cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Pemanfaatan ekstrak daun Bruguiera gymnorrhiza sebagai sabun padat dan bioaktivitasnya terhadap bakteri Escherichia coli Khoeruddin Wittriansyah; Ari Kristiningsih; Theresia Evila Purwanti
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.48124

Abstract

Mangrove diketahui memiliki potensi dan manfaat yang luas bagi masyarakat Pesisir. Upaya pengembangan produk mangrove adalah menjadikannya sebagai produk sabun. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun padat dengan bahan ekstrak daun B. gymnorrhiza. Sabun B. Gymnorrhiza kemudian diuji aktivitas antibakteri terhadap E.Coli. Variabel penambahan ekstrak daun B. Gymnorrhiza  sebanyak P1 (7,5ml), P2 (15ml), P3 (20ml) dan K(0ml). Analisa Mutu Sabun B. Gymnorrhiza yang dihasilkan, meliputi pengukuran pH, stabilitas busa, dan uji hedonik (tekstur, aroma, kenampakan dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap E.Coli terbesar terdapat pada sabun P2 pada kosentrasi 100 μl yaitu sebesar (18,5 mm). pH sabun yang sesuai dengan standar SNI 3532:2016 adalah P2 dan P3. Uji stabilitas busa menunjukkan hasil untuk K (44%), P1 (50%), P2 (40%) dan P3 (44%). Bedasarkan Uji stabilitas busa tersebut, sabun padat B. Gymnorrhiza belum dikategorikan baik. Uji Hedonik menunjukkan panelis lebih menyukai sabun tanpa penambahan ekstrak daun B. Gymnorrhiza (K) untuk parameter penampakan, aroma dan warna, sedangkan untuk parameter tekstur yang paling disukai adalah P1. Bedasarkan hasil penelitian ekstrak daun B. Gymnorrhiza dapat dimanfaatkan sebagai sabun padat dan memiliki bioaktivitas untuk menghambat bakteri E.Coli.
Evaluasi Pembangunan Ekowisata Mangrove Park Kota Pekalongan, Jawa Tengah Fadila Wahyu Putri Arimbi; Rudhi Pribadi; Wilis Ari Setyati
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan Ekowisata Mangrove Park Kota Pekalongan dalam kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan dan kepuasan pengunjung. Studi ini mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama pengelolaan ekowisata, mengukur persepsi dan tingkat kepuasan stakeholder terhadap kondisi fisik, fasilitas, serta layanan yang tersedia, dan menganalisis dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem mangrove. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data persepsi menggunakan skala Likert. Sepuluh aspek yang dianalisis menggunakan skala Likert mencakup atraksi wisata, kondisi alam, kebersihan, tempat ibadah, toilet umum, gazebo, area parkir, kondisi jalan dan aksesibilitas menuju lokasi, pemasaran ekowisata, serta keterlibatan masyarakat, menghasilkan beragam persepsi sesuai kategori interpretasi. Data nilai aset ekowisata menunjukkan bahwa ekowisata ini belum mampu mengoptimalkan potensinya karena keterbatasan jumlah pengunjung. Selain itu, perubahan lingkungan pesisir, termasuk kenaikan muka air laut dan penurunan tanah, memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekowisata, mengancam infrastruktur, dan menurunkan daya tarik kawasan. Dalam jangka panjang, tanpa mitigasi yang tepat, tren penurunan kualitas lingkungan ini dapat semakin menghambat keberlanjutan Mangrove Park. Oleh karena itu, diperlukan strategi rehabilitasi ekosistem, peningkatan kualitas fasilitas dan layanan, serta optimalisasi pemasaran untuk meningkatkan daya tarik ekowisata ini.
Struktur Komunitas Karang dan Ikan Karang di Perairan Pulau Pahawang Awwaliyansyah Akbar; Henky Mayaguezz; Oktora Susanti
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46185

Abstract

Pulau Pahawang merupakan salah satu pulau di Provinsi Lampung yang memiliki ekosistem laut yang beragam, salah satunya adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang banyak digunakan bagi biota asosiasinya seperti mencari makan, berlindung, dan berkembang biak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas karang dan ikan karang, serta menganalisis keterkaitan hubungan persentase tutupan karang dan komposisi ikan karang dengan faktor fisika kimia perairan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 yang berlokasi di perairan Pulau Pahawang. Pengambilan data ikan karang menggunakan metode underwater visual census (UVC) dan pengambilan data karang menggunakan metode underwater photo transect (UPT). Data kualitas fisika kimia perairan yang diambil adalah suhu, arus, kecerahan, DO, pH, salinitas, nitrat, fosfat. Hubungan persentase tutupan karang dan komposisi ikan karang dengan parameter fisika kimia perairan dianalisis menggunakan metode principal component analysis (PCA). Kondisi tutupan karang di perairan Pulau Pahawang bervariasi dari sedang hingga baik. Persentase tutupan karang hidup di Dermaga, KJA, Rekreasi, dan Alami pada kedalaman 3 meter adalah 59,99%, 42,76%, 45,76%, dan 52,37%, sedangkan pada kedalaman 8 meter adalah 36,67%, 61,84%, 41,75%, dan 63,30%. Persentase karang mati di Dermaga, KJA, Rekreasi, dan Alami pada kedalaman 3 meter adalah 37,53%, 30,68%, 46,05%, dan 24,46%, sedangkan pada kedalaman 8 meter adalah 42,36%, 19,34%, 36,95%, dan 27,29%. Stasiun Rekreasi memiliki kondisi karang yang paling rusak. Indeks keanekaragaman ikan karang tergolong rendah hingga sedang. Kondisi fisik-kimia perairan aman sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Parameter fisika-kimia seperti kecerahan, arus, DO, pH, dan salinitas berkorelasi positif terhadap karang dan ikan karang, sementara suhu, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif.Pahawang Island is one of the islands in Lampung Province that has diverse marine ecosystems, one of which is the coral reef ecosystem. Coral reef ecosystems are widely used for associated biota such as foraging, sheltering, and breeding. The research aims to analyze the structure of coral and reef fish communities, as well as analyze the relationship between the percentage of coral cover and reef fish composition with physical and chemical factors of the waters. The research was conducted in August 2023, located in the waters of Pahawang Island. Reef fish data were collected using the underwater visual census (UVC) method and coral data were collected using the underwater photo transect (UPT) method. Physical chemical quality data taken were temperature, current, brightness, DO, pH, salinity, nitrate, phosphate. The relationship between the percentage of coral cover and reef fish composition with physico-chemical parameters was analyzed using the principal component analysis (PCA) method. The results of coral cover condition in the waters of Pulau Pahawang ranges from moderate to good. The percentage of live coral cover at Dermaga, KJA, Rekreasi, and Alami stations at a depth of 3 meters is 59.99%, 42.76%, 45.76%, and 52.37%, respectively, while at a depth of 8 meters it is 36.67%, 61.84%, 41.75%, and 63.30%. The percentage of dead coral at Dermaga, KJA, Rekreasi, and Alami stations at a depth of 3 meters is 37.53%, 30.68%, 46.05%, and 24.46%, respectively, while at a depth of 8 meters it is 42.36%, 19.34%, 36.95%, and 27.29%. The Rekreasi station has the most damaged coral condition. The diversity index of reef fish in the waters of Pulau Pahawang is categorized as low to moderate. The physicochemical conditions of the waters are safe and do not exceed the threshold values set by Government Regulation No. 22 of 2021. Physicochemical parameters such as clarity, current, DO, pH, and salinity have a positive correlation with corals and reef fish, while temperature, nitrate, and phosphate have a negative correlation. 
Analisis Morfologi dan DNA Barcoding Udang Alpheus edwardsii (Alpheidae) pada Substrat Karang Mati di Perairan Pulau Tunda, Banten Risnita Tri Utami; Ichtineza Halida Hardono; Teddy Triandiza; Hawis Madduppa; Muhamad Nur
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53393

Abstract

Substrat karang mati memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem terumbu karang, terutama sebagai habitat bagi organisme kriptik seperti krustasea dekapoda. Namun informasi mengenai keanekaragaman dekapoda kriptik pada substrat karang mati masih terbatas, khususnya di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi udang snapping (Alpheidae) yang ditemukan pada substrat karang mati di perairan Pulau Tunda, Banten, melalui kombinasi analisis morfologi dan DNA barcoding. Hasil pengamatan morfologi mengonfirmasi bahwa spesimen tersebut termasuk dalam genus Alpheus, yang dicirikan oleh capit asimetris dengan satu capit (chela mayor) berukuran lebih besar dan mampu menghasilkan suara gertakan. Analisis gen mitokondria COI menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 85,45% dengan Alpheus edwardsii yang tercatat di GenBank, dengan nilai query cover 95%. Rendahnya tingkat kemiripan ini diduga berkaitan dengan keterbatasan data referensi genetik yang berkerabat dekat dalam basis data publik. Temuan ini menegaskan pentingnya substrat karang mati sebagai habitat fauna kriptik dan mengindikasikan perlunya perluasan basis data genetik untuk meningkatkan akurasi identifikasi taksonomi dalam penelitian mendatang.
Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran di Perairan Pulau Pelapis Kalimantan Barat Indriyani Indriyani; Zan Zibar; Sofi Siti Shofiyah
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.46572

Abstract

Kualitas air memiliki peranan penting dalam mendukung kelangsungan hidup biota di perairan laut serta produktivitas masyarakat pesisir, sehingga penting untuk menilai tingkat pencemaran saat ini. Salah satu daerah pesisir yang memiliki potensi peningkatan produktivitas di sektor perikanan dan wisata bahari adalah Pulau Pelapis, Kalimantan Barat. Sebagai langkah awal, dilakukan penelitian untuk menentukan nilai indeks pencemaran dan kualitas air di perairan Pulau Pelapis berdasarkan parameter fisika-kimia air, serta menyusun peta sebaran menggunakan ArcGIS dan metode inverse distance weighting (IDW). Sampel air laut diambil pada dua belas stasiun penelitian, dengan parameter yang dianalisis meliputi suhu, kecerahan, oksigen terlarut, salinitas, amonia, total fosfat, nitrat, dan pH. Hasil analisis dibandingkan dengan baku mutu air laut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Suhu perairan tercatat antara 29,8 °C hingga 31,1°C, kecerahan bervariasi antara 1,5 hingga 4,25 meter. Rentang oksigen terlarut di perairan tersebut adalah 4,5-6,8 ppm dan rata-rata salinitas berkisar antara 28,6 hingga 31,3 ppt. Parameter pH berada dalam rentang 8,22 -8,54. Namun, konsentrasi amonia, fosfat total, dan nitrat melebihi baku mutu air laut, yaitu amonia sebesar 1,60-4,57 mg/L, fosfat total 2,51- 5,19 mg/L, dan nitrat 1-2,03 mg/L. Status mutu air perairan Pulau Pelapis, yang dianalisis menggunakan metode indeks pencemaran, menunjukkan kategori pencemaran sedang. Oleh karena itu, perencanaan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk menjaga kualitas air laut di Pulau Pelapis dalam rangka mendukung produktivitas masyarakat dam melindungi ekosistem.  Water quality plays an important role in supporting the survival of biota in marine waters and the productivity of coastal communities, so it is important to assess current pollution levels. One of the coastal areas that has the potential to increase productivity in the fisheries sector and marine tourism is Pelapis Island, West Kalimantan. As a first step, a study was conducted to determine the value of the pollution index and water quality in the waters of Pelapis Island based on the physicochemical parameters of water and compile a distribution map using ArcGIS and the inverse distance weighting (IDW) method. Seawater samples were taken at twelve research stations, and the parameters analyzed included temperature, brightness, dissolved oxygen, salinity, ammonia, total phosphate, nitrate, and pH. The analysis results were compared with the seawater quality standards of Government Regulation Number 22 of 2021. Water temperature was recorded between 29.8°C and 31.1°C; brightness varied between 1.5 to 4.25 meters. The dissolved oxygen range in the waters was 4.5 - 6.8 ppm, and the average salinity ranged from 28.6 to 31.3 ppt. The pH parameter was within the range of 8.22 - 8.54. However, the concentrations of ammonia, total phosphate, and nitrate exceeded the seawater quality standards, namely ammonia of 1,60 - 4.57 mg/L, total phosphate of 2,51 -  5.19 mg/L, and nitrate of 1 - 2.03 mg/L. The water quality status of Pelapis Island waters, analyzed using the pollution index method, showed a moderate pollution category. Therefore, proper planning and handling are needed to maintain seawater quality on Pelapis Island to support community productivity and protect the ecosystem. 
Respons Morphotype Phaeodactylum tricornutum terhadap Cryopreservation Person Pesona Renta; Widayat Widayat
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.55204

Abstract

Phaeodactylum tricornutum merupakan diatom laut yang banyak dimanfaatkan sebagai organisme model dalam kajian fisiologi dan bioteknologi mikroalga serta memiliki plastisitas morfologi berupa beberapa morphotype yang diduga menunjukkan respons berbeda terhadap kondisi stres, termasuk cryopreservation. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons cryopreservation yang bersifat morphotype-specific pada P. tricornutum morphotype fusiform dan oval. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengkultur kedua morphotype secara terpisah, kemudian mengawetkannya melalui metode pembekuan bertahap menggunakan dua jenis cryoprotectant, yaitu dimetil sulfoksida (DMSO) dan gliserol, pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Sampel disimpan pada suhu −80 °C selama satu minggu, kemudian direkoveri dan dikultur kembali pada media F/2. Keberhasilan cryopreservation dievaluasi berdasarkan kemampuan pembentukan koloni pada media agar serta kepadatan sel pada kultur cair setelah dua minggu inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons cryopreservation berbeda antar morphotype dan dipengaruhi oleh jenis serta konsentrasi cryoprotectant. Morphotype fusiform menunjukkan variasi kepadatan sel yang lebih tinggi pada kultur cair pasca-pemulihan, khususnya pada perlakuan DMSO konsentrasi rendah hingga menengah dan gliserol konsentrasi menengah hingga tinggi. Sebaliknya, morphotype oval menunjukkan kemampuan pembentukan koloni yang lebih jelas pada media agar, meskipun kepadatan sel pada kultur cair relatif lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan cryopreservation P. tricornutum dipengaruhi oleh interaksi antara morphotype dan jenis cryoprotectant, sehingga pengembangan protokol penyimpanan mikroalga perlu mempertimbangkan karakteristik morphotype secara spesifik.  Phaeodactylum tricornutum is a marine diatom that is widely used as a model organism in microalgal physiology and biotechnology studies and exhibits morphological plasticity in the form of several morphotypes, which are thought to display different responses to stress conditions, including cryopreservation. This study aimed to evaluate morphotype-specific responses to cryopreservation in P. tricornutum, focusing on the fusiform and oval morphotypes. The research was conducted experimentally by culturing each morphotype separately, followed by preservation using a stepwise freezing method with two types of cryoprotectants, dimethyl sulfoxide (DMSO) and glycerol, at concentrations of 5%, 10%, and 15%. Samples were stored at −80 °C for one week, then recovered and re-cultured in F/2 medium. Cryopreservation success was evaluated based on colony formation on agar media and cell density in liquid cultures after two weeks of incubation. The results showed that cryopreservation responses differed between morphotypes and were influenced by both the type and concentration of cryoprotectant. The fusiform morphotype exhibited greater variation and generally higher cell densities in liquid culture after recovery, particularly under low to intermediate DMSO concentrations and intermediate to high glycerol concentrations. In contrast, the oval morphotype demonstrated more distinct colony formation on agar media, although cell densities in liquid culture were relatively lower. These findings indicate that the success of P. tricornutum cryopreservation is governed by interactions between morphotype and cryoprotectant type, highlighting the need for morphotype-specific considerations in the development of microalgal storage protocols.
Hubungan Klorofil-A Terhadap Parameter Lingkungan Di Morodemak, Jawa Tengah Aqshal Alfatih Rizqi; Dwi Haryo Ismunarti; Lilik Maslukah
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.41159

Abstract

Kegiatan masyarakat di Perairan Morodemak seperti adanya lokasi penangkapan dan pelelangan ikan serta terdapatnya pemukiman penduduk berdampak terhadap menurunnya kualitas perairan seperti suhu, oksigen terlarut (DO), kecerahan serta bertambahnya konsentrasi nutrien seperti fosfat ke perairan. Parameter kualitas perairan ini selanjutnya akan mempengaruhi keberadaan pigmen klorofil-a fitoplankton di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi konsentrasi klorofil-a dan menentukan bagaimana pengaruh parameter lingkungan seperti suhu, kecerahan, nutrien, dan pH mempengaruhi pola sebaran klorofil-a serta melihat bagaimana distribusi klorofil-a mempengaruhi DO. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan penentuan stasiun penelitian secara purposive sampling. Hubungan antar parameter dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi klorofil-a di Perairan Morodemak berkisar antara 0,426-4,732 mg/m3. Pola distribusi klorofil-a dipengaruhi kuat oleh suhu dan salinitas. Tingginya suhu diikuti meningkatnya konsentrasi klorofil-a, dan sebaliknya konsentrasi klorofil-a menjadi menurun dengan bertambahnya nilai salinitas. Konsentrasi klorofil-a yang tinggi di wilayah studi juga tidak berdampak terhadap kenaikan nilai DO. Hubungan negatif antara klorofil-a dan salinitas memperlihatkan bahwa konsentrasi tinggi klorofil-a berada di wilayah dekat muara yang kemudian mengalami penurunan ke arah laut. Human activities in Morodemak Waters such as the presence of fish auctions and the settlement of residents have an impact on the quality of water such as temperature, dissolved oxygen (DO), brightness and the increase in nutrient concentrations such as phosphate into the waters. These water quality parameters will then affect the presence of chlorophyll-a phytoplankton pigments in the waters. This study aims to estimate chlorophyll-a concentrations and determine how environmental parameters such as temperature, brightness, nutrients, and pH affect chlorophyll-a distribution patterns and see how chlorophyll-a distribution affect DO. The method in this study is descriptive and the determination of research stations by purposive sampling. The relationship between parameters was analyzed using Pearson correlation. The results showed chlorophyll-a concentrations in Morodemak Waters ranged from 0.426-4.732 mg/m3. Chlorophyll-a distribution pattern was strongly influenced by temperature and salinity. High temperatures were followed by increasing chlorophyll-a concentrations, and conversely chlorophyll-a concentrations decreased with increasing salinity values. High chlorophyll-a concentrations in the study area also did not result in an increase in DO values. The negative relationship between chlorophyll-a and salinity shows that the high concentration of chlorophyll-a is in the area near the estuary which then decreases towards the sea.
Analisis Kesesuaian Wisata Di Pantai Slili, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Linda Imroatun Nita; Antonius Budi Susanto; Hadi Endrawati
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.48057

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian pada suatu wilayah. Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal dengan banyaknya gugusan pantai. Pantai Slili merupakan salah satu pantai di Gunungkidul yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi wisata pantai. Pantai Slili memiliki garis pantai pendek dibandingkan dengan pantai yang lain. Pantai ini cocok untuk bermain pasir, karena memiliki pasir putih dan ombak pantai yang cukup kecil. Penelitian ini bertujuan dilakukan untuk mengkaji kesesuaian wisata pantai dan strategi pengembangan wisata di Pantai Slili, Gunungkidul, Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan survei di lokasi penelitian. Hasil ini menunjukan bahwa pantai slili memiliki indeks kesesuaian wisata sebesar 83% pada stasiun 1 termasuk kategori sangat sesuai (S1), 79% pada stasiun 2 dan 73,8% pada stasiun 3 termasuk kategori sesuai (S2). Pengembangan daya tarik wisata kawasan Pantai Slili terbagi menjadi empat strategi pengembangan untuk pengelolaan kawasan ekowisata pantai yang sesuai dengan kekuatan, kelemahan, potensi dan ancaman yang dimiliki kawasan tersebut. Kesimpulan yang didapat menunjukan bahwa pantai slili memiliki potensi sebagai destinasi wisata pantai.
Penambahan Campuran Plasticizer Gliserol dan Sorbitol Terhadap Karakteristik Edible Film Karagenan Nur Asriani; Andi Noor Asikin; Irman Irawan; Indrati Kusumaningrum; Bagus Fajar Pamungkas
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.35481

Abstract

Penggunaan plastik sebagai kemasan sudah tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, namun kemasan plastik juga dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Salah satu alternatif untuk menggantikan plastik sebagai pengemas makanan yang ramah lingkungan (biodegradable) dan aman bagi kesehatan adalah edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol pada konsentrasi berbeda terhadap karakteristik edible film dari karagenan K. alvarezii.  Pembuatan edible film dilakukan dengan cara mencampurkan 1 g karagenan dalam 100 ml aquades, diaduk menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit pada suhu 80oC selama 15 menit. Plasticizer yang digunakan dalam pembuatan edible film berupa campuran gliserol dan sorbitol dengan konsentrasi berbeda sebagai perlakuan yaitu : 10%,20%,30%,40%,50% dan 60%, dihomogenkan kembali selama 25 menit. Edible film tuang ke dalam cawan petri dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama ± 24 jam, setelah kering dilepaskan dari cawan petri dan disimpan dalam plastik klip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol dengan konsentrasi berbeda tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap karakteristik edible film karagenan untuk parameter ketebalan dan laju transmisi uap air, namun berpengaruh (p<0,05) terhadap parameter elongasi dan kuat tarik edible film. Edible film karagenan dengan penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol 60% menunjukkan karakteristik terbaik yaitu memiliki nilai ketebalan 0,05 mm, kuat tarik 6,03 MPa, elongasi 10,53% dan laju transmisi uap air 8,49 g/m2.24 jam.
Bivalvia di Perairan Dusun Menco, Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak Ikfanul Firdosyah; Ita Widowati; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.44103

Abstract

Dusun Menco yang terletak di Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak mampunyai potensi budidaya bivalvia yang cukup tinggi yaitu budidaya pembesaran Anadara granosa. Berdasarkan kondisi di sekitar Perairan Dusun Menco yang terdapat pantai dan vegetasi mangrove, dimungkinkan terdapat spesies bivalvia lain yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bivalvia yang ditemukan dan kondisi perairan, serta nilai ekonomi dari bivalvia yang ditemukan di Perairan Dusun Menco. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Pengambilan data menggunakan purposive sampling pada bulan Oktober-November 2023. Sampel diambil pada 3 lokasi, yaitu muara sungai dekat daratan, laut dekat muara, dan laut dekat pantai. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan secara hand picking dengan batasan transek ukuran 1 m x 1 m.  Selanjutnya sampel bivalvia kemudian diidentifikasi. Kondisi perairan diukur berdasarkan parameter suhu, pH, salinitas, TDS, dan substrat. Hasil penelitian ditemukan 2 spesies bivalvia, yaitu Anadara granosa dan Saccrostrea cucullata. Harga jual Anadara granosa yaitu Rp 10.000,00-Rp 15.000,00 dan untuk Saccostrea cucullata yaitu Rp 5.000,00-Rp 7.000,00. Hasil pengukuran suhu 30,90-32,58oC; pH 7,53-7,69; salinitas 21,95-24,00 ppt; TDS 18,250-19,800 mg/L; dan substrat berpasir. Kesimpulan dari penelitian, yaitu Perairan Dusun Menco, Desa Berahan Wetan, ditemukan Anadara granosa dan Saccostrea cucullata yang memiliki harga jual tinggi dengan kondisi perairan yang sesuai untuk kelangsungan hidup bivalvia.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue