cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
ANALISIS PROSEDUR IMPOR DAN PROSES BONGKAR SIRUP GLUKOSA PADA PT. BONBON INDONESIA graciamei vanessa tambunan; dedi Febrianto
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis Standar Operasional Prosedur (SOP), hambatan serta solusi penanganan prosedur impor dan proses bongkar sirup glukosa dari Tiongkok pada PT. Bonbon Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, wawancara dan studi Pustaka. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari studi ini mengungkapkan bahwa proses impor dan bongkar sirup glukosa yang dijalankan pada PT. Bonbon Indonesia dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaanya, yaitu keterlambatan dokumen impor asli, kesalahan dokumen impor, modul PIB tidak menunjukan respon, truk yang mogok, dan sirup glukosa yang tidak sesuai standar. Adapun solusi yang dilakukan terhadap hambatan ini adalah penyesuaian jadwal pengiriman dengan hari kerja di negara eksportir, konfirmasi kesesuaian dokumen impor dengan divisi pembelian, pembaharuan sistem modul PIB dan penyediaan jaringan internet khusus, penandatanganan kontrak perjanjian, dan pemeriksaan sirup glukosa di negara eksportir. Untuk meminimalisasi permasalahan terjadi di masa mendatang, disarankan kepada PT. Bonbon Indonesia untuk melakukan pemeriksaan kalender hari libur milik supplier, melakukan pemeriksaan ulang dokumen impor dari pihak supplier sirup glukosa, melakukan pembaharuan sistem pengaplikasian modul PIB, meminta PPJK untuk memberikan armada pengangkut yang optimal, dan melakukan pemeriksaan sirup glukosa di negara eksportir. Studi ini diharapkan bermanfaat bagi perusahaan sebagai masukan untuk peningkatan kinerja perusahaan dalam bidang impor dan bahan referensi bagi pembaca. Kata kunci: SOP, Impor, Bongkar, Sirup Glukosa, PT. Bonbon Indonesia 
STRATEGI PENINGKATAN KETAHANAN INDUSTRI DAN STABILITAS IKLIM USAHA INDUSTRI DALAM RANGKA PEMULIHAN INDUSTRI PASCA PANDEMI COVID-19 Heru kustanto; agus wahyudin; M Tirtana Siregar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja sektor industri mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat sektor industri ikut menentukan kinerja ekonomi nasional. Setahun setelah pandemi Covid-19 berlangsung, sektor industri relatif tidak menunjukkan kinerja menggembirakan, jika dilihat dari beberapa indikator, seperti : pertumbuhan, kontribusi terhadap PDB, investasi, dan neraca perdagangan internasional. Pertumbuhan sektor industri pengolahan non migas selalu berada di bawah pertumbuhan ekononi nasional sehingga membuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional juga cenderung menurun sejak tahun 2016 sampai dengan 2019 berturut-turut 18,21%, 17,89%, 17,63%, dan 17,58%. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka fenomena deindustrialisasi akan benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan sebagaimana dikhawatirkan oleh berbagai pengamat ekonomi. Ketahanan industri dan iklim usaha, akan ditentukan oleh  faktor-faktor yang menciptakan daya saing yang dihasilkan dari suatu aktivitas perekonomian suatu negara. Ketahanan industri dan iklim usaha suatu negara jika dibandingkan dengan  negara lain mencerminkan kinerja perekonomian yang didukung oleh berbagai kebijakan dan peraturan dalam perekonomian suatu negara, khususnya dalam pemulihan industri pasca pandemi Covid-19. Sejumlah strategi telah dirumuskan untuk meningkatkan ketahanan dan iklim usaha industri sebagai upaya pemulihan industri pasca pandemi Covid-19 baik dari demand side (permintaan) maupun dari supply side ( penawaran). Kata Kunci : Ketahanan dan Iklim Usaha Industri, Strategi, Pandemi Covid-19
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA EKSPOR PRODUK ALAS KAKI achmad sanusi; intan maria lewiayu; syaiful ahmar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan secara deskriptif mengenai industri alas kaki sebelum masa pandemi hingga perkembangannya selama pandemi. Sebelum pandemi global yang berdampak negatif terhadap perekonomian global pada tahun 2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, namun terlihat penurunannya yang cukup tajam pada triwulan II tahun 2020, meski kemudian pada akhir 2020 menunjukkan adanya perbaikan.Hasil desk studi menunjukkan nilai perdagangan untuk beberapa komoditas di dunia secara umum mengalami penurunan selama periode 2019"’2020. Penurunan tajam terjadi pada periode Januari hingga Juli 2020 ketika terjadi pandemi Covid-19. Penurunan perdagangan beberapa produk ini akibat adanya pembatasan pergerakan barang antarnegara dan juga penurunan permintaan akibat resesi global. Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada industri alas kaki, yaitu pertumbuhan negatif - 3,6%, menurunnya neraca dagang -38,1%, dan menurunnya investasi sebesar -41,8%. Selain itu, terdapat kelesuan pasar ekspor yang dialami. Terjadi penurunan utilisasi sebanyak 70-83% » 41%, perumahan karyawan 57,927 orang, dan mengalami 70% masalah pada pasokan bahan baku. Permasalahan negara tujuan ekspor mengalami lockdown dan beberapa buyer cancel order atau postpone order atau mengalami penundaan pembayaran. Selain itu, pasar domestik yang selama ini menyerap cukup tinggi mengalami kelesuan.Secara umum, permasalahan yang dihadapi industri alas kaki, yaitu bahan baku dan cashflow, energi dan teknologi, sdm, pasar, lingkungan serta regulasi dan iklim usaha Kata kunci: ekspor, impor, pertumbuhan, alas kaki
PENGUKURAN KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP E-LEARNING INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM SURABAYA BERDASAR KRITERIA nicko nur rakhmaddian; nisa asrofi; granita hajar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan surat edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19, Kemenristekdikti menginstruksikan kebijakan belajar dirumah. Ini membuat banyak lembaga pendidikan yang mengunakan E-learning untuk mempermudah proses belajar termasuk Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS). Usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface dapat digunakan. Ini membuat  perlu adanya analisa terkait kepuasan mahasiswa dalam menggunakan E-learning berdasarkan kriteria usability yakni usefulness, ease of use, ease of learning, dan satisfaction. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi variabel mana yang perlu mendapat perhatian agar meningkatkan kepuasan mahasiswa di dalam menggunakan E-learning. Manfaat penelitian yang diharapkan dapat membantu mendevelop E-learning. Sampel penelitian adalah 148 mahasiswa dari ITTS. Sebelum menganalisis variable dilakukan uji kelayakan kuesioner dan uji asumsi klasik yang hasilnya kuesioner serta data yang didapat lulus semua uji tersebut. Analisi variabel dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji t. Perolehan uji F dengan nilai tabel sebesar 0.117 dan F Hitung 87.585 menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yaitu usefulness, ease of use, dan ease of learning terhadap variabel terikat satisfaction. Sedangkan hasil uji parsial t, pengaruh terhadap kepuasan dalam penggunaan media e-learning yaitu usefulness dan ease of learning. Ease of use tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan dikarenakan memiliki nilai t hitung sebesar 1.813 dan t-tabel sebesar 1.976 maka menunjukkan t-tabel lebih besar dan juga nilai signifikasi lebih besar daripada 0.005. Dari uji determinasi menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh usefulness, ease of use, ease of terhadap Satisfaction penggunaan e-learning sebesar 64,6%. Dari analisi linier berganda diketahui bahwa varibael bebeas yang dapat miningkatkan satisfaction mahasiswa dalam menggunakan media e-larning adalah varibael usefulness disusul varibel ease of learning dan varibel ease of use memiliki peningkatan sangat kecil terhadap variable satisfaction. Kata kunci: e-learning, usability, satisfaction, usefulness, ease of use, ease of learning.
ANALISIS ELEMEN-ELEMEN VISUAL DAN FOTOGRAFI PADA SOSIALMEDIA INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI MASA PENDEMI COVID-19 (STUDI KASUS TANIHUB INDONESIA) aji kresno murti; christian kuswibowo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan elemen visual dan fotografi yang diposting oleh Tanihub pada periode sebelum dan disaat pendemi COVID-19. Analisis mengambil dari sampel pada konten social media Instagram pada bulan juli tahun 2019 dan bulan oktober 2020. Dianalisis dari teknik fotografi,elemen visual serta strategi periklanan yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis konten diperoleh hasil bahwa sebelum pendemi lebih mengutamakan unsur fotografi dan menekankan pada informasi produk. Konsep yang digunakan adalah teknik informing dan reminding. Untuk daya Tarik menggunakan strategi competitive advantage dan favorable price appeal. Sedangkan untuk posting dimasa pendemi menggunakan unsur elemen visual berupa bidang geometri dan non geometri. Menambahkan karakter kartun bu Teha sebagai mascot dan menggunakan konsep informing dengan pendekatan gaya hidup konsumen. Kata kunci : social media, fotografi, elemen visual. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PREFERENSI KONSUMEN YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN FAST FOOD DI MASA PANDEMI COVID 19 (STUDI KASUS PADA PELANGGAN RESTORAN KFC) erick lauren ray; I nyoman wirya artha; erlita khrisinta dewi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor preferensi konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian makanan fast food. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis faktor dan analisis regresi. Sampling pada penelitian berjumlah 73 orang dengan kategori konsumen wanita yang sudah memiliki penghasilan. Studi kasus dalam penelitian ini adalah konsumen restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) yang berada di wilayah Jakarta. Pada penelitian ini, atribut yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor preferensi konsumen makanan fast food adalah harga, kualitas pelayanan, merek, tangible, kualitas makanan dan iklan. Penelitian ini menghasilkan enam faktor pembentuk antara lain faktor 1 (tampilan fisik), faktor 2 (kehandalan), faktor 3 (cita rasa), faktor 4 (attention), faktor 5 (harga), dan faktor 6 (responsif). Dari keenam faktor yang terbentuk, faktor dominan untuk aspek tampilan fisik adalah protokol kesehatan yang dijalankan pada masa pandemik, pada aspek kehandalan adalah penyajian makanan yang bersih dan higienis, pada aspek cita rasa adalah variasi menu yang beragam, pada aspek attention adalah top of mind produk KFC, pada aspek harga adalah keterjangkaun harga produk KFC dan pada aspek responsif adalah makanan disiapkan dengan cepat. Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian adalah faktor kehandalan. Kata kunci: Analisis Faktor, Preferensi Konsumen, Keputusan Pembelian
PENGARUH PERANG TARIF AMERIKA SERIKAT – TIONGKOK TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA STUDI KASUS KENDARAAN DARAT KODE HS 87 Theresia Anindita; Dhany Surya Ratana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Amerika Serikat menerapkan tariff impor pada sejumlah barang yang berasal dari Tiongkok sebagai ancaman jika Tiongkok tidak memperbaiki kebijakan tentang kekayaan intelektual Amerika Serikat yang telah lama dilanggar oleh banyak negara, utamanya Tiongkok. Selain itu Trump sebagai presiden Amerika Serikat memiliki keinginan untuk mengembalikan produksi buatan dalam negeri Amerika Serikat. Untuk itu dicanangkan tariff impor pada bulan Maret 2018 yang berlaku mulai Juli 2018. Satu hari setelah Amerika Serikat mengumumkan tariff tersebut, Tiongkok membalasnya dengan tariff untuk barang Amerika Serikat yang berlaku pada waktu yang sama. Dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji beda rata-rata, kami membandingkan perdagangan kedua negara sebelum dan sesudah Juli 2018 dan pengaruhnya terhadap perdagangan Indonesia ke dua negara tersebut. Penelitian sebelumnya menemukan impor Amerika Serikat pada HS Code 87 justru menunjukkan peningkatan yang dapat diartikan bahwa tidak ada negara yang dapat menggantikan kemampuan produksi Tiongkok pada kategori tersebut. Namun setelah dianalisis lebih lanjut, peningkatan tersebut terjadi karena nilai investasi yang dilakukan oleh perusahaan otomotif global dalam memasuki manufaktur China telah terlalu besar untuk tidak dimanfaatkan pada peluang ekspor. Kata kunci: Tarif impor, HS code, pergeseran ekspor impor ABSTRACT  United States threatening to impose import tariff on $60 Billion Chinese goods if China does not respond to its demand on China policy on US' Intellectual Rights. Trump announced the tariff in March 2018 and will come into force on July 2018. China retaliates with announcing its own list a day after which also come into force on July 2018. This study uses descriptive analysis and unpaired two-samples mean test to compare trade before and after imposed tariff. Precious study found that US import of HS Code 87 which implies China superiority as a supplier in the trade. But it turns out that the reason was that Foreign Investments from global manufacturers in China as a Joint Venture are too enermous to back out of export chances.  Keywords: Import tariff, HS Code, trade relocation
PENGARUH TAMPILAN TOKO ( STORE ATMOSPHERE ) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA UKM KULINER DI KELURAHAN DEPOK JAYA, KECAMATAN PANCORAN MAS, KOTA DEPOK. faisal H Batubara; chairul hadi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The culinary business is compared to other businesses in the city of Depok during the pandemic, its development is ranked first, this is what makes the author interested in conducting research on "The Effect of Store Atmosphere on Consumer Satisfaction in Culinary SMEs in Depok Jaya Village, Pancoran Mas District. , Depok City” (Case Study of Mang Kumis and Mang Dadang Pancong Cakes). This study aims to determine how much influence the store display has on consumer satisfaction. This study examines the variables, namely the independent variable (store appearance) can affect the dependent variable (consumer satisfaction). The sample in this study was 41 respondents and the data in this study used a survey method through questionnaires filled out by consumers. Data obtained by using simple linear regression analysis, hypothesis testing through r test and t test and the Coefficient of Determination (R.Square) test. The results of the correlation coefficient test (r test) yielded 90.7%, this shows that the relationship between the dependent variable and the independent variable is very strong and positively correlated. The result of the partial test (t test) is the ttable value at a significant level of 5%, which is 2.022691. Due to the value of tcount = 13,434 > ttable = 2,023, then H0 is rejected. This shows that the store display significantly affects consumer satisfaction. The results of the Coefficient of Determination (R Square) test in this study are the influence of the independent variable on the dependent variable of 0.822, meaning that consumer satisfaction is influenced by store appearance by 82.2% and the remaining 17.8% is influenced by other factors (other variables) outside the study.Keywords: influence, store appearance, customer satisfaction
STUDI BENCHMARKING SISTEM LOGISTIK NASIONAL (SISLOGNAS) INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN SISTEM LOGISTIK LEAN SIX SIGMA Vincent Gasperz
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK    Studi Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS) Indonesia menggunakan Pendekatan Manajemen Sistem Logistik Lean Six Sigma. Studi benchmarking Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS) Indonesia menggunakan sumber data dari Laporan Bank Dunia tahun 2018 yang disusun oleh Arvis et al (2018). Indeks Kinerja Logistik (Logistics Performance Index/LPI) dari Bank Dunia menganalisis enam indikator, yaitu: (1) Bea Cukai, (2) Infrastruktur, (3) Pengiriman Internasional, (4) Kualitas Logistik dan Kompetensi, (5) Pelacakan dan Penelusuran, (6) Ketepatan Waktu. Skor indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia pada tahun 2018 masih rendah yaitu: 3,15 yang berada pada peringkat 46 (LPI Indonesia: 3,15; 46). Skor ini lebih rendah daripada beberapa negara ASEAN seperti Malaysia (3,22; 41), Vietnam (3,27; 39), Thailand (3,41; 32), dan Singapore (4,00; 7).  Skor dan peringkat indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia tertinggal lebih jauh lagi apabila dibandingkan terhadap indeks kinerja logistik negara-negara maju pada tahun 2018, berturut-turut dari tertinggi ke terendah, yaitu: (1) Germany, skor LPI 4,20 peringkat 1 (4,29; 1), (2) Sweden (4,05; 2); (3) Belgium (4,04; 3), (4) Austria (4,03; 4), (5) Japan (4,03; 5), (6) Netherlands (4,02; 6), (7) Singapore (4,00; 7), (8) Denmark (3,99; 8), (9) United Kingdom (3,99; 9), dan (10) Finland (3,97; 10). Agar meningkatkan kapabilitas sistem logistik nasional (SISLOGNAS) Indonesia, maka enam faktor yang merupakan indikator kunci penyusun indeks kinerja logistik (LPI) pada tahun 2018, berturut-turut yang menghambat dari terbesar sampai terkecil perlu diperbaiki. Terdapat dua indikator kunci yang merupakan area kebijakan pemerintah, yaitu: Bea Cukai merupakan penghambat terbesar (berada pada peringkat 62 dan tertinggal 16 peringkat dari peringkat skor LPI Indonesia pada 46); dan infrastruktur yang tertinggal 8 peringkat karena berada pada peringkat 54 harus didesain ulang menggunakan Manajemen Sistem Logistik Lean Six Sigma agar mampu melakukan perbaikan secara dramatik (radical improvement). Faktor-kebijakan pemerintah yang berkontribusi positif terhadap indeks kinerja logistik Indonesia tahun 2018 namun masih harus ditingkatkan dalam bentuk perbaikan regulasi pemerintah terus-menerus adalah: Pengiriman Internasional yang masih berada pada peringkat 42 (lebih maju 4 peringkat dari peringkat LPI Indonesia pada peringkat 46).  Jika ketiga faktor area kebijakan pemerintah ini dapat dituingkatkan secara signifikan, maka akan meningkatkan kinerja tiga indikator outcome penyerahan dan pelayanan logistik, yaitu: kualitas pelayanan logistik dan kompetensi (berada pada peringkat 44, lebih maju dua peringkat dari peringkat LPI Indonesia  pada peringkat 46); Pelacakan dan Penelusuran Kiriman (berada pada peringkat 39, lebih maju 7 peringkat); dan Ketepatan Waktu Penyerahan (berada pada peringkat 41, lebih maju 5 peringkat).  KATA KUNCI: Indeks Kinerja Logistik, Benchmarking, Manajemen Sistem Logistik Lean Six Sigma.  ABSTRACT  The Indonesian National Logistics System Study (SISLOGNAS) uses the Lean Six Sigma Logistics System Management Approach. The Indonesian National Logistics System (SISLOGNAS) benchmarking study uses data sources from the 2018 World Bank Report compiled by Arvis et al (2018). The World Bank's Logistics Performance Index (LPI) analyzes six indicators, namely: (1) Customs, (2) Infrastructure, (3) International Shipping, (4) Logistics Quality and Competence, (5) Tracking and Tracing, (6) Punctuality. Indonesia's logistics performance index (LPI) score in 2018 was still low, namely: 3.15 which was ranked 46 (Indonesian LPI: 3.15; 46). This score is lower than some ASEAN countries such as Malaysia (3.22; 41), Vietnam (3.27; 39), Thailand (3.41; 32), and Singapore (4.00; 7). Indonesia's logistics performance index (LPI) score and ranking lags even further when compared to the logistics performance index of developed countries in 2018, respectively from highest to lowest, namely: (1) Germany, LPI score of 4.20 ranked 1 (4.29; 1), (2) Sweden (4.05; 2); (3) Belgium (4.04; 3), (4) Austria (4.03; 4), (5) Japan (4.03; 5), (6) Netherlands (4.02; 6), (7 ) Singapore (4.00; 7), (8) Denmark (3.99; 8), (9) United Kingdom (3.99; 9), and (10) Finland (3.97; 10). In order to improve the capability of Indonesia's national logistics system (SISLOGNAS), the six factors which are the key indicators for the preparation of the logistics performance index (LPI) in 2018, in a row that hinders from the largest to the smallest need to be improved. There are two key indicators that are government policy areas, namely: Customs and Excise is the biggest obstacle (at 62 and 16 places behind Indonesia's LPI score of 46); and infrastructure that is 8 places behind because it is ranked 54 must be redesigned using a Lean Six Sigma Logistics Management System to be able to make dramatic improvements (radical improvement). Government policies that contributed positively to Indonesia's logistics performance index in 2018 but still need to be improved in the form of continuous improvement in government regulations are: International Shipping which is still ranked 42 (four places ahead of Indonesia's LPI ranking at 46). If these three factors in the government's policy area can be improved significantly, it will improve the performance of three outcome indicators for delivery and logistics services, namely: logistics service quality and competence (ranked 44, two places ahead of Indonesia's LPI ranking at 46); Post Tracking and Tracking (ranked 39th, 7th advanced); and Timeliness of Submissions (ranked 41, advanced 5 ranks). Keywords: Logistic Performance Index (LPI), Benchmarking, Logistic System, Lean Six Sigma Logistics System Management. 
ANALISIS BIBLIOMETRIK PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK MELALUI AKTIVITAS REVERSE LOGISTIK UNTUK MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR Erika Fatma; Subekti Subekti; Eko Pratomo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Perkembangan teknologi yang masif dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang semakin meningkat menimbulkan pertentangan yang menarik untuk diteliti. Perkembangan teknologi menyebabkan usia pakai produk semakin pendek, yang menimbulkan timbulnya permasalahan limbah. Di sisi lain kesadaran lingkungan yang meningkat, mendorong pemerintah mewujudkan sistem ekonomi berkelanjutan. Pada titik ini ekonomi sirkular merupakan jalan tengah yang dapat mewujudkan kedua hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan penelitian terdahulu di bidang reverse logistics limbah elektronika yang mendukung ekonomi sirkular, lalu mencari kesenjangan dan peluang bidang penelitian kedepan. Metodologi penelitian terdiri dari studi bibliometrik, dengan mengambil data dari online database, pengolahan data dan divisualisasikan mengunakan VOSViewer dilanjutkan dengan tinjauan pustaka sistematis. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih baik terkait hubungan antara reverse logistics, limbah elektonika dan ekonomi sirkular.     Kata kunci: Sirkular ekonomi, reverse logistics, limbah elektronika, analisis bibliometrik, pengolahan limbah ABSTRACT Massive technological developments and increasing public awareness of the environment have created interesting contradictions to studied. Technological developments cause the product life to shorten, which creates waste problems. On the other hand, increased environmental awareness has encouraged government to create a sustainable economic system. At this point the circular economy is a middle way that can solved these two problem. This aims of this to study is to map previous research in the field of e-waste reverse logistics that supports a circular economy, then look for gaps opportunities for future research. The research methodology consists of a bibliometric study, by taking data from an online database, then the data is processed and visualized using VOSViewer followed by a systematic review of the literature. It is hoped that this research will contribute to a better understanding of the relationship between reverse logistics, e-waste and the circular economy. Keywords: Circular economy, reverse logistics, electronic waste, bibliometric analysis, waste treatment

Page 6 of 18 | Total Record : 171