cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS HARGA DAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CITUIS KABUPATEN TANGERANG Damayanti, Rizky; Bambang, Azis Nur; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.192 KB)

Abstract

Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) merupakan salah satu produk perikanan yang menjadi komoditas penting diwilayah Tangerang. Produksi ikan terbanyak di Kabupaten Tangerang didaratkan di TPI Cituis. Total produksi ikan yang didaratkan di TPI Cituis selama tahun 2009 – 2013 adalah 151,745 kg dengan rata-rata produksi per tahun 30,349 kg. Ikan kembung lelaki di TPI Cituis memiliki harga yang tinggi tetapi tidak stabil. Faktor - faktor yang mempengaruhi harga yang akan diteliti untuk penelitian antara lain jumlah produksi (X1), mutu ikan (X2), jumlah bakul (X3) dan ukuran berat ikan (X4). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan kembung lelaki yang didaratkan di TPI Cituis dan mengetahui saluran pemasaran dan margin pemasaran ikan kembung lelaki di TPI Cituis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan regresi Y= 3.168 - 0.084X1 + 0,501X2 + 0,076X3 + 0,350X4 + 0,006811. Pemasaran ikan kembung lelaki terbentuk ada 3 tipe distribusi pemasaran. Lembaga pemasarannya meliputi nelayan, TPI, pedagang besar, pedagang pengecer dan pengolah. Margin pemasaran terbesar dalam saluran pemasaran ikan kembung lelaki di TPI Cituis adalah pengasinan sebesar Rp. 10.000,- . Mutu ikan yang baik akan menghasilkan harga tinggi, maka disarankan menjaga mutu  yang baik sampai ke konsumen. Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta) is one fisheries products became an important commodity in Tangerang. Production Indian Mackerel Most landed in Tangerang at TPI Cituis. The total production of Indian Mackerel landed in TPI Cituis during 2009-2013 was 151.745 kg with an average annual production of 30.349 kg . Indian Mackerel in TPI Cituis has a high price but not stable. Factors - factors that will be affected the price from research comprise total production (X1) , the quality of the fish (X2) , the number of wholeseller (X3) and the size of the fish (X4). Research objective to analyze the factors that affect the price of Indian Mackerel landed at TPI Cituis and to know marketing channels and marketing margins of Indian Mackerel in TPI Cituis . Case study was used as a method in this research.  The research results showed that the regression equation Y= 3.168 - 0.084X1 + 0,501X2 + 0,076X3 + 0,350X4 + 0,006811. Marketing Indian Mackerel formed there was three types of marketing distribution. Marketing institutions consist the fishermen, TPI, wholesalers, retailers and processors. The biggest margin in the marketing distribution in TPI Cituis is the processor of Rp.10.000,-. Good quality fish will result in higher prices, it is advisable to maintain a good quality to the consumers.
ANALISIS EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PANDEGA PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI TPI PELABUHAN, KOTA TEGAL Astuti, Tia Tri; Bambang, Azis Nur; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.046 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nelayan Mini Purse seine dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga nelayan pandega Mini Purse seine di TPI Pelabuhan Kota Tegal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2017 di TPI Pelabuhan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan 84 orang nelayan ABK biasa. Data diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan software SPSS 20. Hasil penelitian diperoleh karakteristik nelayan mini purse seine berumur 31-40 tahun, tingkat pendidikan terakhir nelayan didominasi ditingkat sekolah dasar (SD), lama pengalaman melaut 21-30 tahun dan jumlah tanggungan anggota keluarga didominasi 3-4 orang. Pendapatan melaut nelayan dipengaruhi oleh GT Kapal, pengalaman nahkoda, jumlah ABK, umur dan jumlah tangkapan (R square 80%), secara parsial faktor – faktor pendapatan nelayan dipengaruhi oleh GT Kapal, pengalaman nahkoda, jumlah ABK dan jumlah tangkapan. Pengeluaran rumah tangga nelayan dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, umur dan pendidikan (R square 65%). Secara parsial, faktor-faktor pengeluaran rumah tangga nelayan dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga dan jumlah tanggungan keluarga.
LAJU ASAM AMINO TERLARUT YANG TERDISTRIBUSI KE DALAM KOLOM AIR LAUT PADA UMPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) (SKALA LABORATORIUM) Perdiana, -; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.557 KB)

Abstract

Umpan merupakan alat bantu dan bentuk rangsangan berbentuk fisik atau kimiawi yang dapat memberikan respon terhadap ikan-ikan dalam tujuan penangkapan ikan. Operasi penangkapan rawai tuna  umumnya di Indonesia menggunakan umpan alami ikan kembung, ikan kembung memiliki nilai ekonomis dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Mengetahui laju jenis asam amino dan laju asam amino total yang terdistribusi ke dalam kolom air laut pada umpan ikan kembung untuk operasi rawai tuna skala laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian dilakukan skala laboratorium dengan melakukan perendaman umpan ke dalam kolom air laut, ikan uji yang digunakan adalah ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) yang dianalogikan sebagai umpan alami dalam operasi penangkapan rawai tuna. Ukuran ikan kembung yang digunakan memiliki panjang 23 cm dan lebar 2,5 cm dengan berat 100 gram. Sampel air laut diuji menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Didapatkan hasil laju jenis asam amino 7 macam dari 17 jenis asam amino pada umpan ikan kembung adalah L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine  dan L-Leucine. Laju asam amino total umpan ikan kembung pada perendaman K1 hingga K24 menurun dengan bertambahnya waktu perendaman. Kesimpulan yang dihasilkan adalah semakin lama waktu perendaman maka laju pelepasan asam amino semakin kecil dan berpengaruh pada ruang aktif semakin lama perendaman umpan maka ruang aktif semakin mengecil. The bait have attractive function a form of physical or chemical form of stimulation that can provide a response to the fish in the the purpose of catching fish. Rawai tuna generally arrest operations in Indonesia to use natural bait mackerel, rastrelliger has economic value and can be consumed by the public. Knowing the rate of amino acid type and the rate of the total amino acids that are distributed into the water column at mackerel bait for the operation of rawai tuna laboratory scale. The methods used in this research is descriptive analysis method. Laboratory scale research done by soaking the bait into the water column, fish test used was mackerel (Rastrelliger kanagurta) which are analogous to natural as bait in catching operations rawai tuna. Size of mackerel used has a length of 23 cm wide and 2.5 cm long with a weight of 100 grams. Samples of sea water are tested using the method HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Obtained results of rate of 7 different types of amino acids of the 17 kinds of amino acids in feeds mackerel is L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine and L-Leucine. The rate of total amino acids in the mackerel bait soaking K1 to K24 decreases with increasing time of submersion. The resulting conclusion is the longer soaking, then the rate of release of amino acids is getting smaller and the effect on the active space of the longer soaking bait then active space is increasingly shrinking.
ANALISIS INDEKS KEANEKARAGAMAN, INDEKS DOMINASI DAN PROPORSI HASIL TANGKAPAN NON TARGET PADA JARING ARAD MODIFIKASI DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Nugroho, Hanityo Adi; Rosyid, Abdul; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.101 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya Arad dikategorikan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan karena alat tangkap ini menyapu semua yang dilewatinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hasil tangkapan non target jaring arad modifikasi yang ukuran panjang badan diperkecil dan ukuran mata jaring pada bagian codend nya diperbesar menjadi 1,5 inch di perairan Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing dengan percobaan sebanyak 15 kali pengulangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Komposisi Ukuran Hasil Tangkapan Non Target, Proporsi Hasil Tangkapan  Non Target, hasil tangkapan dan analisa statistik. Hasil tangkapan sampingan  jaring arad modifikasi dibagi menjadi dua  yaitu hasil tangkapan non target dan sampah, selama penelitian proporsi hasil tangkapan non target yang diperoleh rata-rata 7 kg/hari dan sampah 18 kg/hari. Proporsi hasil tangkapan jaring arad modifikasi yaitu terdiri dari hasil tangkapan target sebanyak 10,3 kg, hasil tangkap non target yang sebanyak 23,7 kg dan juga sampah yang dibuang kelaut (discards) sebanyak 89,4 kg atau 8% target : 19% non  target : 83% sampah. Hasil tangkapan non target (tigawaja,kuniran, petek , layur dan tunul) dimanfaatkan jaring arad modifikasi rata-rata mempunyai ukuran  dibawah nilai length at first maturity atau tidak layak tangkap.  Nilai Indeks keanekaragaman hasil tangkapan menunjukkan nilai diatas angka 0 yang berarti keanekaragaman spesies tinggi. Nilai indeks dominansi rata-rata  bernilai  0 ha1 ini berarti terdapat dominansi spesies yang rendah. In the development of small trawl categorized fishing gear that is not environmentally friendly because the gear is sweeping all in its path. The purpose of this study is to analyze the the catch of non target results from modified arad, who is the size of the nets reduced body length and mesh size in the codend his enlarged to 1.5 inch. in the waters of Kendal. The method used in this research is descriptive method is experimental fishing with experiment as much as 15 repetitions. Data analysis methods used in this research that catch size composition analysis of non target, Non target proportion catch, catch, and statistical analysis.  Results bycatch modified small trawl divided into two non target catches and trash, during the study the proportion of non target catches that gained an average of 7 kg / day and 18 kg waste / day. The proportion of the catch modified small trawl which consists of the target catch as much as 10.3 pounds, the catch of non target as much as 23.7 kg and the waste dumped into the sea (discards) of 89.4 kg or 8% target: 19% of non target: 83% of garbage. Catches of non-target (tigawaja, kuniran, Petek, Layur, and tunul) utilized a modified small trawl have an average size below the length at first maturity value or not worth catching. The index of diversity results showed in above from 0 it’s have meaning the index of diversity have a high diversity of species. The index of domination results showed those averages are 0 this is indicated for low of domonation species.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN BATANG Nur Hidayah; Herry Boesono; Indradi Setiyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.986 KB)

Abstract

Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan salah satunya dengan cara meningkatkan peran efisiensi dan optimalisasi fasilitas fungsional yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Efisiensi suatu tempat pelelangan ikan dipengaruhi oleh berbagai faktor persyaratan yaitu manajemen pengolahan TPI, sarana prasarana fasilitas TPI, hingga kegiatan aktivitas lelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana prasarana, menganalisis tingkat efisiensi serta membandingkan efisiensi Tempat Pelelangan Ikan yang ada di Kabupaten Batang. Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari 2017 di lima TPI yang ada di Kabupaten Batang yaitu TPI Klidang Lor, TPI Roban Barat, TPI Roban Timur, TPI Celong dan TPI Siklayu. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan alat analisis DEA banxia forontier analysis 4.1. Hasil analisa menunjukan bahwa TPI yang menjadi objek penelitian setelah dianalisis menggunakan DEA banxia forontier analysis terdapat tiga TPI yang telah mencapai skor 100% yakni TPI Klidang Lor, TPI Roban Timur dan TPI Celong, sedangkan TPI yang belum mencapai efisien yaitu TPI Roban Barat memperoleh skor sebesar 65,3 % dan TPI Siklayu memperoleh skor sebesar 50,7 %.  Dalam kinerjanya, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi skor adalah nilai output yaitu raman dari masing-masing TPI.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PEMASARAN IKAN KOMODITAS UTAMA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KABUPATEN PATI Yuliasari, Rizkha Ayudya; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.025 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran memiliki peranan penting dalam mendukung keberhasilan usaha nelayan dan mengoptimalkan kegiatan pemasaran ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pemasaran dan faktor yang mempengaruhi kinerja kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama di PPP Bajomulyo, menganalisis marjin pemasaran ikan komoditas utama (ikan Layang dan ikan Kuniran) yang diterima oleh masing- masing pelaku pemasaran di PPP Bajomulyo, dan menganalisis strategi pengembangan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Bajomulyo. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu untuk penentuan strategi menggunakan analisis SWOT yang pengambilan responden menggunakan wawancara dengan beberapa key person yang berpengaruh dalam penelitian ini. Sementara untuk analisis marjin pemasaran menggunakan quota sampling. Dari hasil penelitian diketahui kinerja proses kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Marjin yang diterima oleh pedagang pengumpul kecil dan produsen lebih kecil daripada marjin yang diterima pedagang pengumpul besar. Besar kecilnya marjin pemasaran dipengaruhi oleh keuntungan dan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang serta panjang pendeknya saluran pemasaran yang dilalui. Alternatif strategi dalam upaya pengembangan kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama (Ikan Layang dan Ikan Kuniran) di PPP Bajomulyo sesuai analisis SWOT didapatkan hasil S-O (Strength – Opportunity).
ANALISIS BIOEKONOMI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MENGGUNAKAN PENDEKATAN SWEPT AREA DAN GORDON-SCHAEFER DI PERAIRAN DEMAK Istikasari, Ika; Mudzakir, Abdul Kohar; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.496 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kepadatan stok dan biomassa rajungan, menganalisis kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) rajungan di perairan Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang di dasarkan pada studi kasus. Keterbatasan data dalam penelitian, khususnya data jumlah produksi dan upaya penangkapan (jumlah trip), maka penelitian ini mengkombinasikan pendekatan  swept area dan model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian  menunjukkan kepadatan stok sebesar 0,04249991 ton/km2 dan biomassa sebesar  10,06276 ton. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield  (MSY) sebesar  5.120 kg/tahun dan effort optimal (Eopt) sebesar 128 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 5.114 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 124 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access  Equilibrium (OAE) sebesar  693 kg/tahun  dan effort optimum (Eopt) sebesar 247 trip/tahun.  Hasil penelitian membuktikan jika eksploitasi sumberdaya rajungan di perairan Demak mengindikasikan indikator overfishing. The research objective were to measure a stock density, and biomass, and to also analys MSY, MEY, and OAE of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in  Demak  seawaters. The research used descriptif method based on case study. This research have limited data, especially catch and effort data, so this research combine swept area and Gordon-Schaefer model approach. The research proved the stock density of 0.04249991 tonnes/km2, biomass of 10.06276 tonnes, CMSY of 5,120 kg/year, EMSY of 128 trips/year, CMEY of 5,114 kg/year, EMEY of 124 trips/year, COAE of 693 kg/year and EOAE of 247 trips/year of BSC. The research also proved if the exploitation of BSC in Demak seawater indicates of overfishing level.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG, LAMONGAN Alfiana, Richmalia; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.197 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong merupakan salah satu pelabuhan perikanan tipe B yang ada di Indonesia. Dalam mendukung operasional penangkapan ikan, PPN Brondong memiliki peranan penting dalam pelayanan penyediaan kebutuhan melaut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di PPN Brondong, Lamongan Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan melaut (solar, air bersih, es sdan fasilitas jasa) di PPN Brondong. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data menggunakan Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance and Performance Analysis (IPA). Responden yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 82 nelayan yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang di PPN Brondong kondisinya baik. Tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan kebutuhan solar 75,44% (puas), kebutuhan es 73,70% (puas), kebutuhan air bersih 70,01% (puas), pelayanan fasilitas dan jasa 71,33% (puas). Artinya nelayan puas dengan pelayanan di PPN Brondong
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN RAJUNGAN ALAT TANGKAP JARING PEJER (BOTTOM SET GILL NET) DAN JARING GONDRONG (TRAMMEL NET) DI DESA SUKOHARJO KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Romadhani, Mentari; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.829 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo adalah salah satu desa di Kabupaten Rembang yang merupakan desa penghasil rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek teknis penangkapan rajungan. Menganalisis perbandingan pendapatan serta menganalisis aspek finansial kelayakan usaha jaring Pejer (Bottom set gill net) dan jaring Gondrong (Trammel net) di Desa Sukoharjo.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sebanyak 60 sampel yang terdiri 30 nelayan jaring Pejer (Bottom set gill net) dan 30 nelayan jaring Gondrong (Trammel net). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis pendapatan menggunakan uji statistik dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan secara teknis jaring Pejer (Bottom set gill net) dan jaring Gondrong (Trammel net) mempunyai panjang 160 m dan 157 m. Perahu terbuat dari kayu dan mesin berkekuatan 16-24 PK. Pengoperasian 3 tahap yaitu setting, immersing, hauling. Fishing ground diperairan Rembang. Hasil analisis pendapatan penangkapan rajungan Ho ditolak artinya adanya perbedaan pendapatan antara kedua kelompok usaha penangkapan rajungan dengan finansial usaha didapatkan nilai finansial kedua alat tangkap tersebut, menunjukan bahwa kegiatan usaha penangkapan alat tangkap tangkap jaring Pejer  (Bottom set gill net) dan jaring Gondrong (Trammel net) layak dijalankan. Sukoharjo is one of the villages in Rembang which is producing blue swimming crabs. This study aimed to examines the technical aspects of catching blue swimming crab. Analyzing the ratio of income as well as analyzing financial aspects of the business feasibility Bottom set gill net and Trammel net in the village of Sukoharjo. The method used is descriptive method is a case study with a sample of of respondents is as many as 60 sample consisting of 30 fishermen Bottom set gill net and 30 fishermen Trammel net. The sampling method using purposive sampling. Data taken the form of primary data and secondary data. Data analysis method used is the income analysis using statistical tests and financial aspects. The results showed technically Bottom set gill net and Trammel net has a length of 160 m and 157 m. The boat is made of wood and powered engine 16-24 PK. Operation of three phases, namely setting, immersing, hauling. Apex fishing ground waters Rembang. Results of analysis using t-test is obtained, then Ho is rejected. income instruments  fishing gear Bottom set gill net and Trammel net amounted to Rp. 59.708.000,- per year and Rp 61.717.000,-per year with financially acquired businesses on the financial value of the fishing gear, showed business activity catching blue swimming crab is Bottom set gill net and Trammel net viable.
ANALISIS PERBEDAAN KEDALAMAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN TERHADAP KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP CANTRANG (Boat Seine) DI PERAIRAN REMBANG Nusantara, Risky Aditya; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.446 KB)

Abstract

Daerah penangkapan ikan merupakan suatu daerah perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan tertangkap dalam jumlah yang maksimal dan alat tangkap dapat dioperasikan serta ekonomis. Pengkajian dan pemetaan daerah penangkapan sangat diperlukan dalam usaha penangkapan ikan. Pengakajian dan pemetaan daerah penangkapan untuk alat tangkap cantrang dalam penelitian ini meliputi kedalaman. Dari pengkajian dan pemetaan tersebut diharapkan akan didapatkan daerah penangkapan yang sesuai untuk alat tangkap cantrang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daerah penangkapan ikan pada alat tangkap cantrang berdasarkan kedalaman di perairan Rembang dan mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan demersal di perairan Rembang kususnya di TPI Tanjungsari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Novemver- Desember 2013 di perairan Rembang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Bahan yang digunakan adalah data primer, data sekunder dan pemetaan dengan menggunakan softwere ArcGis. Data yang diperoleh adalah data kedalaman 5-7 m, 13-15 m, 17-24 m dan komposisi hasil tangkapan dari 4 stasiun kemudian diolah dengan menggunkan Uji T-Test dengan software SPSS 16.0. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah Daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap cantrang di Rembang yang sesuai yaitu daerah yang memiliki kedalaman berkisar 17-24 meter dan Komposisi hasil tangkapan dengan alat tangkap cantrang di dominasi pada Trip I : Ikan Petek (Leiognathus dussumieri) sebesar 23,19 %, Ikan Kakap (Lutjanus sp.) sebesar 28,99 %, Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebesar 26,09 %, By Catch sebesar 21,74 %, Trip II : Ikan Petek (Leiognathus dussumieri) sebesar 25,53 %, Ikan Kakap Merah (L. campechanus) sebesar 8,51 %, Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebesar 40,43 %, By Catch sebesar 25,53 %, Trip III : Ikan Petek (Leiognathus dussumieri) sebesar 40,91 %, Ikan Kembung (Scomber canagorta) sebesar 27,27 %, Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebesar 15,91 %, By Catch sebesar 15,91 %, Trip IV : : Ikan Sembilang (Plotusus canius) sebesar 57,69 %, Ikan Petek (Leiognathus dussumieri) sebesar 23,08 %, Ikan Kembung (Scomber canagorta) sebesar 9,62 %, By Catch sebesar 9,62 %. Fishing area is an area where fish are caught in maximum amount and fishing gear can be operated economical. Assessment and mapping of fishing areas are needed in fishing effort. Assessment and mapping of fishing areas for cantrang (Seine Boat)  in this study is the depth. From the Assessment and mapping, it will determine an expected of the best fishing areas if using Cantrang. The purpose of this study was to determine the composition of the catch area that based on depth and to find the composition of demersal catch in coast of Rembang, especially in Tanjungsari Fishing Port. This Study was held on November – December 2013 in coast of Rembang, Tanjungsari Village, Rembang Regency, Central Java. The method that  used was descriptive method. It used primary data, secondary data and on mapping using ArcGIS softwere. It obtained depth 5-7 m, 13-15 m, 17-24 m and  composition the catch of 4 stations is then processed using Test T-Test with SPSS 16.0 software. Based on the results, the appropriate depth for Cantrang is in 17-24 meters and The composition of the catch by fishing gear in the dominance cantrang on Trip I: ponyfish (Leiognathus dussumieri) 23,19 %, fish snapper (Lutjanus sp.)  28,99 %, kuniran fish (Upeneus sulphureus) 26,09 %, by catch  21,74 %, Trip II : Ponyfish (Leiognathus dussumieri)  25,53 %, red snapper (L. campechanus)  8,51 %, kuniran fish (Upeneus sulphureus)  40,43 %,  by catch  25,53 %, Trip III : Ponyfish (Leiognathus dussumieri)  40,91 %, Mackerel (Scomber canagorta)  27,27 %, kuniran fish (Upeneus sulphureus)  15,91 %,  by catch  15,91 %, Trip IV : eel-tailed catfish (Plotusus canius)  57,69 %, Ponyfish (Leiognathus dussumieri) 23,08 %, Mackerel (Scomber canagorta)  9,62 %,  by catch  9,62 %.