cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN RAJUNGAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING PEJER (GILL NET) DAN ALAT TANGKAP BUBU (TRAP) (STUDI KASUS DI DESA SUKOHARJO DAN DESA PACAR DI KABUPATEN REMBANG) Parahita, Okky; Triarso, Imam; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.183 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo dan Desa Pacar merupakan desa di Kabupaten Rembang sebagai penghasil Rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan serta menganalisis perbandingan pendapatan jaring Pejer (gill net) di Desa Sukoharjo dan Bubu (trap) di Desa Pacar, Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 responden, masing-masing 30 nelayan jaring Pejer (gill net) dan 30 nelayan Bubu (trap). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis pendapatan menggunakan uji statistik dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan secara teknis jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) mempunyai desain dan konstruksi yang berbeda. Perahu  yang digunakan baik pada alat tangkap jaring Pejer (gill net) maupun Bubu (trap) adalah sama yaitu berbahan kayu, menggunakan armada perahu motor tempel yang berukuran 2-5 GT dengan mesin penggerak Donfeng berkekuatan 10-16 PK. Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test didapatkan, nilai ttabel dengan df = 58 sebesar 2,001, t hitung sebesar -5,447 dan nilai Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Kesimpulan nilai thitung> dari ttabel, dan dilihat nilai Sig. = 0,00<0,05, maka Ho ditolak, yang artinya pendapatan jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) berbeda. Pendapatan alat tangkap alat jaring Pejer (gill net) sebesar Rp. 25.413.000,-/tahun. Sedangkan pendapatan nelayan Bubu (trap) di Desa Pacar sebesar Rp. 44. 109.000,-/tahun.Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan kegiatan usaha penangkapan Rajungan menggunakan Bubu (trap) lebih menguntungkan daripada jaring Pejer (gill net). Sukoharjo and Pacar is village in Rembang regency where produce blue swimming crab. This study aim to describe tecnical aspect of catching blue swimming crab and then analyzing the comparison revenue of gill net in Sukoharjo Village and trap in Pacar Village, Rembang Regency. The Method in this study are descriptive based on case studies used with 60 samples of responden, which is 30 Gill net’s fisherman and 30 Trap’s fisherman. The sampling method a porposive sampling.Data of primary and secondary data. The analysis method  revenue by using independent sample t-test and aspect of  financial. The result showed technical Gill net and Trap has different design and construction. The boat made of wood,using a fleet of outboard motor boats measuring 2-5 GT with an engine of Donfengwith power 12-24 Pk. The result of the analysis using the indpendent sample t-test obtained value ttable df=58as big as 2,001.t count-5,447, and value Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Conclusion value tcount>i ttable and ttable, and value Sig. = 0,00<0,05 then Ho reject. Revenue of gill net’s fisherman were Rp. 25.413.000,-/year and Trap’s fisherman were Rp. 44. 109.000,-/year. Based on the financial value of the bussines activity of catching blue swimming crab using Trap is more beneficial than using Gill net.
ANALISIS SELEKTIVITAS JARING ARAD GENUINE (GENUINE SMALL BOTTOM TRAWL) DAN JARING ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL BOTTOM TRAWL) TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN TAWANG KENDAL, JAWA TENGAH Yuniarta, Adefryan Kharisma; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.9 KB)

Abstract

Jaring Arad diperlukan modifikasi mengingat masih tertangkapnya Udang Putih (Penaeus merguensis) yang undersize pada operasi penangkapan dengan Jaring Arad Genuine. Modifikasi dilakukan dengan mengubah mesh size dari codend Jaring Arad Genuine. Dengan menghitung nilai selektivitasnya maka ukuran terkecil Udang Putih yang tertangkap dapat diketahui. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode purposive sampling. Komposisi hasil tangkapan dominan yang didapatkan pada Arad Genuine adalah Leiognathus sp, Caesio erythrogaster dan Penaeus merguensis. Sedangkan hasil tangkapan Modifikasi Arad didapatkan Harpiosquilla raphidea, Otholites ruber dan Penaeus merguensis. Berat rata-rata hasil tangkapan Arad Genuine adalah 4233,5 gram, sedangkan berat rata-rata hasil tangkapan Modifikasi Arad 2063,16 gram. L50 Arad Genuine sebesar 3,58 cm, SF diketahui sebesar 1,88 cm, sedangkan L50 Modifikasi Arad sebesar 7,2 cm, SF diketahui sebesar 1,89 cm. Modifikasi Arad mampu meloloskan Udang Putih dengan Tingkat Kematangan Gonad I-II yang merupakan Tingkat Kematangan Gonad yang belum memasuki masa reproduksi. Sedangkan Udang Putih yang tertangkap pada bagian codend adalah udang dengan Tingkat Kematangan Gonad III-IV yang merupakan masa siap kawin. Small bottom trawl needs modifications, considering that it catches undersize Penaeus merguensis. The modification done in this research was change of mesh size of small bottom trawl’s codend. By calculating the selectivity value, the smallest size of Penaeus merguensis can be known. The methods used were descriptive and purposive sampling methods. The compositions of the dominant catch on genuine small bottom trawl were Leiognathus sp, Caesio erythrogaster and Penaeus merguiensis. While on modified small bottom trawl, the dominant catch were Harpiosquilla raphidea, Otholites ruber and Penaeus merguiensis. The average weight of genuine small bottom trawl’s catch was 4233.5 grams, while for modified small bottom trawl was 2063.16 grams. Selectivity analysis of genuine small bottom trawl resulted in L50 at 3.58 cm and the SF was found to be 1.88 cm, while in modified small bottom trawl, the L50 was 7.2 cm and the SF was 1.89 cm. With small bottom trawl modification, Penaeus merguiensis with gonads maturity level I-II were able to be released. Gonads maturity level I-II indicates the level of maturity that not yet entering gonads reproduction period. Penaeus merguiensis catched in the codend were shrimps with gonads maturity level III-IV, which is the reproduction period.
ANALISIS DAYA SAING DAN SALURAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Ain, Siti Machrusatul; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.316 KB)

Abstract

Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang dapat berperan dan berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan nasional. Akan tetapi, sampai saat ini peran dan potensi tersebut belum baik. Diduga keunggulan komparatif sektor perikanan tangkap yang dimiliki oleh Kabupaten Rembang belum mampu menjadi keungggulan kompetitif. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kinerja ekonomi berbasis sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang. Bedasarkan margin pemasaran dan analisis PAM. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah masyarakat nelayan dan bakul ikan di Kabupaten Rembang. Jumlah sampel yang diambil yaitu 41 orang nelayan dan 45 orang Bakul Ikan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dimana semakin panjang saluran pemasaran, maka margin yang diterima di setiap lembaga pemasaran semakin kecil dan semakin tidak efesien saluran pemasaran. Analisis data selanjutnya adalah analisis data menggunakan PAM, Private cost ratio (PCR): C/(A - B) yang dihasilkan 0,6, PCR < 1, berarti sistem komoditas yang diteliti memiliki keunggulan kompetitif; Domestic resource cost ratio (DRC): G/(E - F), yang dihasilkan 0,67 DRC < 1 berarti sistem komoditas yang diteliti mempunyai keunggulan komparatif; NPCO yang dihasilkan 1,04 nilai NPCO > 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap output ; On tradable inputs (NPCI): B/F yang dihasilkan 0,9, jika nilai NPCI < 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap input, berarti ada kebijakan subsidi terhadap input tradable. Saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang efesien karena rantai pemasaran yang pendek
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA MAKARYO MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA PEKALONGAN Adam, Brefin Mushtaf; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.537 KB)

Abstract

Cooperative is a business enterprise consisting of the person or legal entity with bases cooperative activities based on the principle of cooperation as well as economic movement is based on the principle of the family. The purpose of this study to know the effort units in a managed fishery KUD Makaryo Mino, analyzing the performance of KUD Makaryo Mino in its effort units in the areas of fisheries and other programs related to the fishing community empowerment efforts and empowerment strategy fishing communities. The method used in this research was descriptive method is done by direct observation in the field. The sampling method used two methods are respondents used quota sampling method to measure subscriber satisfaction by number of respondents 30 people, and a purposive sampling method to make by 5 renponden strategy. Analytical methods used Balanced Scorecard (BSC) and the determination of strategies used SWOT analysis. The result shows that KUD Makaryo Mino was cooperative fisheries that concerns in Ice Production, Trading, SPBB, and Fish basket renting. KUD Makaryo Mino not only the supply of ship supplies but also the provision of loan capital and social programs in cooperation with the government of Pekalongan in fishermen's welfare program. Performance assessment results Makaryo Mino Village Cooperatives in 2011 by reference to the State Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises Republic of Indonesia 06/Per/M.KUKM/V/2006 has a value of 81.5% yield performance can be declared successful performance, and appropriate responses to respondents in 2010 received 80.14% performance results can be declared a success and in 2011 amounted to 85.24 % can be expressed very successful. Alternative solutions in order to achieve the empowerment of fishing communities according SWOT analysis application strategy results obtained SO (Strength-opportunity) was working with the city government to provide facilities and infrastructure supporting an easy fishing, the price is cheap and the search seeking alternative employment opportunities in the famine, make a purchase at a price above the catch-basket fish basket panawaran and middlemen who are buying low, coordinating with the fishing port and municipal governments to set the price of the fish auction market, and Creating breakthrough new business that the provision of business information services PPDPI (fishing regional forecast map).
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Raditya, Wildanis Reza; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.937 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan pusat dari semua kegiatan perikanan yang ada di suatu daerah, keberadaannya menjadi sangat vital bagi kegiatan perikanan suatu daerah. Namun pada prakteknya pemanfaatan dari fasilitas-fasilitas pelabuhan tersebut banyak tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional yang tersedia serta memperoleh suatu landasan perencanaan dan pengembangan fasilitasdi Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa deskriptif dengan pengambilam sampel yang merupakan Stakeholders dari PPP Muncar secara Purposive Sampling. Analisa data untuk mengetahui tingkat pemanfaatan menggunakan metode presentase yang didasarkan pada pendayagunaan fasilitas (Lubis, 2000) dan analisa tingkat kebutuhan menggunakan analisa estimasi. Untuk memperoleh landasan untuk perencanaan dan pengembangan fasilitas digunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity).Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas fungsional yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Banyuwangi kondisi fisiknya masih baik dan masih layak digunakan namun ada beberapa fasilitas yang kurang terawat, tingkat pemanfaatan TPI 0%. Hasil analisis estimasi menunjukkan bahwa jumlah produksi ikan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, jumlah kapal keluar dan jumlah kapal masuk diperkirakan akan terus mengalami penurunan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, sedangkan jumlah nelayan terus mengalalami peningkatan. Hasil analisis SWOT untuk mengetahui strategi perencanaa dan pengembangan di PPP Muncar didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan (S = Strength) untuk memanfaatkan suatu peluang (O = Opportunity). Fishing port has been a center of all fisheries activity of a coastal area, its presence has been a vital factor for fisheries activity of an area. But in the reality the utilization of fishing port functional facility doesn’t working as e expected. The study aims to determinate the condition of functional facilities, to analyze the rate of utilization, and analyze necessity rate of the current condition of functional facilities and generating bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The method used in this study was descriptive method using the fishing port stakeholders as sample by purposive sampling. Data analysis that used analyzing the utilization rate of functional facilities was percentage method based on the facility utilization (Lubis, 2000) and necessity analysis using estimation analysis. SWOT (Strength, Weakness, Threat, Oportunity) analysis used to figure the bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The result obtained that the existing facilities at the Muncar Coastal Fishing Port was still good condition and still proper to use but some of them poorly-maintained, TPI’s utilization rate 0%. From the result of estimation analysis the number of fish producing, fishing boat and fishing gear estimated will be decreasing each year within the next five years but the the number of fishermen estimated will be increasing within the next five years. While the result obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in it’s application to use (S) strength to take advantage of an (O) opportunity.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI KABUPATEN TUBAN Tama, Trijana Adi; Wijayanto, Dian; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.674 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi kepadatan stok sumberdaya rajungan dan biomassa sumberdaya rajungan di Kabupaten Tuban, serta menganalisis nilai MSY (Maximum Sustainable Yield), MEY (Maximum Economic Yield), dan OAE (Open Access Equilibrium) dengan model bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang didasarkan pada studi kasus. Estimasi Biomassa rajungan diperoleh melalui analisis swept area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Tuban dengan luas daerah 361,14 km2 mempunyai kepadatan stok rajungan per tahun sebesar 309,53 kg/km2 dan biomassa rajungan sebesar 4.471 kg. Nilai CMSY Sumberdaya Rajungan sebesar 3.580 kg/tahun. Nilai EMSY sebesar 102 trip/tahun; CMEY sebesar 3.571 kg/tahun dengan EMEY sebesar 97 trip/tahun; nilai COAE sebesar 675 kg/tahun dengan EOAE sebesar 194 trip/tahun pada perikanan tangkap bubu rajungan. Nilai EMSY sebesar 239 trip/tahun; CMEY sebesar 3.571 kg/tahun dengan EMEY sebesar 227 trip/tahun; nilai COAE sebesar 675 kg/tahun dengan EOAE sebesar 674 trip/tahun pada perikanan tangkap jaring rajungan. Produksi rajungan Kabupaten Tuban pada tahun 2014 mencapai 27,18 ton membuktikan jika eksploitasi sumberdaya rajungan di Kabupaten Tuban mengindikasikan overfishing.
ANALISIS PERBEDAAN WAKTU PENANGKAPAN IKAN ALAT TANGKAP BRANJANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN RAWAPENING, KEC. BANYUBIRU, KAB. SEMARANG Harahap, Yupi Aulia; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.046 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki potensi sumberdaya perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan petani ikan di dalam kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Salah satu alat tangkap yang mendominasi adalah Branjang. Alat tangkap Branjang dioperasikan pada waktu siang dan malam hari, namun di Kacamatan Banyubiru, Branjang secara resmi hanya dioperasikan pada siang hari. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan 2 waktu yang berbeda yaitu siang dan malam. Trip penangkapan selama siang hari dan malam hari masing-masing 7 kali pengulangan dan 8 jam per tripnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alat tangkap Branjang dan alat bantu penangkapannya, mengidentifikasi hasil tangkapan alat tangkap Branjang, menganalisis tingkat pendapatan nelayan Branjang dengan perbedaan waktu operasi di Rawapening, dan mengetahui pengaruh perbedaan waktu operasi penangkapan Branjang terhadap hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental fishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu penangkapan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dimana nilai sig jumlah hasil tangkapan (0,539) > 0,05 H0 diterima dan nilai sig berat hasil tangkapan (0,411) > 0,05 H0 diterima. Tingkat pendapatan nelayan Branjang rata-rata per trip pada siang hari sebanyak Rp 44.500,00 sedangkan pada malam hari sebanyak Rp 43.600,00.
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN SUMBERDAYA CUMI-CUMI (Loligo Sp) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Nugraha; Mudzakir, Abdul Kohar; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.463 KB)

Abstract

Berdasarkan data statistik di PPN Kejawanan tahun 2011, hampir setengahnya 47% hasil volume produksi jenis ikan yang didaratkan di PPN Kejawanan yaitu cumi-cumi (Loligo sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek biologi dan ekonomi tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi (Loligo sp) yang meliputi produksi per usaha penangkapan (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) serta alur pemasarannya yang berada di PPN Kejawanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap cumi-cumi (Loligo sp) yang didaratkan di PPN Kejawanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 11 nelayan. Metode analisa data yang digunakan adalah metode bioekonomi model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) sumberdaya cumi-cumi pada tahun 2008-2012 di PPN Kejawanan adalah 6,54 ton/trip. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.186,47 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 5848 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.770,77 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 309 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 2.150,68 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 618 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya cumi-cumi selama 5 tahun terakhir di PPN Kejawanan sebesar 97,54%  dan alur pemasaran cumi yang didaratkan PPN Kejawanan secara langsung. Based on statistical data in the PPN Kejawanan in 2011, looks almost halved 47% of the volume production of fish landed in PPN Kejawanan is squid (Loligo sp). This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of the squid (Loligo sp) which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), Open Access Equilibrium (OAE) and marketing grooves that are in PPN Kejawanan. This research conducted in April-May 2013. Research material was unit of fishing industries was put squid (Loligo sp) that landed in PPN Kejawanan. Research method was case study descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 11 samples obtained. Data analysis method used bioeconomic method – Gordon-Schaefer Model. This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) pelagical fish potency rate for 2008-2012 in PPN Kejawanan  6,54 tonnes/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 2.186,47 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 584 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 1.770,77 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 309 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 2.150,68 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 618 trip per year. Squid (loligo sp) resource utilization rate during the last 5 years in PPN Kejawanan has an average rating of 97,54%  and groove marketing squid landed directly in PPN Kejawanan.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP JARING TIGA LAPIS (TRAMMEL NET) DI PERAIRAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Nusa Putra, Wisnu Galuh; Purnama Fitri, Aristi Dian; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.065 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi dan berat hasil tangkapan nelayan, serta menganalisis produktivitas alat tangkap trammel net. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil menggunakan metode sensus. Kapal yang digunakan sebagai sarana apung trammel net berukuran 3 GT; 3,5 GT dan 4 GT, hal ini yang menjadikan produktivitas trammel net berbeda. Metode analisis data dengan analisis uji normalitas, uji asumsi klasik, uji regresi berganda dan produktivitas. Komposisi hasil tangkapan (jumlah dan berat) yaitu: ikan belanak (mugil sp) 677,65 kg; udang putih (penaeus merguiensis) 206,11 kg; rajungan (portunus pelagicus) 29,83 kg; ikan sembilang (plotusus canius) 12,04 kg; ikan kipper (spotted scat fish) 7,27 kg; ikan barakuda (sphyraena barracuda) 1,87 kg. Nilai produktivitas alat tangkap trammel net di Desa Bedono dan Timbulsloko adalah nilai produktivitas GT (Gross Tonnage) 0,05; 0,02 dan 0,02 untuk 3; 3,5; 4 GT, nilai produktivitas kekuatan mesin 0,03 0,03 dan 0,03 untuk 3; 4; 5 kekuatan mesin, nilai produktivitas panjang jaring 0,0003; 0,0003 dan 0,0004 untuk jaring 240; 300; 360 meter. Nilai produktivitas trammel net diperairan Sayung masih dibawah ketentuan (KEPMEN-KP nomer 61/2014), sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DENGAN BUBU LIPAT MODIFIKASI TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI EKOSISTEM MANGROVE SAYUNG, DEMAK Pradenta, Gilang Bayu; Pramonowibowo, -; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.444 KB)

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan ekonomis penting. Bubu lipat merupakan alat tangkap untuk menangkap ikan demersal diantaranya kepiting bakau.Penelitian ini sangat penting dengan tujuan melestarikan populasi kepiting bakau di alam.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi yang digunakan dan menganalisis perbedaan hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan jumlah, berat dan tinggi karapas menggunakan bubu lipat dan bubu lipat modifikasi. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T dengan membandingkan jumlah, berat serta tinggi karapas pada kedua bubu. Umpan yang digunakan adalah ikan runcah segar.Hasil penelitian didapatkan jumlah alat tangkap yang terdapat di Kecamatan Sayung berjumlah 687 unit diantaranya gill net, trammel net, cotok, pancing, bagan, arad dan bubu. Perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi terdapat pada celah pelolosan berbentuk persegi panjang dengan tinggi 3 cm sesuai dengan tinggi karapas kepiting bakau untuk ukuran konsumsi serta ukuran matang gonad. Uji T terhadap berat, jumlah serta tinggi hasil tangkapan sebesar 0,017; 0,049 dan 0,020, sehingga hasil penelitian perbedaan konstruksi berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Mangrove crab is one of thefishery economically important commodity. Traps is a fishing gear to catch demersal fish including mangrove crabs. This research is really important to purpose preserve the mangrove crab populations in the nature. The purpose of thisresearch was to knowing the differences in construction of traps with modifications traps used and analyzing differences mangrove crab catches by quantity, weight and height of the carapace using traps and modified traps.This research usedexperimental method with normality test, homogenity testand T test with comparing weight, quantity and height of carapace in the bothtraps.Used bait is fresh trash fish. The result of this research gotthe amount of fishing gear in the District Sayung totaled 687 units such as gill net, trammel net, pecker, rod, lift net, trawl and traps. Construction’s differences between traps and modified traps contained in escape gap shaped have the from rectanglewith high 3 cm according to high mangrove crab carapace  for consumption size and size of mature gonads. T test for weight, quantity and height of haul is 0,017; 0,049 dan 0,020. So this research results in construction’s differences an effect of the catch.