cover
Contact Name
Moh. Fatkur Rohman
Contact Email
rahman.mfath@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalmisbah@gmail.com
Editorial Address
Jalan H. Nur Syahid, Kalibening Tanggalrejo Kec. Mojoagung Kab. Jombang – Jawa Timur 61482 Indonesia.
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Misbah : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : -     EISSN : 33249493     DOI : -
Core Subject :
Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, a journal published by the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) BABUSSALAM in print and online. STIES Babussalam is a higher education institution within the Pondok Pesantren Babussalam in Jombang. This journal is a scientific journal that will provide information and broad insights to readers in the scientific disciplines of Islamic Education, Teacher Training, and Thought. We invite academics, researchers, and professionals in the field of Islamic Education to publish their research results in our journal. Our focus and scopes are: - Islamic Education Learning Strategies and Methods - Islamic Education Learning Design - Islamic Religious Education Curriculum - Evaluation and Assessment of Islamic Education - Islamic Education and Global Issues - Islamic Education and Modernisation - Integrative-Interconnective Islamic Religious Education - Philosophy of Islamic Education - Gender and Islamic Education
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SPIRITUAL SISWA DI SEKOLAH Umi Hanik Rofiqoh; Rohmad; Moh. Ghoizi Eriyanto
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan kepribadian spiritual siswa di sekolah. Hal ini terutama dikarenakan PAI tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran tentang agama, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter dan moral siswa yang berlandaskan kepada ajaran Islam. Peran guru PAI dalam membentuk kepribadian spiritual siswa meliputi berbagai aspek, mulai dari pengajaran nilai-nilai agama hingga penerapan etika dan moral dalam keseharian siswa. Guru PAI bertugas untuk mengajarkan pengetahuan agama sekaligus menanamkan sikap dan karakter positif yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metodologinya. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Observasi di kelas memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana metode pengajaran guru PAI mempengaruhi siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat vital dalam membentuk kepribadian spiritual siswa, terutama melalui pembelajaran yang holistik dan kontekstual. Guru PAI tidak hanya mengajarkan teori dan norma-norma agama, tetapi juga menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, pembelajaran agama Islam di sekolah seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter dan sikap spiritual siswa, dengan mengintegrasikan antara teori dan praktik.Keywords : Peran Guru, Pendidikan Agama Islam, Kepribadian Spiritual
MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maylita Dwi Putri; Yeni Fiftriya; Moh. Fatkur Rohman
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep moderasi beragama dalam mendukung toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dalam perspektif keagamaan. Moderasi beragama berfungsi sebagai solusi untuk mencegah radikalisasi dan intoleransi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, masyarakat diharapkan dapat memperkuat predisposisi untuk hidup berdampingan secara damai meskipun terdapat perbedaan dalam agama, budaya, dan pemikiran. Penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat menjadi paradigma untuk menghargai perbedaan yang ada dan mengurangi potensi konflik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metodologinya. Metode penelitian kualitatif sangat sesuai karena memungkinkan peneliti untuk mendalami fenomena yang kompleks dan mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam membentuk Moderasi Beragama siswa melalui Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Observasi di kelas memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana metode subyek penelitian dalam membangun moderasi beragma siswa, dalam hal ini guru dan stakeholder sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi modernisasi dan arus globalisasi yang semakin pesat, Pendidikan Agama Islam harus mampu merespons dengan baik, dengan menyesuaikan model dan kurikulum Pendidikan Agama Islam sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Disisi lain, adanya dampak-dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi harus menjadi perhatian khusus bagi para stakeholder Pendidikan Agama Islam. Maka, penekanan terhadap pendidikan karakter, dan penerapan moderasi beragama menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh guru, maupun lembaga-lembaga sekolah untuk merespons dan meminimalisir peluang terjadinya dampak-dampak negatif yang bisa terjadi terhadap siswa.Keywords : Membangun, Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITAL Yeni Fitriya; Ivo Retna Wardani; Moh. Fatkur Rohman; Maylita Dwi Putri
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda di Indonesia. Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah pengaruh kecanggihan teknologi digital yang tidak terelakkan, terutama di era globalisasi yang ditandai dengan banyaknya informasi yang mudah diakses. Namun, perlu diingat bahwa tantangan dalam pelaksanaan pendidikan ini sangat beragam, termasuk resistensi terhadap perubahan, kebutuhan pelatihan bagi guru, dan ketidakpahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis agama. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metodologinya. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui metode ataupun cara dalam membangun karakter siswa melalui pendidikan agama Islam, serta memetakan tantangan dan peluangnya di era digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pesatnya kemajuan keilmuan dan berbagai macam inovasi di dalam teknologi menciptakan inovasi-inovasi pendidikan agama Islam yang penuh dengan kreatifitas. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka Pendidikan Agama Islam juga harus menyesuaikan dengan memberikan respons yang baik terhadap kemajuan zaman. Keywords : Karakter, Pendidikan Agama Islam, Tantangan, Digital
DISKURSUS KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM MERESPONS ARUS MODERNISASI Moh. Fatkur Rohman; Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki abad ke-20 saat ini, terjadi lonjakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di seluruh dunia. Kemajuan teknologi informasi, perkembangan global, hingga adanya perubahan paradigma-paradigma baru pada sektor-sektor vital, menciptakan pola tatanan kehidupan baru yang perlu adanya penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk penanaman sikap-sikap dan karakter secara komprehensif, sebagai respon terhadap arus modernisasi yang pesat, sehingga tercipta suasana yang penuh dengan kedamaian, kerukuran, persatuan dan kesatuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan model penelitian studi literatur. Telaah dokumen-dokumen dilakukan untuk mengetahui dan memetakan terkait sumber primer dan sekunder dalam penelitian ini. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh ialah para stakeholder PAI tidak hanya sekedar merespons secara teoritik atas modernisasi, melainkan juga memhamai secara bijaksana dan menciptakan kebijakan-kebijakan sistematis untuk menyesuaikan dengan arus modernisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, dicetuskannya konsep integratif-interkonektif oleh M. Amin Abdullah menandai adanya transformasi paradigma secara menyeluruh dari berbagai bidang disiplin keilmuan Selain itu, penekanan terhadap pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam telah menjadi bagian dari fokus respons terhadap arus modernisasi.Keywords : Diskursus, Konsep Pendidikan Agama Islam, Modernisasi
PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM muhammad nasiruddin; Rohmad; Ivo Retna Wardani; Moh. Fatkur Rohman
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk memahami pendidikan agama Islam yang memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan etika individu. Di tengah percepatan perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi dan digitalisasi, pentingnya pendidikan agama Islam tidak dapat dipandang sebelah mata. Kemajuan teknologi telah mengubah banyak aspek pendidikan, menciptakan peluang baru dalam meningkatkan pengalaman belajar. AI telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dengan memberi mereka pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam bahasa dan keterampilan lainnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metodologinya. Tujuan penelitian ini ialah memetakan pemanfaatan kecerdasan buatan di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data akan dilakukan melalui dokumentasi dan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder, sekaligus melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap subyek penelitian sebagai data pendukung. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Pendekatan ini membantu peneliti dalam mengidentifikasi tema-tema kunci yang berkaitan dengan membangun moderasi beragama melalui pendidikan agama Islam. Hasilnya ialah penerapan kecerdasan buatan dalam pendidikan agama Islam memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pengajaran dan pengalaman belajar. Kemajuan kecerdasan buatan yang kian pesat, dan pemanfaatan berbagai macam platform perangkat digital berbasis internet dapat menjadi penunjang yang positif bagi siswa untuk mempelajari pendidikan Agama Islam secara luas. Keywords : Pemanfaatan, Kecerdasan Buatan, Pendidikan Agama Islam
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Nilai Islam untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Belajar Siswa MI Islamiyah Jamberejo Rohmad; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala madrasah, dan siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis nilai Islam mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna. Guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti tanggung jawab (amanah), kerja sama (ta’awun), kejujuran (ṣidq), dan disiplin (istiqamah) ke dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya karakter positif siswa seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, model ini juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa; mereka menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, menyelesaikan tugas kelompok, serta mengatur waktu dan strategi belajar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Islam efektif diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah sebagai pendekatan pembelajaran holistik yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan model PBL dengan integrasi nilai keislaman secara sistematis, sementara pihak madrasah memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan yang mendorong praktik pembelajaran inovatif berbasis karakter islami. Kata kunci: Problem Based Learning, nilai-nilai Islam, karakter, kemandirian belajar.
Tantangan Pendidikan Karakter di MTs: Analisis Berdasarkan Faktor Pendukung, Faktor Penghambat dan Solusinya dalam Pembelajaran Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama pada masa remaja yang merupakan periode krusial pengembangan nilai moral dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan karakter di MTs berdasarkan literatur terkini, dengan fokus pada faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi solusi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan internal sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur. Faktor penghambat meliputi kurangnya kompetensi guru, pengaruh lingkungan luar sekolah, rendahnya minat dan partisipasi siswa, serta dampak pembelajaran jarak jauh pascapandemi. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kompetensi guru, kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat, penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di MTs.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI AKHLAK Ahmad Abdul Rochim; Nur Syamsu; Moh. Fatkur Rohman
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI pada materi akhlak melalui model Problem Based Learning (PBL) berbantuan digital pada Kelas X TJKT 3 SMK Negeri 2 Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melalui 2 siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, dirancang dengan pembelajaran mempertimbangkan karakteristik peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Tindakan pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan digital. Observasi yang dilakukan untuk melihat perkembangan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Saat melakukan kegiatan refleksi dan melihat hasil yang diperoleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan digital dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada materi akhlak. Peserta didik mengalami peningkatan minat dalam melakukan pembelajaran dan kemampuan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan akhlak. Adapun kebaruan dalam penelitian ini diterapkannya suatu pengganti model konvensional dengan model PBL ditambah berbantu dengan digital, dimana belum pernah dilakukan oleh guru yang mangajar. Sehingga adanya temuan ini menyatakan bahwa model PBL berbantuan digital adalah alternatif yang efektif dalam mengajar materi akhlak pada peserta didik kelas X. Kata Kunci: Problem based learning, digital, hasil belajar, minat belajar, Akhlak
Implementasi Konsep Ekoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam : Arah Penerapan dan Kebijakan dalam Merespons Problematika Lingkungan Moh. Fatkur Rohman; Izatul Ayun Syaibani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis global dan lokal yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta eksploitasi sumber daya alam menuntut respons multidimensional, termasuk dari perspektif keagamaan. Islam, melalui konsep ekoteologi, menawarkan kerangka etis dan teologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep ekoteologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan arah penerapan dan kebijakan pendidikan dalam merespons problematika lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (qualitative library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait ekoteologi Islam, etika lingkungan, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekoteologi Islam seperti tauhid, khalifah, dan mizan, memiliki relevansi kuat untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum PAI guna membangun kesadaran ekologis peserta didik. Namun demikian, implementasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan materi ajar, minimnya pelatihan pendidik, serta resistensi terhadap pembaruan kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pedagogis yang kontekstual, reflektif, dan praksis, serta dukungan kebijakan pendidikan yang sinergis agar ekoteologi dapat diinternalisasikan secara efektif dalam pembelajaran PAI. Integrasi ekoteologi dalam pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang memiliki kesalehan spiritual sekaligus tanggung jawab ekologis.
TREN PENELITIAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR: TINJAUAN BERDASARKAN JENIS DAN PRODUK PENELITIAN muhammad nasiruddin; Yeni Fitriya; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Agama Islam di sekolah dasar ditinjau berdasarkan jenis penelitian dan produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis tren terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam rentang waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Research and Development (R&D) menjadi pendekatan yang paling dominan digunakan dalam penelitian pembelajaran Agama Islam berbasis teknologi digital. Dominasi ini menunjukkan kecenderungan penelitian yang berorientasi pada pengembangan produk pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Selain itu, ditinjau dari produk penelitian, game edukasi merupakan jenis media digital yang paling banyak dikembangkan dan diteliti dibandingkan produk teknologi lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan game edukasi melalui pendekatan R&D dipandang efektif dalam menjawab kebutuhan pembelajaran Agama Islam di sekolah dasar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Hasil penelitian ini memberikan implikasi dan rekomendasi terhadap penelitian selanjutnya yang menjadi tren, dengan harapan penelitian yang dilakukan memberikan manfaat karena relevan dengan kebutuhan pembaca.

Page 1 of 2 | Total Record : 16