cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
TANTANGAN KEEKONOMIAN KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT DAN COST RECOVERY. STUDI KASUS LAPANGAN GAS OFFSHORE DI SUMATERA BAGIAN UTARA Wiwiek Jumiati; Danang Sismartono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 2 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.2.350

Abstract

Pengusahaan minyak dan gas (migas) di Indonesia menggunakan Production Sharing Contract (PSC) dengan skema Cost Recovery sejak tahun 1966 sampai akhir Desember 2016 diberlakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2010 yang bertujuan agar sumber daya migas kepemilikannya tetap dikuasai oleh negara. Pada tanggal 16 januari 2017 Kementrian ESDM melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2017 melakukan perubahan P S C d a r i Cost Recovery menjadi Gross Split untuk mengefisienkan anggaran belanja Kontraktor. Pada skema cost recovery bagi hasil minyak antara Pemerintah dan Kontraktor adalah 85%:15% sedangkan untuk gas adalah 70%:30%. Khusus untuk Pertamina sebagai Perusahaan Migas Nasional, diberikan bagi hasil minyak dan gas dengan perbandingan 60%:40%. Bagi hasil tersebut merupakan bagi hasil bersih setelah dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor. Pada skema Gross Split bagi hasil antara Pemerintah dan Kontraktor adalah 57%:43% (base split) untuk produksi minyak. Untuk produksi gas adalah 52%:48% dengan Pemerintah tidak menanggung biaya-biaya yang diperlukan untuk produksi migas. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi keekonomian, kelebihan dan kekurangan kedua jenis PSC tersebut dengan mengambil contoh kasus pada Lapangan Gas offshore. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tantangan penerapan skema Gross Split dan Cost Recovery bagi pelaku industry hulu migas. Kegiatan penelitian mencakup telaah pustaka, analisis pendahuluan, pengambilan data KKKS, pemodelan tekno-ekonomi skema Gross split dan Cost recovery serta analisis hasil perhitungan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator keekonomian hulu pada skema Gross Split menunjukan hasil yang kurang aktraktif jika dibandingkan dengan skema Cost Recovery pada pengembangan Lapangan Frontier namun nilai tersebut sensitive perubahannya terhadap peningkatan produksi dan efisiensi biaya yang dapat dilakukan Kontraktor. Peningkatan daya tarik bagi investor hulu migas khususnya pada pengembangan Lapangan Frontier dengan skema Gross Split masih lebih menarik dengan pemberian insentif jika terjadi risiko dry hole atau pemberian data eksplorasi yang lebih banyak yang dilakukan peneliti.
SPESIFIKASI TEKNIS TABUNG ANG (ADSORBED NATURAL GAS) UNTUK SEKTOR RUMAH TANGGA Lusyana Lusyana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 2 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.2.351

Abstract

Perbedaan komponen utama yang terkandung dalam gas bumi dan LPG menyebabkan perbedaan densitas energi. Densitas gas bumi lebih kecil daripada LPG, sehingga diperlukan tabung yang berukuran besar dan tekanan yang sangat tinggi untuk menyimpan gas bumi. Saat ini teknologi ANG (Adsorbed Natural Gas) telah dikembangkan untuk menyimpan gas bumi pada tekanan rendah. Namun, aplikasi teknologi ANG untuk sektor rumah tangga masih belum komersial karena belum adanya spesifikasi teknis tabung ANG yang dapat menjadi acuan kualitas tabung. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan desain dan spesifikasi teknis tabung ANG yang dapat diaplikasikan pada sektor rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembuatan purwarupa tabung ANG dan selanjutnya dilakukan pengujian berdasarkan standar. Dalam penentuan disain tabung ANG mengacu kepada tabung penyimpan gas yang telah banyak digunakan seperti CNG dan LPG. Dikarenakan penggunaan dan penanganan tabung LPG lebih mudah daripada CNG, maka disain tabung ANG dibuat mengikuti tabung LPG. Penentuan spesifikasi teknis tabung ANG diperoleh dari hasil pengujian tabung, dimana standar uji yang digunakan adalah UN ECE R110. Pemilihan UN ECE R110 sebagai standar pengujian tabung ANG disebabkan persyaratan yang tercantum di dalam standar tersebut lebih lengkap dan ketat. Standar UN ECE R110 pada umumnya digunakan untuk pengujian tabung tekanan tinggi seperti CNG, sehingga persyaratan ujinya harus lebih ketat. Mengingat tekanan tabung ANG lebih besar daripada LPG, maka standar pengujiannya pun harus ketat seperti tabung CNG. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa tensile tabung 59,21 kg/mm2 , tabung tahan pada tekanan 90 bar selama 3 menit saat uji hidostatik, dan dari uji pecah terlihat tabung pecah pada tekanan 156 bar pada bagian bukan sambungan. Dengan demikian, dari hasil pengujian dapat ditentukan spesifikasi teknis tabung ANG yang sesuai persyaratan standar UN ECE R110, yaitu uji tarik lebih besar dari 41 kg/mm2 , uji hidrostatik harus tahan pada tekanan 1,5xMAOP, dan tekanan uji pecah 2,25xMAOP dimana tabung tidak pecah pada bagian sambungan.
APLIKASI ADITIF-NANO PEMODIFIKASI GESEKAN (FRICTION MODIFIER) DALAM MENURUNKAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR (The Application of Nano-Friction Modifier Additive in Reducing Fuel Consumption of Motorcycles) M. Hanifuddin; Setyo Widodo; Catur Y. Respatiningsih; Milda Fibria; Rona Malam K
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 3 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.3.354

Abstract

Minyak lumas berfungsi antara lain untuk mengurangi gesekan dan keausan yang terjadi pada sistem mekanikal suatu peralatan. Aditif yang sering digunakan untuk mengurangi gesekan adalah aditif pemodifikasi gesekan. Level gesekan yang rendah akan menaikkan efisiensi mesin yang ditunjukkan dengan menurunnya konsumsi bahan bakar, kenaikan output daya, dan penurunan emisi gas buangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aditif-nano pemodifi kasi gesekan jenis MoS2 pada minyak lumas mesin sepeda motor otomatis terkait kinerja mesin yang disebabkan menurunnya gesekan. Metodologi penelitian ini adalah menggabungkan aditif nano jenis pemodifikasi gesekan MoS2 ke dalam minyak lumas dasar jenis mineral dan sintetik dengan ditambah dengan aditif lainnya sehingga dihasilkan minyak lumas mesin yang siap diuji jalankan. Uji jalan ditempuh sejauh 3000 km dengan pegambilan data kinerja sepeda motor yang meliputi output power, konsumsi bahan bakar serta uji emisi yang dilakukan pada jarak tempuh 0 km; 1000 km; 2000 km; dan 3000 km; menggunakan dua jenis sepeda motor uji, yaitu jenis Y dan jenis H. Sepeda motor jenis Y menggunakan minyak lumas SAE 10W-40/API SL, sedangkan sepeda motor jenis H menggunakan SAE 10W30/API SL. Sebanyak empat buah sepeda motor digunakan dalam uji jalan, yaitu sepeda motor YR dan HR yang dilumasi dengan minyak lumas tanpa aditif nano sebagai referensi, sedangkan sepeda motor YN dan HN yang dilumasi dengan minyak lumas yang telah diformulasikan dengan aditif-nano pemodifikasi gesekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aditif nano berfungsi dengan baik setelah jarak tempuh 1000 km. Semakin jauh jarak tempuh, semakin terlihat pengaruh penambahan aditif nano terhadap power output dan tingkat konsumsi bahan bakar. Peningkatan output daya dan torsi mesin uji maksimal dicapai pada jarak tempuh 3000 km yaitu sebesar 17,53 % dan 17,49 % untuk Motor Y, sedangkan untuk Motor H sebesar 15,04 % dan torsi 9,69%. Penghematan konsumsi bahan bakar maksimal dicapai pada jarak tempuh 1000 km, untuk Motor Y sebesar 68,9% dan Motor H sebesar 60,5 %. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aditif nano MoS2 menujukkan kinerja yang baik pada pelumas mesin sepeda motor.Lube oils play important roles in the mechanical systems of machineries, some of them are to reduce friction and wear. Friction modifier additive are often introduced in a lube oil formulation to reduce friction. Low level of aimed at finding out the performance of nano-friction modifier additive, MoS2, which was applied in a motorcycles engine oils, in terms of reducing friction. The methodology of this research was incorporating MoS2 nano-friction modifier additive into either mineral or synthetic base oils and other additives to form motorcycles engine oils which are set for a road-rest. This road-test was set for 3000 km, with testing intervals at 0 km; 1000 km; 2000 km; and 3000 km, which were performed using two types of motorcycles, Y and H. Type Y motorcycles were lubricated with SAE 10W-40/API SL engine oils, while Type H motorcycles were lubricated with SAE 10W30/API SL engine oils. In totals, there are four testing motorcycles, two of them were lubricated with conventional engine oil without nano-friction modifier, YR and HR which were the reference vehicles, while the other two were lubricated with engine oil containing nano-friction modifier, YN and HN. The research findings showed that nano-friction modifier requires optimum induction time in order to perform properly at 1000 km. The further the motorcycles mileage, the more intense it influence to the motorcycles performances. Maximum power and torque output were achieved at 3000 km, which are 17.53% and 17.49%, consecutively for motorcycle YN and YR, whereas for motorcycle HN gave the maximum power and torque output of 15.04% and 9.69%, in comparison with HR. The maximum fuel consumption saving were reached at 1000 km for both types of motorcycles, which are 68.9% in motorcycle Y and 60.5% in motorcycle H. In conclusion, MoS2 nano-modifier additive exhibits a very good performance when it is applied in motorcycles engine oils.
PENGUKURAN KINERJA INHIBITOR KOROSI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA Nofrizal Nofrizal; Keffi Tasliyana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 2 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.2.356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari dua jenis inhibitor, yaitu inhibitor A (Glycol base) dan inihibitor B (Amine base) yang digunakan untuk menurunkan reaksi korosi dalam media larutan air garam (brine water) yang dijenuhkan dengan CO2. Kinerja dari kedua jenis inhibitor ini diukur menggunakan metode elektrokimia, pemindaian mikroskop elektron (SEM) dan difraksi sinar X. Efi siensi inhibitor dihitung dari kepadatan arus korosi, ketahanan arus (Icorr), dan polarisasi (Rp). Hasil dari metode elektrokimia menunjukkan bahwa efi siensi inhibitor meningkat dengan meningkatnya konsentrasi. Kedua inhibitor bertindak sebagai inhibitor yang baikn pada konsentrasi 250 ppm dengan efesiensi optimum sebesar 89 % (inhibitor A) dan 96 % (inhibitor B). Hasil dari Scanning Electron Microscopy (SEM) terhadap permukaan baja karbon menunjukkan transformasi morfologi baja karbon menjadi lebih baik setelah penambahan inhibitor. Perilaku adsorpsi inhibitor pada permukaan baja adalah bersifat kimia dan mematuhi hukum penyerapan isotermal Langmuir.
PENGARUH GAS TERLARUT DALAM AIR INJEKSI TERHADAP LAJU KOROSI PADA FASILITAS PERMUKAAN DI INDUSTRI PERMINYAKAN Dahrul Effendi; Adeguna Ridlo Pramurti
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 2 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.2.357

Abstract

Sebelum air injeksi digunakan untuk keperluan water fl ooding, terlebih dahulu diuji kualitasnya untuk mengetahui kandungan unsur lain di dalamnya. Faktor yang memegang peranan penting dalam penentuan kualitas air injeksi salah satunya adalah faktor laju korosi. Parameter yang mempengaruhi laju korosi antara lain pH dan kandungan gas terlarut (DO, H2S, CO2) di dalam air injeksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan ketiga perconto air (air injeksi IW-1, IW-2, dan air formasi FW) mempunyai nilai pH > 7 dan bersifat basa. Penentuan nilai laju korosi berdasarkan metode elektrokimia menggunakan alat Potentiostat. Hasil analisis dari ketiga perconto memperlihatkan air injeksi dan air formasi bersifat korosif.
POTENSI BATUAN INDUK FORMASI SALODIK PULAU PELENG BAGIAN BARAT, CEKUNGAN BANGGAI Guntur Adham Syahputra; Warto Utomo; Arief Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 2 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.2.358

Abstract

Cekungan Banggai merupakan suatu cekungan produktif di Indonesia yang terdiri atas offshore (Laut Banda) dan onshore (pesisir Timur Sulawesi Tengah, Pulau Peleng, Kepulauan Banggai). Cekungan Banggai menyumbangkan produksi gas yang cukup signifi kan, diantaranya berasal dari Lapangan Senoro dan Donggi-Matindok. Daerah penelitian terletak di Pulau Peleng bagian Barat, yang merupakan tepian dari Cekungan Banggai. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan karakteristik dan potensi kematangan pada batuan induk Eosen-Miosen; Formasi Salodik. Pengukuran data geokimia dilakukan di laboratorium meliputi Total Organic Carbon (TOC) dan Rock- Eval Pyrolysis, dengan data keluarannya yaitu: %TOC, S1 , S2 , S3 dan Tmax. Berdasarkan parameter tersebut, secara matematis diperoleh data geokimia turunan yaitu potential yield (PY), hydrogen index (HI), oxygen index (OI) dan productivity index (PI). Analisis dan interpretasi data geokimia dilakukan terhadap plot data kedalaman semu terhadap TOC, PY, HI, dan PI, TOC terhadap HI, OI terhadap HI dan Tmax terhadap HI. Analisis dan interpretasi dikaitkan dengan geologi regional di sekitarnya. Hasil penelitian ini adalah; karakter dan potensi batuan induk Formasi Salodik kaya akan material organik yang ditunjukkan dari nilai TOC dan PY, dengan kerogen tipe II/III. Tingkat kematangan menunjukkan kondisi belum matang, tetapi apabila batuan induk Formasi Salodik mencapai kematangan yang optimum, maka dapat menghasilkan minyak dan gas.
MODIFIKASI SERAT RAYON SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Dwi Endah Rachmawati; Novita Elia; Endang Asijati; Helmiyati .
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 2 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.2.359

Abstract

Logam berat merupakan permasalahan serius untuk lingkungan. Salah satu solusi mengatasinya yaitu dengan pemisahan menggunakan adsorben berbahan dasar serat selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk memodifi kasi serat rayon dan mengaplikasikannya pada ion logam berat untuk mengetahui kemampuan adsorpsi dan regenerasinya. Proses modifi kasi diawali dengan teknik ozonisasi, proses ikat silang dengan N,N’-metilenbisakrilamida (NBA), pencangkokan glisidil metakrilat (GMA), dan fungsionalisasi dietilentriamin (DETA). Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis spektrofotometri Fourier Transform Infrared (FTIR), derajat pengembangan, dan ketahanan terhadap asam dan basa. Serat termodifi kasi kemudian diaplikasikan untuk mengadsorpsi ion logam berat Cu(II), Cd(II) dan Pb(II) pada variasi kondisi pH 3-7. Pencangkokan GMA pada serat rayon terikat silang melalui teknik ozonisasi dilakukan pada temperatur 70ºC, waktu reaksi 150 menit, dan konsentrasi GMA 5% menghasilkan persen pencangkokan sebesar 202,76%. Serat rayon tercangkok ini memiliki derajat pengembangan lebih kecil dibandingkan serat rayon awal, namun memiliki ketahanan asam dan basa yang lebih baik. Keberhasilan pembukaan cincin epoksi GMA ditunjukkan oleh spektrum FTIR dan diperoleh persen DETA yang terfungsionalisasi sebanyak 76,59% mol. Hasil aplikasi adsorpsi ion logam berat menunjukkan bahwa serat rayon termodifi kasi efektif untuk menurunkan kandungan ion logam berat terutama ion Cu(II) hingga 1,438 mmol/gram adsorben pada pH 5. Serat rayon termodifi kasi ini juga dapat diregenerasi dan digunakan kembali.
SOLUSI ANALITIK TYPE CURVES DAN UJI SENSITIVITAS MODEL RESERVOIR KOMPOSIT DENGAN BATAS LUAR RESERVOIR TERTUTUP UNTUK KASUS LAJU PRODUKSI SUMUR KONSTAN Wiwiek Jumiati; Asep Kurnia Permadi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 1 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.1.364

Abstract

Type curve  penurunan tekanan alir dasar lubang sumur sebagai fungsi waktu untuk mengkaji efek penurunan produksi reservoir, merupakan salah satu metode analisis kinerja reservoir yang sudah luas dikenal dan digunakan dengan praktis untuk berbagai kondisi di lapangan. Penelitian ini mengangkat aspek laju produksi konstan pada sumur dan tekanan batas terluar bounded no flow  atau tertutup dari reservoir terbatas  yang akan dilihat pengaruhnya terhadap laju penurunan tekanan. Kenyataan menunjukan bahwa laju produksi konstan di sumur dianggap lebih praktis dilakukan di lapangan. Ide awal ini berasal dari Turkidan Demski yang berhasil membuat type curve untuk model reservoir komposit pada kasus tekanan konstan di sumur. Type curves dibuat dari hasil penurunan secara analitis dari persamaan difusivitas untuk aliran fluida satu fasa untuk model reservoir komposit. Pada penelitian  ini akan diperlihatkan bagaimana aplikasi dari type curve yang mewakili  suatu model reservoir komposit dengan dua region dengan pengaruh parameter mobility ratio, storativity ratio, skin pada lubang sumur dan jari-jari discontinuity. Type Curves yang dihasilkan pada studi ini dapat digunakan untuk interpretasi log log type curve matching reservoir komposit dengan batas luar terbatas.
PENGAMATAN MEOR MENGGUNAKAN FORMULA NUTRISI RENDAH GLUKOSA DENGAN METODA IMBIBISI Sugihardjo Sugihardjo; Zulkifliani .; Onie Kristiawan; Cut Nanda Sari; Syafrizal .
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 1 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.1.365

Abstract

Kegiatan skala laboratorium telah dilakukan untuk merancang formula nutrisi MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) dengan bahan dasar rendah-glukosa. Bahan yang dipakai meliputi: limbah cair tahu, air kelapa, limbah cair ikan, limbah pengolahan pati, ekstrak teh, pupuk cair, ekstrak daging sapi, dan pepton. Bahan-bahan tersebut diracik untuk menjadi beberapa formula yang dapat merangsang pertumbuhan mikroba yang terkandung pada percontoh fluida dari sumuran SMR-01, SMR-02, dan SMR-03 sehingga menghasilkan bioproduk yang diperlukan untuk MEORPada seleksi kajian awal ada 48 formula nutrisi, kemudian diseleksi dan diperoleh yang potensial dalam pertumbuhan mikroba sebanyak 8 formula, yaitu 2 macam formula untuk SMR-01, 3 untuk SMR-02, dan 3 juga untuk SMR-03. 8 formula tersebut diinkubasi selama 7 hari dan diamati bioproduknya yang meliputi: pertumbuhan mikroba, pH, IFT, densitas, dan viskositas minyak. Pada tiap formula juga ditambahkan konsorsium mikroba exogenous untuk memperkaya jenis mikroba.Uji imbibisi dilakukan terhadap 8 formula tersebut serta ditambah 8 formula lagi dengan menambahkan konsorsium mikroba exogenous selama 71 hari. Hasil yang terbaik ternyata ada pada formula Ef1 dengan penambahan ekstrak teh dan pepton dan Ez1 dengan tambahan ekstrak teh dan ekstrak beef pada fluida SMR-02. Dengan nilai masing masing nilai RF (recovery factor) 56,91 untuk Ef1 dan 55,86% untuk Ez1. Oleh karena itu kedua formula tersebut dapat dijadikan acuan untuk implementasi lapangan. Secara ekonomis mungkin Ez1 akan lebih murah karena prosentase kandungan extract beef hanya 10%.
UJI AKTIVITAS KATALIS CLAY TERMODIFIKASI CU DALAM REAKSI HIDRORENGKAH SENYAWA 1-OKTADEKANOL Wiwit Puji Lestari; Donatus Setyawan Purwo Handoko; Yudi Aris Sulistiyo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 1 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.1.367

Abstract

Telah dilakukan proses perengkahan secara katalitik senyawa 1-oktadekanol dengan katalis clay termodifikasi Cu. Hasil perengkahan dianalisis dengan menggunakan X-ray Flouresence (XRF), XRD, adsorpsi piridin dan BET. Katalis dimasukkan dan dipanaskan dalam tabung reaktor, umpan dimasukkan dan dipanaskan pada tabung terpisah sampai berubah menjadi uap sambil dialiri gas H­2. Cairan hasil perengkahan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan penurunan rasio Si/Al dari katalis clay menjadi clay termodifikasi Cu, sedangkan % kandungan Cu dalam katalis meningkat sebesar 7.39%. Struktur kristal kedua katalis hampir sama, namun muncul beberapa puncak baru yang menunjukkan bahwa logam Cu berhasil dimodifikasikan.  Keasaman katalis muncul pada daerah 1638,6 dan 1627,03 cm-1 yang menunjukkan jenis asam bronsted.  Luas permukaan dan volume pori katalis mengalami kenaikan walau sangat kecil yaitu berturut-turut 45.719 dan 0.009. Aktivitas katalis baik katalis clay dan clay termodifikasi Cu kurang baik, dimana produk yang dihasilkan >C12 lebih banyak daripada C6-C12.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue