cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KESIAPAN DIGITAL DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN: HUBUNGAN DIGITAL LITERACY COMPETENCIES DAN E-LEARNING ATTITUDES GURU DI JAWA BARAT Aprilia Rambe; Rohman Daka; Hafizs Nasirun; Lucia R M Royanto; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.54000

Abstract

Transformasi digital telah mengubah paradigma pendidikan secara global, dipercepat oleh pandemi COVID-19 yang memaksa 68 juta siswa di Indonesia beralih ke pembelajaran jarak jauh akibat penutupan lebih dari 530.000 sekolah. Senjangan kesiapan digital guru merupakan tantangan krusial dalam efektivitas e-learning di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kompetensi literasi digital dengan sikap guru terhadap e-learning . Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sebanyak 114 guru di Jawa Barat berpartisipasi melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara berani menggunakan instrumen Self-Perceived Evaluations of Digital Literacy Competencies dan E-Learning Attitudes Questionnaire . Analisis data menggunakan korelasi Pearson dan analisis regresi linier . Hasil: Ditemukan hubungan positif dan signifikan antara kompetensi literasi digital dan sikap terhadap e-learning (r = 0.485, p < .001), di mana literasi digital menjelaskan 23,5% variansi sikap. Secara spesifik, dimensi literasi foto-visual dan informasi (bagian dari kompetensi literasi digital) menunjukkan korelasi terkuat dengan sikap positif guru.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMA DI INDONESIA Nabilla Feylisha Azzahra; Endang Purwaningsih; Rr. Setyawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49101

Abstract

Masalah utama dalam school well-being pada siswa SMA saat ini adalah tingginya tekanan akademik yang sering menyebabkan stres dan kecemasan. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan menyeimbangkan tuntutan akademis dengan kebutuhan emosional, sehingga mengganggu kesejahteraan mereka di lingkungan sekolah. School well-being mengacu pada persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah, yang mencakup aspek sosial, akademik, dan emosional. Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi school well-being pada siswa SMA. Artikel yang digunakan diambil dari Google Scholar dan Frontiers dalam kurun waktu enam tahun terakhir (2018–2024), dengan kata kunci “School Well-being” ATAU “Kesejahteraan Sekolah” DAN “Siswa SMA” ATAU “High School Students.” Proses seleksi artikel mengikuti kerangka PICOSS (Population, Intervention, Comparative, Results Variable, Study Design, and Arrangement). Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor interpersonal, seperti hubungan dengan teman dan guru, serta dukungan dari sekolah, berperan signifikan dalam meningkatkan school well-being. Selain itu, faktor intrapersonal, seperti regulasi emosi dan motivasi belajar, juga memiliki dampak yang besar. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan sekolah yang lebih holistik untuk mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
PENGALAMAN REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KETERPISAHAN DENGAN AYAH PASCA PERCERAIAN : STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Nabila Sya’bania Rachmawati; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.51763

Abstract

Keterpisahan dengan ayah karena perceraian tidak jarang akan bermuara pada ketidakhadiran ayah dalam keluarga. Ketidakhadiran figur ayah secara tidak langsung berdampak pula pada hilangnya beberapa peran penting yang seharusnya dijalankan oleh ayah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman remaja putri yang mengalami keterpisahan dengan ayah pasca perceraian. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi, dengan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode in-depth interview. Penelitian ini melibatkan tiga wanita berusia 18-21 tahun, telah ditinggal dan tidak serumah dengan ayah karena  perceraian sejak berada di usia 12-17 tahun, serta hanya diasuh dan dibesarkan oleh ibu. Hasil penelitian menghasilkan sembilan tema superordinat yaitu : 1) pengalaman menyenangkan bersama ayah, 2) menyaksikan perselisihan orang tua, 3) perasaan antara lega dan sakit, 4) perubahan sosio ekonomi karena kehilangan ayah,  5) keengganan menjalin relasi dengan lawan jenis, 6) perasaan marah kepada ayah pasca keterpisahan, 7) peredaan rasa marah terhadap ayah, 8) menjadi mandiri untuk pembuktian diri, 9) harapan di masa mendatang. Serta terdapat satu tema khusus yaitu hubungan penuh konflik ketika tinggal dengan ayah. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan dalam ilmu psikologi guna mengantisipasi keluarga yang memutuskan untuk bercerai agar tetap melihat dan memperhatikan kondisi psikologis anak.
PENERIMAAN DIRI IBU MEMPUNYAI ANAK AUTIS Kuntum Khaira Ummah; Nur Diana Indrawati; Agus Fitria; Maryati Rizka Sari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.48258

Abstract

Ibu yang mempunyai anak autis mempunyai banyak tantangan dalam mengatasi permasalahan. Untuk mengatasi hal ini ibu perlu menerima keadaan yang akan berdampak pada pengasuhan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna dan esensi penerimaan diri ibu yang mempunyai anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengorganisasikan data. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu muda yang mempunyai anak pertama terdiagnosa autis. Pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam masing-masing selama 60 menit. Kami menggunakan epoche, pemeriksaan koding untuk memastikan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukan delapan tema superdinat yang dibagi dalam tiga tema utama, yaitu 1) secara kausal terdiri dari perasaan ibu, pengasuhan ibu, dan koping. 2) secara intervening terdiri dari support sistem, perubahan terapi, dan bentuk komitmen. 3) secara efeknya terdiri dari bentuk penerimaan ibu dan orientasi masa depan anak. Studi ini menyimpulkan bahwa penerimaan diri ibu dengan anak autis menekankan pada karakteristik pribadi ibu yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti perasaan dan strategi koping, sedangkan faktor eksternal seperti dukungan sosial dan perubahan terapi. Faktor inilah yang membuat ibu untuk terus semangat dalam terapi, sehingga menerima keadaan bahkan mempunyai orientasi masa depan untuk anak mereka.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Syafira Ghania; Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.50074

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh mahasiswa di perguruan tinggi, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik mereka. Diketahui terdapat beberapa faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat stres akademik. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang berkontribusi terhadap stres akademik pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur pada artikel-artikel yang relevan, dengan kriteria inklusi populasi mahasiswa di Indonesia, ditulis dalam bahasa Indonesia, full teks dapat diakses serta dipublikasi dalam lima tahun terakhir pada basis data jurnalIndonesia Publication Index (IPI Portal Garuda). Pada hasil pencarian didapatkan 15 artikel yang memenuhi kriteria dari total 25 artikel. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti self-efficacy akademik, motivasi belajar, manajemen waktu, resiliensi, strategi koping serta dukungan sosial memainkan peran penting dalam mengelola stres akademik pada mahasiswa di Indonesia.
DINAMIKA RELASI ORANG TUA-ANAK: STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR YANG BEKERJA Zulva Ramadhanty; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.41027

Abstract

Dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan mahasiswi tingkat akhir yang bekerja. Tidak hanya aspek dukungan, aspek konflik maupun kekuasaan yang mewarnai relasi orang tua dengan mahasiswi tingkat akhir yang bekerja penting untuk diungkap karena berkaitan dengan proses menjalankan peran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika relasi orang tua-anak pada mahasiswi tingkat akhir yang bekerja. Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria mahasiswi tingkat akhir, bekerja, merupakan anak pertama. Pengambilan data dilakukan dengan metode in-depth interview semi terstruktur serta teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk, yaitu relasi orang-tua anak sebelum bekerja yang mengungkap dependensi finansial dengan ayah dan kehangatan relasi dengan ibu; dinamika menjalani peran ganda yang mengungkap dorongan internal bekerja, persepsi tuntutan finansial keluarga, konflik dengan orang tua selama bekerja, dan dampak positif pada soft skill dan finansial; relasi orang tua-anak setelah bekerja yang mengungkap berkurangnya dependensi finansial dengan ayah, kehangatan relasi yang konstan dengan ibu, perhatian yang diinginkan, dan makna relasi positif; serta satu tema khusus yaitu ketidakterbukaan diri. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi untuk menciptakan komunikasi dua arah antara orang tua dengan mahasiswi tingkat akhir yang bekerja, sehingga mampu menghasilkan relasi yang harmonis.
REGULASI EMOSI DAN NOMOFOBIA PADA MAHASISWA: TINJAUAN LITERATUR Amatullah Asma Ashilah; Gusti Ayu Paramitha Dewi; Rina Rahayu Syam
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53853

Abstract

Nomofobia adalah ketakutan atau kecemasan berlebihan yang dialami individu ketika kehilangan akses atau tidak dapat menggunakan smartphone. Fenomena ini semakin sering terjadi di kalangan mahasiswa, kelompok usia dewasa awal (18–24 tahun), yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara regulasi emosi dan nomofobia serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut melalui tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi emosi, terutama strategi seperti cognitive reappraisal dan expressive suppression, berhubungan signifikan dengan tingkat nomofobia. Disregulasi emosi menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko nomofobia, sering kali dimediasi oleh kesepian, kecanduan media sosial, dan intensitas penggunaan smartphone. Faktor sosial seperti tekanan sosial turut memperburuk ketergantungan pada smartphone, khususnya pada mahasiswa perempuan. Selain itu, perbedaan budaya dan pola adaptasi teknologi mempengaruhi tingkat nomofobia di berbagai konteks. Penelitian ini menegaskan bahwa nomofobia adalah fenomena kompleks yang melibatkan interaksi antara aspek psikologis, sosial, budaya, dan teknologi. Rekomendasi praktis mencakup pengembangan program intervensi berbasis regulasi emosi, layanan kesehatan mental, dan edukasi penggunaan digital untuk membantu mahasiswa mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan kausal dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif.
ALL EYES ON RAFAH: UNDERSTANDING THE INDONESIAN BOYCOTT MOVEMENT THROUGH THE LENS OF PARASOCIAL RELATIONSHIPS WITH SOCIAL MEDIA INFLUENCERS Akhmad Saputra Syarif; Amya Bunga Fathiyah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.51665

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana hubungan parasosial dengan influencer media sosial membentuk niat konsumen untuk melakukan boikot terhadap produk yang terkait dengan konflik Palestina-Israel. Dengan mengacu pada Reasoned Action Approach dan teori emotional contagion, studi ini menempatkan interaksi parasosial sebagai kekuatan potensial dalam menggerakkan konsumerisme politik digital. Tujuan penelitian adalah untuk menguji apakah perasaan permusuhan memediasi pengaruh hubungan parasosial terhadap niat boikot. Menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan dari 169 partisipan dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini mengukur sejumlah konstruk utama seperti identifikasi diri, interaksi imajiner, sikap, permusuhan, dan niat boikot. Hasil menunjukkan bahwa hubungan parasosial memengaruhi niat boikot melalui dua jalur: secara langsung dari hubungan parasosial ke niat boikot, dan secara tidak langsung melalui mediasi perasaan permusuhan terhadap Israel. Temuan ini mengungkap mekanisme psikologis di balik bagaimana hubungan yang dimediasi dengan influencer dapat mendorong tindakan politik di dunia nyata. Studi ini menekankan peran penting keterikatan emosional dalam mendorong perilaku konsumsi politik dan memberikan wawasan baru mengenai bagaimana keterlibatan daring dapat mendorong aksi kolektif dalam masyarakat digital masa kini.
PERAN DIGITAL IDENTITY TERHADAP COMPETITIVE ATTITUDE DENGAN MEDIASI SOCIAL COMPARISON PADA GENERASI Z PENGGUNA LINKEDIN Cherry Delfina Setiawan; Callista Chandra; Ivania Rachel Harto; Raisya Anaya; Riana Sahrani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.50771

Abstract

Digital identity menjadi aspek penting bagi Generasi Z yang tumbuh dan aktif pada era digital. Penggunaan platform profesional seperti LinkedIn digunakan untuk membangun representasi diri yang sering melibatkan proses social comparison dan berpengaruh terhadap competitive attitude individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran digital identity terhadap social comparison, dan competitive attitude pada Generasi Z pengguna LinkedIn dengan mediasi social comaprison. Responden dalam penelitian ini berjumlah 404 partisipan Generasi Z yang berusia 18-25 tahun sebagai pengguna aplikasi LinkedIn. Instrumen alat ukur yang digunakan untuk mengukur digital identity adalah Digital Identity Scale, kemudian The Competitive Attitude Scale untuk mengukur competitive attitude, serta IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur social comparison. Metode hasil analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan social comparison sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa konstruk digital identity berkorelasi dengan meningkatnya kecenderungan social comparison, yang pada akhirnya mendorong terbentuknya competitive attitude pada lingkungan profesional melalui platform LinkedIn.
PENGARUH POLA ASUH OTORITER ORANG TUA YANG BEKERJA TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA SISWA DI SMP 16 PONTIANAK Khairunnisa Khairunnisa; Widya Lestari; Risna Hayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53572

Abstract

Perubahan fisik maupun psikologis pada remaja sering memicu perilaku agresivitas yang marak terjadi di lingkungan sekolah. Sebesar 38% dari total 7.451 korban kekerasan di Indonesia berasal dari remaja kelompok usia 13-17 tahun, dimana pola asuh otoriter dan sikap acuh orang tua menjadi pemicu utama. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola asuh otoriter orang tua terhadap perilaku agresif pada siswa SMP N 16 Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sebanyak 92 siswa dengan pola asuh otoriter dengan alat pengumpulan data menggunakan Google Form. Pengolahan data dianalisis dengan software IBM SPSS versi 26.0.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku agresif siswa dimana nilai koefisien regresi sebesar 0,957 (β=0,957, p=0,000), dengan 48% variabel agresivitas dipengaruhi oleh pola asuh otoriter dimana 35 siswa (56,67%) mengalami pola asuh otoriter tinggi dan 32 siswa (54,46%) menunjukkan perilaku agresivitas tinggi. Terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter berdampak pada agresivitas siswa.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue