cover
Contact Name
Siti Napfiah
Contact Email
prismatika@uibu.ac.id
Phone
+6285649950929
Journal Mail Official
prismatika@uibu.ac.id
Editorial Address
Jalan Citandui No. 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
ISSN : 26546140     EISSN : 26564181     DOI : https://doi.org/10.33503/prismatika.v8i2
Core Subject :
Jurnal ini ditujukan bagi dosen, guru, praktisi pendidikan maupun mahasiswa yang hendak mempublikasian artikel ilmiah terkait matematika murni dan pendidikan matematika. Artikel yang dimuat merupakan artikel hasil penelitian, kajian ilmiah yang kritis dan komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Scope artikel terdiri dari: 1. Mathematics Learning Theory 2. Mathematics Learning Media (IT and manual) 3. Mathematics Education Curriculum 4. Analysis of Students Abilities in Learning 5. Analysis of Students Difficulties in Learning 6. Classroom action research 7. Application of Learning Approaches/Models/Methods/Strategies 8. Ethomathematics 9. Analysis Mathematics 10. Algebra 11. Statistics 12. Discrete Mathematics 13. Mathematical Modelling
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
ANALISIS PENJADWALAN MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WELCH-POWELL Pramitha Shafika Wicaksono
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap awal semester selalu dilakukan penjadwalan mata pelajaran yang dilakukan oleh wakil kurikulum dan staf akademik. Terdapat beberapa masalah-masalah yang harus dihindari dalam pembuatan jadwal mata pelajaran, masalah–masalah itu adalah adanya jadwal guru yang mengajar satu mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan dijadwalkan di kelas yang berbeda, guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran dijadwalkan di kelas yang sama pada waktu yang bersamaan, dan guru yang kurang jadwal ngajarnya. Pada subjek teori graf terdapat konsep pewarnaan graf salah satunya pewarnaan simpul (vertex). Pada pewarnaan simpul (vertex) terdapat suatu penerapan dari Algoritma Welch Powell yang menghasilkan warna pada setiap simpul. Pada penjadwalan mata pelajaran diasumsikan simpul adalah mata pelajaran dan guru, sedangkan garis (edge) adalah kelas. Pada pewarnaan simpul, simpul-simpul graf diberi warna sedemikian rupa sehingga tidak ada dua simpul bertetangga memiliki warna yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun jadwal mata pelajaran sehingga tidak terjadinya berbagai masalah seperti bentrok antar guru, mata pelajaran, dan jam mengajar. Metode yang digunakan dalam penyusunan jadwal mata pelajaran ini menggunakan Algoritma Welch-Powell. Hasil yang diperoleh adalah menggunakan Algoritma Welch-Powell menghasilkan jadwal pelajaran tiap hari dimana jika ada dua kelas yang memiliki mata pelajaran yang samadapat dijadwalkan kedalam hari yang sama namun dijadwalkan kedalam jam yang berbeda dan didapatkan jadwal pelajaran yang tidak ada bentrok antar guru, mata pelajaran, dan jam mengajar.
PENERAPAN MONTESSORI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI LURING SEBAGAI ALTERNATIF MASA PANDEMI Sulha
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 yang melanda seluruh pelosok negeri menjadikan pemangku kebijakan pendidikan harus mengubah model pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya yang disebut dengan pembelajaran luring. Montessori merupakan pembelajaran yang terkonsep sesuai dengan aktivitas sehari-hari yang dialami langsung oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan Montessori pada pembelajaran matematika melalui luring. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang dipaparkan secara deskritif. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri Karangren 1 pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan dukungan lingkungan yang baik demi menunjang metode montessori dalam luring pembelajaran matematika. Dukungan tersebut diantaranya adalah ketersediaannya aparatus Montessori serta kemauan orang tua untuk mendukung pembelajaran
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM SISWA SEKOLAH DASAR Asri Putri Anugraini
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan belajar tercipta jika siswa mau bersungguh-sungguh dalam belajar, aktif, dan kreatif dalam memecahkan masalah matematika. Fokus penelitian ini mengutamakan proses belajar dengan perbaikan sistem belajar matematika pada materi pecahan (perkalian pecahan) dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Perbaikan sistem belajar di kelas dapat menjadikan keberhasilan dalam meningkatan kemampuan siswa secara aktif, mandiri, dan kreatif. Sehingga peneliti memilki komitmen dalam mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah PTK. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Mangunrejo 2 yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitin siklus I dan siklus II mengalami kenaikan dari 74,90% naik menjadi 80,20%.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA KUBUS BERANAK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Dike Rinanda Irfi’ani
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran pada materi volume bangun ruang kubus kurang termanfaatkan dalam pembelajaran matematika kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi volume bangun ruang kubus melalui media pembelajaran kubus beranak dalam pembelajaran matematika kelas 5 Sekolah Dasar. Prosedur penelitian ini menggunakan desain pengembangan model ADDIE yang terdiri dari Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation. Peningkatan motivasi belajar siswa dilihat dari perbandingan hasil motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media kubus beranak berdasarkan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kevalidan media ini diperoleh berdasarkan penilaian ahli materi 81,6% dengan kriteria kevalidan sangat valid, ahli media 72,5% dengan kriteria kevalidan valid, ahli rencana pelaksanaan pembelajaran 89,3% dengan kriteria kevalidan sangat valid, ahli lembar kerja siswa 91,6% dengan kriteria kevalidan sangat valid. Respon siswa terhadap media kubus beranak diperoleh nilai rata-rata 81,1% dengan kategori penilaian baik sekali, respon guru terhadap media kubus beranak diperoleh nilai 100% dengan kategori penilaian baik sekali. Berdasarkan data motivasi belajar siswa sebelum menggunakan media kubus beranak rata-rata 53,61 dengan kategori cukup menjadi 81,04 dengan kategori sangat tinggi meningkat setelah menggunakan media kubus beranak.
IDENTIFIKASI PROSES BERPIKIR KONSEPTUAL SISWA SMP MELALUI METODE MIND MAPPING Dwi Noviani Sulisawati
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penekanan pemahaman materi, kreativitas, kebebasan berekspresi dan pemahaman guru tentang proses berpikir siswanya maka dengan adanya penelitian ini, peneliti ingin memberikan gambaran proses berpikir siswa SMP melalui metode mind mapping yang dilakukan kepada tiga subjek dengan kemampuan matematika yang berbeda. Subjek dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode tes berupa pemberian tugas membuat peta konsep tentang materi yang sedang diajarkan guru dan wawancara seputar hasil pekerjaan mereka. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi dapat memenuhi 8 dari 9 indikator yang ada. Siswa dengan kemampuan sedang mampu memenuhi 7 dari 9 indikator yang diajukan sedangkan pada siswa dengan kemampuan rendah hanya mampu memenuhi 6 dari 9 indikator yang ada. Tetapi dalam hal penggunaan warna, siswa dengan kemampuan rendah justru mampu menggunakan lebih banyak variasi warna dengan teknik gradasi. Diharapkan ke depannya penelitian ini bisa mengambil subjek lain dengan berbagai variabel yang mampu menunjang proses berpikir siswa.
MENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) Ivanatul Nurizza
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proses belajar mengajar pada umumnya masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif quasi eksperiment dengan melihat perbedaan hasil nilai matematika pada pre-test dan post-test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas IV yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan berdasarkan nilai rata-rata kelas kontrol yang mengalami kenaikan sebesar 9,88% dari 54,36 menjadi 64,24 sedangkan nilai rata-rata kelas pada kelas eksperimen mencapai 24,92% dari 55,80 menjadi 80,72.
KEMAMPUAN SPASIAL PERCEPTION DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Amalia Mareta Pungkasari
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan dalam belajar geometri berhubungan dengan kemampuan spasial. Kemampuan spasial yang baik akan membuat siswa mampu menyelesaikan masalah geometri. Teori belajar yang dapat membantu mengatasi kesulitan siswa belajar geometri adalah teori Van Hiele. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial perception dalam menyelesaikan masalah geometri berdasarkan teori Van Hiele ditinjau dari kemampuan matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa SMP berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Subjek diberi tes kemampuan spasial dan dilakukan wawancara dua kali. Triangulasi waktu dan subjek dilakukan untuk menguji kredibilitas data. Berdasarkan hasil analisis data siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah mampu mengamati benda dari perspektif yang berbeda. Subjek berkemampuan matematika sedang mampu mangamati benda dari perspektif yang berbeda. Namun, subjek berkemampuan matematika tinggi dan rendah kesulitan dalam mengamati benda dari persepektif yang berbeda
IDENTIFIKASI BERPIKIR KRITIS STANDAR ANALISIS LEVEL KINERJA NOVICE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ONLINE LEARNING MODEL Indah Rahayu Panglipur
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran pada era pandemik dilakukan secara daring atau Online Learning Model (OLM). Tiap mahasiswa yang mengikuti OLM dilatih berpikir kritisnya serta meningkatkan secara rutin penyelesaian suatu permasalahan matematika. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Peneliti tertarik untuk mengadakan identifikasi berpikir kritis standar analisis pada level kinerja novice dengan model pembelajaran daring atau Online Learning Model (OLM) pada Perkuliahan Geometri dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan indikator analisis. Subjek diambil berdasarkan nilai tugas pada materi. Subyek dikelompokan dalam 3 kemampuan yaitu kemampuan rendah (Re), kemampuan sedang (Se), dan kemampuan tinggi (Ti). Jumlah subjek sebanyak tiga orang yang diambil dari masing-masing kelompok pada tiap tingkatannya. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua instrumen yang saling mendukung yaitu instrument tes dan instrument wawancara. Validasi yang digunakan adalah validasi ahli dan validasi isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran daring atau Online Learning Model (OLM) dapat diidentifikasi bahwa subjek dengan kemampuan rendah memenuhi semua indikator pada tahapan analisis. Sedangkan pada kemampuan siswa sedang dan tinggi tidak memenuhi semua indikator. Hal ini sesuai dengan pengertiannya yaitu level kinerja novice adalah level terendah dimana subjek belum mampu menyelesaikan sama sekali masalah yang diberikan
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Hidayati, Nisa Nurul
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 4 No. 2 (2022): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to improve learning outcomes of mathematics subjects on the subject of the Pythagorean Theorem in class VIII-5 SMPN 12 Tarakan by using the jigsaw method. Based on the observations, it was found some of the students' weaknesses in learning mathematics. These weaknesses were the lack of interest and motivation of students when participating in the learning process in class, mathematics subject teachers did not fully implement innovative learning, low student learning outcomes in class on the subject of the Pythagorean Theorem, and lack of student activity in participating in learning activities in the classroom. This research was a classroom action research. The success rate of students was more than 80% of students in the class reach a score of 70. The stages of the research include the planning, action implementation, and reflection stages for each cycle. This research stopped in the third cycle because in the third cycle it had reached the success criteria. Based on the results of the study, it was found that there was an increase in learning outcomes which after the action in the third cycle was obtained the results of 87.5% of students in the class got a score of 70. Thus it can be concluded that jigsaw learning can improve student learning outcomes.
EVALUASI PEMBELAJARAN ONLINE MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Anugraini, Asri Putri
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol. 4 No. 2 (2022): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics learning is currently less efficient in the pandemic season because it reduces all face-to-face activities between teachers, students and their friends. This study aims to determine the ease and constraints of online learning mathematics for grade 4 SD Negeri Kedung Pedaringan. This type of research was descriptive qualitative. Data collection in the form of interviews and questionnaires containing questions to determine effectiveness during online learning activities during the covid 19 pandemic. The results of research through interviews and questionnaires stated that online learning without face-to-face was transferred to internet access and social media in the form of WhatsApp applications and google meet applications. Some of the conveniences of online learning were learning activities did not have to be at school, time and place were free as long as learning evaluation activities were known directly by the teachers. Some of the problems of online learning were students had difficulty of understanding the material, the teacher were not optimal in explaining the material in detail, not all the parents of students understand the material given by the teachers, unstable internet access has disrupted students' online learning.

Page 8 of 20 | Total Record : 193