cover
Contact Name
Iyan Setiawan
Contact Email
edukasimuara@gmail.com
Phone
+6281578146104
Journal Mail Official
edukasimuara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no. B-30, Rt.002/Rw.008, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MURAKES
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 31236405     EISSN : 3123562X     DOI : https://doi.org/10.64365
Core Subject :
Clinical Medicine & Specialties Public Health & Epidemiology Basic & Biomedical Sciences Nursing & Allied Health Professions Health Technology and Informatics Medical and Health Education
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Gambaran Kesesuaian Menu Sarapan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Berdasarkan Pedoman Isi Piringku Paridah Paridah; Listy Handayani
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.424

Abstract

Makan pagi merupakan bagian penting dari gizi seimbang yang membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Namun, kualitas sarapan siswa tidak selalu sesuai dengan pedoman Isi Piringku, yang merekomendasikan konsumsi bahan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah dalam satu kali makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecocokan praktik sarapan siswa berdasarkan panduan Isi Piringku. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 47 mahasiswa kelas B dari kelompok 2025 di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo. Semua siswa yang hadir saat pengumpulan data termasuk dalam teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui metode pencatatan pengambilan makanan dalam 24 jam dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa 63,83% dari siswa memakan sarapan, sedangkan 36,17% tidak memakan sarapan. Berdasarkan komponen Isi Piringku, hanya 4,26% yang memakan sarapan lengkap, 12,77% memakan tiga komponen, 29,79% memakan dua komponen, dan 17,02% hanya memakan satu komponen. Menu sarapan sebagian besar terdiri dari makanan yang kaya akan karbohidrat, sedangkan konsumsi sayur dan buah tetap terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sarapan siswa masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan gizi dan penerapan pedoman Isi Piringku untuk mendorong praktik makan yang lebih seimbang.
Pendekatan "Food as Medicine" dan Pola Makan Berbasis Evidence (Mediterania/Plant-based) dalam Tata Laksana Penyakit Kronis Raditya Dwi; Sakura Rinjani Maharani
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.458

Abstract

Penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan obesitas menjadi beban kesehatan global yang terus meningkat. Pendekatan berbasis gizi, khususnya konsep "Food as Medicine" (FaM) dan pola makan berbasis bukti seperti diet Mediterania dan plant-based, mulai diakui sebagai komplementer bahkan alternatif dalam tata laksana penyakit kronis.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan Food as Medicine serta efektivitas pola makan Mediterania dan plant-based yang berbasis bukti dalam manajemen penyakit kronis.Studi ini merupakan tinjauan literatur naratif dari berbagai publikasi ilmiah dalam 10 tahun terakhir, termasuk uji klinis, meta-analisis, dan pedoman klinis terkait intervensi diet pada penyakit kronis.Pendekatan Food as Medicine menekankan penggunaan intervensi diet spesifik sebagai bagian dari terapi medis. Pola makan Mediterania (kaya minyak zaitun, ikan, sayur, buah, dan kacang-kacangan) serta pola plant-based (vegetarian atau vegan) terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah, kadar glukosa darah, profil lipid, serta inflamasi sistemik. Keduanya juga berkontribusi terhadap penurunan kejadian kardiovaskular dan perbaikan kualitas hidup pasien kronis.
Kesehatan Usia Lanjut (Aging) dan Multimorbiditas: Determinan serta Kesiapan Sistem Layanan Kesehatan Primer Tri Wulandari; Utami Dewi Kusuma
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.466

Abstract

Populasi lanjut usia (lansia) meningkat secara global, diiringi dengan peningkatan prevalensi multimorbiditas (keberadaan dua atau lebih penyakit kronis pada satu individu). Kondisi ini menimbulkan tantangan kompleks bagi sistem layanan kesehatan, terutama di tingkat pelayanan primer.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis determinan multimorbiditas pada lansia serta mengevaluasi kesiapan sistem layanan kesehatan primer dalam merespons beban ganda tersebut.Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis yang menganalisis artikel-artikel dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar periode 2015–2025, dengan fokus pada faktor risiko, epidemiologi multimorbiditas lansia, serta kapasitas fasilitas kesehatan primer.Determinan utama multimorbiditas meliputi faktor usia lanjut, jenis kelamin (perempuan lebih tinggi), status sosial ekonomi rendah, gaya hidup sedentari, dan pola makan tidak sehat. Kesiapan layanan kesehatan primer masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga geriatri terlatih, sistem rujukan yang belum terintegrasi, waktu konsultasi yang singkat, serta dominasi pendekatan penyakit tunggal (single-disease approach).
Digital Phenotyping untuk Deteksi Dini Gangguan Mental pada Remaja: Analisis Data Smartphone dan Wearable Joko wijaya; Widya Kusumawati Ningrum
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.469

Abstract

Gangguan mental pada remaja merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat, namun deteksi dini seringkali terhambat oleh keterbatasan akses dan kurangnya kesadaran akan gejala awal. Digital phenotyping, yaitu pencirian perilaku individu melalui data digital dari perangkat seperti smartphone dan wearable, menawarkan potensi baru untuk pemantauan dan identifikasi dini kondisi psikologis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan digital phenotyping dalam mendeteksi dini gangguan mental pada remaja dengan memanfaatkan data dari smartphone dan wearable.Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data pasif dari 120 remaja (usia 13–19 tahun) selama enam bulan. Data yang dikumpulkan meliputi frekuensi penggunaan aplikasi, pola gerakan (akselerometer), lokasi geospasial, durasi tidur, detak jantung, dan variabilitas aktivitas fisik. Instrumen penilaian gangguan mental menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan wawancara klinis sebagai validasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan smartphone yang berlebihan (>7 jam/hari), fragmentasi tidur yang tinggi, serta penurunan variabilitas lokasi geospasial secara signifikan berkorelasi dengan skor tinggi pada subskala masalah emosional dan perilaku (p < 0,05). Model klasifikasi berbasis machine learning yang menggabungkan data smartphone dan wearable mencapai akurasi 84,6% dalam membedakan remaja dengan risiko gangguan mental ringan hingga berat dibandingkan kelompok kontrol.
Penetapan Parameter Standarisasi Ekstrak Daun Pedada (Sonneratia Caseolaris L.)  Dan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) Meissi Kusuma Wardhani; Muhammad Hanafi; Agung Eru Wibowo
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.512

Abstract

Kebutuhan akan standardisasi ekstrak  bahan alam sebagai bahan baku produk sangat penting untuk pengendalian mutu, keamanan dan khasiat produk akhir yang dihasilkan. Daun pedada (Sonneratia caseolaris L.) dan rimpang kencur (Kaempferia galangal L.) merupakan dua tanaman yang mengandung komponen senyawa bioaktif antara lain yaitu alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, terpenoid dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi terhadap ekstrak daun pedada dan rimpang kencur dengan menggunakan parameter spesifik dan parameter nonspesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pedada memiliki rendemen 35,68%  dan rendemen ekstrak rimpang kencur 22,67%. Hasil pengujian parameter spesifik pengujian senyawa larut dalam air  ekstrak daun pedada sebesar 37,16%, dan senyawa larut dalam etanol 31,54%, sedangkan hasil pengujian untuk ekstrak rimpang kencur berturut-turut adalah 61,10 dan 7,49%. Hasil pengujian parameter nonspesifik didapatkan susut pengeringan ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 19,89% dan 6,64 %. Hasil pengujian kadar air ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 20,45% dan 6,64%. Hasil pengujian kadar abu total ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 13,16% dan 7,48%. Hasil pengujian kadar abu tidak larut asam ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut adalah1,24% dan 2,56%. Hasil pengujian parameter spesifik pada ekstrak daun pedada dan rimpang kencur memenuhi standar.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Dalam Merawat Luka Di Poli Bedah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua Jeni Aleta Melinda Naitboho; Maria Julieta Esperanca; Natalia Imakulata Kornely
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.515

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetikum. Kepatuhan pasien dalam merawat luka penting untuk mencegah infeksi, gangren, dan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam merawat luka di Poli Bedah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi 188 pasien dan sampel 33 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SDSCA (Summary of Diabetes Self-Care Activities) subskala foot care dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 58–67 tahun (30,3%), berjenis kelamin laki-laki (69,7%), bekerja sebagai petani (42,4%), dan berpendidikan SMA/SLTA (48,5%). Sebagian besar responden menderita DM selama 1–5 tahun (54,5%) dengan stadium luka terbanyak stadium 2 (57,6%). Berdasarkan tingkat kepatuhan, sebagian besar responden (51,5%) tidak patuh dalam merawat luka. Tingkat kepatuhan pasien DM dalam merawat luka di Poli Bedah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua masih tergolong rendah, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan.
Pemberian Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Pengukuran Kadar Asam Urat Pada Tikus Diabetes Anita Dwi Septiarini; Bagas Ardiyantoro
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.516

Abstract

Kondisi hiperglikemik dan resistensi insulin pada penderita DM menyebabkan  peningkatan  aktivitas sitokin proinflamasi, dimana sitokin  proinflamasi  akan meningkatkan  apoptosis  sel  dan  nekrosis  jaringan  serta  meningkatkan  aktivitas  enzim xanthine oxsidase yang  berakibat  pada  peningkatan  asam  urat. Penelitian ini menggunakan eksperimental post only control group dengan menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi kombucha bunga telang. Tikus dibuat diabetes dengan induksi Streptozotocin 50 mg/kgBB. Dibagi 5 kelompok perlakuan yaitu  kelompok (K-) CMC Na 0,5%, kelompok (K+) Glibenklamid 5 mg/kgBB, Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dosis 5 ml /kgBB,  dosis 10 ml /kgBB dan dosis 15 ml/kg BB secara oral selama 21 hari. Kadar Asam Urat diukur dengan metode POCT yang kemudian dianalisis dengan SPSS. Hasil fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)  memiliki senyawa metabolit sekunder  flavonoid dan saponin. Pemberian Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dosis 5 mg/kgBB, 10 mg/kgBB dan 15 mg/kgBB setelah induksi STZ positif diabetes serta mengalami perubahan asam urat. Pengukuran kadar asam urat dosis 5 mg/kgBB mengalami penurunan kadar pada hari ke-14. Kelompok tikus diabetes yang mengalami penurunan kadar asam urat paling signifikan yakni kelompok pemberian dosis 5 mg/kgBB.

Page 4 of 4 | Total Record : 37