cover
Contact Name
M. RIYAN HIDAYAT
Contact Email
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
m.riyanhidayat@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject :
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science Quran Translation Study of Quranic Tafsir Research on the Quran Living Quran
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Ekosistem Laut Sebagai Manifestasi Kekuasaan Allah: Pendekatan Tafsir Ilmi Terhadap Ayat-Ayat Kauniyah Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza; Dikriyah; Iqbal Maulana; Miftahul Fauzan; Andi Rosa
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1131

Abstract

Artikel ini mengkaji ekosistem laut sebagai manifestasi kekuasaan Allah dengan pendekatan tafsir ilmi terhadap ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur'an. Laut, sebagai komponen vital bagi kehidupan, menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat kaya, khususnya di Indonesia, yang diakui sebagai pusat keanekaragaman laut global. Melalui analisis kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini menghubungkan penafsiran Al-Qur'an dengan data ilmiah terkini mengenai ekosistem laut. Temuan menunjukkan bahwa fenomena alam, seperti pertemuan dua laut yang tidak bercampur dan siklus pasang surut, mencerminkan keteraturan dan kebijaksanaan Tuhan. Pendekatan tafsir ilmi diharapkan dapat memperkaya pemahaman umat Islam tentang keterkaitan antara wahyu dan sains, serta mendorong kesadaran ekologis dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Namun, penelitian ini juga mengingatkan akan tantangan dalam penafsiran ilmiah yang perlu dihadapi dengan hati-hati untuk menjaga akurasi dan relevansi. Dengan demikian, kolaborasi antara ahli tafsir dan ilmuwan sangat penting untuk menggali hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Pendekatan Ma’na Cum Maghza atas QS. Al-Maidah: 77 Sebagai Kritik Terhadap Ekstrimisme Beragama asmullah; Aulia Karimatul Ma'rifat; Muhammad Alwi HS; Ali Akbar
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1139

Abstract

Artikel ini bertujuan mengaplikasikan pendekatan Ma'na cum Maghza (MCM) terhadap larangan ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 sebagai kritik terhadap ekstrimisme dalam beragama. MCM dipilih agar QS. Al-Maidah: 77 tidak hanya dikontekstualisasikan, tetapi juga mengungkap signifiknasi ayat berupa implikasi sosial-keagamaannya di Indonesia. Artikel ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Artikel ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Maidah: 77 diwahyukan untuk mengkritik sikap Yahudi dan Nasrani (ahl Kitab) yang berlebih-lebihan dalam beragama sehingga menjadikan Nabi Isa sebagai anak Tuhan. Sekalipun asalnya mengkritik umat Yahudi dan Nasrani, pendekatan MCM memberi pemahaman bahwa ayat ini berlaku untuk agama apapun. Berdasarkan analisis konteks historis (mikro dan makro), kebahasaan, dan pemahaman kontemporernya, ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 setara dengan konsep dan sikap ekstremisme beragama yang mesti dihindari karena merugikan berbagai pihak, individu-kolektif, muslim-non muslim, umat beragama-berbangsa. Menghindari ekstremisme beragama sama halnya mewujudkan moderasi beragama.
Epistemologi Mimpi Nabi Yusuf Nurul Aulia
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1265

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji makna, simbolisme, dan fungsi mimpi Nabi Yusuf dalam perspektif tafsir klasik dan modern, sekaligus menelusuri dimensi epistemologis serta hermeneutikanya dalam konteks keilmuan Islam. Mimpi merupakan fenomena universal yang menarik perhatian berbagai tradisi keilmuan, baik Barat maupun Islam. Dalam psikologi modern, seperti pandangan Freud dan Jung, mimpi dianggap sebagai manifestasi pengalaman dan dorongan bawah sadar yang membuka jendela menuju alam psikis terdalam manusia. Sementara dalam tradisi Islam, tokoh seperti al-Ghazali dan Ibn Khaldun menegaskan bahwa mimpi tidak hanya merefleksikan kondisi psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang termasuk dalam ilmu muk??syafah, sebagai media penerimaan ilham dan pancaran pengetahuan gaib. Salah satu bentuk epistemologi mimpi yang paling penting tercermin dalam kisah Nabi Yusuf, khususnya dalam QS. Yusuf, di mana mimpi tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang menjadi simbol wahyu Ilahi yang menuntun perjalanan hidup dan kenabiannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa mimpi berfungsi sebagai sarana komunikasi Ilahi, wahyu simbolik, serta mengandung pesan moral dan spiritual tentang kepemimpinan, ketakwaan, dan pertumbuhan jiwa manusia.Kata kunci: Epistemologi, Mimpi Nabi Yusuf, QS. Yusuf.
Pendekatan Isyari terhadap Kisah Nabi Isa dalam Al-Quran Melalui Tafsir Ruh al-bayan oleh Ismail Haqqi Bursawi Muhammad Farhan Rahardian; Muhammad Naufal Rafif Ramadhan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kajian yang menyoroti dimensi esoteris dalam penafsiran kisah Nabi ‘Īsā a.s. yang selama ini lebih banyak dibahas dari sudut pandang teologis, rasional, dan historis. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan corak pendekatan isyārī diterapkan oleh Ismail Haqqi Bursawī dalam menafsirkan kisah Nabi ‘Īsā, serta bagaimana makna sufistik yang terkandung di dalamnya memperluas pemahaman terhadap kisah kenabian dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap corak dan karakteristik tafsir sufistik moderat yang ditampilkan dalam Tafsir Rūḥ al-Bayān serta menunjukkan kontribusinya terhadap perkembangan penafsiran Al-Qur’an yang menggabungkan makna lahiriah dan batiniah secara harmonis. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif berbasis analisis teks, penelitian ini menemukan bahwa Bursawī mengintegrasikan pendekatan sufistik dengan unsur linguistik, teologis, dan moral secara seimbang. Melalui pendekatan isyārī-nya, kisah Nabi ‘Īsā dipahami sebagai simbol perjalanan ruhani menuju penyucian jiwa dan kesempurnaan insan. Temuan ini menegaskan bahwa Tafsir Rūḥ al-Bayān merupakan salah satu model tafsir sufistik yang tidak hanya bersifat kontemplatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan spiritual yang tinggi yang tetap relevan bagi kajian Al-Qur’an kontemporer.
Relevansi Al-Quran Sebagai Strategi Menghadapi Doomscrolling di Era Media Sosial: Analisis Tafsir Maqashidi Siti Anisaul Khoiriyah; Ahmad Farih Dzakiy; Muhammad Ismail
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1286

Abstract

Doomscrolling, kebiasaan terus-menerus menggulir konten negatif di media digital, telah menjadi fenomena sosial yang memengaruhi kesehatan mental, kesejahteraan emosional, dan kepercayaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis doomscrolling melalui perspektif Tafsir Maqashidi, serta menawarkan strategi normatif-religius untuk membangun perilaku digital yang seimbang, rasional, dan bermoral. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana panduan etis, moral, dan spiritual dalam al-Qur'an dapat menjelaskan dan mengendalikan perilaku doomscrolling. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan kualitatif dengan menafsirkan Q.S. al-Asr (103:1-3), al-Hujurat (49:6), dan Luqman (31:6) untuk menemukan relevansi tematik dengan perilaku digital modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan berlebihan dalam konten negatif menimbulkan khusr (kerugian), verifikasi informasi (tabayyun) penting untuk menghindari penyebaran informasi yang salah, dan aktivitas melalaikan (lahw) sejalan dengan dampak negatif doomscrolling. Hasil kajian menunjukkan bahwa doomscrolling mengancam tiga pokok maqashid: Hifz al-aql karena melemahkan daya pikir kritis, hifz al-din karena mengalihkan waktu dan energi dari ibadah, dan hifz al-nafs karena menimbulkan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Berdasarkan tafsir maqashidi, strategi pengendalian konsumsi konten digital, manajemen waktu, dan penguatan sikap kritis dapat meminimalkan kerugian spiritual, psikologis, dan sosial, serta mendorong penggunaan media digital secara produktif dan sehat. Temuan ini menegaskan bahwa tafsir maqashidi memberikan landasan etis, moral, dan strategis untuk membentuk perilaku digital yang digital yang lebih sehat, rasional, dan berorientasi pada kemaslahatan.
The Concept of Grateful in Qs: Al-Ibrahim [14]:7 (Application of Ma'na-Cum-Maghza Theory) Rosyda 'Aqila
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1299

Abstract

This research will answer the phenomenon of insecurity that can affect the fear and anxiety that occurs in individuals who are not satisfied by comparing them with the achievements in their environment. This insecure attitude is, of course, a problem that must be immediately eradicated so that it does not spread to millennials and the gen-Z Generation. Through QS. Ibrahim[14]:7 with the application of the theory of Ma'na-cum-maghza, solutions to the problem of insecurity will be seen. This study uses library research through hadith literature, interpretation, and syi'ir jahiliyyah to produce a transformation of the concept and meaning of gratitude in three aspects, namely the actualization of positive values in gratitude, involving God, and prudence that have an impact on aspects of gratitude. mental, health, and self-confidence
Integrasi Kaedah Tafsir Tasyri’iyah, Lughawiyah, dan Taqlidiyah dalam Kerangka “Riwayat, Bahasa, Hukum Maqāṣid” Daffa Maulana Adha Herdatama
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/6pn91m34

Abstract

Perkembangan ilmu tafsir menunjukkan adanya spesialisasi metode penafsiran yang cenderung bekerja secara parsial, seperti tafsir bi al-ma’tsūr yang berorientasi riwayat, tafsir lughawī yang berfokus pada kebahasaan, dan pendekatan tasyri’ī yang menekankan istinbāṭ al-aḥkām dengan perangkat uṣūl al-fiqh dan maqāṣid al-sharī‘ah. Fragmentasi ini berpotensi menimbulkan jarak antara kesetiaan pada teks, ketelitian linguistik, dan relevansi normatif terhadap problem kontemporer. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka tafsir terpadu berbasis integrasi kaedah taqlidiyah, lughawiyah, dan tasyri’iyah dalam satu alur kerja “riwayat → bahasa → hukum/maqāṣid”, kemudian mengujinya pada kasus klasik (waris dan riba) serta isu kontemporer (fintech syariah dan etika lingkungan). Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-normatif, menggunakan data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an terkait waris, riba, amanah kekhalifahan dan larangan isrāf, serta hadis-hadis hukum, yang dibaca melalui korpus tafsir klasik dan kontemporer, kitab-kitab uṣūl al-fiqh, dan literatur maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bertahap antara verifikasi riwayat, audit kebahasaan, dan analisis hukum-maqāṣid menghasilkan tafsir yang lebih konsisten secara dalālat al-alfāẓ, lebih terkendali dari bias analogi, dan lebih aplikatif pada desain regulasi kontemporer. Pada kasus waris, kerangka ini menjaga presisi pembagian dan mencegah distorsi hak ahli waris; pada riba dan produk keuangan modern, ia memandu penetapan ‘illat dan batas analogi tanpa melampaui pagar bahasa dan riwayat. Pada fintech syariah dan etika lingkungan, kerangka tersebut membantu membedakan praktik yang tergolong riba/gharar/maysir dari inovasi yang sejalan dengan ḥifẓ al-māl, ḥifẓ al-nafs, dan ḥifẓ al-ʿumrān
Studi Atas Kitab Tafsir Bugis Al-Mu’in karya AG. Abd Muin Yusuf dalam Lensa Akidah Syariah Tasawuf Yolan Hardika Pratama; Rusdi; Zulfi Fadhlurrahman; Muhammad Imran; Muchamad Subulul Hikam
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1333

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tafsir Al-Muin, sebuah karya monumental yang diprakarsai oleh Abd. Muin Yusuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, bertumpu pada studi literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa Tafsir Al-Muin, yang aslinya berjudul Tafsere Akorang Ma???basa Ugi, merupakan produk vernakularisasi Al-Qur'an yang signifikan di tatar Bugis, Sulawesi Selatan. Profil Abd. Muin Yusuf sebagai ulama, pendidik, politisi, dan pemimpin masyarakat turut membentuk karakter tafsir ini. Alasan utama penulisannya adalah kebutuhan masyarakat Bugis akan pemahaman Al-Qur'an dalam bahasa ibu mereka, serta tanggung jawab keulamaan. Tafsir ini menggunakan metode tahlili (analitis) dengan merujuk pada beragam sumber klasik dan kontemporer, serta menunjukkan corak yang tidak dominan pada satu aspek (fikih, kalam, atau tasawuf) melainkan berupaya menyajikan panduan yang holistik. Pemikiran. Abd. Muin Yusuf yang tercermin di dalamnya bercirikan moderasi, penghargaan terhadap perbedaan pendapat (khilafiyah), dan upaya kontekstualisasi ajaran Islam. Aspek lokalitas sangat kental melalui penggunaan bahasa Bugis dan aksara Lontara', serta relevansinya dengan budaya setempat. Meskipun memiliki kelebihan dalam aksesibilitas bagi penutur Bugis dan kelengkapannya, keterbatasan jangkauan bagi non-penutur Bugis menjadi salah satu kekurangannya. Tafsir ini diterima luas oleh masyarakat Bugis, khususnya sebagai rujukan para dai. Kajian ini menegaskan signifikansi Tafsir Al-Muin dalam khazanah intelektual Islam Nusantara dan relevansinya bagi studi Islam kontemporer.
Dimensi Sab'atu Abwab: Tafsir Maudhu'i tentang Terminologi dan Hirarki Nama-Nama Neraka dalam Al-Qur'an Samsul Ma'arif; Salehuddin Mattawang; Rusdi Sofian; Wardila Deto; Agustang K
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1358

Abstract

Penelitian ini menelaah istilah Jahannam, Jah??m, dan Saqar dalam Al-Qur'an melalui pendekatan Tafsir Maudhui guna mengidentifikasi makna dasar, cakupan semantik, serta hubungan hierarkis di antara ketiganya dalam konteks Sabatu Abwab (tujuh pintu neraka). Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut tidak bersifat sinonim, melainkan menggambarkan tingkatan azab yang berbeda sesuai akar linguistik dan konteks penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Jahannam menggambarkan tempat kembali yang luas, dalam, dan gelap; Jahannam menyoroti kobaran api yang sangat dahsyat; sementara Saqar menghadirkan deskripsi azab paling berat yang membakar habis tanpa menyisakan apa pun. Berdasarkan analisis ayat-ayat terkait, penelitian ini menyimpulkan adanya susunan hierarkis yang menempatkan masing-masing istilah pada tingkat yang berbeda dalam struktur tujuh pintu neraka, sehingga mengungkap kompleksitas konsep azab serta manifestasi keadilan Ilahi dalam perspektif eskatologi Islam.
Frugal Living dengan nilai Ajaran Al-Qur'an Sebagai Solusi Pola Hidup Konsumtif : Studi Atas Ayat-ayat tentang Larangan Berlebihan Lilia Indiana Sari; Niila Khoiru Amaliya Amaliya
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1375

Abstract

Pola hidup konsumtif menjadi salah satu problem kehidupan dewasa ini. Pola hidup konsumtif berdampak pada terguncangnya ketahanan ekonomi, baik individu dan komunal dan merupakan indikator kurang sehatnya mental.  frugal living, yang merupakan pola hidup hemat dan bijaksana dalam melakukan konsumsi muncul sebagai paradigma baru untuk merespons perilaku konsumtif. Di sisi yang lain, Al-Qur’an sebagai kitab pedoman hidup juga memiliki nilai-nilai ajaran tentang bagaimana dalam berkonsumsi, terutama dengan konsep keseimbangan, tidak pelit dan juga tidak boros.  Studi ini bertujuan menganalisis integrasi konsep frugal living dengan nilai-nilai ajaran al-Qur’an sebagai alternatif solusi dalam membangun pola hidup qawwam, tidak kikir dan tidak boros. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan tematik (mawḍū‘ī) terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang relevan, seperti QS. al-Isrā’ (17): 27, QS.  dan QS. al-A‘rāf (7): 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frugal living memiliki hubungan kuat dengan prinsip al-Qur’an tentang al-iqtishād (kesederhanaan), al-infaq al-mu‘tadil (pengeluaran moderat), dan larangan isrāf (berlebih-lebihan). Integrasi ini tidak hanya mampu meminimalisir perilaku konsumtif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Page 9 of 11 | Total Record : 106