Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
REGULASI DIRI PADA MAHASISWA PERANTAUAN DI SURABAYA
Adiwignya Nugraha Widhi Harita;
Suryanto Suryanto
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2023.32333
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya regulasi diri mahasiswa perantau di lingkungan baru yaitu kota Surabaya. Teori yang akan digunakan untuk membahas adalah regulasi diri Bandura yang terdiri dari tiga komponen yaitu self-observation, judgemental process, dan self-reaction. Teori tersebut digunakan untuk menelaah perkembangan regulasi diri para partisipan. Pendekatan yang digunakan studi kasus dengan pengambilan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Partisipan yang dilibatkan adalah mahasiswa baru yang berasal dari luar pulau jawa dan telah merantau selama minimal 1 tahun. Partisipan penelitian didapatkan dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa perantau melaksanakan regulasi diri dengan menggunakan pengalaman di lingkungan baru sebagai tolok ukur. Faktor yang mempengaruhi kondisi regulasi diri mahasiswa perantau adalah faktor sosial dan personal. Di sisi lain, mahasiswa perantau mengalami kesulitan dalam melakukan regulasi diri di lingkungan baru yang berdampak secara sosial maupun akademik bagi partisipan. Kesulitan tersebut membuat partisipan menjadi merasa inferior dan apatis hingga berpengaruh pada mood sehingga sulit untuk hidup mandiri. Kondisi tersebut mendorong para mahasiswa perantau untuk melakukan prokrastinasi akademik. Sehingga saran yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu pentingnya membuat strategi regulasi diri dengan membangun jejaring sosial bagi lulusan SMA yang hendak merantau dengan mahasiswa yang sudah berada di lokasi tujuan sebelumnya. Jejaring sosial tersebut membantu adaptasi mahasiswa baru yang merantau dengan memberikan informasi awal terkait kondisi di lapangan. Hal ini dapat meminimalisir gegar budaya dan memberikan bantuan bagi mahasiswa perantau ketika mengalami kesulitan.
APAKAH AKU MASIH MEMILIKI HARAPAN? STUDI KUALITATIF FENOMENOLOGI PENGALAMAN IBU KORBAN KDRT HINGGA MEMUTUSKAN BERCERAI
Nadya Ridha Rachmatunisa;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.27699
Setiap orang mendambakan pernikahan yang harmonis. Namun, terdapat pernikahan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sehingga menimbulkan dilema bagi ibu antara memilih untuk mempertahankan rumah tangganya atau bercerai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman ibu korban KDRT hingga memutuskan bercerai. Subjek penelitian berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria seorang ibu yang memiliki anak, telah bercerai setidaknya minimal 2 tahun mengalami KDRT khususnya jenis KDRT psikis karena perselingkuhan, dan bersedia menjadi partisipan penelitian. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian diperoleh tiga tema induk, yakni (1) tema terkait dinamika ketika mengalami KDRT meliputi tema superordinat dampak akibat KDRT dan jenis KDRT yang dialami; (2) pengambilan keputusan bercerai meliputi tema superordinat , pertimbangan pengambilan keputusan cerai, upaya mempertahankan rumah tangga, persiapan menghadapi perceraian; dan (3) pengasuhan anak meliputi tema superordinat upaya memahami anak, strategi pengasuhan anak, dan makna anak bagi ibu. Berdasarkan tema-tema tersebut dapat diambil kesimpulan fenomena pengambilan keputusan cerai cenderung menyebabkan beban psikologis bagi ibu dan anak. Tetapi ternyata peristiwa itu tidak selamanya negatif apabila merupakan satu-satunya pilihan bagi keluarga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang berkepanjangan. Pengambilan keputusan cerai tidak terlepas dari faktor-faktor yang memengaruhinya yaitu adanya penderitaan selama mengalami KDRT, adanya dukungan sosial dan mempertimbangkan kondisi psikologis anak.
PENGALAMAN BERKELUARGA PADA WANITA YANG DIJODOHKAN (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)
Lailatul Maghfiroh;
Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2023.28169
Perjodohan merupakan salah satu metode pernikahan yang masih ada hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman berkeluarga pada wanita yang dijodohkan. Penelitian ini melibatkan dua partisipan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria wanita yang menikah karena dijodohkan, perjodohan disebabkan penolakan orang tua terhadap hubungan masa lalu partisipan, memiliki usia pernikahan minimal dua tahun, dan bersedia menjadi partisipan penelitian yang dibuktikan dengan pengisian informed consent. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview dan analisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat tiga tema induk yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) latar belakang perjodohan; (2) dinamika proses penyesuaian pernikahan; dan (3) kepuasan pernikahan. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa proses penyesuaian partisipan I memerlukan waktu yang cukup lama dibanding partisipan L. Hal tersebut terjadi karena I menerima perjodohan secara terpaksa, sedangkan L sudah melakukan penerimaan sejak awal. Menurut I, pernikahan karena perjodohan bukan sesuatu yang mengerikan, melainkan proses adaptasi antar pasangan menuju kebahagiaan. Sedangkan menurut L, perjodohan merupakan bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) yang akan menghantarkan pasangan pada kehidupan pernikahan yang direstui dan berakhir bahagia. Masing-masing partisipan merasakan dampak positif perjodohan dan kepuasan pernikahan setelah melakukan berbagai macam penyesuaian.
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS : PENGALAMAN HIDUP LANSIA YANG MENGASUH CUCU
Widya Astuti;
Aditia Rahman;
Kharisma Safitri;
Wina Tania;
Deby Amanda Putri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.39296
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman hidup lansia yang mengasuh cucu. Penelitian ini didasarkan pada fenomena wanita bekerja yang memberikan tanggung jawab mengasuh anak kepada orangtuanya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis(IPA). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan karakteristik lanjut usia (lansia) yang berjenis kelamin perempuan, berusia 60 tahun keatas, mengasuh cucu, dan berdomisili di kota Payakumbuh. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti menemukan ada tiga tema induk dari kedua subjek dan satu tema unik dari subjek I. Dintara tema induk tersebut adalah perasaan bahagia, penerimaan diri, dan pengasuhan, sementara tema unik yang hanya ditemukan pada subjek I adalah cucu sebagai teman. Lansia memaknakan pengasuhan cucu sebagai sebuah pekerjaan yang terpaksa harus dilakukan saat anak-anak mereka bekerja dan tidak memiliki waktu di pagi hingga siang hari untuk mengasuh. Keseharian bersama cucu menimbulkan kedekatan diantara keduanya, baik secara emosional, maupun pemahaman tentang perilaku cucu.
HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER ENGAGEMENT DENGAN KEPERCAYAAN MEREK FASHION DARI UKM PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Mujiasih, Endah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.44095
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu unit usaha di masyarakat yang berperan penting dalam perekonomian di Indonesia. Sayangnya, sampai saat ini produk UKM belum banyak dilirik oleh masyarakat karena kurangnya pengetahuan pemilik UKM tentang pentingnya pemasaran. Maka dari itu, produk-produk milik UKM membutuhkan berbagai aktivitas pemasaran agar lebih dekat secara psikologis, sehingga UKM dapat memperoleh kepercayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara customer engagement dengan kepercayaan merek produk fashion UKM pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Penelitian ini melibatkan sebanyak 141 mahasiswa dengan teknik incidental random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala customer engagement (29 aitem, α=.912) dan skala brand trust (37 aitem, α=.923). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara customer engagement dengan brand trust pada mahasiswa. Customer engagement memberikan sumbangan efektif sebesar 37.6% pada brand trust.
PROPERTI PSIKOMETRI SKALA INTEGRITAS AKADEMIK MAHASISWA: APLIKASI MODEL RASCH
Widodo, Prasetyo Budi;
Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.43894
Penelitian mengenai integritas akademik menjadi penting mengingat tuntutan akan integritas akademik terhadap sumber daya manusia di bidang pendidikan, utamanya peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen pengukuran integritas akademik dan menelaahnya dari kerangka pandang psikometri. Skala integritas akademik dalam penelitian ini disusun dengan menggunakan format situational judgement test. Pengujian properti psikometri terhadap skala integritas akademik untuk mahasiswa dengan total item sebanyak 30 butir menggunakan model Rasch karena model Rasch membantu peneliti mengembangkan skala dengan karakteristik psikometri yang kuat yang tidak tergantung pada sampel. Subjek dalam studi ini adalah 233 orang mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan reliabilitas subjek secara keseluruhan sebesar .72 dan reliabilitas instrument sebesar .98. Terdapat 5 item yang tidak fit dengan model dan validitas skala menunjukkan adanya unidimensionalitas skala. Validitas skala peringkat ditunjukkan adanya pilihan 1 sampai 3 menyebabkan subjek secara tepat menyampaikan respon tentang integritas akademik diri mereka. Bias karena perbedaan jenis kelamin dan asal perguruan tinggi terjadi pada 2 dan 5 item. Hal ini membuktikan bahwa secara empiris skala integritas akademik mahaasiswa memiliki kualitas psikometri yang baik.
PENGARUH FATHER ATTACHMENT TERHADAP SELF-DISCLOSURE WANITA DEWASA AWAL DALAM HUBUNGAN ROMANTIS
Yulianti, Dwi Wulan;
Hijrianti, Udi Rosida
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.40358
Self-disclosure yang baik sangat diperlukan untuk menjalin hubungan dan interaksi secara sosial maupun dalam hubungan intim. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan self-disclosure diantaranya adalah anggota keluarga. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh father attachment terhadap self-disclosure wanita dewasa dalam hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi dengan subjek berjumlah 250 wanita dewasa awal yang berpacaran. Instrumen yang digunakan adalah Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Self-Disclosure Scale. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier sederhana dengan hasil 17.6% kelekatan pada ayah dapat mempengaruhi self-disclosure wanita dewasa awal yang menjalani hubungan romantis. Artinya, semakin tinggi kelekatan yang diberikan, akan semakin tinggi pula self-disclosure yang dilakukan, begitupun sebaliknya.
STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PENGALAMAN SINGLE PARENT MOTHER PADA USIA DEWASA MADYA
Fajri, Jihan Syarifa Amanta;
Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.41548
Kematian pasangan hidup menyisakan kesedihan psikologis bagi orang yang ditinggalkan. Single parent mother harus menjalankan peran ganda yakni membesarkan anak-anak dan mencukupi kebutuhan keluarga seorang diri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman single parent mother pada usia dewasa madya yang berkaitan dengan proses partisipan melewati guncangan emosi akibat kematian suami, dampak dari kematian suami, tuntutan dalam menjalankan peran sebagai single parent mother serta penemuan makna hidup melalui peristiwa tersebut. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: (1) janda berusia 40-60 tahun; (2) cerai karena kematian suami; (3) minimal pendidikan D3; (4) memiliki anak dari perkawinan sebelumnya. Penggalian data dilakukan dengan melaksanakan wawancara secara semi-terstruktur. Kemudian hasil wawancara dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk diantaranya adalah dampak kematian suami, dinamika menjadi single parent mother dan proses menemukan makna hidup sebagai single parent mother. Pengambilan keputusan dalam bertahan menjadi single parent mother sangat dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga maupun lingkungan. Upaya dalam mendidik anak yang dilakukan oleh partisipan penelitian ini ialah dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh kepada anak-anak mereka agar tidak merasa berkecil hati karena tidak memiliki sosok ayah. Makna yang ditemukan partisipan dalam menjalankan peran single parent mother adalah kesabaran dan keikhlasan yang mereka lakukan berbalas kebaikan.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI SMP NEGERI 8 BUKITTINGGI
Amanda, Erfi;
Rahayu, Ananda Sri;
Evani, Imelda;
Rafly, Rafly;
Rosa, Syerli Akhla;
Savitri, Anisa Resa;
Sabrina, Nurul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.42136
Siswa usia SMP dikategorikan sebagai masa remaja, yaitu fase peralihan anak- anak menuju dewasa. Pada masa remaja, anak-anak mengalami masalah dalam motivasi belajar dan kecerdasan emosi. Peneliti menemukan siswa SMP memiliki kecerdasan emosi yang rendah, sehingga berpengaruh kepada motivasi belajar. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya dengan baik dan menyalurkannya ke dalam emosi positif sehingga dapat mengatasi emosi negatif. Sedangkan motivasi belajar adalah dorongan yang berasal dari dalam dan luar diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sampel dalam penelitian ini 128 siswa SMP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan analisis pearson correlation menggunakan SPSS 26.00 dengan alat pengumpulan data berupa angket untuk Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar. Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi 0.497 yang berarti kedua variabel berkorelasi sedang, kemudian nilai signifikasi 0.00 atau <0.05 menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga disimpulkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP Negeri 8 Bukittinggi.
KONSTRUKSI ALAT UKUR HOMESICKNESS PADA MAHASISWA RANTAU
Sinantia, Vemita;
Nariswari, Anindia Tri;
Ramadhani, Istiqomah Dwi;
Alghifari, Muhammad Musa;
Tjarliman, Khansa Anindyaputri;
Qisthi, Yasmine Kayla
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.43890
Masa transisi memasuki pendidikan tinggi menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, yang terkadang menimbulkan tantangan baru bagi mahasiswa rantau karena tidak hanya menyesuaikan diri dengan kehidupan akademik di kampus tetapi juga kehidupan sosial di lingkungan baru. Tak jarang sebagian mahasiswa mengalami kerinduan akan rumah dan keluarga dekat atau yang biasa disebut homesickness. Artikel ini menyajikan konstruksi alat ukur homesickness yang disusun berdasarkan aspek keterikatan pada rumah dan kesulitan menyesuaikan diri yang diujicobakan pada 97 mahasiswa rantau tahun pertama. Serangkaian uji psikometri berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji daya beda dilakukan untuk memvalidasi skala homesickness hingga diperoleh nilai α Cronbach sebesar .921. pada putaran pertama, sebanyak 3 pernyataan tidak memenuhi kriteria indeks daya beda, dan di akhir diperoleh 29 pernyataan yang memenuhi kriteria. Penyempurnaan alat ukur diperlukan untuk pengembangan penelitian mendatang.