Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
RELATIONSHIP BETWEEN OF PERCEPTION OF PERSONALITY DEVELOPMENT PROGRAM WITH SELF-CONTROL FOR PRISONER IN WOMEN PRISON CLASS IIA SEMARANG
Ervina Safitri;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.392 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7401
Increasing of women criminality levels in Indonesia one of them is because low self-control. Self-control is influenced by socialization, cognitive, and emotional adjustment factors. Socialization factors create cultivation of good values for prisoner through the perception of personality development. This study aimed to know the relationship between perceptions of personality development program with self-control for prisoner in Women prison Class IIA Semarang.Population in this research is 236 prisoner with 142 prisoner sample. Random sampling technique is used in this research. Participant were ask to complete 28 item of non verbal aggresivity scale (α=0.925) and 45 item perception of mental improvement scale (α=0.934). Data collection using the Scale Perceptions of Personality Development Program consists of 33 aitem (α = 0.928) and the Self-Control Scale consists of 24 aitem (α = 0.893).Simple regression analysis results indicate a positive and significant relationship between perceptions of personality development program with self-control for prisoner shown by the number of correlation r xy = 0.604 and p = 0.000 (p <0.05) so that the hypothesis that there is a positive relationship between perceptions the personality development program with self-control is acceptable. Relationship between the two variables is if the perception of personality development program is more positive, then the level of self-control is also higher. Otherwise, if the perceptions of personality development program is more negative, than the self-control is also lower.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH (RSJD) Dr AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG
Dwi P Rahayu;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.1 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24398
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo Semarang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 145 perawat dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 65 perawat yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala burnout dan skala regulasi emosi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,819 dengan tingkat signifikan korelasi p = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat rawat inap. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah burnout. Regulasi emosi memberikan sumbangan sebesar 67% terhadap burnout, sisanya sebesar 33% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU-SISWA DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SISWA SMAN 9 SEMARANG
Lucky Rianatha;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.451 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14918
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal guru-siswa dan self-regulated learning pada siswa SMAN 9 Semarang. Self-regulated learning merupakan kemampuan siswa mengatur diri dalam belajar dengan melibatkan kemampuan strategi pemikiran terkait aktivitas berpikirnya, persepsi keyakinan diri dari kemampuan performa, dan komitmen akademik yang secara sistematis berorientasi mengarah pencapaian tujuan belajar yang diinginkan. Komunikasi interpersonal guru-siswa merupakan penilaian siswa terhadap kemampuan guru dalam menyampaikan pesan/informasi kepadanya secara jelas, sehingga menghasilkan kesamaan pemahaman dan senantiasa mempengaruhi perubahan sikap, serta dapat memelihara juga memperbaiki hubungan yang baik dan menyenangkan akan memudahkan siswa untuk lebih terbuka pada guru. Populasi penelitian berjumlah 364 yang terdiri dari 10 kelas, sedangkan yang digunakan menjadi sampel penelitian sebanyak 108 siswa yang terdiri dari 3 kelas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan 2 alat ukur skala psikologi yaitu Skala self-regulated learning (33 aitem, α = .92) dan Skala komunikasi interpersonal guru-siswa (26 aitem, α = .88). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (Rxy = .49; p < .001). Komunikasi interpersonal guru-siswa memberikan sumbangan efektif sebesar 25% terhadap self-regulated learning. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal guru-siswa dengan self-regulated learning. Semakin baik komunikasi interpersonal guru-siswa, maka semakin tinggi self-regulated learning siswa, demikian pula semakin buruk komunikasi interpersonal guru-siswa, maka semakin rendah pula self-regulated learning siswa.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA PADA DOSEN WANITA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Cishi Hanifia;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.823 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keseimbangan kerja-keluarga pada dosen wanita di Universitas Diponegoro Semarang. Keseimbangan kerja-keluarga adalah sejauh mana individu terlibat dan puas dengan peran dalam pekerjaan dan keluarga. Sampel dalam penelitian ini dilakukan kepada 70 dosen wanita di Universitas Diponegoro Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Dukungan Organisasi (29 aitem valid, α = 0,944) dan Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga (24 aitem valid, α = 0,878). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,372 dan p = 0,002 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan keseimbangan kerja-keluarga. Semakin positif persepsi dukungan organisasi, maka semakin tinggi pula keseimbangan kerja-keluarga dan sebaliknya. Persepsi dukungan organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 13,9% dalam mempengaruhi keseimbangan kerja-keluarga, sedangkan sisanya sebesar 86,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA DITINJAU DARI KONSEP DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Dewi Yunita Sari;
Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.979 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7567
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Diponegoro. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan sidang skripsi/tugas akhir (TA) di Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Sampel penelitian ini berjumlah 60 mahasiswa yang terdiri dari 30 mahasiswa Fakultas Teknik dan 30 mahasiswa Fakultas Hukum. Sampel diambil dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala Konsep Diri (31 aitem valid, α = 0,904) dan Skala Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja (34 aitem valid, α = 0,959). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,523 dengan p = 0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA PRESENTASI DIRI DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA DI SMA TARUNA NUSANTARA
Royyana, Dwini Aisha;
Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.392 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15162
Kesepian dapat dialami secara subjektif oleh siapa saja. Kesepian adalah perasaan individu yang kurang menyenangkan, bercirikan perasaan terasing dan hubungan yang kurang bermakna dengan individu lain. Berkaitan dengan hubungan interpersonal dan penerimaan sosial, individu mengembangkan keinginan dan usaha menampilkan kesan yang baik melalui presentasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara presentasi diri dengan kesepian pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Taruna Nusantara kelas X dan sampel penelitian berjumlah 126 subjek. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala kesepian (34 aitem valid dengan α=0,922) dan skala presentasi diri (22 aitem valid dengan α=0,883). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan nilai rxy = -0,286 dengan p = 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara presentasi diri dengan kesepian. Semakin baik presentasi diri, maka semakin rendah kesepian yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian presentasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 8.2% terhadap kesepian yang dialami oleh remaja di kelas X SMA Taruna Nusantara, sedangkan, 91,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN COPING STRESS PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA JURUSAN MUSIK DI INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
Gebby Charitas Ignatia Situmorang;
Dinnie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.023 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21867
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan coping stress pada mahasiswa tingkat pertama Jurusan Musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Coping stress merupakan usaha untuk menghadapi setiap tuntutan yang menekan individu baik berasal dari dalam maupun luar diri sendiri. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami, mengenali, merasakan, mengelola dan mengatur perasaan diri sendiri dan orang lain. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat pertama Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini 98 mahasiswa tingkat pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kecerdasan Emosional 24 aitem (α = .886) dan skala Coping Stress 39 aitem (α = .935). Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi sederhana. Hasil hipotesis yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan coping stress (Rxy = .671). Semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin baik coping stress yang digunakan dan sebaliknya. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 45 % (R square = .450) dengan nilai p = .000 (p > .05) terhadap coping stress mahasiswa tingkat pertama Jurusan Musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN AGRESIVITAS
Winda Esty Nidianti;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.546 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13141
Perilaku remaja dipengaruhi oleh lingkungan yaitu lingkungan pendidikan serta teman sebaya. Sekolah merupakan sebuah konteks yang penting bagi perkembangan moral. School well-being penting untuk diketahui karena dapat digunakan sebagai alat evaluasi bagi kesejahteraan siswa terhadap kehidupan di sekolah. Siswa yang tidak sejahtera terhadap sekolahnya dapat mempengaruhi siswa untuk berperilaku agresif, yaitu keinginan untuk menyerang atau menyakiti orang lain dengan sengaja. Penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara school well-being dengan agresivitas pada siswa SMK Negeri 4 di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling, terhadap 125 siswa. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala School well-being (27 aitem; α = 0,855) dan Skala Agresivitas (30 aitem;, α = 0,839). Hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan korelasi negatif antara school well-being and agresivitas (rxy = -0,529; p < 0,001). Semakin tinggi school well-being maka semakin rendah agresivitasnya, dan sebaliknya. School well-being memberikan sumbangan efektif sebesar 28% terhadap variasi agresivitas yang berarti tingkat konsistensi variabel agresivitas sebesar 28% dapat diprediksi oleh school well-being, sisanya 72% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN BANK PANIN CABANG MENARA IMPERIUM KUNINGAN JAKARTA
Juda Steven;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.259 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19745
Pertumbuhan dalam skala domestik dan global mengalami pertumbuhan pesat sehingga diperlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang baik. Salah satu konstruk yang berkontribusi pada kinerja karyawan adalah work engagement. Work engagement adalah keadaan positif dan memenuhi diri, keadaan pikiran yang berkaitan dengan pekerjaan dikarakteristikkan dengan adanya energi tinggi, pengabdiandanpenghayatan. Resiliensi adalah kemampuan bertahan atau mengatasi kesulitan dari persitiwa tidak menyenangkan dan berhasil beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara resiliensi dengan work engagement pada karyawan Bank Panin Imperium Kuningan Jakarta. Sampel penelitian sebanyak 50 karyawan Bank Panin Imperium Kuningan Jakarta yang diambil menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Work Engagement (31 aitem, α= 0.95) dan Skala Resiliensi (22 aitem, α= 0.89). Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dengan work engagement (r= 0.73, p < 0.001). Sumbangan resiliensi terhadap work engagement sebesar 54.5%. Kesimpulan penelitian adanya hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dengan work engagement. Semakin tinggi resiliensi karyawan maka semakin tinggi work engagement-nya.
PERILAKU PROSOSIAL : STUDI KASUS PADA ANAK PRASEKOLAH
Susanti Susanti;
Siswati Siswati;
Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.635 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7433
Tujuan penelitian adalah melakukan eksplorasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial anak prasekolah.Subjek kasus dalam penelitian ini adalah dua anak dengan karakteristik yaitu berusia 3-5 tahun, kesempatan yang sama untuk menghabiskan waktu bersama ibu di rumah, menempuh pendidikan di playgroup yang sesuai standar peraturan pemerintah dan semua subjek kasus berada pada jenjang pendidikan yang sama. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif dengan pendekatan studikasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Metodepengumpulan data yang digunakanadalahwawancara danobservasi dengan data pendukung dari checklist dan dokumentasi.Hasil penelitian menampakkan bahwa perilaku prososial anak prasekolah dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk yaitu perilaku membantu, berbagi dan menghibur. Lingkungan keluarga dan sekolah berperan dalam mendorong maupun menghambat perkembangan perilaku prososial seperti strategi pembelajaran perilaku prososial dan situasi dalam keluarga maupun sekolah.Strategi pembelajaran perilaku prososial meliputi kegiatan pembelajaran di sekolah seperti pembacaan cerita, video, lagu dan kegiatan simulasi yang mendorong pembelajaran nilai-nilai prososial serta peran orangtua dan guru dalam memberikan contoh perilaku, bimbingan dan motivasi untuk memunculkan kesadaran anak mengenai perasaan orang lain serta pemberian penghargaan terhadap perilaku prososial anak. Situasi dalam keluarga dan sekolah mempengaruhi kesempatan anak untuk mengembangkan perilaku prososial.Anak prasekolah mampu berperilaku prososial walaupun terdapat perbedaan dalam tingkat dan jenis perilaku prososial. Perbedaan ini dipengaruhi oleh strategi pembelajaran perilaku prososial serta banyaknya kesempatan yang diperoleh anak dari lingkungan keluarga maupun sekolah.