cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
ANALISIS HASIL TANGKAPAN, PRODUKTIVITAS, DAN KELAYAKAN USAHA PERIKANAN RAWAI DASAR DI PPI BAJOMULYO I KABUPATEN PATI Kisworo, Rian; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.457 KB)

Abstract

Rawai dasar merupakan alat tangkap dengan target penangkapan ikan - ikan demersal. Rawai dasar banyak dipergunakan nelayan  di Kabupaten Pati, khususnya nelayan di PPI Bajomulyo I Juwana. Makin bertambahnya jumlah kapal dengan alat tangkap rawai dasar setiap tahunnya akan mempengaruhi kelestarian sumberdaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan rawai dasar (komposisi, produksi, dan nilai produksi), nilai hook rate dan produktivitas alat tangkap rawai dasar, dan kelayakan usaha (keuntungan, revenue cost ratio, payback period) rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu jenis ikan, produksi dan nilai produksi satu trip, ukuran kapal, jumlah ikan tertangkap, jumlah pancing, modal usaha, biaya operasional, dan pendapatan yang didapatkan. Data sekunder terdiri dari jumlah trip selama satu tahun, jumlah ABK selama satu tahun, volume produksi dan nilai produksi selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan dari 48 kapal sampel didominasi oleh ikan Remang (Congresox talabon) dengan presentase sebesar 61,9 %. Nilai hook rate  termasuk dalam kategori kurang baik. Nilai hook rate berkisar antara 0,85 - 2,89 , dengan rata - rata sebesar 1,98. Semakin besar ukuran kapal, nilai produktivitas per tonnage yang didapatkan semakin kecil. Sedangkan semakin besar ukuran kapal semakin tinggi nilai produktivitas per ABK dan produktivitas per trip. Hasil perhitungan kelayakan usaha didapatkan nilai keuntungan kapal ukuran 30 - 39 GT lebih tinggi dibanding dengan ukuran 20 - 29 dan 40 - 49 GT. Nilai R/C kapal rawai dasar > 1 atau usaha layak dilakukan. Pengembalian modal atau payback period kapal rawai dasar dalam kategori pengembalian sedang yaitu berkisar 3,23 - 4,16 tahun.
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON, NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO KOTA SURAKARTA Arif Darmawan; Bambang Sulardiono; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.57 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22519

Abstract

Kegiatan rumah tangga dan industri memanfaatkan sungai Bengawan Solo untuk membuang limbahnya. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas perairan di Sungai Bengawan Solo. Perubahan kualitas perairan akan berpengaruh langsung terhadap organisme yang hidup di sungai tersebut. Keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan informasi mengenai keadaan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton, mengetahui konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) serta mengetahui hubungan kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi nutrien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi jenis fitoplankton yang ditemukan selama pengamatan didominasi oleh kelas Bacillariophyceae. Genus Rhizosolenia sp., Nitzschia sp. dan Navicula sp. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun I sebesar 2544 ind/L. Stasiun II sebesar 1975 ind/L. Stasiun III sebesar 2735 ind/L. Stasiun IV sebesar 1785 ind/L dan stasiun V sebesar 2418 ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton yang diperoleh selama pengamatan di Sungai Bengawan Solo berkisar antara 1,38 – 2,22, dengan indeks keseragaman berkisar antara 0,67 – 1,07 dan indeks dominasi yang menunjukkan kisaran 0,11 – 0,20. Uji korelasi regresi antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) di perairan Sungai Bengawan Solo memiliki nilai korelasi ganda positif sebesar 0,013. Konsentrasi fosfat berkisar antara 0,59 – 1,74 mg/l. Hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan nitrat secara linier menunjukkan hubungan fluktuatif dengan nilai koefisien korelasi 0,277 dan koefisien determinasi sebesar 0,077 dimana 7,7% kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh nitrat.  Hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi fosfat secara linier menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi 0,160 dan koefisien determinasi sebesar 0,025 dimana hanya 2,5% kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh fosfat. Status kesuburan perairan di Sungai Bengawan Solo Kota Surakarta tergolong dalam kategori mesotrofik yaitu perairan dengan tingkat kesuburan sedang.  Household and industrial activities utilize the Bengawan Solo river to dispose of its waste. This can degrade the water quality in Bengawan Solo River. Changes in water quality will directly affect the organisms living in the river. The presence of phytoplankton in a waters can provide information about the state of the water. The purpose of this research is to know the structure of phytoplankton community, to know the concentration of nutrient (nitrate and phosphate) and to know the correlation of phytoplankton abundance with nutrient concentration.  The results of this study indicate that the composition of phytoplankton species found during observation is dominated by the Bacillariophyceae class. Genus Rhizosolenia sp., Nitzschia sp. and Navicula sp. The abundance of phytoplankton at station I is 2544 ind / L. Station II of 1975 ind / L. Station III of 2735 ind / L. Station IV of 1785 ind / L and station V of 2418 ind / L. The phytoplankton diversity index obtained during observations on the Bengawan Solo River ranged from 1.38 to 2.22, with the uniformity index ranging from 0.67 to 1.07 and the dominance index showing a range of 0.11 to 0.20. Regression correlation test between phytoplankton abundance with nutrient concentration (nitrate and phosphate) in Bengawan Solo River waters has positive double correlation value equal to 0,013. Phosphate concentrations ranged from 0.59 to 1.74 mg / l. The relationship between abundance of phytoplankton and nitrate linearly showed a fluctuative relationship with the correlation coefficient value of 0.277 and the coefficient of determination of 0.077 where 7.7% of phytoplankton abundance was influenced by nitrate. The relationship between phytoplankton abundance with phosphate concentration linearly showed a strong correlation with correlation coefficient value of 0.160 and coefficient of determination equal to 0,025 where only 2.5% phytoplankton abundance influenced by phosphate. The status of water fertility in the River Solo Solo City Surakarta classified in the mesotrophic category of waters with moderate fertility levels. 
KARAKTERISTIK HIDRO-OSEANOGRAFI DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENANGULANGI KERUSAKAN PANTAI DI DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Putri, Merlia Purnama; Supriharyono, -; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.346 KB)

Abstract

Desa Bedono merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang mengalami kerusakan pantai akibat perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: karakteristik hidro-oseanografi; bentuk kerusakan pantai yang terjadi, tingkat pengetahuan masyarakat tentang kerusakan pantai, tingkat partisipasi masyarakat dalam menangulangani kerusakan pantai dan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kerusakan pantai dan tingkat partisipasi masyarakat dalam menanggulangi kerusakan pantai di desa Bedono. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2014 dengan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan observarsi yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perubahan garis pantai baik panjang maupun luasan pantai, dimana tahun 1999 panjang pantai 6,75 km, tahun 2003 bertambah menjadi 6,88 km dan 2009 panjang pantai 7,09 km. Luasan daerah pantai pada tahun 1999-2003 sebesar 73,29 Ha, tahun 2003-2009 bertambah menjadi 79,7 Ha dan tahun 1999-2003 luasan area pantai Bedono sebesar 133 Ha. Karaktristik hidro-oseanografi yaitu gelombang, arus, dan pasang surut mengikuti musim yang sedang terjadi. Kerusakan desa Bedono yang terjadi akibat kerusakan yaitu berupa erosi. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang kerusakan pantai adalah 10,42% rendah, 38.54% sedang, dan 51.04 tinggi. Tingkat partisipasi masyarakat yaitu 4.17% berpartisipasi rendah, 56.25% berpartisipasi sedang, dan 39.58 berpartisipasi tinggi. Hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat partisipasi menunjukan hubungan yang positif meskipun rendah. Bedono is one of coastal villages in sub district Sayung, district Demak. There is destruction caused by change of coastal line along the beach of Bedono village. This research is aimed to find out: hydro-oceanographic characteristics; destruction’s form; degree of local communities’ knowledge; degree of local communities’ participation in coastal destruction mitigation and to find out the relation between the knowledge degree and the participation in Bedono village. This research was conducted in Mei 2014 using case study method with observation approach and the data will analyzed descriptive . The result of this research show that there is a change of coastal lines, neither length nor wide of beach, where in 1999 6,75 km long beach, in 2003 increased to 6.88 km and in 2009 7.09 km, increased 73,29 hectares in 2003-2009 and in 1999-2003 the area of coastal in Bedono village is 133 hectares. Hydro-oceanographic characteristics is that waves, current and tides follow the season which exists. Bedono village destruction was caused by coastal destruction is erosion, The degree of local communities’ knowledge about coastal destruction 10,42% is low, 38,54% is medium and 51,04% is high. The degree of local communities’ participation  4,17% have participated lowly, 56,25% have participated medium, and 39,58% have participated highly. The relation between the knowledge degree and the participation degree is low positive.
PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP NILAI PRODUKTIVITAS PRIMER DI WADUK JATIBARANG SEMARANG Rohmah, Wiwi Siti; Suryanti, Suryanti; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.106 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang tergolong baru di Kota Semarang. Untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas perairan pada waduk dimasa mendatang, penting dilakukan pengukuran tingkat kesuburan perairan waduk secara berkala. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan waduk yaitu dengan melakukan pengukuran produktivitas primer perairan dan kandungan klorofil-a serta parameter fisika-kimia perairan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2016 di Waduk Jatibarang Semarang. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas primer perairan berdasarkan perbedaan kedalaman serta untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap nilai produktivitas primer perairan di Waduk Jatibarang, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif lokasi sampling, yaitu Stasiun I; Inlet, Stasiun II perairan tengah waduk dan Stasiun III Outlet dalam tiga kali pengulangan dengan rentang waktu satu minggu. Hasil pengukuran produktivitas primer pada ketiga stasiun per kedalaman adalah; kedalaman 0 m berkisar 54,750-90,000 mgC/m3/hari, kedalaman 5 m berkisar 91,500-102,750 mgC/m3/hari, kedalaman 10 m berkisar 39,750-64,500 mgC/m3/hari dan kedalaman 15 m berkisar 20,250-45,5000 mgC/m3/hari. Berdasarkan nilai tersebut maka perairan waduk Jatibarang tergolong sebagai perairan Mesotrofik-Eutrofik. Rata-rata nilai kandungan klorofil-a minggu ke-1 0,6913 mg/m3, minggu ke-2 0,6665mg/m3, dan minggu ke-3 0,4409 mg/m3. Hasil uji regresi sederhana menunjukan terdapat pengaruh variabel kedalaman dan kandungan klorofil-a terhadap produktivitas primer sebesar 51,3%. Kata Kunci : Produktivitas Primer; Klorofil-a; Waduk Jatibarang Semarang  ABSTRACT Jatibarang Reservoir is one of the new reservoirs in Semarang. To prevent the degradation of reservoirs water quality in the future, it is important to measure the dam water fertilization periodically. Like one of the ways to determine the level of fertility of the dam water is by measuring the primary productivity of the water and chlorophyll-a and physic-chemical parameters of the waters. This study was conducted from February to March 2016 in Semarang Jatibarang Reservoir. The aim of this study is to determine the primary productivity of waters based on depth difference and the depth effects on primary productivity of the waters of the Jatibarang reservoir, Semarang. The method used in this study is descriptive method. Sampling locations are station I; Inlet, Station II: middle of reservoir and stations III: Outlet with three repetitions for the period of one week. The results of primary productivity measurements at each stations per depth is; at the depth of 0 m the results ranges from 54.750 to 90.000 mgC/m3/day, at the depth of 5 m from 91.500 to 102.750 mgC/m3/day, at the depth of 10 m from 39.750 to 64.500 mgC/m3/day and at the depth of 15 m from 20.250 to 45.5000 mgC/m3/day. Based on these results, it is concluded that the water of Jatibarang Reservoir is classified as Mesotrofik-eutrophic waters. The average value of chlorophyll-a in the first week is 0.6913 mg/m3, in the 2nd week is 0.6665 mg/m3, and the 3rd week is 0.4409 mg/m3. The results of simple regression test reveals that there is a significant effect of water depth and chlorophyll-a on primary productivity is  51.3%. Keywords: Primary Productivity, Chlorophyll-a, Jatibarang Reservoir Semarang
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN KARANG DI DAERAH RATAAN DAN TUBIR PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI LEGON BOYO, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JEPARA Utomo, Suryo Putro Ritedi; Supriharyono, -; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.131 KB)

Abstract

Komunitas ikan karang merupakan bagian yang sangat penting dalam ekosistem terumbu karang, tidak hanya bagi ikan itu sendiri yang menjadikan ekosistem terumbu karang sebagai habitat vitalnya, yaitu sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground) dan mencari makan (feeding ground). Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui keanekaragamanjenis ikan karang di daerah rataan dan tubir pada ekosistem terumbu karang di Legon Boyo Taman Nasional Karimunjawa, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei yang dilakukan untuk mengetahui gambaran umum tentang ikan karangdi daerah rataan terumbu (reef flat) pada kedalaman 2-5 meter, maupun di daerah lereng terumbu (reef slope) pada kedalaman 6-11 meter, Legon Boyo kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini ada 3 tahap, yaitu (1) pengambilan data persentase penutupan karang, (2) pengamatan langsung ikan karang dengan metode sensus visual atau Visual Census Technique (VCT) belt transect dalam monitoring/penilaian sumberdaya ikan karang,(3) pengukuran kualitas air secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi habitat terumbu karang di Legon Boyo di kategorikan baik karena berada dalam kisaran 50% - 70%.Sebanyak 20 jenis ikan karang dari 10 famili ditemukan di perairan Legon Boyo, Karimunjawa yaitu: Acanthruridae, Apogonidae, Chaetodontidae, Gobidae, Mulidae, Pomacanthidae, Pomacentridae, Serranidae, Scaridae, Siganidae. Struktur komunitasnya termasuk dalam kategori baik dengan nilai H’ berkisar antara 2,183 – 2,425.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE SECARA TERPADU DI DESA BEDONO, DEMAK Fatima, Shintia Nurul; Anggoro, Sutrisno; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.975 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i2.22544

Abstract

Strategi  yang  tepat  sangat  dibutuhkan  oleh  Kelompok  Mangrove  Bahari  dalam   mengembangkan  kawasan  konservasi  mangrove. Sifat  mangrove  yang  rentan  terhadap   lingkungan  menyebabkan   mangrove  mudah  rusak  dan setiap  tahunnya  semakin  berkurang  jika tidak  ada strategi  yang tepat  yang dilakukan. Potensi  yang dapat  dikembangkan  antara lain  sumberdaya  dan jasa yang dapat  meningkatkan  perekonomian  masyarakat  sekitar. Tujuan dari penelitian  ini adalah  mengetahui partisipasi dan presepsi;  mengetahui Kelompok Mangrove Bahari; dan  merumuskan  alternatif  strategi  pengembangan  konservasi mangrove. Metode penelitian  menggunakan   studi kasus dengan  analisis deskriptif. Pengambilan data  melalui  wawancara  dan  observasi.  Analisa SWOT digunakan  untuk mengkaji  faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam penetapan strategi kebijakan. Hasil  yang didapatkan partisipasi masyarakat masih rendah sedangkan presepsi masyarakat dan pengunjung sudah cukup mengetahui tentang kawasan konservasi mangrove; peran Kelompok Mangrove Bahari masih kurang; dan alternatif strategi  yang  terpilih adalah pengembangkan konservasi melalui penjagaan dan peningkatan kelestarian mangrove dengan melakukan koordinasi dengan masyarakat, lembaga, dan pemerintah; peningkatkan pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan  fasilitas kawasan konservasi mangrove;  peningkatkan keterlibatan stakeholder mengembangkan konservasi dengan mengefektifkan penegakan peraturan perlindungan mangrove; dan peningkatkan peran  pemerintahi  pengelola untuk  meminimalkan abrasi  dan mengoptimalkan pengelolaan kebersihan  serta menambah fasilitas kawasan konservasi mangrove.  The correct  strategy is  needed by  Kelompok Mangrove Bahari  to develop the mangrove conservation area. The nature of mangrove that is vulnerable to the environment causes mangrove easily damaged and annually diminished if no proper strategy is done. The potential that can be developed includes  resources and services  they  can improve the economics matters of community. The purpose of this research is to find out know participation and perception; to know the Kelompok Mangrove Bahari; and to formulate  the alternative strategies in  the conservation of mangrove. The research method used by the writer case study with descriptive analysis. The  data are collected by  interviews and observation.  The SWOT analysis is used to assess internal and external factors that influence the determination of policy strategies. The results obtained community participation is still low while the perception of the community and visitors is enough to know about the mangrove conservation area; the role of the Kelompok Mangrove Bahari is still lacking  and the chosen strategy alternative is to is the development of conservation through guarding and improving the sustainability of mangroves by coordinating with community, institution and government;to  improve the community empowerment and  to  optimize the  mangrove conservation area facilities; increase the involvement of institutions, communities in developing conservation by streamlining the enforcement of mangrove protection regulation; and  increase the role of managing agencies to minimize abrasion and  to optimize hygiene management as well as adding mangrove conservation area facilities. 
STRUKTUR POPULASI DAN ANALISIS PARASITOLOGI KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck 1819) DI DESA JABUNGAN, SEMARANG Widiastuti, Lusiana Rahayu; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.269 KB)

Abstract

Desa Jabungan memiliki sawah yang cukup luas dengan beberapa jenis Gastropoda didalamnya. Gastropoda yang banyak ditemui adalah keong mas (Pomacea canaliculata) yang merupakan salah satu sumberdaya perikanan tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Penelitian yang dilaksanakan pada Juni – Juli 2014 ini bertujuan untuk mengaji struktur populasi serta mengetahui jenis parasit yang dikandung keong mas. Sampel dikumpulkan dari sawah irigasi Desa Jabungan, Kecamatan Tembalang. Area pengambilan sampel dibedakan menjadi tiga lokasi di perairan sawah Desa Jabungan, yaitu: inlet, tengah, dan outlet. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, sedangkan teknik pengambilan sampel bersifat purposive sampling. Ukuran keong mas yang didapat selama 4 kali sampling berkisar antara 9,1 mm – 40,5 mm, dengan total kerapatan populasi tertinggi pada inlet, yaitu sebanyak 100 ind/m2, di bagian tengah 40 ind/m2, dan di outlet sawah 96 ind/m2. Pola distribusi populasi keong mas selama penelitian bersifat mengelompok. Sifat pertumbuhan alometrik yang ditaksir dari variabel panjang cangkang terhadap berat kering jaringan, antara tanggal 19 Juni 2014 dan 3 Juli 2014 diketahui bersifat alometrik positif, sedangkan pada tanggal 26 Juni 2014 dan 10 Juli 2014 bersifat alometrik negatif. Pengamatan parasit dilakukan pada individu dengan kisaran ukuran 13,3 mm – 40,7 mm. Sampel tanggal 19 Juni 2014 mengandung 8 spesies parasit yaitu Opistorchis viverrini, Strongyloides stercoralis, Paragonimus westermani, Miracidium, Schitosoma japonicum, Echinostoma lindoense, Gnathostoma spinigerum, dan Echinococcus granulosus. Adapun sampel tanggal 10 Juli 2014 mengandung 13 spesies parasit yaitu Schitosoma mansoni, Opistorchis viverrini, Echinostoma lindoense, Paragonium westermani, Clomorchis sinensis, Echinococcus granulosus, Oxyuris vermicuralis, Strongyloides stercoralis, Trichinella spiralis, Fasciola hepatica, Gnathostoma spinigerum, Schitosoma japonicum, dan Telur Echinostoma sp.Jabungan is a village with a fairly extensive rice fields with some type of gastropod therein. Gastropods mostly found is the golden snail (Pomacea canaliculata) which is one of the freshwater fishery resources consumed by local residents. This study was carried out in June-July 201, aimed to examine the structure of the golden snail population and knowing the type of parasite contained within the golden snail. Snail collected from rice fields irrigated Village Jabungan, district Tembalang. Sampling area were divided into three locations in the waters of the rice field Jabungan village, namely: the inlet, middle, and outlet. The Case study method is used in this study, whereas the technique of sampling is purposive sampling. Size of golden snail obtained from 4 times sampling ranged between 9,1 mm – 40,5 mm, with a total population of highest density on the inlet i.e., 100 ind/m2, in the central part of the rice fields 40 ind/m2, and at the outlet of the rice fields 96 ind/m2. The snail population distribution patterns during the study is clumped. Type of allometric growth obtained from dry tissue weight against shell length varied, between June 19, 2014 and July 3, 2014 is positive allometric, while on June 26, 2014 and July 10, 2014 is a negative allometric. Observation of parasite performed on individuals with a range of size 13.3 mm – 40,7 mm. A sample on June 19, 2014 contained 8 species of parasites i.e., Opistorchis viverrini Strongyloides stercoralis, Paragonimus westermani, Miracidium, Schitosoma japonicum, Echinostoma lindoense, Gnathostoma spinigerum, and Echinococcus granulosus. Whereas a sample on July 10, 2014 13 species of parasites were found Schitosoma mansoni, Opistorchis viverrini, Echinostoma lindoense, Paragonium westermani, Clomorchis sinensis, Echinococcus granulosus, Oxyuris vermicuralis, Strongyloides stercoralis, Trichinella spirallis, Fasciola hepatica, Gnathostoma spinigerum, Schitosoma japonicum, and Echinostoma sp’s egg.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA DI PANTAI NYALO [KAWASAN MANDEH] KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT Mukhtar, Putri Dellia; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.416 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Mandeh merupakan kawasan yang terletak di Kecamatan Koto IX Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, kawasan ini telah dijadikan destinasi utama sektor pariwisata bahari Provinsi Sumatera Barat. Salah satu pantai di kawasan tersebut yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata adalah Pantai Nyalo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pantai Nyalo, persepsi responden terhadap daya tarik wisata di Pantai Nyalo dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Nyalo.Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 30 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pantai Nyalo terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, olahraga pantai, dan panorama Puncak Paku.Secara umum daya tarik wisata di Pantai Nyalo dipersepsikan positif oleh responden.IKW Pantai Nyalo di stasiun I adalah 96%, sedangkan stasiun II dan III adalah 92%.Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Nyalo tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Pantai Nyalo; Kabupaten Pesisir Selatan  ABSTRACT Mandeh Region is an area located in the Koto IX Tarusan of Pesisir Selatan Regency, this area has been used as the main marine tourism destinations in the province of West Sumatra. One of beach in the area that will be developed into a tourist destination is the Nyalo Beach. The purpose of this study are to know tourism potential that can be developed in the Nyalo Beach, perception of respondents to tourism attractions in the Nyalo Beach and to determine Tourism Suitability Index (IKW) in Nyalo Beach. The study was conducted from May to June 2016. The methods used in this research are quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaire to 30 local communities respondents using purposive sampling and 30 visitors respondents using accidental sampling. The Nyalo Beach tourism potential is in the physical condition of beautiful beaches as well as the type of tourism activities or attractions, i.e swimming, beach sports, and panoramic from the Puncak Paku. In general, the perception of tourism attractions in the Nyalo Beach is positively perceived by respondents. IKW of the Nyalo Beach in station I is 96% while station II and III are 92%. This shows that the Nyalo Beach areas belongs to category S1 or very suitable for beach tourism activities. Keywords: Tourism Suitability; Nyalo Beach; Pesisir Selatan Regency
KAJIAN KUALITAS AIR DALAM MENILAI KESESUAIAN BUDIDAYA BANDENG (Chanos chanos Forsk) DI SEKITAR PT KAYU LAPIS INDONESIA KENDAL Sustianti, Annisa Fitrias; Suryanto, Agung; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.223 KB)

Abstract

Banyak industri atau suatu pusat kegiatan kerja yang membuang limbahnya ke lingkungan melalui sungai, danau atau langsung ke laut menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran air, salah satunya kasus hubungan antara keberadaan industri dan lingkungan adalah kegiatan PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) di Kendal. Limbah yang dibuang keluar lingkungan (sungai dan laut) akan mempengaruhi air masuk ke dalam tambak-tambak di sekitarnya khususnya untuk biota yang hidup di dalamnya (bandeng). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian kualitas air untuk tambak budidaya bandeng, dan mengetahui bagaimana cara agar budidaya bandeng dapat menguntungkan ditinjau dari kesesuaian kualitas air pada tambak di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia Kendal. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Maret, April dan Mei  2013). Pengambilan sampel dilakukan satu bulan dua kali. yaitu pada saat pasang dan surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan untuk pengambilan data menggunakan metode survey lapangan yang diperkuat dengan metode komparatif. Pengambilan sampel air dilakukan di ekosistem tambak yang diambil berdasarkan jarak dengan jumlah 2 lokasi. Variabel diukur secara in situ dan analisa laboratorium. Analisis data mengunakan scoring untuk digunakan dalam penilaian atau penentuan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan bandeng. Selanjutnya, konsep penilaian potensi perairan mengunakan metode matching untuk membandingkan antara karakteristik lingkungan fisika dan kimia perairan suatu lokasi dengan kriteria kesesuaian yang diinginkan untuk budidaya ikan bandeng. Hasil penelitian tingkat kesesuaian penataan kualitas air untuk kegiatan budidaya tambak bandeng di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia Kendal, menunjukan kondisi kualitas air di kawasan pertambakan berada dalam dua kategori, yaitu kategori cukup sesuai (S2) dan sangat sesuai (S1). Dengan melihat kondisi tersebut, diperlukan penyumbat pergantian air. Persyaratan inilah yang digunakan untuk mengetahui nahwa tambak budidaya bandeng di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia bermanfaat untuk petani tambak dan masyarakat sekitar. Many industries or work activities centre disposes their waste into the environment through the river, lake or straight to the ocean becoming major cause of water pollution. One of the case that related with industrial existence and the environment was the activity of PT Kayu Lapis Indonesia in Kendal. The industrial waste disposed on the environment (river and sea) will influence the inlet that filled nearby fishponds especially the biota (milkfish) which lives in it. The purpose of this research is to acknowledge the level of water quality compatibility for milkfish cultivation, and knowing how to make the milkfish compatibility on the fishpond around PT Kayu Lapis Indonesia, Kendal. This research was held for 3 month (March, April and May 2013). Samples were gathered twice a month during high tide and low tide. The method used in this research was purposive sampling and for data collection was the field survey method that supported with comparative method. Collection of water sample are conducted in the fishpond ecosystem based on the distance between two locations. The variable are measured with ‘insitu’ and laboratorium analysis. Data analysis are using the ‘scoring’ method to value or determined the level of water compatibility in milkfish cultivation. The next steps are the value of water compatibility concept using matching method to compare between the characteristics of physical and chemical environment on the location with compatibility criteria desired for milkfish cultivation.The compatibility level results of the water quality for milkfish cultivation on activity around PT Kayu Lapis Indonesia in Kendal shows that the water quality of fishpond areas are in to two categories, which is suitable enough (S2) and very suitable (S1) category.  These requirements will be used to acknowledge that milkfish cultivation fishponds around PT Kayu Lapis Indonesia and will be beneficial to fish farmers and surrounding society.
PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PENGGUNAAN LAHAN DESA TIMBULSLOKO, DEMAK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT TAHUN 2000-2017 Shorline Changes And Land Use In Timbulsloko Village, Demak Regency Using Landsat Satelite Images 2000-2017 Purba, Chris Antoni P; Muskananfola, Max Rudolf; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.983 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i1.24222

Abstract

ABSTRAKDesa Timbulsloko yang berada di Kabupaten Demak mengalami perubahan garis pantai dan perubahan penggunaan lahan akibat erosi dan akresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai akibat erosi dan akresi, mengetahui perubahan penggunaan lahan dan kaitan antara perubahan garis pantai dengan penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengolahan data citra dilakukan penggabungan band, koreksi geometrik, koreksi radiometri, pemotongan citra, digitasi dan image classification. Analisis data secara spasial menggunakan metode overlay. Pada tahun 2000-2005 erosi seluas 19,3872 ha, pada tahun 2005-2010 erosi seluas 107,3174 ha dan akresi seluas 0,3622 ha, pada tahun 2010-2015 erosi seluas 39,6483 ha dan akresi seluas 3,0160 ha, pada tahun 2015-2017 erosi seluas 0,9502 ha dan akresi seluas 7,2646 ha. Penggunaan lahan hasil klasifikasi citra terdapat 5 kelas yaitu : mangrove, tambak, genangan, permukiman dan vegetasi darat. Pada tahun 2000-2005 penggunaan lahan mengalami perubahan luasan tertinggi yaitu genangan yang awal nya seluas 92,39 Ha menjadi tambak seluas 67,66 Ha. Tahun 2005-2010 perubahan tertinggi yaitu genangan yang awalnya seluas 55,42 Ha menjadi tambak seluas 39,46 Ha. Tahun 2010-2015 penggunaan lahan yang mengalami perubahan luasan tertinggi yaitu tambak seluas 353,05 Ha menjadi genangan sebesar 136,43 Ha. Tahun 2015-2017 penggunaan lahan yang mengalami perubahan terbesar yaitu genangan yang awalnya seluas 175,41 Ha menjadi tambak seluas 33,63 Ha. Perubahan garis pantai dan penggunaan lahan memiliki keterkaitan yaitu penggunaan lahan menyebabkan perubahan garis pantai dan berdampak pada penggunaan lahan di Desa Timbulsloko. ABSTRACT Timbulsloko Village in Demak Regency had shoreline changes and land use changes due to erosion and accretion. The purpose of this study was to determine shoreline changes due to erosion and accretion, to identify changes in land use and the relationship between changes in coastline and land use. This research was conducted during August - September 2017. The research method used was quantitative descriptive method. Image data processing was carried out combining bands, geometric corrections, radiometric correction, image cutting, digitization and image classification. Spatial data analysis using the overlay method. In 2000-2005 erosion area was 19,3872 ha, in 2005-2010 erosion area was 107,3174 ha and accretion area was 0,3622 ha, in 2010-2015 erosion area was 39,6483 ha and accretion covering 3,0160 ha, in 2015-2017 erosion covered 0.9502 ha and accretion area was 7.2646 ha. There are 5 classes of land use from image classification, namely: mangroves, dikes, ponds, settlements and land vegetation. In 2000-2005 land use experienced the highest change in area, namely the initial inundation covering an area of 92.39 hectares to  pond area of 67.66 hectares. In 2005-2010 the highest change was the initial inundation covering an area of 55.42 ha to pond covering an area of 39.46 ha. Become 2010-2015 land use experienced the highest change in area, namely ponds covering an area of 353.05 ha to a pool of 136.43 ha. In 2015-2017 the land use that experienced the biggest change was the initial inundation of 175.41 ha into an area of 33.63 ha. Changes in coastline and land use have a linkage that is land use causes changes in coastline and impacts on land use in Timbulsloko Village.Â