cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA: TINJAUAN PUSTAKA PADA LANSIA DI INDONESIA Arywibowo, Jessica Dhoria; Rozi, Hasan Fahrur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.43336

Abstract

Indonesia telah memasuki proses penuaan penduduk dimana jumlah penduduk lansia semakin meningkat setiap tahunnya. Merawat lansia merupakan tantangan tersendiri bagi keluarga, sehingga solusi yang banyak diambil adalah menitipkan lansia di panti wreda. Perubahan tempat tinggal memengaruhi berbagai aspek kehidupan lansia, yang pada akhirnya akan menentukan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup lansia yang tinggal di panti wreda dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode tinjauan pustaka terhadap berbagai artikel penelitian yang dicari melalui lima database: Scopus, ScienceDirect, Emerald, ProQuest, dan Google Scholar. Hasil penelusuran menemukan 20 artikel yang sesuai. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas lansia yang tinggal di panti wreda di wilayah Indonesia memiliki kualitas hidup kategori sedang. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia antara lain usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, alasan tinggal di panti wreda, kondisi fisik, fungsi kognitif, pelayanan di panti wreda, hubungan sosial, serta status depresi dan kesepian. Perlu dilakukan penelitian lanjutan guna mengkaji teknik-teknik intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti wreda.
SELF REGULATION DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Kusumawati, Amalia Anis
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.45013

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana self regulation (regulasi diri) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana karakter self regulation dalam meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik yang memiliki nilai akademik rendah. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review, Dimana semua temuan dicatat dan diteliti, baik secara teori maupun secara praktik dengan menggunakan analisis data secara kualitatif deskriptif. Dalam menggunakan berbagai sumber bacaan, baik itu dari jurnal atau ebook untuk dijadikan acuan. Hasilnya menunjukkan bahwa self regulation dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan sudah terbukti efektif pada beberapa penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan. Self regulation membantu peserta didik dalam meningkatkan prestasi akademik dengan lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa self regulation bukan hanya penting untuk meningkatkan keterampilan akademik, tetapi juga sangat berpengaruh dalam membantu peserta didik berhasil mencapai kehidupan yang terarah dengan motivasi belajar.
AKU MANJA DAN SIAP DITEMPA: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS INTERPRETATIF PEMAKNAAN PENGALAMAN MERANTAU BAGI ANAK TUNGGAL Annisa, Adnin; Alfaruqy, Muhammad Zulfa
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.40378

Abstract

Merantau adalah suatu istilah yang dekat dengan masyarakat Indonesia bahkan pada beberapa daerah sudah menjadi sebuah tradisi. Merantau dilakukan salah satunya untuk mengenyam pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Berbagai lini masyarakat melakukan perantauan, tidak terkecuali pada anak tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman anak tunggal yang merantau, termasuk di dalamnya bagaimana dinamika pada anak tunggal serta transformasi yang dirasakan di perantauan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan observasi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologis interpretatif atau Interpretative Phenomenological Analysis. Purposive sampling digunakan dalam pemilihan partisipan penelitian. Hasil analisis mendapatkan tiga tema induk yaitu (1) dinamika pada anak tunggal, (2) relasi interpersonal dengan orang terdekat, dan (3) penyesuaian diri di perantauan serta delapan tema superordinat, yaitu impresi sebagai anak tunggal, tuntutan di masa emerging adulthood, relasi positif teman sebaya, transisi relasi dengan orang tua, rintangan penyesuaian di perantauan, gejolak emosional di perantauan, peralihan positif pada diri, dan pemaknaan merantau. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan oleh orang tua dalam menerapkan pola asuh yang efektif kepada anak tunggal.
KAWAN DALAM KEBERAGAMAN: REALITAS HUBUNGAN PERTEMANAN BEDA AGAMA DI INDONESIA Oktawirawan, Dwi Hardani; Kristiyanti, Bertha
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.43412

Abstract

Keberagaman ras, suku, maupun agama yang ada di Indonesia membuat masyarakat belajar bahwa mereka tetap akan saling membutuhkan. Kebutuhan satu sama lain dapat terwujud ketika seseorang mampu mengembangkan sikap toleransi dan menjunjung tinggi nilai keberagaman termasuk agama. Kerukunan yang sudah tercipta sejak lama dalam masyarakat Indonesia memperkuat potensi terjalinnya pertemanan beda agama. Penelitian ini bertujuan mengulas pertemanan beda agama di Indonesia yang berfokus pada bahasan terkait aktivitas bersama teman beda agama, kedekatan yang terjalin dengan teman beda agama, sisi positif pertemanan beda agama, tantangan dalam pertemanan beda agama, dan cara menjaga keharmonisan dalam pertemanan beda agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa tinjauan literatur dengan melibatkan 14 artikel tentang pertemanan beda agama di Indonesia. Pertemanan beda agama melibatkan berbagai macam aktivitas hingga akhirnya terjalin kedekatan. Teruwujudnya aktivitas bersama akan memunculkan rasa saling memahami dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Tidak menutup kemungkinan akan muncul tantangan dalam pertemanan beda agama, namun melalui sikap toleransi dan komunikasi yang baik maka akan tercipta kenyamanan serta keharmonisan dalam pertemanan beda agama.
WALKING ON TRANSITION: PERAN PERCEIVED SOCIAL SUPPORT (FRIEND) SEBAGAI MODERATOR PADA PSYCHOLOGICAL WELL BEING TERHADAP PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BARU Dara, Yuliezar Perwira; Harmanto, Prezilia Ramadhanti; Asmarani, Dea Resta Cicilia; Rahma, Ulifa; Faizah, Faizah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.30348

Abstract

Penyesuaian diri atau adjustment bagi mahasiswa diperlukan dalam berbagai setting kehidupan, baik secara akademis maupun non akademis. Kemampuan mereka dalam beradapatasi sangat bervariasi tergantung pada latar belakang, pengalaman, lingkungan sekolah sebelumnya, dan lingkungan perguruan tinggi saat ini. Adjustment adalah proses untuk mengenali dan mengadopsi cara-cara berperilaku yang sesuai, baik secara sosial maupun emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perceived social support (friend) sebagai variabel moderator penting dari korelasi antara psychological well-being dan penyesuaian mahasiswa baru di perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan karakteristik subjek yaitu mahasiswa baru  aktif di perguruan tinggi, dengan jumlah subjek sebanyak 751 subyek, terdiri dari 205 mahasiswa dan 546 mahasiswi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga skala yaitu 1) Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) (α=.85), 2) Ryff’s Scale of Psychological well-being dan 3) Inventory of New College Student Adjustment (INCA): dimensi supportive network (α=.83) dan belief in self (α=.77). Teknik Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh hasil bahwa keberadaan perceived social support (friends) sebagai variabel moderator dapat memperkuat peran antara variabel psychological well-being terhadap penyesuaian mahasiswa baru, dengan nilai signifikansi .000 (p<.05). Besar peran variabel moderator adalah 24.1%.
KONTRIBUSI SOCIAL SUPPORT TERHADAP TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PSIKOLOGI BUKITTINGGI Rahman, Aditia; Anjelina, Ayu; Astuti, Widya; Syarif, Fathimah; Eriza, Shintia; Anggraini, Tesa
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.44855

Abstract

Dukungan sosial dapat memengaruhi stres dan mengurangi stres pada mahasiswa sehingga kesehatan menjadi optimal. Tingginya tingkat stres dapat direduksi dengan dukungan sosial dan diganti menjadi aspek-aspek positif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dukungan sosial berkontribusi terhadap stres akademik mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kuantitatif dengan menggunakan alat ukur berupa skala. Teknik yang digunakan adalah regresi sederhana untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah sample sebanyak 83 mahasiswa. Hasilnya menyatakan bahwa stres akademik dan dukungan sosial memiliki hubungan yang positif. Hasil dari uji normalitas dalam penelitian ini pada variabel social support dan stres akademik menunjukkan .200 (p>.05), sehingga dapat dikatakan variabel social support dan stres akademik memiliki sebaran data normal. Berdasarkan uji koefisien determinasi didapatkan nilai R square .158, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi social support sebesar 15.8% terhadap stres akademik mahasiswa psikologi 2021 Universitas Negeri Padang kampus Bukittinggi. Apabila dukungan sosial yang diterima individu meningkat maka stres akademiknya akan menurun, begitu pula sebaliknya apabila dukungan sosial yang diterima menurun maka stres akademik yang dialami individu tersebut akan meningkat. Dukungan sosial terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap resiliensi stres akademik. Ini menunjukkan bahwa dukungan sosial yang dilakukan oleh teman memiliki peran di tengah lingkungan stres akademik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penting bagi mahasiswa untuk memiliki dukungan sosial yang memadai dalam menghadapi stres akademik.
PENGALAMAN HIDUP MENGASUH CUCU: STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF PADA LANSIA Nadila, Nadila Yusi; Ningsih, Putri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.42433

Abstract

Seiring perkembangan hidup saat sekarang ini, kebanyakan ibu memiliki peran ganda yaitu sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga. Keputusan tetap memiliki karier antara kedua pasangan setelah memiliki anak sehingga pengalihan pengasuhan dilimpahkan kepada anggota keluarga yang dapat menjalankan peran tersebut. Biasanya tanggung jawab itu dilimpahkan kepada orang tua yang sudah memiliki usia lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami pengalaman lansia mengasuh cucu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis, adapun teknik analisis yaitu eksplikasi data. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah dua orang yang merupakan seorang lansia yang mengasuh cucu. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan ada dua episode yaitu: (1) pengalaman saat pertama kali mengasuh cucu; (2) pengalaman setelah beberapa tahun mengasuh cucu. Enam tema umum yaitu: (1) awal mula mengasuh cucu; (2) pengetahuan mengenai parenting; (3) menjalani kehidupan sebagai grand parenting; (4) konflik dalam keluarga; (5) perubahan yang dialami; dan (6) harapan di masa depan. Pilihan dan keputusan dalam mengasuh cucu menunjukkan upaya-upaya yang dimiliki oleh lansia yang resilien.
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG WORK FAMILY BALANCE IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALCY Evani, Imelda; Rahayu, Ananda Sri; Putri, Dinda Maulana; Dewi, Eka Puspita; Amanda, Erfi; Sari, Putri Mayang
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.40658

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam mengenai work family balance ibu bekerja yang memiliki anak cerebral palcy. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada dua orang ibu bekerja dan memiliki anak cerebral palcy. Dalam penelitian ini ditemukan tiga tema induk, yaitu (1) penyesuaian diri, (2) peran ibu, dan (3) keseimbangan pemasaran kerja dan keluarga. Selain itu, ditemukan satu tema khusus yaitu usaha dalam keamanan anak. Penelitian ini memberikan pengalaman bagaimana keseimbangan kerja dan pengasuhan anak cerebral palcy yang dialami ibu berkerja.   
EKSPLORASI GAYA KONSELOR GUNA MENGHINDARI TERJADINYA TRANSFERENSI DAN KONTRATRANSFERENSI DALAM PROSES KONSELING Khoerunnisa, Syifa; Nadhirah, Nadia Aulia; Budiman, Nandang
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.39237

Abstract

Konselor merupakan salah satu profesi penolong (helping profession). Menjadi seseorang yang berprofesi di bidang pelayanan mengharuskan konselor untuk menjadi tenaga profesional. Agar menjadi tenaga profesional, konselor perlu mengenal dan memahami gaya konselingnya untuk mempunyai kualitas pribadi yang baik pada saat melaksanakan konseling. Konseli akan menyimpan kepercayaannya pada konselor yang profesional. Namun hal tersebut kadang terjadi di luar batas sehingga menimbulkan kedekatan yang berlebihan antara konseli dan konselor secara spontan dan tidak disadari. Perasaan secara tidak sadar inilah yang diproyeksikan dalam bentuk transferensi dan kontratransferensi. Hal ini tentunya akan memengaruhi efektivitas dalam proses konseling. Oleh karena itu, tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi gaya pada kualitas pribadi konselor dalam memberikan layanan konseling guna menghindari terjadinya transferensi dan kontratransferensi.
BARALEK: MENELISIK MAKNA KULTUR MALAM BAETONG DAN KAITANNYA DENGAN MASYARAKAT DI PARIAMAN Fikry, Zulian; Dusatri, Miksa Denola; Anugrah, Reza; Rahmi, Annisa; Syarif, Fatimah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.42218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna budaya dari fenomena lokal yang disebut “Malam Baetong” pada masyarakat di Pariaman. Metode penelitian yang digunakan mencakup penelitian kualitatif dengan menerapkan metode wawancara pada subjek penelitian. Subjek yang terlibat dalam penelitian terdiri dari tiga individu yang mewakili tiga generasi berbeda. Rinciannya, subjek pertama berusia 50 tahun mewakili generasi X, subjek kedua berusia 30 tahun mewakili generasi Y, dan subjek ketiga berusia 17 tahun mewakili generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna budaya Malam Baetong bagi masyarakat Pariaman terkait erat dengan konsep self-esteem, sikap gotong royong, kebersamaan, dan komitmen dalam mempertahankan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi generasi X, Malam Baetong memiliki makna yang terkait dengan self-esteem dan kebersamaan. Sementara itu, generasi Y memberikan makna pada Malam Baetong sebagai sikap tolong-menolong, komitmen dalam menjaga warisan budaya, dan kaitannya dengan self-esteem. Di sisi lain, generasi Z memaknai budaya Malam Baetong sebagai sikap tolong-menolong dan kebersamaan. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa budaya dapat mempengaruhi self-esteem, dan perbandingan di tiga generasi mengungkapkan variasi dalam nominal uang yang diberikan, yang ditentukan oleh harga diri individu yang memberikan uang.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue