cover
Contact Name
Fanny Andhini Putri
Contact Email
fanny_ap@ub.ac.id
Phone
+62341553512
Journal Mail Official
polusea@ub.ac.id
Editorial Address
Faculty of Fisheries and Marine Science Brawijaya University Jl. Veteran Malang 65145 Jawa Timur-INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30252210     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.polusea
Core Subject :
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea is a journal published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Brawijaya to address the study of pollution in the freshwater and marine environment and the impact to the ecosystems. Water and Marine Pollution Journal: PoluSea receives manuscripts written in Bahasa or English and publish two issues in one volume annually (April and October). The manuscripts can be written as research papers, reviews or short communications.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Pengaruh Enrichment Nutrien terhadap Perubahan Struktur Komunitas Plankton di Perairan Probolinggo: The Effect of Nutrient Enrichment on Plankton Community Structure in Probolinggo Waters Sari, Norma Lita Auliana; Yamindago, Ade; Sartimbul, Aida
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 3 No. 2 (2025): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea October 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2025.003.02.6

Abstract

Enrichment process seperti proses upwelling, mixing, atau river runoff, sangat diperlukan dalam meningkatkan kesuburan perairan, namun demikian enrichment process yang berlebihan pada suatu perairan berpotensi pada perubahan keseimbangan suatu ekosistem yang ditandai dengan adanya perubahan struktur komunitas plankton. Perairan Probolinggo yang merupakan bagian dari Selat Madura, diduga mengalami kondisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nutrien terhadap struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli dan September 2023 dengan menggunakan metode purposive sampling. Parameter kualitas air yang diukur meliputi nitrat, ortofosfat, silikat, suhu, salinitas, pH, DO, dan kecerahan. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net, kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan indeks ekologi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar antara 0,04–2,03 mg/L, sedangkan ortofosfat dan silikat relatif homogen dengan nilai 0,02–0,03 mg/L dan 0,02–0,10 mg/L, dengan nilai indeks keanekaragaman plankton (H’) antara 0,62–1,45. Analisis PCA menunjukkan nitrat menjadi variabel dominan terhadap variasi struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Kelimpahan fitoplankton lebih tinggi dibandingkan zooplankton, terutama pada titik yang memiliki konsentrasi nutrien relatif tinggi (Titik 1 dan 2 di bulan Juli). Namun, tingginya kelimpahan tersebut tidak diikuti dengan keanekaragaman yang tinggi (H’ lebih rendah), sehingga menunjukkan adanya pergeseran struktur komunitas plankton menuju kondisi yang kurang beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa enrichment nutrient, khususnya nitrat berkontribusi terhadap perubahan struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekosistem setempat serta menjadi dasar bagi pengelolaan perikanan dan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.   Enrichment processes such as upwelling, mixing, or river runoff can increase water fertility, but excessive enrichment has the potential to disrupt ecosystem balance, as reflected in changes to plankton community structure. The waters of Probolinggo, part of the Madura Strait, are suspected of experiencing this condition. This study aimed to analyze the effect of nutrient concentration on plankton community structure in Probolinggo Waters. Sampling was conducted in July and September 2023 using purposive sampling. Measured water quality parameters included nitrate, orthophosphate, silicate, temperature, salinity, pH, DO, and brightness. Plankton samples were collected with a plankton net, then identified and analyzed using ecological indices. Results showed nitrate concentrations ranged from 0.04 to 2.03 mg/L, while orthophosphate and silicate were relatively homogeneous (0.02–0.03 mg/L and 0.02–0.10 mg/L, respectively). Plankton diversity index (H’) values ranged from 0.62 to 1.45. PCA analysis indicated that nitrate was the dominant variable influencing variation in plankton community structure. Phytoplankton abundance was higher than zooplankton, especially at stations with relatively high nutrient concentrations (stations 1 and 2 in July). However, this abundance was not accompanied by higher diversity (lower H’), indicating a shift in community structure towards reduced diversity. These findings suggest that nutrient enrichment, particularly nitrate, plays a significant role in altering plankton community structure in Probolinggo waters. This study provides insight into local ecosystem dynamics and serves as a basis for sustainable fisheries and coastal resource management.
Mikroplastik di Ekosistem Laut dan Perairan Tawar Tropis: Sumber, Distribusi, Dampak Ekotoksikologis, dan Tantangan Kebijakan Hadinata, Markus
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.1

Abstract

Pencemaran mikroplastik menjadi isu lingkungan yang semakin penting, khususnya pada ekosistem perairan tropis yang mengalami tekanan antropogenik tinggi dan dinamika hidrologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mensintesis distribusi, karakteristik, dan potensi dampak ekotoksikologis mikroplastik pada ekosistem perairan laut dan air tawar tropis. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan systematic review dengan kerangka PRISMA terhadap literatur yang diindeks dalam basis data Scopus pada periode 2015–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konsentrasi mikroplastik bervariasi antar tipe ekosistem, dengan nilai rata-rata tertinggi pada estuari (5,2 items/m³), diikuti sungai tropis (3,8 items/m³) dan perairan pesisir (2,9 items/m³), sementara sedimen menunjukkan kelimpahan yang jauh lebih tinggi yaitu 215 items/kg berat kering pada sedimen laut dan 178 items/kg pada sedimen air tawar. Polimer dominan yang teridentifikasi adalah polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) dengan bentuk partikel utama berupa fiber dan fragmen. Sintesis dampak ekotoksikologis menunjukkan adanya respons biologis pada berbagai kelompok organisme akuatik, termasuk stres oksidatif, peradangan jaringan, gangguan metabolisme, dan penurunan fungsi reproduksi. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko ekologis mikroplastik di perairan tropis terbentuk melalui interaksi antara sumber daratan, transport melalui sistem sungai, akumulasi di estuari, dan deposisi pada sedimen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan terpadu yang menekankan pengurangan sumber plastik dari daratan, peningkatan sistem pengelolaan limbah, serta pemantauan jangka panjang untuk mengurangi risiko ekologis mikroplastik di ekosistem perairan tropis
Kontaminasi Mikroplastik Pada Insang dan Usus Ikan Tongkol (Auxis thazard) yang Ditangkap di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur toruan, lumban nauli lumban; Qomariah, Siti; Soewarlan, Lady Cindy
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.4

Abstract

Pencemaran mikroplastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut karena sifatnya yang persisten, berukuran kecil (≤ 5 mm), dan berpotensi terakumulasi dalam organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan karakteristik mikroplastik pada organ insang dan usus ikan tongkol (Auxis thazard) yang ditangkap di Perairan Teluk Kupang, Indonesia. Ekstraksi mikroplastik dilakukan melalui destruksi kimia jaringan menggunakan larutan HNO₃ 65%, diikuti filtrasi (0,45 µm), dan identifikasi menggunakan mikroskop. Mikroplastik terdeteksi pada 80,8% individu, dengan tipe fiber sebagai satu-satunya tipe mikroplastik yang ditemukan pada kedua organ, yang menunjukkan dominasi sumber dari serat sintetis yang berkaitan dengan aktivitas domestik dan perikanan. Kelimpahan mikroplastik secara signifikan lebih tinggi pada insang (2,2 ± 1,7 partikel per individu) dibandingkan pada usus (1,2 ± 1,0 partikel per individu), yang menunjukkan peran insang sebagai jalur utama paparan melalui air, sementara keberadaan di usus mencerminkan proses asupan melalui rantai makanan. Mikroplastik berwarna hitam mendominasi baik pada insang (49,3%) maupun usus (43,5%), yang mengindikasikan adanya akumulasi selektif dan/atau perbedaan ketersediaan di lingkungan. Temuan ini menunjukkan adanya berbagai jalur paparan mikroplastik pada ikan pelagis serta menunjukkan dominasi partikel tipe fiber sebagai indikator utama masukan antropogenik di perairan pesisir. Penelitian ini menyediakan data dasar terkait kontaminasi mikroplastik pada ikan pelagis bernilai ekonomis penting serta menekankan urgensi penerapan strategi pengelolaan terpadu untuk mengurangi masukan mikroplastik ke dalam ekosistem laut.   Microplastic pollution poses a serious threat to marine ecosystems due to its persistence, small size (≤ 5 mm), and potential to accumulate in aquatic organisms. This study aimed to analyze the distribution and characteristics of microplastics in the gills and intestines of frigate tuna (Auxis thazard) collected from Kupang Bay, Indonesia. Microplastics were extracted through chemical digestion of tissues using 65% HNO₃, followed by filtration (0.45 µm) and microscopic identification. Microplastics were detected in 80.8% of individuals, with fibers as the only type observed in both organs, indicating a dominant input from synthetic fibers associated with domestic and fisheries-related activities. Microplastic abundance was significantly higher in the gills (2.2 ± 1.7 particles per individual) than in the intestines (1.2 ± 1.0 particles per individual), suggesting that gills serve as the primary pathway for waterborne exposure, while intestinal presence reflects trophic ingestion. Black-colored microplastics predominated in both the gills (49.3%) and intestines (43.5%), indicating selective accumulation and/or differences in environmental availability. These findings reveal multiple exposure pathways in pelagic fish and highlight the dominance of fiber-type particles as a key indicator of anthropogenic inputs in coastal waters. This study provides baseline data on microplastic contamination in an economically important pelagic species and emphasizes the need for integrated management strategies to reduce microplastic inputs into marine ecosystems.
Analisis Indeks Kebersihan pada Pantai Wisata Terkelola dan Tidak Terkelola : Studi Kasus Pantai Kenjeran, Surabaya Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Khuluq, Muhammaf Lathiful; Yona, Defri
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.2

Abstract

Pantai wisata rentan terhadap tekanan aktivitas antropogenik yang berkontribusi terhadap akumulasi sampah laut. Pantai Kenjeran, Surabaya, memiliki dua kawasan wisata dengan sistem pengelolaan berbeda, yaitu Taman Hiburan Pantai Kenjeran (THP Kenjeran) yang terkelola dan Pantai Kenjeran Taman Suroboyo (Pantai KTS) yang tidak terkelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sampah laut dan membandingkan tingkat kebersihan pantai pada kedua kawasan tersebut. Metode purposive sampling diterapkan melalui penyisiran sampah pada zona backshore dan foreshore. Data jenis sampah dan indeks kebersihan pantai dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sampah di pantai tidak terkelola lebih tinggi dibandingkan pantai terkelola, dengan dominasi sampah plastik dan karet. Nilai indeks kebersihan mengindikasikan THP Kenjeran tergolong bersih, sedangkan Pantai KTS tergolong kotor. Perlu adanya pengelolaan sampah terpadu dan pelibatan masyarakat untuk meningkatkan kebersihan pantai tidak terkelola.
Kontaminasi Mikroplastik pada Air dan Lambung Ikan Nila di Waduk Sutami Buwono, Nanik Retno; Prihanto, Titan Fasta Maulana; Agustina, Gisela Manda
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.3

Abstract

Waduk Sutami merupakan perairan multiguna yang dimanfaatkan untuk irigasi, pariwisata, perikanan, dan pembangkit listrik sehingga berpotensi menerima masukan sampah plastik dari berbagai aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis, karakteristik, kelimpahan, serta hubungan kelimpahan mikroplastik pada air dan lambung ikan nila (Oreochromis niloticus) di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan penentuan lokasi secara purposive sampling pada tiga stasiun, yaitu inlet, tengah, dan outlet. Identifikasi mikroplastik dilakukan menggunakan metode Wet Peroxide Oxidation dan pengamatan mikroskop perbesaran 10x. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, DO, TSS, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan empat jenis mikroplastik, yaitu fragmen, film, fiber, dan pellet, dengan warna dominan hitam dan coklat. Kelimpahan rata-rata mikroplastik pada air berkisar 27.222,22-27.866,67 partikel/m3, sedangkan pada lambung ikan nila berkisar 46,50-49,20 partikel/g. Uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan kelimpahan yang signifikan antarstasiun pada air maupun lambung ikan. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan kelimpahan mikroplastik pada air berkontribusi terhadap variasi kelimpahan mikroplastik pada lambung ikan nila.
Analisis Kualitas Air Sumur Supit Urang I sebagai Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menggunakan Indeks Pencemaran Wulandari, Dwi Andita; Aida, Gilang Rusrita
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.5

Abstract

Kualitas air baku perlu dipantau secara berkala untuk menjamin keamanan sumber air minum, terutama pada sumur yang berada di sekitar sumber potensi pencemar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air baku Sumur Supit Urang I Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dan menentukan status mutu airnya menggunakan metode Indeks Pencemaran. Pengamatan dilakukan melalui pengambilan sampel air, pengukuran parameter fisika dan kimia, serta perbandingan hasil uji dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, kekeruhan, TDS, warna, pH, fluorida, kromium (VI), kadmium, nitrit, nitrat, aluminium, besi, dan mangan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu yang digunakan, sedangkan kadmium menjadi parameter utama yang memengaruhi nilai indeks karena memiliki rasio Ci/Lij tertinggi. Hasil perhitungan Indeks Pencemaran menghasilkan nilai IPj sebesar 1,1552, sehingga status mutu air baku Sumur Supit Urang I termasuk kategori tercemar ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa air baku masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum, tetapi memerlukan perhatian khusus terhadap parameter logam berat, terutama kadmium. Pemantauan kualitas air secara berkala, pengendalian potensi pencemaran dari sekitar sumur, serta pengolahan tambahan untuk menurunkan kandungan logam berat diperlukan untuk menjamin keamanan air minum secara berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 36