cover
Contact Name
Allan Darma Putra Pramudita
Contact Email
pramuditaallan@gmail.com
Phone
+6281346605465
Journal Mail Official
envirology@jurnal.unipi.ac.id
Editorial Address
Jl. Peta No.154, Suka Asih, Kec. Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40231
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Envirology
ISSN : -     EISSN : 30627176     DOI : https://doi.org/10.65483/envirology
Core Subject :
Envirology adalah jurnal ilmiah akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel tinjauan di bidang ilmu lingkungan. Jurnal ini mencakup kajian multidisiplin dan interdisiplin yang berfokus pada permasalahan lingkungan, dampak, risiko, dan keberlanjutan. Envirology bertujuan menjadi wadah diseminasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Analisis Penyebab Penumpukan Sampah dan Upaya Penanggulangannya di Kelurahan Kowel Pamekasan Khairunisa; Ahmad Zainul Haq
Envirology Vol. 4 No. 1 (2026): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v4i1.225

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia terutama di daerah Pamekasan masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang terus mengalami peningkatan. Hal ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk, perkembangan aktivitas rumah tangga, serta meningkatnya pola konsumsi Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab penumpukan sampah dan upaya penanggulangannya di Kelurahan Kowel Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan di beberapa lokasi seperti area permukiman padat penduduk, pinggir jalan raya, dan sekitar saluran air di Kelurahan Kowel Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab penumpukan sampah adalah rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, kurang optimalnya sistem pengelolaan sampah, serta lemahnya koordinasi antar lembaga terkait. Upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat masih belum berjalan secara maksimal karena keterbatasan fasilitas dan rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi lingkungan, penambahan fasilitas pengelolaan sampah, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Pemodelan Prediktif Emisi Karbon Indonesia Menggunakan Machine Learning: Analisis Tren 1975-2017 dan Proyeksi Pencapaian Target NDC 2030 Akil Hi Umar; Allan Darma Putra Pramudita
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.232

Abstract

Pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia memerlukan pemahaman mendalam terhadap pola historis emisi karbon dioksida (CO₂) dan proyeksi akurat menggunakan pendekatan komputasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediktif emisi CO₂ Indonesia berbasis machine learning untuk menganalisis tren 1975-2017 dan memproyeksikan pencapaian target NDC 2030. Data sekunder emisi CO₂ total dan per kapita periode 1975-2017 dari Carbon Dioxide Emission Estimates diolah menggunakan Python dengan library Pandas, NumPy, Scikitlearn, dan Statsmodels. Tiga model machine learning dikembangkan dan dievaluasi: Exponential Growth Model, Polynomial Regression, dan Linear Regression. Hasil menunjukkan emisi Indonesia meningkat eksponensial dari 37,84 juta ton (1975) menjadi 496,41 juta ton (2017) dengan CAGR 6,30% per tahun. Model Polynomial Regression memberikan performa terbaik (R²=0,995, RMSE=8,94 Mt, MAE=6,72 Mt) dalam memprediksi pola non-linear emisi. Proyeksi business-as-usual menunjukkan emisi 2030 mencapai 873 juta ton—48% di atas target NDC 592 juta ton. Monte Carlo simulation dengan 10.000 iterasi memberikan 95% confidence interval [831-916 Mt] dengan probabilitas mencapai target NDC hanya 0,01%. Model mengidentifikasi periode 1985-1995 sebagai fase akselerasi tertinggi (CAGR 9,24%) yang berkorelasi dengan industrialisasi masif. Cross-validation K-Fold menunjukkan model robust dengan konsistensi tinggi (std error <10%). Penelitian ini mengkonfirmasi pentingnya pendekatan computational environmental science dalam policy planning, dengan rekomendasi implementasi real-time monitoring system berbasis machine learning untuk tracking progress NDC Indonesia.
Konsep Khalifah dan Istikhlaf: Mandat Mengelola Sampah Sebagai Jalan Mendapatkan Kemaslahatan Ekonomi Dikdik Firman Sidik
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.234

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep khalifah dan istikhlāf dalam Al-Qur'an serta mendemonstrasikan bahwa pengelolaan sampah yang baik merupakan amanah ilahi sekaligus jalan untuk mendapatkan kemaslahatan ekonomi, didukung bukti empiris dari Indonesia. Penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer: ayat-ayat Al-Qur'an (QS 2:30, 24:55, 30:41, dll.) dan 8 kitab tafsir klasik-kontemporer. Data sekunder: 87 literatur (jurnal, laporan pemerintah, fatwa MUI). Analisis menggunakan analisis tematik, interpretasi teks (tafsir tematik), dan analisis komparatif.) QS An-Nur [24]:55 menjanjikan istikhlāf (penguasaan/pengelolaan bumi yang mendatangkan kemakmuran) bagi yang beriman dan beramal saleh, termasuk mengelola sampah. Potensi ekonomi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia mencapai Rp127,5 triliun/tahun dengan IRR 18-27% dan penyerapan tenaga kerja 171.000-242.000 orang. (3) Program bank sampah berbasis nilai Islam (masjid, amanah, ta‘āwun) lebih efektif daripada konvensional: partisipasi 3-4x lebih tinggi, pendapatan 2x lipat, keberlanjutan 45% lebih baik. (4) Kerugian akibat pengelolaan sampah buruk mencapai Rp137,9 triliun/tahun. Implikasi – Teoretis: pengembangan fiqh al-bi’ah dan penguatan maqāṣid al-sharī‘ah. Praktis: pemerintah perlu alokasi anggaran lebih besar; lembaga keagamaan perlu sosialisasi Fatwa MUI No.41/2014 dan mendirikan bank sampah masjid; masyarakat Muslim perlu menyadari memilah sampah sebagai ‘amal ṣāliḥ yang mendatangkan tamkīn ekonomi. Penelitian ini secara eksplisit menghubungkan konsep istikhlāf (QS 24:55) dengan monetisasi sampah disertai bukti empiris komprehensif dan model implementasi tiga tingkat.
Penerapan Green Chemistry Berbasis Reach Pada Industri Kimia di Kabupaten Bandung Anna Novia Angelica; Melbi Tanjung
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.236

Abstract

Penggunaan bahan kimia yang tidak terkelola dengan baik dalam kegiatan industri berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan kehidupan, terutama apabila melibatkan bahan berbahaya dan beracun (B3). Konsep green chemistry merupakan pendekatan penting dalam mendorong penggunaan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan, sementara kerangka regulasi REACH (Registration, Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals) dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan risiko bahan kimia di industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip green chemistry berbasis REACH pada sebuah industri kimia di Kabupaten Bandung (PT X Indonesia). Penelitian dilaksanakan pada November 2024 dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari bagian Operation Manager, Research and Development, dan Product Stewardship, serta melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa praktik green chemistry yang selaras dengan REACH, antara lain substitusi Alkylphenol Ethoxylate (APEO) dengan Ethoxylated Alcohol, eliminasi produk berbahan Aminoethyl Ethanolamine (AEEA), pembatasan penggunaan pelarut Hexylene Glycol, penggunaan Stearic Acid bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta pengaturan tahapan proses produksi. Integrasi penerapan green chemistry dengan kepatuhan terhadap regulasi REACH berkontribusi dalam meningkatkan keamanan penggunaan bahan kimia serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kesehatan manusia.
Akurasi Penulisan Istilah Arab Dalam Edukasi Lingkungan Berbasis Islam: Implikasi Terhadap Literasi Ekologis Masyarakat Syaqila Ainun Mardia; Dikdik Firman Sidik
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.294

Abstract

Pendidikan lingkungan berbasis Islam memanfaatkan berbagai istilah Arab yang mengandung nilai-nilai ekologis untuk membangun kesadaran dan perilaku peduli lingkungan masyarakat. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan dalam penulisan dan transliterasi istilah Arab pada berbagai media edukasi yang berpotensi menyebabkan distorsi makna dan menurunkan efektivitas kinerja pesan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi penulisan istilah Arab dalam pendidikan lingkungan berbasis Islam serta mengkaji dampaknya terhadap literasi ekologis masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan kaidah penulisan bahasa Arab, transliterasi Arab-Latin, pendidikan lingkungan ekologi dalam perspektif Islam, dan literasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan penulisan istilah Arab dapat mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap konsep-konsep ekologis Islam, seperti khalifah, mizan, amanah, islah, dan fasad, yang menjadi dasar etika lingkungan dalam ajaran Islam. Sebaliknya, penggunaan istilah Arab yang ditulis secara tepat dan konsisten mampu memperkuat pemahaman nilai-nilais, meningkatkan efektivitas komunikasi lingkungan, serta mendorong terbentuknya kesadaran dan tanggung jawab lingkungan yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keakuratan penulisan istilah Arab merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan lingkungan berbasis Islam dan berkontribusi terhadap penguatan literasi ekologis masyarakat secara berkelanjutan.
Literasi Qira'ah Teks Arab Bertema Lingkungan dan Kontribusinya Terhadap Pemahaman Etika Konservasi Alam muhamad_ridwan fauzi
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.297

Abstract

Abstract Qira'ah literacy is one of the essential competencies in Arabic language learning that aims not only to improve students' ability to read and comprehend Arabic texts but also to serve as a medium for instilling Islamic values in everyday life. One relevant theme that can be integrated into qira'ah learning is environmental issues, considering that various problems such as pollution, deforestation, water scarcity, climate change, and waste management require collective awareness and responsibility. This study aims to analyze the contribution of qira'ah literacy to the understanding of environmental conservation ethics through the study of Arabic texts on environmental themes from an Islamic perspective. The research employed a literature review method by examining Qur'anic verses, the Hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him), Qur'anic exegesis, books, official documents, and scientific articles related to qira'ah learning, Islamic education, environmental ethics, and sustainable development. The data were analyzed using a content analysis approach to identify environmental conservation values embedded in Arabic texts and relate them to the principles of Islamic environmental ethics. The findings indicate that qira'ah literacy contributes to improving Arabic reading comprehension while strengthening students' understanding of the concepts of khilāfah (stewardship), amānah (trust), tawḥīd (the oneness of God), and mīzān (balance) as the foundations of environmental conservation ethics in Islam. Furthermore, the use of Arabic reading texts on nature conservation, waste management, water preservation, and tree planting successfully integrates linguistic competence with the development of environmentally responsible character. The study also demonstrates that Islamic environmental values are closely aligned with the principles of sustainable development. Therefore, qira'ah learning can serve as an effective educational strategy for developing Arabic language proficiency, ecological awareness, and moral responsibility toward environmental conservation based on Islamic values.
Digitalisasi Pembelajaran Tajwid Ayat-Ayat Lingkungan sebagai Media Peningkatan Kesadaran Ekologis Mahasiswa Galang Idzhar; dikdik firman sidik
Envirology Vol. 4 No. 1 (2026): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v4i1.300

Abstract

Krisis lingkungan global yang ditandai dengan perubahan iklim, polusi, deforestasi, dan degradasi ekosistem menuntut pendekatan pendidikan yang mampu membangun kesadaran ekologis pada generasi muda, termasuk mahasiswa. Dalam konteks pendidikan Islam, Al-Qur'an memuat berbagai ayat yang mengajarkan keseimbangan alam, melarang kerusakan lingkungan, serta menegaskan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Namun, pembelajaran tajwid selama ini cenderung berfokus pada aspek teknis pelafalan tanpa mengintegrasikan makna ekologis dari ayat-ayat yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi digitalisasi pembelajaran tajwid yang berbasis ayat-ayat lingkungan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur terkait pendidikan digital, pembelajaran tajwid, pendidikan lingkungan, dan eko-teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran tajwid dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa melalui penggunaan aplikasi interaktif, multimedia, gamifikasi, dan platform pembelajaran daring. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, pendekatan ini juga memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam ayat-ayat lingkungan. Digitalisasi pembelajaran tajwid memungkinkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan reflektif, sehingga berkontribusi pada pengembangan perilaku ramah lingkungan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran tajwid digital berbasis pembelajaran eko-Qur'ani sebagai inovasi dalam pendidikan Islam berkelanjutan di perguruan tinggi.
Peran Mantiq dalam Penalaran Risiko Lingkungan: Kajian Logika Pengambilan Keputusan pada Isu Sampah Pencemaran Wisma Selvianti
Envirology Vol. 3 No. 2 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i2.301

Abstract

Krisis lingkungan yang ditandai oleh meluasnya masalah sampah dan pencemaran di berbagai wilayah Indonesia memerlukan pendekatan penalaran yang terstruktur, sistematis, dan berbasis nilai. Ilmu Mantiq sebagai cabang filsafat logika dalam tradisi keilmuan Islam menawarkan kerangka berpikir deduktif dan induktif yang relevan untuk diaplikasikan dalam konteks pengambilan keputusan lingkungan. Penelitian ini merupakan studi konseptual yang bertujuan mengkaji bagaimana prinsip-prinsip Mantiq dapat diintegrasikan ke dalam proses penalaran risiko lingkungan, khususnya pada isu pengelolaan sampah dan pencemaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis teks terhadap sumber-sumber primer Mantiq klasik dan literatur ilmu lingkungan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur silogisme dalam Mantiq, yang mencakup al-qiyas, al-istiqra, dan al-tamtsil, memiliki korespondensi langsung dengan metode analisis risiko lingkungan seperti fault tree analysis, environmental impact assessment, dan precautionary principle. Mantiq menyediakan fondasi epistemologis untuk membangun argumen lingkungan yang valid, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Integrasi logika Mantiq dalam literasi lingkungan juga berpotensi memperkuat kesadaran ekologis berbasis nilai etika Islam, yang menempatkan alam sebagai amanah yang wajib dijaga. Artikel ini menyimpulkan bahwa Mantiq bukan sekadar alat penalaran abstrak, melainkan instrumen epistemologis yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan tantangan ekologis kontemporer, khususnya dalam tata kelola sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan. Kata Kunci: Ilmu Mantiq, Penalaran Risiko Lingkungan, Pengelolaan Sampah, Logika Islam Tata Kelola Lingkungan.
Bahasa Arab Sebagai Medium Kajian Al-Qur’an dan Hadis Tentang Konservasi Lingkungan: Implikasi Terhadap Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan Ananda Nur Agustin
Envirology Vol. 3 No. 1 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i1.303

Abstract

Konservasi lingkungan merupakan isu strategis yang memerlukan pendekatan multidisipliner, termasuk melalui perspektif keagamaan. Al-Qur'an dan hadis sebagai sumber utama ajaran Islam memuat berbagai prinsip konservasi lingkungan yang disampaikan melalui bahasa Arab sebagai bahasa wahyu. Namun, kajian yang mengintegrasikan analisis linguistik bahasa Arab dengan konsep-konsep ilmu lingkungan dan tata kelola lingkungan berkelanjutan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa Arab sebagai medium kajian Al-Qur'an dan hadis tentang konservasi lingkungan serta mengkaji implikasinya terhadap tata kelola lingkungan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data meliputi Al-Qur'an, hadis, kitab tafsir, kamus bahasa Arab, serta berbagai literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi, analisis linguistik terhadap istilah-istilah kunci, interpretasi tematik, serta sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep bahasa Arab seperti al-arḍ (bumi), khalīfah (pemegang amanah), al-fasād (kerusakan), al-iṣlāḥ (perbaikan), dan al-mīzān (keseimbangan) membentuk paradigma ekologis Islam yang menempatkan manusia sebagai pengelola bumi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Nilai-nilai tersebut dipertegas melalui hadis-hadis tentang penghijauan, konservasi air, kebersihan lingkungan, perlindungan satwa, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang mengintegrasikan analisis linguistik bahasa Arab dengan nilai-nilai ekologis Al-Qur'an dan hadis sebagai landasan pengembangan etika lingkungan, literasi lingkungan, dan environmental governance. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian interdisipliner antara bahasa Arab, studi Islam, dan ilmu lingkungan sekaligus menawarkan kerangka konseptual yang relevan bagi implementasi pembangunan berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Kearifan Ekologis Dalam Sejarah Bahasa Arab: Relasi Manusia, Air, Dan Lingkungan Kawasan Kering Deti Pebrianti
Envirology Vol. 3 No. 1 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i1.307

Abstract

Kawasan kering merupakan ekosistem yang memiliki keterbatasan sumber daya air sehingga menuntut masyarakatnya mengembangkan strategi adaptasi yang berkelanjutan. Dalam sejarah peradaban Arab, kondisi ekologis tersebut tidak hanya membentuk pola kehidupan sosial dan budaya, tetapi juga memengaruhi perkembangan bahasa Arab yang kaya akan kosakata serta ungkapan yang berkaitan dengan air, gurun, hujan, dan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kearifan ekologis yang tercermin dalam sejarah bahasa Arab melalui relasi antara manusia, air, dan lingkungan kawasan kering serta mengkaji relevansinya terhadap konsep keberlanjutan lingkungan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen akademik yang berkaitan dengan sejarah bahasa Arab, budaya Arab, pengelolaan air, etika lingkungan Islam, dan konservasi sumber daya alam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema ekologis yang berkembang dalam berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejarah bahasa Arab merefleksikan hubungan yang erat antara masyarakat Arab dengan kondisi ekologis kawasan kering. Kekayaan kosakata yang berkaitan dengan air, gurun, hujan, dan oasis menunjukkan pengalaman ekologis yang kemudian berkembang menjadi nilai-nilai budaya berupa penghormatan terhadap air, pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, serta tanggung jawab menjaga keseimbangan lingkungan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip etika lingkungan dalam Islam dan memiliki relevansi dalam mendukung konservasi air, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan literasi ekologis di tengah tantangan perubahan iklim global. Penelitian ini menegaskan bahwa sejarah bahasa Arab tidak hanya merepresentasikan perkembangan linguistik, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan ekologis yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan kajian ilmu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Page 2 of 3 | Total Record : 30