cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERIKANAN TANGKAP BAGAN PERAHU (Boat Lift Net) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Ramadhan, Habibie; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.056 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Faktor produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah modal dan biaya pengeluaran atau modal kerja. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Bagan perahu adalah alat tangkap yang banyak digunakan di PPP Morodemak untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan alat tangkap bagan perahu di PPP Morodemak memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu seperti layur (Trichiurus sp), cumi-cumi (Lolligo sp) dan teri (Stelophorus sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek teknis alat tangkap bagan perahu (boat lift net) di PPP Morodemak, menganalisis pendapatan, biaya atau modal kerja dan laba atau rugi usaha penangkapan, menganalisis tingkat kelayakan finansial usaha perikanan tangkap bagan perahu (boat lift net) di PPP Morodemak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2014 di PPP Morodemak. Netode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel menggunakan snowball sample. Model analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C ratio, IRR dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha perikanan tangkap bagan perahu sebesar Rp. 377.142.250 per tahun, saldo yang diperoleh pada tahun kesepuluh yaitu sebesar Rp. 40.636.329,01. Usaha perikanan tangkap bagan perahu di PPP Morodemak layak dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan nilai rata-rata NPV 358.424.352,60, nilai rata-rata IRR 48,27 %, rata-rata payback period 5,75 tahun dan nilai rata-rata B/C ratio adalah 1,18. Hal ini membuktikan bahwa usaha perikanan tangkap bagan perahu di PPP Morodemak layak dijalankan. Fishing business is an economic activity that is influenced by production in order to earn a profit. Production factors referred to this study are the capital and expenditures or working capital. Fishing business is considered succesful if it gives the maximum benefit for fisheries producer. Boat lift net is one of the fishing gears that is used widely in the Morodemak coastal fishing port (PPP) for catching fish. The yield of fish captured by this(boat lift net) fishing gear has a high economic value, such as layur (Trichiurus sp), squids (Lolligo sp) and anchoives (Stelopherus sp). The aim of this study was to analyze the revenues, expenses or working capital and profit or loss of fishing business, nad to analyze the financial feasibility of fisheries of business of boat lift net. The research was carried out in June 2014in Morodemak coastal fishing port (PPP). The method used in this research was descriptive method with sampling method using snowball sample. Data analysis used analysis of the feasibility of several indicators including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback period. The results showed that the rate level of captured fiheries revenues of boat lift net was Rp. 377.142.250 per year and  the saldo is obtained in tenth year Rp. 40.636.329,01. The boat lift net operation observed  in Morodemak coastal fishing port (PPP) was viable since the NPV value was positive  with the average value 358.424.352,60, the average value of IRR was 48,27 %, the average payback period was 5,75 years, and  the average value of B/C ratio was 1,18. This concluded that the fishery business of boat lift net in Morodemak coastal fishing port (PPP) was worth running.
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN PERAIRAN DENGAN JARING ARAD (Mini Trawl) DI PERAIRAN DEMAK Prasetyo, Ganang Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.545 KB)

Abstract

Desa Betahwalang terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memilki potensi tinggi pada perikanan rajungan (Portunus pelagicus). Kegiatan penangkapan rajungan akan lebih efektif dan efisien apabila daerah penangkapan rajungan dapat diduga terlebih dahulu, serta pengkajian perbedaan kedalaman perairan dilakukan, karena kedalaman perairan sangat berpengaruh terhadap siklus kehidupan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan dan daerah penangkapan rajungan berdasarkan perbedaan kedalaman perairan dengan jaring arad di perairan Demak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan metode penentuan sampling  purposive sampling dan metode pengambilan sampel adalah metode gridding. Jenis hasil tangkapan rajungan yang didapat antara lain Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, dan Portunus sanguinolentus. Terdapat dua kisaran kedalaman perairan yaitu kedalaman A (0 – 5 meter) dan kedalaman B (5,5 – 10 meter). Pada kedalaman B (5,5 – 10 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin besar, namun jumlah rajungan yang didapat semakin sedikit, dan didominasi rajungan berjenis kelamin betina. Sebaliknya, pada kedalaman A (0 – 5 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin kecil, namun jumlah rajungan yang didapat semakin banyak, dan didominasi rajungan berjenis kelamin jantan. Betahwalang village located in Demak, Central Java, is one of the areas that have a high potential in the fisheries swimming crab (Portunus pelagicus). Cacthing for swimming crab would be more effective and efficient when fishing ground of swimming crab can be predicted in advance and differences in water depth study, the water depth affects the life cycle of swimming crab. The purpose of this reasearch was to analyze the catch and fishing ground of swimming crab at different water depth with mini trawl in Demak waters. The method in research used descriptive method. The method of determinig the sampling used purposive sampling and the sampling method used gridding method. Type catches the swimming crab is Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, and Portunus sanguinolentus. There are two ranges A water depth is the depth (0 - 5 meters) and the depth B (5,5 - 10 meters). In depth B (5,5 - 10 meters),the weight and size of swimming crab attaching to the greater, however meager, are predominantly female swimming crab sex. In contrast, at a depth A ( 0- 5 meters), weight and size of the swimming crab attaching to the smaller, but amounted to much,  and swimming crab-sex male dominated.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANGMEMPENGARUHI HARGA IKAN KAKATUA (Scarus Sp) DI PULAU PANGGANG, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Lestari, Diana Puji; Bambang, Azis Nur; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.771 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Kakatua di perairan pulau Panggang dan mengetahui distribusi pemasaran ikan kakatua (Scarus Sp). Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Hasil percobaan menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan kakatua adalah jumlah produksi. Karena saat produksi ikan Kakatua menurun maka harga akan naik, dan permintaan ikan akan turun. Saat produksi ikan meningkat maka harganya akan turun. Sedangkan, pada faktor kualitas tidak berpengaruh karena kualitas ikan kakaktua yang telah di daratkan memiliki kualitas yang baik dan masih segar. Sementara itu, jumlah bakul tidak berpengaruh terhadap harga ikan, karena harga produksi ikan ditentukan oleh tengkulak. Distribusi pemasaran ikan di Pulau Panggang merupakan distribusi pemasaran yang relatif panjang, karena proses pengiriman barang dari produsen ke konsumen mencakup beberapa pelaku pemasaran dari dalam pulau Panggang ke luar pulau Panggang.
ANALISIS PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TASIKAGUNG KABUPATEN REMBANG UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP Nugraheni, Hestyavida; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.266 KB)

Abstract

The increased of fisheries production was supported by an increased the number visits of ships in PPP Tasikagung. Increased of its should be balanced with good management of PPP Tasikagung. This research objective was to determine the condition facilities in PPP Tasikagung, knew the managements of activities and facilities in PPP Tasikagung, and analyzed appropriate strategies to be applied in the management of PPP Tasikagung which was expected to provide useful output for all aspects of PPP Tasikagung. The method used in this research was descriptive by SWOT analyzed was identified the various factors in order formulated a strategy for the proper management. The results showed that the existing facilities at the Coastal Fishery Port of Tasikagung was still a good physical condition and was still proper to used, as good as that activities from landed fish, fish processed, until marketing the fish was good work, problem only occurred in the absence of cold storage facility and hygienic TPI. While the results obtained from the application of SWOT analysis was S-O strategy (Strength-Opportunity) in its application used force to take advantage of an opportunity.
ANALISIS MODIFIKASI FYKE NET (HARI AMI) TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN TUNGGULSARI REMBANG Khasanan, Dwi Puji Hariyanto; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.567 KB)

Abstract

Fyke net (Hari ami) dalam bahasa Jepang, Hari artinya “terentang” sedangkan Ami adalah “jaring”, sehingga dapat didefinisikan Hari Ami adalah jaring yang terentang di perairan karena pengaruh arus air dan pasang surut. Pasang surut yang dimaksud termasuk pasang surut semi diurnal artinya bila dalam sehari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang hamper sama tingginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pengaruh modifikasi dan penambahan penaju terhadap hasil tangkapan Kepiting bakau (Scylla serrata) di perairan estuari Tunggulsari, Kaliori, Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Fyke net modifikasi adalah Fyke net dengan perbedaan posisi sayap dan penambahan penaju. Hasil perhitungan dengan SPSS didapatkan nilai sig pada modifikasi sayap tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net modifikasi sayap sebesar 5,92 ekor yang lebih kecil dari Fyke net tanpa modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Penambahan penaju dari alat tangkap Fyke net (Hari ami) pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan, dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net penambahan penaju sayap sebesar 6,62 ekor yang lebih kecil dari Fyke Net tanp modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Interaksi antara perbedaan konstruksi Fyke net (Hari ami) dengan penambahan penaju terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai sig jumlah hasil tangkapan sebesar 0,65> 0,05 dan berat hasil tangkapan sebesar 0,160 > 0,05 maka H0 diterima dan tidak berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan. The Fyke net (Hari ami) it means, Hari is a "stretched" and Ami is a "net" so that Hari Ami had meant to be “the net stretched in the waters because the influence of water currents and tidal range”. Semi diurnal tide itself meant, if in the one-day happened two times almost as high as both of tidal range. The purposed of this researched to determined the effected of interaction between modification and addition “penaju” to catch mangrove crab (Scylla serrata) in estuarine waters area of Tunggulsari, Kaliori, Rembang. The method used in this researched the experimental fishing with modification Fyke net both of wings modification position and added “penaju”.The resulted SPSS Sig valued obtained on wings-modification not influenced toward the number of catching crabs, with catching average value Fyke net modification about 5.92 tails smaller than original Fyke Net 7.58 tails. The addition “penaju” leader Fyke net in this researched also not effected to the number of catching crabs, with catching average value from the leader Fyke net additions about 6.62 tails smaller than original Fyke net about 7,58 tails. Interaction between both of gears, the original and modification Fyke net (Hari ami) towards catching crabs with significant number of 0.65 > 0.05 and the weight 0.160 > 0.05 so these meant H0 was accepted and not affected with the amount of catching crabs, and the weight was too.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MISOYO MARDI MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SARANG, KABUPATEN REMBANG Merdiana, Shervinda Eky; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.705 KB)

Abstract

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengetahui apakah koperasi sudah baik, maka perlu diketahui kinerjanya. Analisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino  sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengidentifikasi unit – unit usaha yang dikelola KUD Misoyo Mardi Mino 2) menganalisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino dengan menggunakan analisis Balance Score Card (BSC). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan 100 responden, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Misoyo Mardi Mino mempunyai beberapa unit usaha diantaranya penjualan solar (SPDN), pembayaran rekening listrik dan air, dan jasa sewa gedung atau waserda. Adapun analisis hasil perspektif keuangan dengan indikator rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas didapatkan hasil sebesar 17,5 %, sedangkan analisis perspektif non keuangan menunjukkan bahwa perpektif pelanggan (anggota) KUD Misoyo Mardi Mino mendapatkan hasil sebesar 32,11%, sedangkan perspektif bisnis internal mendapatkan hasil sebesar 36,36%, Terakhir adalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan didapatkan nilai sebesar 22,5%.  Hasil keseluruhan empat perspektif Balanced Score Card sebesar 85,97% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sesuai dengan standar penilaian kinerja BSC, kriteria sangat baik dengan tingkat pencapaian >81%. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERBENTUKNYA HARGA IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta) HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI TPI BULU KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Larasati, Hapsari; Bambang, Azis Nur; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.845 KB)

Abstract

Harga merupakan nilai suatu barang dan jasa yang diukur dengan sejumlah uang, merupakan factor penting yang selalu diperhatikan penjual dan pembeli, terbentuk dari interaksi beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan nilai produksi ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di TPI Bulu, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta), dan menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis korelasi linier berganda. Analisis statistik yang digunakan adalah software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh produksi, jumlah bakul, mutu, dan harga ikan substitusi terhadap pembentukan harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) sebesar 66,6 % untuk ikan besar dan 62,2 % untuk ikan kecil. Faktor produksi dan mutu adalah faktor yang memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembentukan harga ikan Kembung Lelaki karena memiliki nilai koefisien korelasi (r) mendekati -1 atau +1.
ANALISIS FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KAB. KENDAL DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN Muslim, Edhi Bachtiar; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.268 KB)

Abstract

Tahun 1999, tempat ini dikenal sebagai TPI Tawang, kemudian pada tahun 1999/2000 dibangun dengan anggaran SPL-OECF INP 22 menjadi PPI. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/MEN/2004 tanggal 25 Februari 2004, ditingkatkan statusnya menjadi PPP, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pemerintah Daerah dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan fasilitasi produksi dan pemasaran hasil perikanan di wilayahnya, pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan untuk pelestariannya, dan kelancaran kegiatan kapal perikanan, serta pelayanan kesyahbandaran perikanan.Dari hasil penelitian didapat bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPP Tawang kondisi fisiknya masih baik dan masih layak dipakai, baik itu fasilitas dasar maupun fungsional. Tingkat pemanfaatan didapatkan pada alur pelayaran adalah 55%, pada dermaga nilai tingkat pemanfaatannya sebesar 60%, dan pada gedung pelelangan (TPI) nilai pemanfaatannya sebesar 19%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa optimalisasi fasilitas dasar dan fasilitas fungsional seluruhnya belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang. In 1999, this place was known as TPI Tawang. On the 1999/2000 budget was built with SPL - OECF IVI 22 to PPI. Through the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 12/MEN/2004 dated February 25, 2004, upgraded to PPP, which was under and responsible to the Local Government and the Director General of Capture Fisheries, Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, which has the main task to implement the facilitation of production and marketing of fishery products in the region, monitoring the utilization of fish resources for preservation, and the operation of fishing boats, and harbormaster services.The result was the existing facilities in PPP Tawang was still a good physical condition and still feasible to use, both basic and functional facilities. The utilization rate was found in shipping lanes is 55 %, the value of the dock utilization rate of 60 % and the trading house (TPI) value of 19 % utilization. From the results it can be concluded that the optimization of the basic facilities and fully functional facility has not been utilized optimally. of  SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of  an opportunity.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BOTTOM SET GILL NET DENGAN UMPAN IKAN PETEK SEGAR DAN ASIN (Leiognathus sp.) DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Iporenu, Hanefa Elola; Purnama Fitri, Aristi Dian; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.775 KB)

Abstract

Kabupaten Jepara mempunyai sumberdaya ikan yang cukup besar dengan potensi 1.543,10 ton per tahun dan juga memiliki berbagai ragam jenis alat tangkap yang dioperasikan. Salah satunya adalah tangkap gill net yang menjadi alat tangkap dominan di Kabupaten Jepara. Prinsip dari alat tangkap gill net menangkap ikan dengan menunggu ruaya/datangnya kemudian terjerat pada insangnya. Pada penelitian ini adanya penambahan umpan pada bottom set gill net diharapkan lebih efektif dan efisien dari segi penangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober dan Desember 2012 di Perairan Jepara. Tujuan dari pelaksanaan penelitian yaitu mengetahui kondisi perikanan tangkap dan keadaan oceanografis Kabupaten Jepara, mengetahui dan menganalisis jenis dan jumlah hasil tangkapan bottom set gill net tanpa umpan dan yang menggunakan umpan serta mengetahui dan menganalisis pengaruh umpan ikan petek segar dan asin (Leiognathus sp.) terhadap hasil tangkapan di Perairan Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dan analisis data menggunakan SPSS 16 dengan uji T. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan umpan ikan petek segar pada bottom set gill net tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (p > 0,05). Penggunaan umpan ikan petek asin pada bottom set gill net tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (p > 0,05). Penggunaan umpan yang berbeda (ikan petek segar dan asin) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan (p > 0,05).
ANALISIS PENGGUNAAN LAMPU LED DAN LAMA PERENDAMAN JARING TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus Spp.) BAGAN TANCAP (Lift Net) DI PERAIRAN MORODEMAK Oktafiandi, Hega; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.59 KB)

Abstract

Bagan tancap menggunakan cahaya lampu sebagai atraktor. Cahaya lampu merupakan suatu bentuk alat bantu secara optik yang digunakan untuk menarik dan mengkonsentrasikan ikan. Sejak waktu lama metode ini telah diketahui secara efektif di perairan air tawar maupun di laut, untuk menangkap ikan secara individu maupun secara bergerombol. Kegunaan cahaya lampu dalam metode penangkapan ikan adalah untuk menarik ikan, serta mengkonsentrasikan dan menjaga agar ikan tetap terkonsentrasi dan mudah ditangkap. Perpotongan interaksi terjadi pada lampu 9 watt menuju ke lampu 12 watt sehingga terjadi suatu interaksi dari kedua variabel uji. Menggunakan lampu LED 5 dan 9 watt dengan lama perendaman jaring (immersing) selama 5 jam lebih efektif dibandingkan dengan lama perendaman jaring selama 4 jam. Sedangkan pada lampu 12 watt hasil tangkapan lebih dominan pada lama perendaman jaring selama 4 jam. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagan tancap (lift net), lampu dan alat pendukung lainnya seperti GPS, meteran gulung, timbangan, echosaunder, luxmeter. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu suatu penyelidikan yang terencana untuk memperoleh fakta baru atau untuk memperkuat maupun membantu fakta yang telah ada sebelumnya. Uji ini dari nilai F-test sebesar 5,823 dan signifikansi 0,28. Dengan menggunakan signifikansi 5% (α = 0,05) dan degree of freedom (n-k-1), dihasilkan F tabel sebesar 1,03, sedangkan F hitung dari hasil output SPSS sebesar 5,823. F hitung > F tabel maka hal ini berarti H0 ditolak dan menerima H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Especially bamboo platform lift net using light as a atraktor. Light is a form of optical tools that are used to attract and concentrate the fish. Since a long time this method has been known to effectively in freshwater and in the waters of the sea, to catch fish individually and in a huddle. Uses of light bulbs in the method of catching fish is to attract fish, as well as concentrate and keep the fish remain concentrated and easily captured. Should Prioritize interaction occurs in 9 watt lamps to light 12 watt so that there were a interaction of both variables trial. LED lights use 5 and 9 watt with long soaking web (immersing) for 5 hours more effective than with long soaking web for 4 hours. While in catches the light 12 watt more dominant in long soaking web for 4 hours.The maAnchovyal used in this research is the bamboo platform lift net (lift net), lamps and other supporting tools such as GPS, the meter rolls, scales, echosaunder, luxmeter. The method used is an experimental method that is a planned an investigation to obtain new facts or to reinforce or help existing facts.  This test of the value of F-test of 5,823 and 0.28 significance. By using the significance of 5% (α = 0.05) and degree of freedom (n-k-1), the resulting F table of 1.03, while the count of the results output F SPSS of 5,823. F calculate > F table then this means that H0 is rejected and accepting H1, so it can be inferred that the free variables together effect on catches.