cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Kepatuhan Manajemen Diet Pasien DM Tipe 2 Jihan Ambarwati; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1447

Abstract

Hambatan dalam manajemen diet pada penderita diabetes mellitus (DM) mengakibatkan gagalnya pengendalian kadar glukosa darah. Untuk itu perlu adanya intervensi dengan pendekatan budaya lokal yang dapat diterima dengan mudah seperti edukasi diet berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede. Penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan dan pendekatan pretest dan postest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di desa Bategede sebanyak 312 pasien. Sampel sebanyak 38 orang yang diambil dengan purpossive sampling dan dihitung dengan rumus kemudian dibagi menjadi dua untuk kelompok intervensi sebanyak 19 dan kelompok control 19 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Uji validitas dengan nilai 0,534-0,834 dan hasil Cronbach's alpha menemukan nilai 0,821 yang diartikan valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil kepatuhan manajemen diet (pre-pos) pada kelompok intervensi ada perubahan signifikan yang mana terdapat selisih median skor 29 poin sebelum dan setelah dengan nilai p value 0,000. Pada kelompok kontrol selisih median 1 poin dengan nilai p value 0,405. Penelitian ini disimpulkan ada pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05
Analisis Intervensi Keperawatan Terstruktur yang Mengintegrasikan Aspek Klinis dan Psikososial terhadap Kepatuhan Pengobatan, Keberhasilan Terapi, Kualitas Hidup, dan Kesehatan Mental Pasien Tuberkulosis Paru: Systematic Review Hakim Anasulfalah; Rubiyanta Rubiyanta; Aris Widiyanto; Joko Tri Atmojo; Ahmad Syauqi Mubarok; Etika Marsita Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1448

Abstract

Intervensi keperawatan terstruktur yang mengintegrasikan aspek klinis dan psikososial menjadi pendekatan inovatif dalam meningkatkan efektivitas pengobatan pasien tuberkulosis paru melalui dukungan yang holistik, berkelanjutan, dan berpusat pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi keperawatan terstruktur terhadap kepatuhan pengobatan, keberhasilan terapi, kualitas hidup, serta penurunan tingkat kecemasan dan depresi pasien tuberkulosis dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran artikel dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, BASE, dan Consensus dengan rentang publikasi 2015–2025 menggunakan kata kunci “nursing intervention,” “psychosocial support,” “tuberculosis,” “treatment adherence,” dan “quality of life.” Dari 280 artikel yang ditemukan, 11 artikel primer memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pedoman PRISMA 2020 serta penilaian kualitas dengan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi keperawatan terstruktur secara konsisten meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi OAT, memperbaiki keberhasilan pengobatan melalui peningkatan angka konversi sputum negatif, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi, konseling, dan dukungan sosial yang berkesinambungan. Selain itu, intervensi psikososial oleh perawat terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan depresi, terutama pada pasien MDR-TB. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan intervensi keperawatan terstruktur merupakan strategi efektif berbasis bukti dalam meningkatkan luaran klinis dan psikologis pasien tuberkulosis paru serta mendukung pencapaian target eliminasi TB global tahun 2030.
Penilaian dan Intervensi Holistik pada Pasien Hemodialisa: Scoping Review Mesya Mesya; Aurellia Firstania
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1456

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis menghadapi masalah kesehatan kompleks dan multidimensional, meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Pendekatan holistic care diperlukan untuk memberikan asuhan komprehensif dan berpusat pada pasien, namun penerapan penilaian serta intervensi holistik dalam praktik keperawatan hemodialisis belum terpetakan secara sistematis dan konsisten. Tinjauan ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah terkait praktik penilaian dan intervensi holistik pada pasien hemodialisis, termasuk metode asesmen, jenis intervensi, serta dampaknya terhadap kondisi pasien secara multidimensional. Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley serta panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest. Seleksi studi didasarkan pada kerangka Population, Concept, Context (PCC). Penilaian kualitas artikel dilakukan menggunakan alat penilaian kritis Joanna Briggs Institute. Dari 12.432 artikel yang teridentifikasi, lima studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Temuan menunjukkan penilaian holistik mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual melalui penggunaan instrumen terstandar seperti Holistic Health Assessment Tool for Dialysis Patients (HHAT-D) serta pemanfaatan teknologi wearable. Intervensi holistik nonfarmakologis berbasis keperawatan dan pendekatan multidisiplin efektif menurunkan kelelahan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan kepatuhan perawatan, serta mendukung kualitas hidup pasien hemodialisis.
Hubungan Sikap Perawat dan Ketersediaan Fasilitas dengan Kepuasan Pasien Dian Ayu Lestari; Rusnoto Rusnoto; Umi Faridah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1465

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan rumah sakit yang penting untuk dievaluasi secara berkelanjutan. Beberapa keluhan pasien berkaitan dengan waktu tunggu pelayanan, keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, serta kenyamanan ruang perawatan yang dianggap masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap perawat dan ketersediaan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Sarkies ’Aisyiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap sebanyak 200 orang kemudian dihitung dengan rumus slovin ditetapkan 133 pasien yang diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner sikap perawat, ketersediaan fasilitas, dan kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji rank spearman.  Hasil Penelitian menyimpulkan ada hubungan antara sikap perawat (0,000) dan ketersediaan fasilitas (0,000) dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga, Mekanisme Koping dan Stigma Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien TBC Rizki Ana Santi; Rusnoto Rusnoto; Ashri Maulida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1471

Abstract

  ABSTRAK Kualitas hidup pasien TBC dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait meliputi aspek fisik seperti usia, jenis kelamin, dan adanya kecacatan, aspek sosial ekonomi seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, dan dukungan keluarga, serta aspek psikologis seperti mekanisme koping, masalah kesehatan mental (depresi, kecemasan, stres), dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan hubungan dukungan sosial keluarga, mekanisme koping dan stigma sosial dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korerasional. Populasi pada penelitian ini pasien TB Paru bulan September 2025 di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga banyaknya sampel 47 orang. Instrumen pada penelitian antara lain Kuesioner dukungan social keluarga dengan validitas 0,582-0,788 dan reliabilitas 0,870, kuesioner mekanisme koping dengan nilai r 0,482-0,756 dan nilai reliabilitas 0,83, kuesioner stigma social dengan nilai r 0,52-0,79 dan reliabilitas 0,890, kuesioner kualitas hidup pasien TB Paru dengan nilai r 0,752-0,877 dan reliabilitas 0,734. Data di uji dengan uji statistik rank spearman. Ada hubungan dukungan sosial keluarga (0,000), mekanisme koping (0,002) dan stigma sosial (0,000) dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemberian Obat Berbasis Barcode pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Vicky Febriana; Siwi Ikaristi Maria Theresia; Arimbi Karunia Estri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1472

Abstract

Kesalahan pemberian obat masih menjadi masalah utama keselamatan pasien di rumah sakit. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan Barcode Medication Administration. Namun, efektivitas sistem ini sangat bergantung pada tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam penerapannya. Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode pada pasien rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di tiga unit rawat inap sebanyak 84 orang. Sampel berjumlah 69 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya, dengan 31 item dinyatakan valid, serta reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,910). Kepatuhan perawat dinilai melalui lembar observasi berdasarkan SOP rumah sakit. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (91,3%) dan tingkat kepatuhan cukup tinggi (62,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,758 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,038, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode. Kepatuhan perawat kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban kerja, dukungan manajemen, dan kendala teknis sistem barcode.
Pengaruh Terapi Musik Instrumental Murrotal terhadap Kualitas Tidur Pasien dan Skala Nyeri Paska Operasi Ahmad Ali Syafi’i; Sukarmin Sukarmin; Noor Hidayah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1473

Abstract

Pembedahan merupakan prosedur invasif yang di gunakan untuk mengobati kelainan bentuk fisik, penyakit, atau cedera yang dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti gangguan tidur dan masalah nyeri. Hal tersebut perlu pemberian intervensi berupa musik instrumental murrotal untuk mencegah dampak yang serius akibat nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi musik instrumental murrotal terhadap kualitas tidur pasien dan skala nyeri paska operasi di Rumah Sakit Sarkies Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen two group pre test dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah pasien operasi di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus dalam tiga bulan terakhir sebanyak 120 pasien dengan rata-rata 40 pasien. Berdasarkan perhitungan rumus slovin, jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 36 pasien yang diambil dengan teknik accidental sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan nilai r (0,471-0,724) dan reliabilitas sebesar 0,83 sedangkan skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dengan reliabilitas 0,950. Analisa untuk mencari pengaruh variabel bebas dan terikat menggunakan uji  t- test dengan uji alternatif Wilcoxon dan Mann whitney. Hasil penelitian : Ada pengaruh terapi musik instrumental murrotal terhadap kualitas tidur pasien (0,008) dan skala nyeri (0,002) paska operasi di Rumah Sakit Sarkies Kudus
Penilaian Risiko Ergonomi pada Aktivitas Keperawatan Perawat Instalasi Gawat Darurat Menggunakan Metode REBA Ayuk Lukmanil Khakim; Aji Tyo Nur Pratomo; Dini Ratifi Suwardi; Nunik Indrawati; Suparjo Suparjo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1474

Abstract

Perawat memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang memiliki karakteristik kerja dinamis, berisiko tinggi, dan menuntut kesiapsiagaan fisik. Beban kerja fisik yang tinggi dan postur kerja tidak ergonomis berpotensi meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko ergonomi pada tindakan keperawatan di ruang IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 65 perawat yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap tindakan pemasangan infus pada shift pagi. Penilaian REBA dilakukan dengan mengevaluasi postur kerja seluruh bagian tubuh, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam tingkat risiko ergonomi rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,1% perawat berada pada kategori risiko ergonomi rendah, terutama pada aktivitas keperawatan ringan dengan postur relatif netral. Sebanyak 44,6% perawat berada pada kategori risiko ergonomi sedang, yang didominasi oleh aktivitas statis dengan fleksi ringan batang tubuh dan leher, seperti pemasangan infus. Sementara itu, 12,3% perawat berada pada kategori risiko ergonomi tinggi, terutama pada aktivitas mengangkat dan memindahkan pasien yang melibatkan fleksi batang tubuh berat dan beban angkat tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa risiko ergonomi pada perawat IGD bervariasi sesuai jenis aktivitas dan postur kerja.
Hubungan Kepatuhan Diet Protein dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien CKD Lisa Noviani; Sukarmin Sukarmin; Edy Soesanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1475

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan suatu kondisi ditandai oleh menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dari waktu ke waktu. Salah satu indikator peningkatan fungsi gagal ginjal adalah kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet rendah protein dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien CKD di ruang ICU RS Aisyiyah Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 37 pasien. Teknik sampel menggunakan purpossive sampling dan besarnya sampel dihitung dengan rumus slovin sehingga didapatkan besar sampel sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian untuk mengukur kepatuhan diet menggunakan kuesione kepatuhan diet dengan skala gutman dan hasil laboratorium kadar ureum dan kreatinin. Analisa kedua variabel menggunakan uji pearson correlation. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet rendah protein dan kadar ureum dengan nilai Sig. value sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, hubungan kepatuhan diet rendah protein dan kadar kreatinin juga dapat diterima dengan nilai Sig. value sebesar 0,021 < 0,05.
Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur pada Remaja Kelas IX Muhammad Syahrul Gunawan; Fajar Alam Putra; Widiyono Widiyono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1476

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik seperti beban belajar, ujian, serta ekspektasi dari lingkungan sekolah dan keluarga yang dapat memicu stres akademik. Tingginya tingkat stres akademik diketahui berdampak pada pola dan kualitas tidur remaja, yang selanjutnya dapat memengaruhi fungsi kognitif serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Jaten, Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak 262 siswa, dengan sampel sebanyak 72 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Pengukuran stres akademik dilakukan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescence (ESSA), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Instrumen ESSA dan PSQI sudah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres akademik kategori sedang (55,6%) dan memiliki kualitas tidur yang tidak baik (48,6%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,352, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan arah positif antara stres akademik dan kualitas tidur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami remaja, maka semakin buruk kualitas tidur mereka.