Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
LIFE REVIEW OF ‘TERRORIST’
Ariska Soraya;
Yeniar Indriana;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.323 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7534
Terorisme sering digunakan untuk menggambarkan berbagai tindak kekerasan dari pertengkaran domestik untuk kekerasan geng hingga ke pembunuhan di tempat kerja Bias dalam penggunaan istilah terorisme sering terjadi karena adanya ketidak sepakatan dan ketidakjelasan para ahli mengenai fenomena terorisme. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran Life review pada ‘teroris’. Life review adalah proses meninjau kembali masa lalu mulai dari masa kanak-kanak hingga masa sekarang dan mencari makna penting yang didapat kemudian memutuskan nilai-nilai yang masih dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara mendalam yang didukung dengan materi audio visual dan dokumen pendukung. Penelitian ini dilakukan kepada dua subjek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan proses heuristik phenomenological analyses (Moustakas, 1994). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran yang menonjol dari life review ‘teroris’ adalah makna akan jihad yang masih dipegang oleh subjek. Bagi subjek jihad adalah perintah Agama dan wujud solidaritas terhadap sesama muslim. stigma dari masyarakat mengenai identitas sebagai teroris tidak dapat merubah keyakinan dan identitas sebagai mujahid. Life review dapat memunculkan penguatan keyakinan dalam diri individu. Seseorang yang mengalami krisis akan mengevaluasi kembali peristiwa-peristiwa dan nilai-nilai yang relevan sebagai penguat motivasi jihad dan identitas sosial. Identitas yang ditemukan ketika masa remaja menjadi dasar bagi pembentukan identitas sosial.Peristiwa di masa lalu dimaknai secara positif sebagai penguatan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dianut. Peristiwa yang sudah terjadi membentuk individu di masa depan. Kekecewaan dan kegagalan di masa lalu di atasi dengan hikmah atau manfaat yang dapat diambil untuk masa sekarang dan masa depan.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN TERHADAP IBU DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Melyza Syarifa;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.086 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15111
Mahasiswa tahun pertama seringkali mengalami permasalahan penyesuaian diri pada masa awal kuliah. Penyesuaian diri dipengaruhi salah satunya yaitu faktor lingkungan yang didalamnya terdapat keluarga. Interaksi yang terjalin dalam sebuah keluarga dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan sebuah ikatan emosional didalamnya termasuk anak dengan ibu. Ikatan emosional antara anak dengan ibu yang dianggap paling berhasil adalah kelekatan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan amanterhadap ibu dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa Skala Penyesuaian Diri yang terdiri atas 34 aitem valid, α = .92 dan skala kelekatan amanterhadap Ibu terdiri atas 23 aitem valid, α = .90. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 114 mahasiswa Teknik pengambilan sampel dengan teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi rxy = .56 (p < .001), yang menyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif kelekatan amanibu terhadap penyesuaian diri sebesar 31%.
PENGALAMAN MENIKAH PADA PRIA DI MASA BERANJAK DEWASA
Ani Shofwatillah;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.491 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21737
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman menikah pada pria di masa beranjak dewasa (emerging adulthood) dengan keluarga yang dapat bertahan atau tidak berujung pada perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan menggunakan teknik purposive. Kriteria untuk subjek penelitian antara lain: laki-laki yang menikah di usia 18 – 25 tahun; tidak melakukan hubungan seks pra nikah; dan saat menikah belum mandiri secara finansial, kini telah mandiri secara finansial, dan usia pernikahan minimal lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menikah pada pria dipengaruhi oleh faktor lingkungan (circumstance), beliefs, preferences, dan emotions. Faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya membentuk sebuah decision making untuk menikah, khususnya faktor circumstance dan beliefs. Proses menuju pernikahan meliputi pengambilan keputusan menikah, persiapan pernikahan dan proses menemukan pasangan. Ketiga subjek menggunakan konsep ta’aruf dalam menentukan pasangan hidup. Pasca menikah terjadi penyesuaian pasangan dan keluarga yang dilakukan dengan pendekatan personal dan ilmu pernikahan. Dari penelitian ini menunjukkan pria yang menikah di masa beranjak dewasa mampu membentuk keluarga yang kokoh dan fungsi keluarga dapat terpenuhi.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP SISTEM PEMBELAJARAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA TARUNA TINGKAT PERTAMA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN (PIP) SEMARANG
Chairunnisa Erlan;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13007
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap sistem pembelajaran dan penyesuaian diri pada taruna tingkat pertama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Populasi penelitian ini adalah 428 taruna tingkat pertama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, dengan sampel penelitian berjumlah 209 taruna yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua alat ukur skala psikologi yaitu Skala Penyesuaian Diri (36 aitem valid, α = 0,896) dan Skala Persepsi terhadap Sistem Pembelajaran (41 aitem, α = 0,917). Hasil hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy= 0,703 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi terhadap sistem pembelajaran dengan penyesuaian diri pada taruna tingkat pertama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Semakin positif persepsi terhadap sistem pembelajaran, semakin tinggi pula penyesuaian diri, dan semakin negatif persepsi terhadap sistem pembelajaran, semakin rendah penyesuaian diri taruna tingkat pertama. Persepsi terhadap sistem pembelajaran memberikan sumbangan efektif sebesar 49,5% terhadap penyesuaian diri dan sebesar 50,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AYAH DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA PUTRI ANAK TKW (TENAGA KERJA WANITA) DI KECAMATAN PATEBON KENDAL
Octaria Putri Maldini
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.869 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15445
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan ayah dengan penyesuaian sosial pada remaja putri anak TKW (Tenaga Kerja Wanita). Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa dua skala. Skala Penyesuaian Sosial terdiri atas 36 aitem valid, α = 0,898. Skala Kelekatan Ayah terdiri atas 30 aitem valid, α = 0,893. Populasi penelitian ini adalah remaja putri anak TKW (Tenaga Kerja Wanita) di lima SMP di Kecamatan Patebon, yaitu 107 siswa. Sampel penelitian berjumlah 75 siswi yang ibunya bekerja keluar negeri dan tinggal serumah dengan ayah. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,647 dengan p= 0,000 (p<0,001), yang menyatakan bahwa hipotesis yang diajukan diterima. Sumbangan efektif kelekatan ayah terhadap penyesuaian sosial sebesar 41,9%.
RELATIONSHIP BETWEEN GUILD CONFORMITY AND LOYALTY OF MASSIVELY MULTIPLAYER ONLINE ROLE-PLAYING GAME (MMORPG) GAMERS
Ediwan Farid Fahmadi;
Prasetyo Budi Widodo;
Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.079 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7400
This study aimed to determine the relationship between guild conformity and loyalty of MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Games) gamers in Semarang.Subjects in this study were selected purposively, ie 15-30 year-old gamers, play MMORPG, join in a guild, located in Semarang, and willing to participate in this study. Data collected in this study using a Likert scale form compiled by researchers, namely gamer loyalty scale consists of 21 items (reliability coefficient = 0.918) and the guild conformity scale consisting of 16 items (reliability coefficient = 0.863).Analysis of data using the correlation test of Karl Pearson Product Moment to determine the relationship between guild conformity and loyalty of MMORPG gamers. The results showed a significance value of 0.908 (p> 0.005), which suggests that the relationship between the two variables is not significant. Therefore, there was no significant relationship between guild conformity and loyalty of MMORPG gamers.
HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN KEMANDIRIAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MATHOLI’UL ANWAR KABUPATEN LAMONGAN
Lissandi, Putri Surya;
Setyawan, Imam
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.596 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24397
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan kemandirian pada santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Kemandirian merupakan kemampuan individu dalam mengambil keputusan secara mandiri, bertingkah laku sesuai dengan yang diinginkan, serta bertanggung jawab terhadap perilaku yang dilakukan. Self-regulated learning merupakan kemampuan individu dalam mengaktifkan dan mempertahankan kognisi, afeksi, dan perilakunya secara sistematis untuk meraih tujuan belajar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 175 santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Sampel penelitian ini berjumlah 112 santri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala kemandirian (19 aitem, = 0,847) dan skala self-regulated learning (22 aitem, = 0,877). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan (rxy= 0,699, p= 0,000) antara self-regulated learning dengan kemandirian. Semakin tinggi self-regulated learning maka semakin tinggi pula kemandirian pada santri. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self-regulated learning maka akan semakin rendah pula kemandirian pada santri. Self-regulated learning memberikan sumbangan efektif sebesar 48,8% pada kemandirian.Kata Kunci: kemandirian; self-regulated learning; santri.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA ANGGOTA KOWAD DI KODAM IV/DIPONEGORO
Bening Pangastuti;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.611 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14917
Anggota KOWAD merupakan profesi yang menuntut individu memiliki sikap disiplin, tegas dan patuh. Tugas anggota KOWAD sebagai TNI-AD yaitu mempertahankan NKRI tetap utuh, memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dengan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. Konflik peran pekerjaan-keluarga merupakan konflik peran yang muncul akibat tanggung jawab yang berhubungan dengan pekerjaan mengganggu waktu, ketegangan dan perilaku dalam peran di ranah keluarga. Kesejahteraan psikologis merupakan pencapaian individu dalam menerima kekurangan dan kelebihan dirinya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negative antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis. Subjek diberikan Skala Konflik Peran Pekerjaan-Keluarga (21 aitem, á = .94) dan Skala Kesejahteraan Psikologis (26 aitem, á = .93). Analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. (r = -. 68; p < .001). Semakin tinggi konflik peran pekerjaan-keluarga maka kesejahteraan psikologis semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Konflik peran pekerjaan-keluarga memberikan sumbangan efektif 46% terhadap kesejahteraan psikologis. Ketika ingin meningkatkan kesejahteraan psikologis, individu harus meminimalkan konflik peran pekerjaan-keluarga.
PENGALAMAN KEMANDIRIAN PADA REMAJA KEMBAR PUTRI: STUDI FENOMENOLOGIS DENGAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Lusia Syailindri;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.985 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20168
Penelitian mengenai kemandirian pada remaja kembar putri belum banyak ditemukan, sedangkan kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan mendasar di masa remaja. Pengalaman kemandirian yang dimaksud adalah bagaimana kehidupan remaja putri bersama saudara kembarnya dan bagaimana proses pencapaian kemandirian remaja putri terlepas dari figur lekat, yaitu saudara kembarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kemandirian remaja putri yang memiliki saudara kembar putri. Purposive sampling digunakan untuk merekrut empat partisipan putri yang memiliki saudara kembar putri, berusia remaja, dan berstatus sebagai mahasiswi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dokumen audio. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan dua tema induk, yaitu (1) hubungan dengan saudara kembar dan (2) kemandirian. Tiga partisipan yang merupakan adik kembar merasakan adanya perbedaan status antara kakak dan adik kembar. Partisipan yang merupakan pasangan kembar fraternal dan lebih dini berpisah dengan saudara kembarnya memiliki kemandirian yang lebih tinggi. Temuan dari penelitian ini berkontribusi menjadi pendukung teori bahwa adik kembar lebih memiliki ketergantungan terhadap kakak kembarnya serta pasangan kembar identik lebih dekat satu sama lain dibandingkan dengan pasangan kembar fraternal.
HUBUNGAN ANTARA TRUST KELOMPOK DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERTANDINGAN PADA TIM FUTSAL DI KOTA SEMARANG
Dean Cahyo Triyono;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.846 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7566
Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, yang telah ikut berperan dalam mengharumkan nama daerah dan bangsa, baik melalui kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. untuk mengetahui hubungan trust kelompok dengan kecemasan menghadapi pertandingan pada pemain futsal di Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain futsal yang bergabung dalam tim futsal di Kota Semarang. Jumlah populasi penelitian adalah 12 tim yang terdiri dari120 orang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Cluster Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah Skala psikologi, yaitu Skala Trust dan Skala Kecemasan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan angka koefisien korelasi (rxy) sebesar k-0,515 dengan tingkat signifikansi korelasi p = 0,001 (p