cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
PENGUKURAN LINTAS DISTRIBUSI BAHAN BAKU PADA RANTAI PASOK DENGAN SIMULASI MONTE CARLO Luthfi Nurwandi; A Harits Nu'man; Iyan Bachtiar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai Suppy merupakan wahana antara aktor pemasok, produsen, dan konsumen. Interaksi ditandai dengan arus barang dari satu aktor ke aktor lainnya, di mana arus barang dipengaruhi oleh kualitas barang sejak pengiriman dari pemasok, ke produsen, sampai ke konsumen. Fenomena ini mengakibatkan kuantitas material, komponen atau barang yang sesuai dengan kebutuhan menjadi berkurang, sementara arus pemenuhan barang harus disesuaikan dengan permintaan konsumen. Kondisi ini penting mendapatkan perhatian serius, terutama perencana pada rantai pasok penting mengukur koefisien jalur rantai pasok, yang menjamin kebutuhan disetiap aktor mampu terpenuhi. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kauntitatif, yang melibatkan tiga pemasok, satu produsen, dan satu agen distribusi (konsumen). Pengamatan berfokus pada upaya untuk mengatur beberapa pemasok terhadap satu produsen, kemudian produsen mendistribusikan ke distributor, dengan mempertimbangkan kapasitas dan probabilitas munculnya bahan atau barang rang cacat, yang terjadi pada rantai pasokan. Pendekatan simulasi Monte Carlo dimanfaatkan untuk memperkirakan jumlah barang yang harus dikirim dari pemasok ke konsumen, yang memperhatikan volume pengiriman barang, probabilitas kecacatan, serta kuantitas permintaan konsumen. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumen berdasarkan, kesesuaian kualitas barang yang didistribusikan maka produsen penting untuk mengatur arus barang dari pemasok, yang disesuaikan dengan munculnya kecacatan pada saat bahan atau barang dialirkan pada lintas distribusi rantai pasok.
PENGINTEGRASIAN KAWASAN INDUSTRI SEI MANGKEI DAN KUALA TANJUNG Yuwono Ario Nugroho; raisa savitri Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengembangan Kawasan Industri di luar Pulau Jawa merupakan salah satu proses pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu usaha pengembangan Kawasan Industri Prioritas di Pulau Sumatera adalah Pengembangan Kawasan Industri Sei Mangkei dan Kuala Tanjung di Provinsi Sumatera Utara. Namun, sejak dimasukkannya kedua kawasan tersebut ke dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sampai dengan saat ini pengembangan dua kawasan tersebut tidak optimal. Tidak optimalnya kinerja realisasi investasi di KI Sei Mangkei dibuktikan dimana semenjak tahun 2012 hingga saat ini baru sekitar 10% lahan yang terbangun. Di lain pihak, progres pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung dianggap lambat dan sampai saat ini Kawasan tersebut belum operasional. Berdasarkan pertimbangan lokasi yang berdekatan serta menyelesaikan hambatan kedua kawasan ini maka dipandang perlu untuk melakukan integrasi pada kedua KI ini. Integrasi dilakukan melalui pembagian fokus industri, menciptakan keterkaitan supply chain diantara kawasan, penggunaan infrastruktur dan fasilitas bersama, serta melakukan pengelolaan dan promosi secara bersama-sama. Kata kunci: kawasan industri, infrastruktur, integrasi
PENGEMBANGAN KONSEP AVAILABLE TO PROMISE (ATP) UNTUK MENJAMIN KETERSEDIAAN PRODUK FILING CABINET TIPE SUSUN 531 (FC531Susun) DALAM RANGKA PEMENUHAN PERMINTAAN PELANGGAN DI PT MNO Amrin Rapi; juli astuti; hendi dwi hardiman
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Konsep projected available balance (PAB) dan available to promise (ATP) merupakan indikator yang dapat memberikan jaminan ketersediaan produk dalam rangka memenuhi permintaan pelanggan. Available to Promise (ATP) akan memproyeksikan jumlah persediaan produk Tipe FC531Susun yang tersisa untuk dijual, tetapi tidak termasuk yang dialokasikan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengontrol distribusi ke pelanggan dan memperkirakan jumlah persediaan produk Tipe FC531Susun yang tersedia. Hasil penelitian dilaksanakan dengan cara bertahap, meliputi memilih metode peramalan, melakukan peramalan permintaan, menyusun rencana produksi agregat, menyusun jadwal produksi induk/ master production schedule (MPS), serta menetapkan projected available balance (PAB) dan available to promise (ATP). Kata kunci: Projected Available Balance, Available to Promise, Master Production Schedule 
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PENERIMAAN PRODUK SOFTLENS DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT CEVA LOGISTIK INDONESIA KELAPA GADING makdrin hatuaon manulang; resista vikaliana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas produk Soflens yang dikemasan dan dipasarkan dengan kemasan karton. beberapa permasalahan yang terjadi pada kualitas karton adalah karton penyok, karton robek, karton basah, karton bocor dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini menentukan nilai level sigma, mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya produk cacat dan memberikan usulan dan rekomendasi kepada bagian warehouse inbound. Analisa yang digunakan untuk menentukan faktor faktor penyebab produk cacat adalah 5M methode (Man, Machine, Materials, Measurment dan Mother Nature) dan didapatkan bahwa penyebab produk cacat seperti penyok dan robek adalah faktor manusia meliputi proses yang tidak hati-hati, kurang teliti dan kurangnya pengawasan, faktor handling yaitu forklift yang memerlukan refresh training, faktor metode yaitu memerlukan SOP ( Standart Operational Procedure ) yang dapat meningkatkan kesadaran pada saat melakukan pekerjaan, dan dari faktor pengukuran kurangnya kesadaran kayawan pada saat melakukan proses sehingga cacat produk pada saat penerimaan, analisa data yang digunakan adalah metode Six Sigma yang meliputi lima tahapan analisis yaitu Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Sedangkan pada tahap pengukuran (measure) dihitung nilai Upper Control Limit (UCL), Lower Control Limit (LCL) serta perhitungan DPMO dan Sigma pada penyebab cacat tertinggi yaitu karton penyok dan karton robek. berdasarkan perhitungan nilai sigma perusahaan saat ini 3.91 sigma dengan 8283 Defect per million opportunities (DPMO) dan estimasi jika dilakukan perbaikan perusahaan akan mendapatkan nilai 4.34 sigma. pada tahap analyze dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas perusahaan cukup baik berdasakan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan cukup memberikan manfaat dalam upaya mengurangi kerusakan produk. Kata Kunci : DPMO, Pengendalian Kualitas, Six Sigma
PENGARUH PENGADAAN SPARE PART DAN PERSEDIAAN SPARE PART TERHADAP KELANCARAN KEBERANGKATAN KAPAL MILIK PT. BUANA LINTAS LAUTAN Tbk Agung kwartama; Sumiyatiningsih Sumiyatiningsih; Didik Indriawan; safriana safriana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan merupakan proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan dan pasokan barang atau jasa dibawah kontrak atau pembelian langsung untuk memenuhi kebutuhan. Spare Part kapal adalah suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan mempunyai fungsi tertentu. Spare part adalah suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan mempunyai fungsi tertentu. Setiap alat berat terdiri dari banyak komponen namun yang akan dibahas adalah komponen yang sering mengalami kerusakan dan penggantian. Untuk mengatasi hambatan tersebut, maka perlunya pengadaan dijalani dengan sebaik- baiknya, mulai dari merancang hubungan yang tepat dengan supplier, memilih supplier, memilih dan mengimplementasikan teknologi yang cocok, memelihara data item yang dibutuhkan dan data supplier, serta menjalin komunikasi dan kerja sama dengan awak kapal dan supplier dalam memenuhi seluruh spare part kapal sehingga muncul solusi yang menjadi pilihan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan skala likert, dimana variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator variabel dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun itemitem instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan, penelitian ini mengambil sample sebanyak 20 orang responden, diharapkan dengan jumlah sample tersebut dapat mewakili populasi yang ada pada perushaan yang dijadikan peneliatian ini.Pengadaan spare part terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelancaran keberangkatan kapal dengan thitung > ttabel (2,094 > 2,052) Persamaan regresi untuk hubungan pengadaan spare part (X1) terhadap kelancaran keberangkatan kapal (Y) didapat Ŷ = 7,765 + 0,424 X1, persamaan ini berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan satu satuan skor pada pengadaan spare part akan diikuti dengan kenaikan atau penurunan skor kelancaran keberangkatan kapal pada PT. Buana Lintas Lautan. Besarnya kenaikan atau penurunan tersebut rata-rata sebesar 0,424 pada konstanta 7,765. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi ketepatan dari proses pengadaan spare part maka akan meningkatkan kelancaran keberangkatan kapal pada PT. Buana Lintas Lautan terutama pada indikator pengadaan spare part dengan metode normal yaitu memiliki rata-rata skor tertinggi sebesar 4,8 yang berarti metode normal membutuhkan waktu yang lebih lama sedangkan jawaban indikator terendah dengan rata –rata skor sebesar 3,9 terdapat pada indikator metode pengadaan spare part dengan metode penunjukan langsung yang berarti metode penunjukan langsung lebih cepat diproses. Kata kunci : Spare part, Pengadaan, Persediaan, operasional dan kapal pengangkut. 
PENERAPAN KONSEP THEORY OF CONSTRAINS (TOC) DALAM AKTIVITAS PERENCANAAN PRODUKSI DI PT XYZ hendi dwi hardiman; subekti subekti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ telah menetapkan beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan aktivitas produksinya, antara lain adalah memaksimalkan tingkat pemenuhan permintaan, memaksimalkan penjualan, meminimalkan biaya produksi, memaksimalkan utilisasi mesin dan peralatan, meminimalkan jam kerja lembur, dan meminimalkan biaya kualitas. Tujuan ini mengandung aspek-aspek yang berbeda atau bahkan bertentangan. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang dapat memberikan solusi optimal yang merupakan titik temu (trade-off) dari tujuan-tujuan tersebut. Metode goal programming yang merupakan metode khusus dalam linear programming potensial untuk digunakan, karena mampu menyelesaikan masalah menjadi optimal dengan tujuan lebih dari satu (multi objective). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utuk menghasilkan keuntungan yang optimal, jumlah produk FC5Susun yang harus dibuat adalah sebanyak 22.368 unit, produk FC3Susun sebanyak 8.240 unit, produk FC1Susun sebanyak 2.515 unit, produk FC531Susun sebanyak 5.677 unit. Dengan kombinasi produk hasil optimasi goal programming ini semua tujuan yang telah ditetapkan dapat terpenuhi. Keuntungan perusahaan dengan solusi goal programming ini adalah selisih antara maksimasi pendapatan penjualan dengan minimasi biaya produksi, yaitu Rp.76.264.751.104,- - Rp.49.264.951.296,- = Rp.26.999.799.808,- 
ANALISIS MODEL PENERIMAAN ANTI-LOCK BRAKING SYSTEM (ABS) OLEH PENGENDARA KENDARAAN RODA DUA adrianto sugiarto wiyono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah belum banyaknya sepeda motor yang dipasarkan di Indonesia dilengkapi dengan teknologi Anti-Lock Braking System (ABS) sedangkan teknologi ini dipercaya dapat meningkatkan keselamatan penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan secara teoretis metode yang sesuai untuk menduga penerimaan penggunaan teknologi Anti-Lock Braking System, sehingga nantinya metode ini akan digunakan untuk melakukan pengukuran senyatanya. Metode penelitian yang dilakukan adalah membandingkan berbagai model yang sering digunakan dalam penerimaan suatu teknologi untuk kemudian ditentukan suatu model yang akan digunakan dalam pengukuran senyatanya. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa model Unified of Technology Acceptance and Use of Technology model kedua (UTAUT 2) lebih sesuai digunakan karena memiliki lebih banyak faktor yang dapat digunakan sebagai pengukur penerimaan pengguna sepeda motor terhadap teknologi Anti-Lock Braking System. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan UTAUT 2 dapat digunakan sebagai model untuk mengukur penerimaan pengguna sepeda motor terhadap Anti-Lock Braking System. Kata kunci: Keselamatan Jalan, Anti-Lock Braking System, Sepeda Motor, Penerimaan
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PEMILIHAN VENDOR TRUCKING (STUDI KASUS DI PT. MAKMUR BERKAT SOLUSI) amelia putri; resista vikaliana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Makmur Berkat Solusi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang logisik dan salah satu bidang usahanya yaitu Trucking. Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi vendor mana yang sebaiknya dipilih oleh perusahaan dengen melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan. Jenis penelitian ini menggunakan deskrptif dengan pendekatan kuantitatif. Untuk operasional variabelnya adalah harga, kualitas armada, dan ketepatan waktu. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan wawancara dan kuesioner. Dari hasil penilaian tingkat kepentingan kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilhan vendor trucking pada PT. MBS adalah kriteria ketepatan waktu dengan bobot 0.38, kriteria selanjutnya yang berpengaruh adalah kualitas armada dengan bobot 0.36, serta kriteria harga dengan bobot 0.26. Hal ini menunjukan bahwa PT. MBS mengutamakan ketepatan waktu yang tinggi untuk pemilihan vendor trucking dikarenakan vendor trucking yang memiliki ketepatan waktu yang tinggi sangat berpengaruh baik terhadap operasional PT. MBS. Kata Kunci: Pemilihan Vendor Trucking, Analytical Hierarchy Process, Vendor Trucking Terbaik
IMPLIKASI METODE NEAREST NEIGHBOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENJADWALAN TRUK PENGANGKUTAN SAMPAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA MATARAM pradita novi yanti; resista vikaliana; I Nyoman Purnaya
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi penerapan metode Nearest Neighbor terhadap efektivitas penjadwalan truk sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi data penjadwalan truk sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode non-probability sampling yaitu purposive sampling. Penelitian ini hanya menggunakan satu variabel yaitu implikasi metode Nearest Neighbor terhadap efektivitas penjadwalan truk sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Metode Nearest Neighbor digunakan untuk merancang suatu rute berdasarkan jarak terdekat berikutnya. Ini akan membuat jadwal transportasi lebih efektif. Kata kunci: Metode Nearest Neighbor, Penjadwalan Truk, Efektivitas
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN POLITEKNIK APP JAKARTA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERGUDANGAN erika fatma; hendi dwi hardiman; winanda kartika; M Tirtana Siregar; nessa ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang tidak terlepas dari perkembangan sistem teknologi informasi. Gudang merupakan unit penunjang operasional yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional suatu instansi. Sistem pelayanan gudang mencakup jaminan kelancaran keluar-masuk barang, ketersediaan barang, keamanan dan kemudahan akses informasi. Pembahasan penelitian dibatasi pada gudang persediaan Politeknik APP Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap penataan ruang (tata letak gudang) dan pengembangan sistem informasi pergudangan. Tahap penataan gudang adalah mengevaluasi layout gudang awal, menetukan kebutuhan ruang gudang dan menentukan kelas penyimpanan persediaan sesuai prinsip penyimpanan. Identifikasi kebutuhan ruang dapat dilihat berdasarkan aliran barang, sedangkan penentuan kelas penyimpanan dilakukan berdasarkan prinsip penyimpanan (popularity, size, dan characteristics). Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan penataan yang baik yaitu aman, mudah dicari, dam mudah dijangkau. Tahap pengembangan sistem informasi pergudangan diawali dengan analisis kebutuhan dari pengguna sistem, baik kebutuhan fungsional ataupun kebutuhan non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan analisis perancangan sistem infomasi menggunakan use case diagram, activity diagram, context diagram, kemudian pembuatan sistem informasi dengan platform web. Dengan dihasilkannya usulan tata letak gudang dan sistem informasi gudang diharapkan dapat membantu proses pengelolaan pergudangan sehingga dapat membantu pihak manajemen dalam kebijakan pengelolaan barang dan kebijakan pembelian barang. Kata kunci: Pergudangan, tata letak pergudangan, sistem informasi pergudangan

Page 4 of 18 | Total Record : 171