cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Pengaruh Makroalga Ulva lactuca Sebagai Bahan Tambahan Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Adlikahfi Adlikahfi; Ria Azizah Tri Nuraini; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.42352

Abstract

Ulva lactuca merupakan makroalga dengan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan tambahan pakan ikan nila. Ikan nila merupakan komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Ulva lactuca sebagai tambahan pakan ikan dan pengaruh pada pertumbuhan ikan nila, meliputi panjang dan berat ikan nila. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nila dengan berat 1-3 gr dan panjang 4-6 gr. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan, yaitu 6% Ulva lactuca (perlakuan B), 12% Ulva lactuca (perlakuan C), 18% Ulva lactuca (perlakuan D), serta satu kontrol (perlakuan A) dengan 3 kali pengulangan. Ikan nila dipelihara dan diberi pakan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ulva lactuca dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan ikan nila dengan hasil pertumbuhan perlakuan A (Kontrol) dengan panjang ikan nila 0,91 cm dan berat ikan nila 0,81 gr; perlakuan B (Ulva lactuca 6%) dengan panjang ikan nila 0,84 cm dan berat ikan nila 0,75 gr; perlakuan C (Ulva lactuca 12%) dengan panjang ikan nila 1,01 cm dan berat ikan nila 0,96 gr; perlakuan D (Ulva lactuca 18%) dengan panjang ikan nila 0,87 cm dan berat ikan nila 0,78 gr. Hasil tersebut menjelaskan bahwa penggunaan Ulva lactuca pada pakan ikan nila dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila. Ulva lactuca dengan perlakuan C (12%) memberikan pertumbuhan berat dan panjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Ulva lactuca is a macroalgae with high nutritional content so it has potential as an additional ingredient in tilapia fish feed. Tilapia is a commodity with high economic value. The aim of this research was to determine Ulva lactuca as an additional fish feed and its effect on the growth of tilapia, including the length and weight of the tilapia. The test animal used was tilapia with a weight of 1-3 grams and a length of 4-6 grams. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 3 treatments, namely 6% Ulva lactuca (treatment B), 12% Ulva lactuca (treatment C), 18% Ulva lactuca (treatment D), and one control (treatment A) with 3 repetitions. Tilapia fish are kept and fed for 21 days. The results of the research show that Ulva lactuca can be used as an additional ingredient in tilapia feed with the growth results of treatment A (Control) with a tilapia fish length of 0.91 cm and a tilapia fish weight of 0.81 gr; treatment B (Ulva lactuca 6%) with tilapia fish length of 0.84 cm and tilapia fish weight of 0.75 gr; treatment C (Ulva lactuca 12%) with tilapia fish length of 1.01 cm and tilapia fish weight of 0.96 gr; treatment D (Ulva lactuca 18%) with tilapia fish length of 0.87 cm and tilapia fish weight of 0.78 gr. These results explain that the use of Ulva lactuca in tilapia fish feed can have an influence on the growth of tilapia fish. Ulva lactuca with C treatment (12%) gave higher weight and length growth compared to the control treatment.
Pola Pertumbuhan Kerang Hijau (Perna viridis) yang Didaratkan di TPI Cilincing, Jakarta Utara Mutia Hanie; Widianingsih Widianingsih; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53737

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak dipasarkan di TPI Cilincing, Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan pola pertumbuhan kerang hijau berdasarkan hubungan panjang dan berat, serta indeks kondisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel sebanyak 150 individu selama Januari–Maret 2025. Parameter yang diukur meliputi panjang total, berat total, dan berat daging yang dianalisis menggunakan regresi logaritmik dan analisis indeks kondisi. Hasil menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kerang hijau bersifat alometrik negatif dengan nilai b < 3 pada seluruh bulan pengamatan, yaitu Januari (b = 2,29), Februari (b = 2,32), dan Maret (b = 2,22), serta nilai R² berkisar antara 0,6861 hingga 0,9204. Indeks kondisi rata-rata berada dalam kategori kurus (<40), mengindikasikan bahwa kerang hijau belum mencapai kondisi pertumbuhan yang optimal pada bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kerang hijau lebih dominan pada aspek panjang dibandingkan berat.  
Analisis Potensi Ekowisata Snorkeling di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat Refa Nazalya Putri; Agus Trianto; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.49585

Abstract

 antai Timur Pangandaran merupakan kawasan yang memiliki ekosistem terumbu karang. Keanekaragaman terumbu karang berpotensi dibidang ekowisata bahari yaitu snorkeling. Kegiatan snorkeling belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan penelitian. Kegiatan tersebut dapat dioptimalkan dengan melakukan analisis nilai kesesuaian wisata, daya dukung kawasan, dan upaya pengembangan ekowisata. Metode penelitian yaitu metode survei dan dilakukan di tiga stasiun berbeda. Hasil analisa dalam penelitian ini yaitu pada stasiun 1 tergolong ke dalam tingkat kesesuaian ”Sesuai Bersyarat”. Hal tersebut disebabkan oleh parameter kesesuaian wisata seperti persen tutupan karang, jenis life form, dan jenis ikan karang yang sedikit. Nilai indeks kesesuaian wisata pada stasiun 2 dan 3 tergolong dalam tingkat kesesuaian ”Cukup Sesuai”. Nilai daya dukung kawasan pada stasiun 1 yaitu 132 orang/hari, pada stasiun 2 yaitu 155 orang/hari, dan pada stasiun 3 yaitu 194 orang/hari. Hasil analisis SWOT didapatkan 5 strategi SO (Strengths – Opportunities) sebagai upaya pengembangan ekowisata snorkeling di Pantai Timur Pangandaran.  Pangandaran East Coast is an area that has a coral reef ecosystem. The diversity of coral reefs has potential in the field of marine ecotourism, namely snorkeling. Snorkeling activities have not been optimally utilized so research is needed. These activities can be optimized by analyzing the value of tourism suitability, carrying capacity of the area, and ecotourism development efforts. The research method is the survey method and is carried out at three different stations. The results of the analysis in this study are at station 1 classified into the level of suitability “Conditionally Suitable”. This is caused by tourism suitability parameters such as percent coral cover, types of life forms, and few reef fish species. The tourism suitability index value at stations 2 and 3 is classified as “Moderately Suitable”. The carrying capacity value of the area at station 1 is 132 people / day, at station 2 is 155 people / day, and at station 3 is 194 people / day. The results of the SWOT analysis obtained 5 SO (Strengths - Opportunities) strategies as an effort to develop snorkeling ecotourism on the East Coast of Pangandaran.
Assesment Zona Inhibisi Bakteri Endosimbion Karang Keras Porites sp. di Selat Sempu, Malang Selatan Muliawati Handayani; Muhammad Arif Asadi; Oktiyas Muzaky Lutfi
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44830

Abstract

White Syndrome (WS) merupakan salah satu jenis coral desease yang ditemukan di ekosistem terumbu karang di Selat Sempu, Malang Selatan. Pada umumnya WS menginfeksi karang massive, salah satunya adalah Porites sp. yang merupakan spesies karang terbanyak di perairan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa zona hambat/ inhibisi yang terbentuk dari uji tantang bakteri endosimbion karang Porites sp. yang terinfeksi WS dengan bakteri endosimbion karang sehat. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pendekatan mikrobiologi digunakan untuk mendapatkan kultur murni dari isolat bakteri. Kemudian, uji tantang dilakukan dengan metode overlay menggunakan difusi cakram antara bakteri endosimbion yang memiliki potensi antibakteri terhadap WS. Zona inhibisi akan terbentuk ketika bakteri dari karang sehat memiliki antibody untuk melawan bakteri penyebab karang sakit. Pasangan bakteri yang membentuk zona inhibisi terbesar berhasil identifikasi secara molekuler. Hasil BLAST isolat bakteri endosimbion pada karang sehat merujuk pada bakteri Marinobacter vinifirmus yang mampu menghambat isolat bakteri Altererhytrobacter sp. dengan zona inhibisi 6 mm. White Syndrome (WS) is one of the coral diseases found in the coral ecosystem in the Sempu Strait, South Malang. Porites sp. was dominant species in these waters infected WS. This study aims to analyze inhibition zones formed overlay of endosymbiont bacteria Porites sp. which are infected by WS and healthy endosymbiont coral bacteria. Specimen was collected by purposive sampling. The microbiological approach was used to obtain pure cultures from bacterial isolates. Then, challenge is using the overlay method. The inhibition zone formed when bacteria from healthy corals have antibodies to fight the bacteria that cause WS. The largest inhibition zone (6 mm) succeeded in molecular identification. The results of BLAST endosymbiont bacteria on healthy corals refers to Marinobacter vinifirmus,which is able to inhibit bacterial of Altererhytrobacter sp.
Analisis Morfometrik Siput Lola (Rochia nilotica L.) di Pulau Enggano, Bengkulu dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Risnita Tri Utami; Muhhamad Nasir; Ichtineza Halida Hardono; Dedi Pardiansyah; Teddy Triandiza; Asro Nurhabib
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.47139

Abstract

Lola snails (Rochia nilotica L.) are economical marine biota that can be found in tropical coral reef areas spread across the Indo-Pacific region including Indonesia. However, over the past few decades it has been overexploited. Therefore, the purpose of this study was to determine the growth patterns and condition factors of lola snails in Bengkulu and West Nusa Tenggara waters. Data were collected in July-August 2024 in Enggano Island, Bengkulu and Pasaran Island and Kaung Island, West Nusa Tenggara using purpossive sampling method. The total number of lola snails obtained was 103 individuals with a diameter of 63.85-113.9 mm; height 67.7-113.22 mm' and weight 102-496 g. The length-weight relationship in Enggano Island, Bengkulu with a value of W = 0.000147L3.1947, Pasaran Island, NTB is W = 0.10649L 2.2378, and Kaung Island (NTB) with a value of W = 0.002221L2.6166.  The results of this study indicate that the growth pattern of lola snails on Enggano Island is a positive allometric model which means that weight growth is faster than height growth. While the growth pattern of lola snails on Pasaran Island and Kaung Island is a negative allometric model which means that height growth is faster than weight growth. The condition factor is 1.0048-1.0130, indicating that the Bengkulu and West Nusa Tenggara regions are still a suitable environment for the growth of lola snail.
Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Desa Kabongan Lor, Kabupaten Rembang Jawa Tengah Candy Helena; Rudhi Pribadi; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.49540

Abstract

Gastropoda berfungsi sebagai bioindikator kualitas perairan dan memiliki peran penting dalam ekosistem mangrove. Penelitian tentang ekosistem mangrove di Kabupaten Rembang telah dilakukan oleh berbagai peneliti, namun kajian mengenai gastropoda khususnya di Desa Kabongan Lor masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove di Desa Kabongan Lor, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode stratified random sampling. Lokasi penelitian terbagi atas 3 stasiun dan masing-masing stasiun terbagi menjadi 3 plot penelitian dengan ukuran 5x5 meter. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan secara hand picking pada plot yang telah ditentukan kemudian sampel dibersihkan dan diidentifikasi. Pengambilan parameter lingkungan dilakukan secara in situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies gastropoda yang berasal dari 3 famili berbeda yaitu famili Littorinidae, Ellobiidae, dan Potamididae. Nilai kelimpahan rata-rata berkisar antara 13 – 36 ind/25m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) gastropoda berkisar antara 0,99 – 1,38 yang masuk dalam kategori rendah hingga sedang. Indeks keseragaman (E) gastropoda berkisar 0,33 – 0,43 dengan kategori rendah hingga sedang. Indeks dominansi (C) gastropoda berkisar 0,57 – 0,70 yang menunjukkan adanya dominansi pada ketiga stasiun penelitian. Pola sebaran gastropoda di lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran mengelompok.
Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun Pada Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa Ilman Fari Muhammad; Ita Riniatsih; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42597

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan sejati atau Angiospermae yang mampu untuk hidup sepenuhnya terendam dibawah air laut. Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas yang tinggi. Saat ini, menurunnya luasan padang lamun menjadi perhatian dalam upaya konservasi ekosistem pesisir. Kegiatan penilaian kondisi ekosistem padang lamun penting dilakukansebagai langkah awal pada upaya rehabilitasi padang lamun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun atau IKEL di Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Parameter yang menjadi dasar dari IKEL adalah keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, kecerahan air, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling, dengan menetapkan (3) tiga stasiun pada setiap lokasi. Pengambilan data keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga menggunakan metode line transect dan transek kuadran berukuran 50x50 cm berdasarkan Buku Panduan Pemantauan Padang Lamun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis lamun yang ditemukan di kedua lokasi, yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, dan Thalassia hemprichii. Persentase tutupan lamun pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 31,16% yang tergolong Sedang, pada stasiun 2 adalah 30,02% yang tergolong Sedang, dan Pada stasiun 3 adalah 36,17% yang tergolong Sedang. Pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon,nilai persentase tutupan lamunnya adalah 23,77% yang tergolong Jarang, pada stasiun 2 adalah 27,08% yang tergolong Sedang, dan pada stasiun 3 adalah 18,84% yang tergolong Jarang. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 0,46 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,49 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,49 yang berstatus Buruk. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon adalah 0,51 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,51 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,51 yang berstatus Buruk. Dampak kegiatan aktivitas Masyarakat pesisir dan kondisi parameter perairan yang buruk diduga memicu kondisi nilai IKEL yang buruk.
Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Bondo Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Adlina Aulia Firzanah; Bambang Yulianto; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45878

Abstract

Pantai Bondo Bangsri merupakan salah satu destinasi wisata para warga sekitar Jawa Tengah khusus nya Warga daerah Semarang yang terletak di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bondo Bangsri memiliki potensi yang baik untuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jepara dan memerlukan analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan agar mendapatkan potensi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian wisata dan daya dukung Kawasan Pantai Bondo Bangsri sebagai tujuan wisata. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui pandangan wisatawan terhadap kondisi wisata di Pantai tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2024 di Pantai Bondo Bangsri, Kabupaten Jepara. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menjabarkan secara umum kondisi yang ada di lokasi penelitian. Pengambilan data menggunakan metode survey dengan mengambil data secara langsung di Pantai Bondo Bangsri. Pengambilan data mencakup analisis kelayakan fisik menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK) dan kuisioner semi struktur interview kepada para Pengunjung Pantai Bondo Bangsri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Bondo Bangsri memiliki Indeks Kesesuaian Wisata sebesar 98,8 % pada Stasiun 3 dan 100% pada Stasiun 1 dan Stasiun 2 yang berarti Pantai tersebut sangat sesuai (S1) untuk dijadikan tujuan wisata Pantai.
Pemetaan Habitat Bentik Menggunakan Citra Sentinel-2a dengan Algoritma Maximum Likelihood Classification di Desa Pengudang Esty Kurniawati; Dony Apdillah; Jumi Safitri
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.48946

Abstract

Desa Pengudang merupakan salah satu desa pesisir yang terdiri dari 3 ekosistem unggul, yaitu ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem di daerah tersebut pernah mengalami ancaman, seperti konservasi lahan, pencemaran, dan degradasi habitat yang berdampak terhadap ekosistem perairan salah satunya habitat bentik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis perubahan luasan habitat bentik pada tahun 2018 dan 2023 menggunakan citra Sentinel-2A dengan algoritma maximum likelihood classification dengan lapisan tematik dari data lapangan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10-11 Juni 2023 di perairan Desa Pengudang, Bintan. Algoritma klasifikasi MLH menghasilkan peta habitat bentik dengan 6 kelas tutupan. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan citra Sentinel-2A dengan algoritma klasifikasi MLH menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 61,33% pada tahun 2018 dan 70,67% pada tahun 2023 dengan total luasan sebesar 562 ha.  Pengudang Village is one of the coastal villages that consists of 3 superior ecosystems, namely mangrove ecosystems, seagrass ecosystems, and coral reef ecosystems. Ecosystems in the area have experienced threats, such as land conservation, pollution, and habitat degradation, which have an impact on aquatic ecosystems, one of which is benthic habitat. Therefore, this study aims to map and analyze changes in benthic habitat areas in 2018 and 2023, using Sentinel-2A images with the maximum likelihood classification algorithm with thematic layers from field data. Data collection was conducted on June 10-11, 2023, in the waters of Pengudang Village, Bintan. The MLH classification algorithm produces benthic habitat maps with 6 cover classes. Based on the results of research using Sentinel-2A images with the MLH classification algorithm, the overall accuracy was 61.33% in 2018 and 70.67% in 2023, with a total area of 562 ha.  
Skrining Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daun dan Kulit Batang Bruguiera gymnorrhiza dari Laguna Anano Te’i, Buton Tengah Maharani Maharani; La Ode Abdul Fajar Hasidu; Raodatul Jannah; Melati Octapian Simanjuntak; Kasnia Kaatu; Indra Ardiansyah; Sri Aprilianti Idris; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53760

Abstract

Ekosistem mangrove kaya akan senyawa metabolit sekunder yang memiliki nilai ekologis dan farmakologis. Bruguiera gymnorrhiza merupakan salah satu spesies mangrove dominan yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, namun profil bioaktifnya pada habitat unik masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi kualitatif dan kuantitatif bioaktif pada daun dan batang B. gymnorrhiza dari Laguna Anano Te’i, Buton Tengah. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan kuantifikasi spektrofotometri. Analisis kualitatif menunjukkan keberadaan alkaloid, flavonoid, steroid, dan fenolik pada kedua bagian tanaman. Secara kuantitatif, daun mengandung fenolik sebesar 465,596 mg GAE/g ekstrak, steroid 275,794 mg CE/g, alkaloid 83,944 mg CE/g, dan flavonoid 6,501 mg QE/g. Kulit batang didominasi oleh steroid sebesar 362,745 mg CE/g, diikuti fenolik 149,807 mg GAE/g, alkaloid 25,889 mg CE/g, dan flavonoid 6,419 mg QE/g. Variasi ini menunjukkan adanya pengaruh lingkungan laguna terhadap biosintesis senyawa metabolit sekunder, dengan daun memiliki potensi lebih besar sebagai antioksidan dan antimikroba. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue