet lempar lembing Gavin Lovegrove (keduanyadari New Zealand) dan Boris Henry (Jerman), secara teratur merekamenggunakan swiss balls dalam latihannya. Latihan smss balls dapatdikombinasikan dengan tali karet dan disesuaikan dengan kebutuhan para pengguna. Adapun bentuk latihan yang disajikandalam tulisan ini dapat digunakan untuk semua orang.