cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TPI KEDUNG MALANG JEPARA Subehi, Sutikno; Boesono, Herry; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.639 KB)

Abstract

Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries mutlak dilakukan. Hal ini dikarenakan dampak dari penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan berupa kerusakan lingkungan serta overfishing. Di TPI Kedung Malang, alat tangkap yang digunakan antara lain: gill net, dogol, arad dan rawai. Menurut Permen KP No.71 tahun 2016, gill net dan rawai termasuk alat tangkap yang diperbolehkan dioperasikan, sedangkan arad dan dogol termasuk kategori alat tangkap yang dilarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan teknologi penangkapan ramah lingkungan serta strategi perbaikan perikanan tangkap ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu dengan wawancara kepada nelayan dan observasi langsung di lapangan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori ramah lingkungan di TPI Kedung Malang adalah rawai, gill net dan dogol, sedangkan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan adalah arad bahkan cindering merusak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rawai, gill net dan dogol termasuk alat tangkap ramah lingkungan, sedangkan arad termasuk alat tangkap yang merusak. Modifikasi alat tangkap dogol dan arad perlu dilakukan untuk meningkatkan selektivitas penangkapannya
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN PANAH DAN BUBU DASAR DI PERIRAN KARIMUNJAWA Pratama, Ficka; Boesono, Herry; Hapsari, Trisnani
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.889 KB)

Abstract

Karimunjawa is an Archipelago with good coral and abundant reef fish production. One of fishing gears that used in catch reef fish is spear gun and bottom traps. The using of compressor by spear gun is judged dangerous, so bottom traps is an alternative for catch the reef fish without using compressor. The objective of this research is to analysis feasibility of fishing effort with spear gun and bottom traps that is saw from financial aspect. Sampling method that used is snowball sampling, with number of the sample is 30 respondent. The data taking in this research is trough interview and observation. In this research is found that economic aspect of spear gun effort needs IDR34.696.500 of financial capital, total cost IDR204.546.920, income IDR237.733.500, profit IDR33.186.580. Bottom Traps effort needs capital financial IDR45.488.333, total cost IDR208.525.402, income IDR258.497.000, profit IDR49.971.598. Base on financial analysis on Spear Gun, found that the NPV’s value is IDR216.790.754, IRR 92%, B/C Ratio 1,16, ROI 95%, Payback Period is 1 year and Profitability Index is 6,2. Whereas the Bottom Traps found that the NPV’s value is IDR313.828.168, IRR 101%, B/C Ratio 1,23, ROI 110%, Payback Period is 0,91 year and Profitability Index is 6,9. The conclusion from this research is bottom traps has more suitable than spear gun.
UJI PERFORMANSI ALAT PEMISAH LIMBAH CAIR BERMINYAK (OILY WATER SEPARATOR) UNTUK KAPAL PERIKANAN DALAM SKALA LABORATORIUM Wibowo, Tri Wahyu; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.028 KB)

Abstract

Perkembangan jumlah armada kapal perikanan membawa implikasi terhadap pencemaran lingkungan perairan akibat pembuangan limbah cair berminyak dengan kuantitas dan kualitas yang semakin meningkat yang disebabkan oleh kapal perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi dan perkiraan biaya OWS antara buatan luar (CYF-0.05Y) dengan buatan lokal (Prototipe BBPPI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. OWS CYF-0.05Y memiliki efektivitas pemisahan lebih besar 1,6% yaitu 77,3 % sedangkan OWS BBPPI hanya 75,7 %. Kapasitas kerja alat OWS BBPPI lebih besar 63,67 liter/jam yaitu 176,33 liter/jam sedangkan OWS CYF-0.05Y hanya 112,66 liter/jam. Untuk biaya listrik pada saat pengoperasian OWS BBPPI dengan bahan uji 10 liter dengan waktu pemrosesan selama 3 menit 36 detik lebih rendah Rp. 2,- (Dua Rupiah) yaitu senilai Rp. 3,- (Tiga Rupiah) sedangkan OWS CYF-0.05Y selama 5 menit 32 detik senilai Rp. 5,- (Lima Rupiah). Estimasi biaya untuk pembuatan sebuah OWS untuk satu unit alat OWS buatan luar dengan tipe CYF-0.05Y yaitu Rp. 7.900.000,- (Tujuh Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) sedangkan harga OWS buatan lokal yaitu Rp. 6.100.000,- (Enam Juta Seratus Ribu Rupiah). Selisih harga kedua OWS adalah Rp. 1.800.000,- (Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) lebih murah OWS buatan lokal. The growth of fishing vessels carries implications to aquatic environment pollution due to the increasing quantity and quality of oily liquid waste disposal, originated from those fishing vessels. Nevertheless, the captain and/or the crew should, as early as possible, attempt to prevent pollution from happening as produced by the vessel in order to avoid or at least reduce polluting oil spill. This research aims at knowing the performance and the estimated costs of the operation of foreign- (CYF-0.05Y) and local-made (BBPPI’s prototype) oily water separator. This research applies experimental method which is employed to seek the influence of certain treatment over one thing to another.OWS CYF-0.05Y has 1,6 % greater separation effectiveness than BBPPI OWS holding only 75,7 %, that is 77,3 %. Performance capacity, BBPPI OWS holds 63,67 % lt/hr larger than CYF-0.05Y OWS—that is 176,33 lt/hr for BBPPI OWS and 112,66 lt/hr for CYF-0.05Y OWS. Meanwhile, for electricity costs spent during BBPPI OWS operation taking 3 minutes 36 seconds leads to Rp 2,- (two rupiah) lower that CYF-0.05Y OWS—BBPPI OWS costs Rp 3,- while CYF-0.05Y OWS costs Rp 5,- with 5 minutes 32 seconds operation. Estimated cost to manufacture a single unit foreign-made OWS type CYF-0.05Y is Rp 7.900.000,- (Seven million and nine hundred thousand rupiah) while a local-made OWS takes Rp 6.100.000,- (Six million one hundred thousand rupiah). The difference between the two is Rp 1.800.000,- (A million and eight hundred thousand rupiah) ranking local-made OWS cheaper.
ANALISIS ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PANGGUNG JEPARA Ernnaldi, Tri Asta; Wibowo, Bambang Argo; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.592 KB)

Abstract

Aktifitas penangkapan ikan sudah sangat memprihatinkan, dikarenakan adanya aktifitas penangkapan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan adanya penambahan alat tangkap yang tidak dikelola dengan baik dalam jangka panjang akan mendatangkan bencana kerusakan sumberdaya di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status alat tangkap berdasarkan kategori alat tangkap ramah lingkungan dan unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di TPI Panggung Jepara. Metode yang digunakan adalah analisi deskriptif. Analisis data meliputi tingkat keramahlingkungan alat tangkap yang ada di TPI Panggung Jepara, yaitu Gill net, Dogol, dan Arad berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 1995. Hasil analisis dan skorsing alat tangkap menunjukkan bahwa alat tangkap Gill net sangat ramah lingkungan dengan skor 31,9, alat tangkap Dogol juga ramah lingkungan dengan dengan skor sebesar 24,8 dan alat tangkap Arad tidak ramah lingkungan dengan skor 17,9.
STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL Nurdyana, Emylyani; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.179 KB)

Abstract

The success of the capture and processing and marketing of fish caught in Tegalsari Port Fishery should be supported by the provision of adequate infrastructure and basic facilities both functional and supporting facilities at the Tegalsari Port of Fisheries fishing port, it is necessary to srtategi / analysis can provide input as to the priority should be to get the development of the more leverage. This study aims to determine the condition of basic and functional facilities in the PPP Tegalsari, analyzing the utilization rate of basic and functional facilities in the PPP Tegalsari, and provide strategies to increase utilization of PPP Tegalsari. The research was conducted using descriptive method by direct observation in the field, and the respondents from those who know the exact circumstances and problems surrounding environment. As for analyzing strategies to improve utilization of the port facilities are basic and functional analysis method used and the level of utilization of SWOT analysis. Facilities at the port level utilization was found that 81.6% of land Tegalsari PPP, groove cruise 40,3%, 17,1% harbor expansive pool, pool depth port 68,75 %, 166,9% dock , TPI 75,23%, 44.33% and a parking area. Strategies to increase the utilization optimization can be done include port facilities, increase yield, type and value of production of fishing effort; maintenance and development of basic amenities, functional, and supporting PPP Tegalsari; improving the quality of human resources through training and empowerment of fishermen and baskets, Developing cooperation with industry fish processing, and the addition of environmentally friendly fishing gear in accordance with the target economically important fisheries
STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS, PADANG, SUMATERA BARAT DITINJAU DARI ASPEK PRODUKSI Ikhsan, Suci Asrina; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.294 KB)

Abstract

Pengembangan pelabuhan perikanan didasari oleh tujuan untuk mengembangkan produksi perikanan, pemanfaatan sumberdaya laut yang lebih optimal dan menggiatkan perekonomian masyarakat nelayan sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan nelayan sehingga PPS Bungus merupakan salah satu pelabuhan di Sumatera yang bisa untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas dasar, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang, menganalisis tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar, fungsional serta melakukan analisa strategi pengembangan PPS Bungus ditinjau dari aspek produksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 di PPS Bungus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel Purposive Sampling serta menggunakan analisa data yaitu tingkat pemanfaatan fasilitas dengan metode pemanfaatan, tingkat kebutuhan dengan metode analisa estimasi dan menentukan strategi kebijakan pengembangan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPS Bungus kondisi fisiknya masih baik dan masih layak pakai, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 65%, luas kolam pelabuhan 89,77%, dan dermaga 96%. Kekuatan pada analisis SWOT adalah pelabuhan yang strategis, pelayanan yang mudah, fasilitas yang masih layak pakai, jumlah produksi yang meningkat setiap tahunnya, dan kolam pelabuhan secara alami dari teluk. Peluang strategi pengembangan PPS Bungus pangsa pasar yang potensial, merupakan kawasan minapolitan, kawasan PPS Bungus terdapat industri perikanan, dan dekat dengan daerah penangkapan ikan. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang. Development of fishing ports based on the purpose developing fishery production, utilization marine resources optimally and strengthening the economy fishing communities that are likely to be able increase the income of fishermen so that Bungus Ocean Fishing Port is one of the ports in Sumatera, which could be developed. This study aims to analyze the condition for basic facilities, functional facilities, and support facilities, analyze the level to utilize and the need for basic facilities, functional and analyze Bungus Ocean Fishing Port development strategy in terms aspects of production. This studied was funded in December 2014 in Bungus Ocean Fishing Port. The methods used in this research is descriptive method with sampling using purposive sampling and data analysis is the level of utilization the facilites with the use of the method, the level of needs analysis estimation method and determine the strategy of development with SWOT analysis. The results obtained indicate that the existing facilities in Bungus Ocean Fishing Port physical condition is still good and still worth taking, the shipping channel utilization rate of 65%, 89.77% harbor expansive pool and dock 96%. The strength of the SWOT analysis is a strategic port, easy service, facilities still worth taking, the amount of production is increasing every year, and a natural harbor. Opportunities of the Ocean fishing Port development strategy has a huge potential market, is Minapolitan, there Bungus Ocean Fishing Port region's fishing industry, and close to the fishing grounds. SWOT analysis results showed the application of SO strategy (Strength-opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) MODEL GORDON SCHAEFER DI PERAIRAN RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Munica, Dian; Triarso, Imam; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.217 KB)

Abstract

Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang terdapat penangkapan ikan Gabus (Ophiocephalus striatus). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik perikanan tangkap, menganalisis potensi dan pemanfaatan sumberdaya khususnya pada keadaan bioekonomi sumberdaya ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) dengan indikator MSY, MEY, dan OA, dan menganalisis kelayakan usaha ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) di Kabupaten Semarang. Metode analisis bioekonomi menggunakan model surplus produksi Gordon Schaefer dengan data jumlah trip penangkapan dan data produksi ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) selama 8 tahun (tahun 2007-2014). Identifikasi usaha produsen dilakukan analisis keuntungan, R/C, dan BEP. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Analisis dengan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer menghasilkan batasan penangkapan ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) lestari (MSY) sebanyak 108.624 kg/tahun dan EMSY 46.610 trip/tahun. Sedangkan penangkapan optimum (MEY) 89.528 kg/tahun dan EMEY 27.067 trip/tahun. Kondisi open access (OA) produksinya sebanyak 105.793 kg/tahun dan EOA 54.134 trip/tahun. Hasil analisis keuntungan untuk usaha penangkapan Bubu/Icir (Traps) menunjukkan keuntungan rata-rata nelayan sebesar Rp 14.052.492/tahun. Nilai R/C rata-rata 1,83 berarti usaha penangkapan masih layak untuk dilanjutkan. Analisis BEP memperoleh nilai 1,95 kg/trip. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) telah mengalami over fishing. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya secara biologi adalah 197%.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TERI (STOLEPHORUS SPP.) DI PERAIRAN PEMALANG Rahmawati, Meliza; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.108 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak ditangkap oleh nelayan di kabupaten Pemalang. Peningkatan teknologi penangkapan akan berkaitan dengan masalah kelimpahan/kesediaan stok sumberdaya perikanan, untuk itu perlu dikaji tentang jumlah kelimpahan/kesediaan stok dan menentukan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (MSY) agar bisa memanfaatkan sumberdaya dengan optimal namun tetap menjaga kelestarian stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecendrungan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri di perairan Pemalang, mengaplikasikan metode Schaefer sehingga didapatkan upaya penangkapan optimum lestari (EMSY) dan hasil tangkapan maksimum lestari (CMSY), upaya penangkapan ekonomi lestari (EMEY) dan hasil tangkapan ekonomi lestari (CMEY), dan menganalisis pola musim penangkapan ikan Teri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian penelitian terapan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Hasil Penelitian menunjukan persamaan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri (CPUE) = 0,064648  0,00000076E. EMSY sebesar 42.614 trip/tahun dan nilai CMSY sebesar 1.382 ton/tahun. Sedangkan nilai EMEY sebesar 28.652 trip/tahun dan CMEY sebesar 1.234 ton/tahun. Pola musim penangkapan ikan Teri di perairan Asemdoyong terjadi pada bulan Maret, Juli, Agustus, dan September yang merupakan puncak musim penangkapan ikan Teri, hal ini ditunjukan dengan nilai Indeks musim penangkapan (IMP) dari bulan-bulan tersebut yang di atas 100%.
Analisis Kinerja Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra dalam Usaha Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Kabupaten Indramayu Nurhayati, Eka Siwi; Mudzakir, abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.683 KB)

Abstract

Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra memiliki peran menggerakkan perekonomian anggota. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat ukur untuk mengetahui kinerja dan capaian sasaran sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Karangsong dan KPL Mina Sumitra. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Pengambilan sampel anggota KPL menggunakan metode quota sampling sedangkan pengambilan sampel karyawan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis kinerja TPI menggunakan Manufacturing Cycle Efficiency (MCE) sedangkan analisis kinerja koperasi menggunakan Balanced Scorecard (BSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja TPI mendapatkan skor 1,048, artinya kegiatan lelang di TPI Karangsong berjalan efisien. Adapun analisis  kinerja KPL Mina Sumitra dilihat dari empat perspektif menunjukkan bahwa perspektif keuangan dinilai dengan pencapaian 75%, perspektif pelanggan dengan pencapaian 90,64%, perspektif bisnis internal dengan pencapaian 93,75% sedangkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan capaian 87,25%. Hasil pengukuran kinerja dengan metode BSC ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi KPL Mina Sumitra dalam menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
PENGARUH PERBEDAAN WARNA KRENDET DAN KEDALAMAN DAERAH PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PANTAI WARU PERAIRAN WONOGIRI Andriyani, Sinta; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.626 KB)

Abstract

Penelitian tentang teknologi penangkapan lobster dengan modifikasi warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan diperlukan agar mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna krendet (merah dan transparan) dan kedalaman daerah penangkapan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2013 di Pantai Waru, Paranggupito, Wonogiri menggunakan metode eksperimental fishing. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh perbedaan warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada krendet merah di kedalaman 8-10 m sebesar 1930 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 4190 gram, krendet transparan kedalaman 8-10 m 1530 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 2350 gram. Hasil analisis dengan taraf uji 0,05 pada krendet transparan nilai sign = 0,087 menunjukan bahwa H0 diterima dan merah nilai sign = 0,002 H0 ditolak, dan sign kedalaman daerah penangkpan 8-10 m = 0,405 H0 diterima dan kedalaman daerah penangkpan 3-5 m = 0,007 sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa krendet merah dengan kedalaman daerah penangkapan 3-5 m lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan. Tidak ada interaksi dari kedua perlakuaan tersebut. The Research on the technology fishing lobster with modify the krendet’s colour and the fishing ground depth in order to get more catching result. The aims to determine the influence of difference the krendet’s colour (red and transparent) and the fishing ground depth to catch lobster. The research was done in December 2013 at Waru beach, Wonogiri using experimental fishing method. The result showed that there was influence in the difference of the krendet’s colour and the fishing ground depth, it was proved by the catching result of the red krendet at a depth of 8-10m  was 1930 grams and at a depth of 3-5m  was 4190 grams, where as the transparent krendet­­ at a depth of 8-10m was 1530 grams and at a depth of 3-5m  was 2350 grams. The analysis  result with adequate test 0,05 on the transparent with sign = 0,087 showed that H­0­ was accepted whether the H0 of the red one with sign = 0,002 was declined, and the sign in the fishing ground depth of 8-10 m was 0,405 so the H0 was accepted where as the sign in the fishing ground depth  of 3-5 m was 0,007 so the H0 was declined. Based on the result, it can be concluded that the red krendet on the fishing ground depth in 3-5 m had more catching result. There was no interaction on the mentioned treatments.