cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
ANALISA PERTUMBUHAN DAN EFEK HETEROSIS BENIH HIBRID NILA LARASATI GENERASI 5 (F5) HASIL PENDEDERAN I – III Rahman, Agus Arif
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.923 KB)

Abstract

Peningkatan produksi sektor perikanan salah satunya dengan cara pembudidayaan ikan-ikan ekonomis penting, salah satunya ikan nila (Oreochromis niloticus). Adapun upaya yang dilakukan untuk mendapatkan benih berkualitas unggul dalam hal perbaikan mutu induk dapat dilakukan dengan perbaikan genetik ikan, secara umum dapat dilakukan melalui penangkaran selektif induk berkualitas dan hibridisasi (outbreeding) atau kombinasi dari keduanya. Rekayasa hibridisasi ikan nila terbukti mampu meningkatkan keragaman genetik yaitu menghasilkan ikan nila yang unggul dalam pertumbuhan dan karakter warna yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efek heterosis benih hibrid nila larasati generasi F5 sehingga dapat diketahui apakah ada peningkatan performa pada benih hibrid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2012 di Satker PBIAT Janti, Klaten. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan tersebut adalah (A) nila hibrid Larasati; (B) nila Pandu; (C) nila Kunti. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Data yang diambil meliputi kelulushidupan, bobot total, panjang total, FCR, SGR, Heterosis dan data kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ikan nila hibrid larasati F5, nila pandu F5 dan nila kunti F5 berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan dengan nilai kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 79,90% pada pendederan I, 88,405 pada pendederan II dan 96,40% pada pendederan III; bobot total tertinggi pada perlakuan A sebesar 4,04gr pada pendederan I, 10,10gr pada pendederan II dan 64,04gr pada pendederan III; panjang total tertinggi pada pelakuan A sebesar 6,50cm pada pendederan I, 8,15cm pada pendedran II dan 15,03cm pada pendederan III; SGR tertinggi pada perlakuan A sebesar 19,61% pada pendederan I, 3,16% pada pendederan II dan 6,2% pada pendederan III; FCR terbaik pada perlakuan A dengan nilai 1,30% pada pendederan I, 1,27% pada pendederan II dan 1,20% pada pendederan III. dan nilai Heterosis karakter bobot pendederan I, II dan III nila hibrid larasati yaitu 45,84%; 42,05%; 45,87%. Dari data diatas menunjukan nilai parameter pertumbuhan yang baik pada perlakuan (A) nila larasati dan nilai Heterosis karakter bobot nila hibrid Larasati generasi 5 (F5) dapat dikatakan baik apabila nilai heterosis karakteristik bobot diatas 20%.
PERFORMA PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DALAM PAKAN BUATAN Hutabarat, Grace Marchelly; Rachmawati, Diana; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.588 KB)

Abstract

Pakan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi dapat mendukung pertumbuhan optimum dari lobster. Papain merupakan enzim protease dari getah papaya yang mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana dan penyerapan protein oleh lobster atas pakan yang dikonsumsi, sehingga meningkatkan pemanfaatan protein pakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain dalam pakan buatan dan mengetahui dosis enzim papain yang terbaik dalam pakan buatan terhadap performa pertumbuhan lobster air tawar (C. quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2014 di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Hewan uji yang digunakan adalah benih lobster air tawar dengan bobot rata-rata 0,23±0,09 g.ekor dan padat tebar 1ekor.L-1. Pemberian pakan lobster 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 17.00 secara ‘at satiation’. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pakan buatan dengan enzim papain 0%; 1,125%; 2,25%; dan 3,375%. Variabel yang diamati meliputi efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, laju pertumbuhan relatif, dan kelulushidupan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan relatif (RGR), namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan (SR). Perlakuan D dengan dosis enzim papain 3,375% memberikan nilai terbaik pada EPP 26,11±0,51%, PER 0,87±0,02%, dan RGR 11,23±1,4%. Nilai SR lobster air tawar (C. quadricarinatus) berkisar antara 90-96,67%. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak. The feed with high nutritional requirement will be able to improve optimum growth rate of crayfish. Papain is protease enzim from papaya sap that is able to hydrolyze protein into the elements of a more simple increased protein absorption of the feed consumed, and it increase feed utility by the crayfish. The purpose of the research was to observe the effects of addition papain on artificial feeds and to know best dose of the enzyme papain on artificial feed are  growth performance of the Crayfish (Cherax quadricarinatus). This study was conducted on May to July 2014 at Laboratory of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University, Semarang. The samples in this research used crayfish seeds with weight everage of 0.23±0.09 g.crayfish, and with stocking density of 1 crayfish.L-1. The feeding time of crayfish at twice perday at 08.00 and 17.00 ‘at satiation’ method. This study used a experiment method with completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. They were practical diets with the enzyme papain addition in the diet 0%, 1.125%, 2.25%, and 3.375%. The variables observed were efficiency of feed utilization, protein efficiency ratio, relative growth rate, and survival rate.The results showed that the use of the enzyme papain significantly (P<0.05) of the efficiency of feed utilization (EPP), protein efficiency ratio (PER), and relative growth rate (RGR), but not significantly different (P>0.05) to survival rate (SR). The treatment D (3.375% papain) showed the best EPP 26.11±0.51%, PER 0.87±0.02%, and RGR 11.23±1.4%. The survival rate ranged from 90-96.67%. Water quality on preserve media exists on gyration that reasonably.
KEBERADAAN White Spot Syndrome Virus (WSSV) PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PERTAMBAKAN KOTA PEKALONGAN Latritiani, Rusthesa; Desrina, - -; Sarjito, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.146 KB)

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan virus penyebab penyakit bintik putih pada udang. Sejak pertama terdeteksi di Taiwan pada tahun 1992, penyakit bintik putih ini telah menyebar secara global diikuti dengan pengaruh sosial-ekonomi yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberadaan WSSV pada udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Pekalongan Utara, Jawa Tengah. Studi kasus ini dilakukan pada November - Desember 2016 menggunakan metode purposive random sampling. Tambak udang yang digunakan sebagai titik pengambilan sampel merupakan tambak yang mempunyai riwayat terserang WSSV. Dari enam belas tambak di Pekalongan Utara dipilih secara acak delapan tambak sebagai titik sampling yang tersebar di tiga desa (desa Degayu, desa Kandang Panjang dan desa Krapyak). Dari setiap tambak diambil 18 ekor udang dengan menggunakan anco. Untuk pemeriksaan udang sampel secara PCR dan histologi menggunakan sistem pooling.Deteksi WSSV dilakukan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan pengamatan secara histopatologi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tiga udang dari delapan tambak positif terinfeksi WSSV, dengan nilai prevalensi adalah 37,5%. Hasil dari nested PCR menunjukan band 333 bp. Pengamatan histopatologi yang dilakukan pada udang vannamei dilakukan pada organ insang dan hepatopankreas. Terlihat ada beberapa badan inklusi dan hipertrofi pada inti. Kesimpulan studi ini menunjukan bahwa terdapat udang yang terinfeksi ringan WSSV pada budidaya udang vannamei di Kota Pekalongan. White spot syndrome virus (WSSV) is the causative agent of the white spot disease on shrimp. Since firstly detected in Taiwan in 1992, the disease has spread globally and followed with considerable socio-economic consequences. The objective of the present study was to evaluate the presence of WSSV in Litopenaeus vannamei at North Pekalongan, Central Java. This case study was held on November - December 2016 using a purposive random sampling method. The ponds were selected as sampling point is the ponds that has history experience infected by White Spot Syndrom Virus. From sixteen ponds in North Pekalongan were selected randomly eight ponds as sampling point that spread in the three villages (Degayu village, Kandang Panjang village and Krapyak village). From each ponds were selected eighteen shrimps using an anco.  The shrimps that was examined with PCR and histopathological observation used pooling system.This research using nested polymerase chain reaction (PCR) and histopathological observation to detect WSSV. The results of this study showed that there are three ponds were positive WSSV from eight ponds, with the prevalence was 37,5%. The result of nested PCR revealed the bands is 333 bp. Histopathological observation was performed on L. vannamei at gills and hepatopancreas. There are some inclusion bodies and hypertrophy on nucleus. In conclusion, this study showed that there was lightly infectious WSSV on vannamei shrimps in Pekalongan City.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Andi Sagita; Johannes Hutabarat; Sri Rejeki
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.029 KB)

Abstract

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas perikanan yang dikembangkan di Kabupaten Kendal, pengembangan budidaya udang vanname tersebut saat ini menggunakan cara pembudidayaan yang masih sederhana hingga teknologi intensif. Permasalahan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan yang sekarang dilakukan masih perlu penentuan strategi yang sesuai dengan potensi, daya dukung lingkungan dan kondisi wilayah pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji profil budidaya dan menentukan strategi pengembangan budidaya tambak udang vanname di Kabupaten Kendal, kemudian menentukan prioritas strategi berdasarkan analisis Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM) serta implikasi manajemen. Jenis penelitian  ini adalah penelitian deskriptif, dengan metode studi kasus (case study). Berdasarkan analisis SWOT kekuatan (S) yang paling besar pengaruhnya untuk pengembangan budidaya tambak udang vanname di Kabupaten Kendal adalah tata lingkungan budidaya (0,33), sedangkan kelemahan terbesar adalah sumber daya manusia (SDM) dan produk hasil budidaya (0,23), serta peluang (O) terbesar adalah kegiatan  manajemen tambak (0,37), dan ancaman (T) terbesar adalah penyakit viral (0,25). Dalam persaingan keunggulan strategis Kabupaten Kendal berada pada posisi persaingan aman (favorable) dengan jumlah skor pembobotan variabel internal sebesar 3,11. Total skor pembobotan dari peluang yaitu sebesar 1,72 dan dari ancaman adalah 1,07. Berdasarkan matriks SWOT diperoleh rangking strategi alternatif yaitu berturut-turut strategi SO (3,92), ST (3,27), WO (2,64) dan WT (2,01),  sedangkan berdasarkan kuadran analisis berada pada kuadran 1 (Growth Oriented Strategy). Berdasarkan analisis QSPM, Total Attractive Score (TAS) diperoleh prioritas strategi utama yaitu Strategi WO1 (TAS = 6,964) yaitu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM melalui implikasi manajemen berupa kegiatan penyuluhan rutin dan berkala, sedangkan strategi pilihan terakhir adalah strategi WO3 (TAS = 6,678) yaitu memanfaatkan sumber dana yang ada untuk meningkatkan hasil produksi budidaya melalui kegiatan partisipatif, kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan. Vanname shrimp (Litopenaeus vannamei) is a commodity that is developed in Kendal, the development of vanname culture currently adapted was simple cultivation to intensive technology method. The problem of this study is that the development is now done still need to determine the appropriate strategy with  the potential,  carrying capacity of the environment and conditions of  development area. The purpose of this study is to assess profile and also development strategy of vanname shrimp brackishwater culture in Kendal, then  priorities  strategies based on Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM) analysis and implication management. This study used descriptive method that is a case study. Based on SWOT analysis, the result showed that Strength (S) for developing vannamei shrimp brackishwater culture in Kendal Regency is environmental culture management as the most influence(0.33), but the biggest weakness are human resources and culture production (0.23), while the biggest opportunity (O) is pond management (0.37) and the biggest threat (T) is viral diseases (0.25). On the competitive strategic advantage, Kendal Regency is in a safe position (favorable), with the number of weighting internal variables about 3.11. Total score weighting of opportunities and threats are 1.72 and 1.07. Ranking of alternative strategy gained based on the SWOT matrix  are SO (3.92), ST (3.27), WO (2.64) and WT (2.01) while quadrant analysis is in 1stquadrant (Growth Oriented Strategy). Based on QSPM analysis, Total Attractive Score (TAS) obtained the key strategic priority is WO1 (TAS= 6,964) which is to improve human resource competence and professionalism through management implications in the form of routine and periodic extension activities, while the last strategy choice is WO3 (TAS=6,678) by utilize the existing funding sources to increase the aquaculture production  through participatory, cooperation and partnerships activities.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BUNGKIL KELAPA SAWIT DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rusmiyati, - -; Suminto, - -; Pinandoyo, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.061 KB)

Abstract

Kendala budidaya ikan nila adalah mahalnya harga bahan baku pakan. Oleh karena itu, upaya mengurangi mahalnya bahan baku pakan dapat memanfaatkan tepung bungkil kelapa sawit (BKS). BKS mengandung nutrisi yang cukup baik yaitu protein 16,7 %; serat kasar (SK) 22,94 %; lemak  6,26 %; abu 3,43 % dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 40,24 %. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan dosis optimal penggunaan BKS terhadap EPP dan pertumbuhan ikan nila serta mengetahui dosis dalam pakan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 3,10±0,39 g/ekor dan padat tebar 1 ekor/L. Pemberian pakan pada pukul 08.00 dan 16.00 WIB secara at satiation. Metode pada penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (0% BKS), B (5% BKS), C (10% BKS), dan D (15% BKS). Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), laju pertumbuhan relatif (RGR), rasio efisiensi protein (PER), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BKS berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap TKP, RGR, PER dan  EPP tetapi tidak berpengaruh nyata (P≥0,05) terhadap SR. Perlakuan dengan pakan C menghasilkan dosis optimal TKP sebesar 7,25% dengan nilai maksimal 98,06 g; RGR sebesar 7,18% dengan nilai maksimal 2,09 %/hari, PER sebesar 7,12% dengan nilai maksimal 1,65% dan EPP sebesar 7,59% dengan nilai maksimal 49,11%. The problems of nile tilapia cultureis the expensive price of raw material feed. Therefore, to reduced the expensive price of raw material feed can use of Palm Kertel Meal (PKM). PKM contains good enough nutritions  such as protein of 16.7%; crude fiber (SK) of 22.94%; lipid of 6.26%; the ashes of 3.43% and nitrogen free extract (BETN) of 40.24%. The aims of this research to determine the effects and the optimal dose of PKM on artificial feed to diet utilization efficiency and growth of nile tilapia. The experimental fish used was tilapia with the average body weight of 3.10 ± 0.39 g/fish and density 1 fish/L. Feeding frequency at 08.00 and 16.00 by at satiation. Method in this research was an Experimental with a Complete Randomized Design (RAL) of four treatments and three repititions. The treatment of A (0% PKM), B (5% PKM), C (10% PKM), and D (15% PKM). The measured data included, feed consumption rates (TKP), relative growth rate (RGR), protein efficiency ratio (PER), diet eutilization fficiency (EPP), survival rate (SR) and water quality. The results showed that the used of palm kertel meal gives a significant effect (P < 0.05) on TKP, RGR, PER and EPP but not significant effect (P > 0.05 ) on SR. The treatment C showed optimal value of TKP 7,25% with the maximum value 98,06 g; RGR 7,18% with the maximum value 2,09 %/day, PER s 7,12% with the maximum value 1,65% dan EPP 7,59% with the maximum value 49,11%.
Analisa Pertumbuhan Ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) Yang Dipelihara Pada KJA Wadaslintang Dengan Kepadatan Berbeda Islami, Erma Yunita; Basuki, Fajar; Elfitasari, Tita
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.287 KB)

Abstract

Tilapia (Oreochormis niloticus) is one type of potential to cultured intensive in floating net cage because tilapia (Oreochormis niloticus) have biological characteristic benefit. Cultured tilapia (Oreochormis niloticus) in floating net cage is a aquaculture technic the most of productive. The case that happen is densities to applied for cultured in floating net cage on Wadaslintang, Wonosobo not optimal.The purpose of study is to observe the effect of different stocking densities and to observe the best of stocking densities towards feed utilization eficiency (EPP), growt h (W, RGR) and Survival rate( SR) of tilapia cultivated in floating net cage. The method used in this research was experimental method. The material that used was tilapia seed size 10 ± 20 cm with average individual weight 40± 60 g. The research design used completely randomized design (CMD) with 3 treatment and 3replications. The treatment tested A ( stocking densities of 50 fish/m³), B (stocking densities of 75 fish/m³), and C (stocking densities of 100 fish/m³). The feed was given 3 times a day. The result shows that the giving of different densities tilapia gives significant effect (P< 0,05) to the feed utilization eficiency (EPP),growth(W, RGR) and not gives significant (P>0,05) efect to Survival rate(SR).
PERFORMA LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK IKAN BANDENG (Chanos chanos) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA PAKAN BUATAN Ayuniar, Ligar Novi; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase pada pakan buatan dan mengetahui dosis optimum enzim fitase dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini dilaksanakan dari Februari - April 2015 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bandeng dengan bobot rata-rata 3,55 ± 0,08 g/ekor dan padat tebar 1 ekor/L.. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (tanpa enzim fitase), B (enzim fitase dengan dosis 500 mg/kg pakan), C (enzim fitase dengan dosis 1000 mg/kg pakan), dan D (enzim fitase dengan dosis 1500 mg/kg pakan). Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio efisiensi protein (PER), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap SGR, PER dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR. Persentase dosis optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan bandeng yaitu penambahan enzim fitase 1030 mg/kg pada pakan buatan mampu menghasilkan SGR 2,03%/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan bandeng. This research was aimed to know the effect of addition phytase enzyme in artificial feed and to know optimum dossage of phytase enzyme in artificial feed to feed specific growth rate of milkfish (Chanos chanos). This research was conducted on February to April 2015 in Center of Brackish Water Aquaculture (BBPBAP), Jepara. The fish was used of this research is milkfish with average weight 3.55 ± 0.08 g/fish and stock density 1 fish/L.  This research was conducted with experimenthal method using completely randomized design with 4 treatments and 3 replicated. Treatment in this research were A (without phytase enzyme), B (phytase enzyme with dossage 500 mg/kg feed), C (phytase enzyme with dossage 1000 mg/kg feed), and D (phytase enzyme with dossage 1500 mg/kg feed). Data observed were specific growth rate, protein efficiency ratio, feed conversion ratio, and water quality. The result of this research shown that addition of phytase enzyme giving a significantly effect (P<0.05) for SGR, PER and giving a very significantly effect (P<0.01) for FCR. Optimal dossage percentage which can increase milkfish growth were addition of phytase enzyme 1030 mg/kg in artificial feed can result SGR 2.03%/day. Water quality in feasible condition for milkfish culture.
KARAKTERISASI AGENSIA PENYEBAB VIBRIOSIS DAN GAMBARAN HISTOLOGI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) DARI KARAMBA JARING APUNG TELUK HURUN LAMPUNG Hastari, Indah Febry; Sarjito, -; Prayitno, Slamet Budi
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.372 KB)

Abstract

Penyakit bakterial yang menyerang ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan salah satu jenis penyakit yang bersifat infeksius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Vibrio patogen penyebab vibriosis ikan kerapu macan di Karamba Jaring Apung Teluk Hurun Lampung, serta gambaran histologi ikan kerapu yang terinfeksi vibriosis. Sebanyak 6 isolat Vibrio diisolasi dari bagian limpa, ginjal dan luka kerapu macan yang menunjukkan gejala vibriosis, pada medium Thiosulfat Citrat Bile Salt Agar (TCBSA). Materi yang digunakan yaitu 10 ikan kerapu macan sakit berukuran 12-24 cm yang berasal dari Karamba Jaring Apung Teluk Hurun Lampung. Isolasi bakteri menggunakan media TSA dan TCBS dengan metode streak pada limpa, ginjal dan luka ikan. Bakteri dipanen dan disuntikkan terhadap 8 ekor ikan kerapu bebek (C. altivelis) ukuran 7-9 cm. Karakterisasi isolat dilakukan secara morfologi dan biokomia. Uji histologi dilakukan pada ikan yang terinfeksi bakteri vibrio. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa gejala klinis ikan kerapu macan yang terserang histologi adalah haemorhagik pada pangkal sirip ekor, warna hati pucat, kondisi ikan kerapu lemah. Hasil isolasi didapatkan 17 isolat bakteri. Seleksi berdasarkan morfologi koloni bakteri didapatkan 6 bakteri (IN-03, IN-06, IN-11, IN-12, IN-24 dan IN-22) untuk dilakukan uji postulat koch. Hasil uji postulat koch menunjukkan 6 isolat bakteri bersifat patogen dengan prosentase kematiaan tertinggi terdapat pada isolat IN-12 yaitu 75% dalam waktu kurang dari 78 jam. Agensia penyebab vibriosis pada ikan kerapu macan dari Lampung V. alginolyticus, V. fluvialis, V. metschnikovii, V. Vulnificus dan V. logei. Selain itu gambaran histologi yang terjadi yaitu nekrosis pada hati, hiperflasia serta fusi lamella sekunder pada insang, dan infiltrasi leukosit pada limpa.  Bacterial disease that attacks the tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus) is one of the infections disease. This study aims to assess the pathogenic Vibrio causes vibriosis tiger grouper in floating net Hurun Bay of Lampung and histology identified grouper vibriosis. A total of 6 isolates of Vibrio isolated from the spleen, kidney and tiger grouper wounds that show symptoms of vibriosis, on Thiosulfate Citrate Medium Bile Salt Agar (TCBSA). The materials used were 10 tiger grouper measuring 12-24 cm from Karamba Floating Net Hurun Bay Lampung. Isolation of bacteria using TSA and TCBS media with methods streak in the spleen kidneys and injured fish. Bacteria were harvested and injected the 8 tailed duck grouper (C. altivelis) size 7-9 cm. Characterization of isolates conducted morphological and biochemical. Histology test performed on fish that are infected bacteria vibrio. The result showed that symptoms clinical tiger grouper infected histology is haemorhagic at the base of the tail fin, the colour of liver pale, the condition of grouper weak. The result obtained 17 isolation isolates bacteria. Selection on the basis of morphological bacteria colonies acquired 6 bacteria (IN-03, IN-06, IN-11, IN-12, IN-24 dan IN-22) to the test postulate koch. The result test postulate koch show 6 isolates bacteria are pathogenic by high prosentase deathly of isolate IN-12 is 75% in less than 78 hours. Causative agent of vibriosis on tiger grouper from Lampung by V. alginolyticus, V. fluvialis, V. metschnikovii, V. Vulnificus and V. logei. Besides an image of histology happened necrosis, which is on the liver hiperflasia which secondary fusi lamella from lamella gills and ilfiltration gills and infiltration leukosit on the gills.
EFEK PERGANTIAN AIR DENGAN PERSENTASE BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN, EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN BENIH MONOSEX IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Istiqomah, Dian Annisa; Suminto, -; Harwanto, Dicky
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.577 KB)

Abstract

Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang mendapat perhatian besar bagi usaha budidaya perikanan terutama dalam usaha peningkatan gizi masyarakat di Indonesia. Peningkatkan produksi ikan diantaranya melakukan manajemen pakan, padat penebaran yang optimal dan manajemen kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jumlah pergantian air media yang terbaik dan mengetahui pengaruh pergantian air pada media sebanyak 0, 50, 100, dan 150%/hari terhadap kelulushidupan, efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio dan pertumbuhan relatif  pada  ikan nila. Metode pada penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan rancangan acak lengkap 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A (0%), B (50%), C (100%), dan D (150%) per hari dengan pergantian air terus - menerus. Materi yang digunakan yaitu ikan nila yang diberikan wadah ember padat tebar 1 ekor per liter. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, diberikan secara at satiation. Parameter data kualitas air yang diukur meliputi DO, pH, suhu dan amonia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pergantian air yang baik pada pemeliharaan benih ikan nila dicapai pada 50, 100,150% /hari dengan nilai RGR (7.68±0.72), (7.95±0.89), (7.84±0.44), PER (0.94±0.04), (0.97±0.05), (096±0.06) EPP (38.39±1.47), (39.43±2.27), (38.82±2.42) SR (66.67±7.64), (70.00±5.00), (81.67±5.77)  dan TKP (84.58±6.30), (85.57±9.04), (84.13±5.55). Kualitas air pada media pemeliharaan yang meliputi suhu, DO, pH, dan amonia berada pada kisaran yang sesuai untuk budidaya ikan nila. Tilapia fish (O. niloticus) is one of the commodities freshwater fish which gets huge attention for the fisheries business especially in the community nutrition improvement business in Indonesia. Things to consider to increase fish production are feed management,optimum stocking density and change management water quality. This research aims to know the amount of the best media water turn and knowing the effect of media water change as much as 0, 50, 100, and 150%/day over survival rate, the efficiency utilization of feed, protein efficiency ratio and relative growth in Tilapia fish. Method in this research of experimental design of randomized design complete over 4 treatments with 3 repetitions. The treatment given are  A (0%), B (50%), C (100%), and D (150%) per day water exchange. The materials used are Tilapia fish given solid bucket container with stocking density 1 ind/litre. Feeding was twice a day i.e. morning and afternoon, satiation given. Parameters of water quality data measured include DO, pH, temperature and ammonia. The exchange the best water on seed breeding of Tilapia fish achieved at 50, 100, 150%/day with the value of the RGR (7,68±0,72), (7,95±0,89), (7,84±0,44), PER (0,94±0,04), (0,97±0,05), (0,96±0,06), EPP (38,39±1,47), (39,43±2,27), (38,82±2,42)  SR (81,67±5,7), (70,00±5,00), (8,67±5,77), and TKP (84,58±6,30), (85,57±9,04), (84,13±5,55). Water quality maintenance media which include temperature, DO, pH, and ammonia are in the range that suitable for fish farming of tilapia.
PENGARUH BAKTERI KANDIDAT PROBIOTIK TERHADAP PERUBAHAN KANDUNGAN NUTRIEN C, N, P DAN K MEDIA KULTUR LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Pitrianingsih, Chairulina; Suminto, -; Sarjito, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.215 KB)

Abstract

Pemberian bakteri kandidat probiotik melalui media kultur dapat mempengaruhi kandungan nutrien karbon organik (C), Nitrogen, Phospat, Kalium, pertumbuhan dan kelulushidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri probiotik terhadap perubahan kandungan nutrien C, N, P, K, pertumbuhan dan kelulushidupan. Penelitian ini menggunakan kultivan lele ukuran 6 ± 0,5 cm dengan rata-rata 2,11 ± 0,5 gr. Kultivan dipelihara dalam baskom bervolume 25 L yang berisi air 20 L dengan kepadatan 20 ekor atau 1 ekor/1 L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan 3 (tiga) kali ulangan; perlakuan A (kepadatan bakteri 105 sel/mL), B (kepadatan bakteri 106 sel/mL), C (kepadatan bakteri 107 sel/mL), dan D (kepadatan bakteri 108 sel/mL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A (105 sel/mL) memberikan perubahan kandungan karbon organik terendah, dan perlakuan C (107 sel/mL) memberikan selisih perubahan kandungan N, P, K, pertumbuhan dan kelulushidupan tertinggi (P<0,05), yaitu kandungan karbon organik (42,02 ± 0,61), N (37,28 ± 0,37), P (80,37 ± 1,96), K (49,50 ± 0,72), SGR (2,58 ± 0,30) dan SR (91,67 + 2,89). Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bakteri probiotik melalui media kultur lele dengan kepadatan 107 dapat meningkatkan kandungan N, P, K, pertumbuhan dan kelulushidupan, namun masih belum dapat menurunkan kandungan karbon organic dalam media kultur lele dumbo (C. gariepinus).  The addition of probiotic bacteria candidates in culture medium able to affect nurient content of the carbon organic (C), N, P, K, growth and Survival Rate. The aim of this research for find out the effect of the addition of probiotic bacteria againts the changes of nutrient content C, N, P, K, growth and Survival Rate of Clarias gariepinus. This research was used Clarias gariepinus seeds with length average of 6 ± 0,5 cm and weight average of 2,11 ± 0,5 gr. The Clarias gariepinus seeds was cultured in the plastic basket of 25 L with total water volume 20 L.  This research was carried out a completely randomized design with the four treatments and three  replication. Those treatments were A (bacterial density 105 sel/mL), B (bacterial density 106 sel/mL), C (bacterial density 107 sel/mL) and D (bacterial density 108 sel/mL). The research result shown that the treatment A(105 sel/mL) gave the lowest results , and the treatment C (107 sel/mL) gave the highest N, P, K content, growth and survival (P<0,05), carbon organic content (42,02 ± 0,61), N (37,28 ± 0,37), P (80,37 ± 1,96), K (49,50 ± 0,72), SGR (2,58 ± 0,30) dan SR (91,67 + 2,89). Based on the result, it can be concluded that the use of probiotic bacteria through cat fish as medium with the density of 107 can increase the content of N, P, K, growth, survival rate, but it still has not been able to decrease the carbon organic in the African catfish culture medium (C. gariepinus).