cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Efektifitas Pemberian Tepid Sponge untuk Menurunkan Suhu Tubuh pada Anak Arisa Ela Seafira; Etika Dewi Cahyaningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1328

Abstract

Demam merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti tepid sponge dapat digunakan sebagai tindakan pendukung dalam menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas pemberian tepid sponge dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang anak perempuan berusia 3 tahun 7 bulan dengan diagnosis gastroenteritis akut disertai hipertermia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan yang meliputi wawancara dengan orang tua pasien, pemeriksaan fisik, pengukuran tanda-tanda vital, observasi kondisi fisiologis, dan penelaahan hasil pemeriksaan penunjang yang relevan. Intervensi tepid sponge dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan pemantauan suhu sebelum dan sesudah tindakan serta evaluasi indikator termoregulasi. Data suhu tubuh dan indikator termoregulasi yang diperoleh dicatat menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh secara bertahap dari 38,7 oC pada hari pertama menjadi 36,9 oC pada hari ketiga. Selain itu, terjadi perbaikan indikator termoregulasi yang ditandai dengan membaiknya suhu tubuh, suhu kulit, penurunan tanda pucat, dan kestabilan kadar glukosa darah. Temuan ini menunjukkan bahwa tepid sponge efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam membantu menurunkan suhu tubuh dan memperbaiki kemampuan termoregulasi pada anak dengan demam.
Analisis Lama Tatalaksana Gawat Darurat Pasien terhadap Length of Stay di IGD Resa Juniawinata; Bagus Rahmat Santoso; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1333

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian krusial dalam rumah sakit yang menangani kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah Length Of Stay (LOS), yaitu lamanya pasien berada di IGD. Waktu tindakan medis atau lama tatalaksana yang panjang dapat berdampak terhadap peningkatan LOS, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. LOS yang panjang juga dapat menyebabkan overcrowding, keterlambatan penanganan pasien baru, dan risiko keselamatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama tatalaksana gawat darurat pasien terhadap LOS di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke IGD RSUD Ulin selama periode September hingga November 2024 dengan rata-rata 1.509 pasien/bulan. Sampel berjumlah 121 pasien, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini sebagian besar responden (76,9%) memiliki LOS ≥ 6 jam dan < 24 jam. Rata-rata waktu tindakan adalah 65 menit. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama tatalaksana dan LOS (p = 0,885). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama tatalaksana tidak berpengaruh signifikan terhadap LOS.
Pengalaman Anak Jalanan di Aceh: antara Kemiskinan, Kekerasan, dan Eksploitasi: Studi Fenomenologi Kualitatif Lisa Fitriani; Sanisah Saidi; Suryane Sulistiana Susanti; Dara Febriana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1343

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan keluarga. Di Aceh, fenomena anak jalanan masih ditemukan meskipun terdapat regulasi yang melarang aktivitas mengemis dan eksploitasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup anak jalanan di Aceh serta faktor-faktor yang mendorong mereka hidup di jalanan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri dari anak jalanan, orang tua, pengasuh, dan staf panti asuhan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi. Ditemukan tiga tema utama, yaitu: (1) pengalaman anak hidup di jalanan, (2) fenomena anak jalanan di Aceh, dan (3) dinamika dukungan sosial dan adaptasi. Faktor utama yang melatarbelakangi kehidupan anak di jalanan meliputi kemiskinan, kekerasan dalam keluarga, perceraian orang tua, eksploitasi, serta minimnya perlindungan sosial. Anak-anak membangun solidaritas kelompok sebagai mekanisme bertahan hidup. Pengalaman anak jalanan di Aceh bersifat kompleks dan multidimensional.  
Penerapan Baby Massage pada Bayi dengan Diare Uji Niswa Hidayannah; Noor Yunida Triana; Shofiyah Shofiyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1345

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi dan balita, ditandai dengan peningkatan frekuensi dan perubahan konsistensi feses. Terapi komplementer seperti baby massage telah terbukti membantu menurunkan frekuensi diare melalui stimulasi sistem pencernaan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan baby massage pada bayi dengan diare di Ruang Dewadaru RSUD Kardinah Tegal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan keluarga, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Subjek penelitian adalah bayi berusia 1 tahun 11 bulan yang mengalami diare lebih dari enam kali per hari dengan konsistensi feses cair, bising usus >30 kali/menit, serta hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bakteri positif, disertai terapi medis berupa cairan Ringer Laktat dan antibiotik ceftriaxone. Hasil implementasi menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi dari 6 kali menjadi 2 kali per hari serta perubahan konsistensi feses menjadi lebih lembek dan berampas. Anak tampak lebih nyaman dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi. Penerapan baby massage berkontribusi positif terhadap penurunan gejala diare dapat dijadikan intervensi pendamping dalam asuhan keperawatan anak.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Larista Br Sembiring; Waini Waini; Hellen Panjaitan; Muhamad Marhaban; Tiarnida Nababan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1347

Abstract

Komunikasi Terapeutik Merupakan Kompetensi Fundamental Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Yang Efektif Dan Berkualitas. Berbagai Faktor Internal Dapat Memengaruhi Keberhasilan Penerapan Komunikasi Terapeutik, Termasuk Pengetahuan, Sikap, Emosi, Pendidikan, Dan Usia Perawat. Oleh Karena Itu Riset ini Bertujuan Untuk Mengetahui Apakah ada hubungan /pengaruh Faktor Pengetahuan, Sikap, Emosi, Pendidikan, Dan Usia Terhadap Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat diUPT Puskesmas Teluk Lecah Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Riset ini mempergunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan korelasional dan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 13 perawat yang bekerja di UPT Puskesmas Teluk Lecah. Analisis data Melalui pengujian Kendall’s tau_b pada variabel independen faktor pengetahuan (correlation coefficien0.623,sig 0.005) , faktor sikap(correlation coeficien 0.522,sig 0.017 ) dan faktor pendidikan(correlation coeficien 0.679,sig0.002) dengan faktor penerapan komunikasi terapeutik perawat hubungan atau pengaruh (ccorrelation coefficient) bernilai sangat positif yaitu nilai correlation coeficien melebihi nilai Alpha 0.05 dan didukung oleh nilai signifikan dari masing-masing variabel tidak melebihi nilai alpha 0.05,Sedangkan hasil  uji  Kendall’s tau_b pada faktor emosi (ccorrelation coefficient 0.041 ,sig0.850 )dan faktor usia(ccorrelation coefficient 0.305,sig0.156) dengan faktor penerapan komunikasi terapeutik perawat hubungan atau pengaruh (ccorrelation coefficient) antara kedua variabel lemah yaitu nilai ccorrelation coefficient tidak melebihi nilai alpha 0.05 didukung dengan nilai signifikansinya  melebihi nilai Alpha.Kesimpulan Bahwa ada hubungan/pengaruh dari faktor pengetahuan,faktor sikap dan faktor pendidikan  dengan implementasi komunikasi terapeutik perawat Tetapi tidak ada hubungan/pengaruh secara signifikan diantara faktor emosi dan faktor usia  Dengan implementasi komunikasi terapeutik perawat diUPT puskesmas teluk lecah.
Hubungan Pengetahuan tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Kontrol Ulang pada Pasien Stroke Piterimasia Simanungkalit; Husnul Khatimah; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1348

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya stroke yang berdampak pada mortalitas serta kecacatan kronis. Tingkat penguasaan informasi pasien mengenai hipertensi berperan signifikan terhadap keteraturan mereka dalam melakukan kunjungan kontrol setelah mengalami stroke. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji korelasi antara tingkat pemahaman mengenai hipertensi dengan kedisiplinan pasien dalam melakukan kunjungan kontrol kembali di Poli Saraf RSU Wulan Windy Medan. Penelitian ini menerapkan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 56 responden dipilih secara purposive dari 126 pasien yang ada. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terkait pemahaman hipertensi dan tingkat kepatuhan terhadap kontrol ulang, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Dari total responden, 48,2% diketahui memiliki tingkat pemahaman yang baik mengenai hipertensi, sementara 50% menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi dalam menjalani kontrol ulang. Hasil analisis bivariat mengidentifikasi keterkaitan bermakna antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p = 0,010), yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan pasien cenderung diikuti oleh kepatuhan yang lebih baik terhadap jadwal kontrol rutin. Pengetahuan hipertensi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien pasca- stroke. Peningkatan edukasi kesehatan pasien dapat menjadi strategi penting untuk mencegah kekambuhan stroke.
Internet Addiction and Social Interaction among School Adolescents Sifa Fauziah; Obar Obar; Siti Nursa’adah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1351

Abstract

The rapid development of information technology has increased internet use among adolescents, which may affect the quality of social interaction in the school environment. This study aimed to analyze the relationship between the level of internet addiction and adolescents’ social interaction at school. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 83 students selected using purposive sampling. The research instruments included the Internet Addiction Test (IAT) and a school-based social interaction questionnaire adapted from Diana Rachmawati (2018), in which all items were found to be valid and the reliability of the social interaction instrument showed a Cronbach’s Alpha value of 0.763. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test. The results showed that most respondents were female (54.2%) and aged 16 years (51.8%). Most students had a mild level of internet addiction (55.6%), while social interaction was predominantly categorized as poor (50.6%). A significant negative relationship was found between internet addiction and social interaction (r = −0.225; p = 0.041), indicating a weak correlation. In conclusion, higher levels of internet addiction are associated with lower quality of adolescents’ social interaction in the school environment.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Medical Check Up (MCU) Choirunnisa Choirunnisa; Suci Amin; Dilgu Meri; Rifa Yanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1353

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan rumah sakit. Dalam kondisi persaingan fasilitas kesehatan yang semakin meningkat, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada pasien serta mampu memenuhi kebutuhan dan harapan mereka secara optimal. Medical Check Up (MCU) sebagai layanan kesehatan preventif tidak hanya dinilai dari jumlah kunjungan pasien, tetapi juga dari sejauh mana pasien merasa puas terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pada unit MCU di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kualitas pelayanan dalam kategori baik (78%) dan menyatakan tingkat kepuasan sangat puas (74,3%). Hasil analisis uji validitas menggunakan korelasi  pearson product moment, menunjukkan bahwa nilai r hitung > r tabel (0,374), dan  hasil  uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner Kualitas Pelayanan MCU memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,873 > 0,6, sementara kuesioner kepuasan pasien MCU memperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,895 > 0,6. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien (p = 0,001 < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan pasien.
Rehabilitasi Pasca-Stroke Berbantuan Kecerdasan Buatan dan Peran Perawat dalam Pemantauan Pasien: Systematic Review Hakim Anasulfalah; Krisnanda Aditya Pradana; Rina Tri Handayani; Perdana Prabasari Putri Ichsani; Aris Widiyanto; Joko Tri Atmojo; Rafa Amartya Sukadi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Artificial Intelligence (AI) dan telerehabilitasi telah menjadi inovasi penting dalam meningkatkan efektivitas terapi pasien pasca-stroke melalui pendekatan rehabilitasi yang personal, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan AI dan telerehabilitasi terhadap pemulihan fungsi motorik, kepatuhan pasien terhadap program terapi, serta peningkatan kualitas hidup pasien stroke melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran artikel dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, BASE, dan Consensus dengan rentang tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci “artificial intelligence,” “telerehabilitation,” “stroke recovery,” dan “virtual rehabilitation.” Dari 350 artikel yang ditemukan, 12 artikel primer memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan panduan PRISMA 2020 serta penilaian kualitas dengan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan AI dan telerehabilitasi secara konsisten meningkatkan fungsi motorik pasien, memperbaiki kepatuhan terhadap program rehabilitasi melalui sistem adaptif dan umpan balik real-time, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien secara signifikan. Teknologi berbasis AI seperti Virtual Reality (VR), Brain–Computer Interface (BCI), dan perangkat robotik cerdas terbukti mempercepat pemulihan melalui stimulasi neuroplastisitas dan peningkatan motivasi pasien. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AI dan telerehabilitasi merupakan strategi inovatif dan efektif dalam manajemen rehabilitasi pasca-stroke serta memiliki potensi besar untuk menjadi model standar terapi rehabilitasi di masa depan.  
Efektivitas Pengkajian Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke di IGD Miladya Rahmi; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1382

Abstract

Keterlambatan dalam diagnosis pasien stroke dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam mempercepat proses diagnosis keperawatan di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian bertujuan guna menganalisis efektivitas Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam lama durasi pengkajian serta perolehan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Studi kuantitatif pra-eksperimen (the one-shot case study) pada 30 pasien stroke di IGD (15 responden per instrumen melalui accidental sampling). Data durasi diukur dengan observasi dan stopwatch, diagnosis keperawatan menggunakan SDKI. Analisis data komparatif durasi menggunakan uji Mann-Whitney U. Rata-rata durasi pengkajian menggunakan Score Stroke Nuartha adalah 16,67 menit, sementara ASGM jauh lebih singkat, yaitu 11,47 menit. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,001). Hasil uji diagnostik menunjukkan sensitivitas Score Stroke Nuartha 94,87% dan ASGM 89,29%. ASGM terbukti lebih efisien dalam hal durasi pengkajian dan akurasi diagnosis keperawatan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk situasi kegawatdaruratan.