cover
Contact Name
Yeni Fitriya
Contact Email
yenifitriya100@gmail.com
Phone
+6287704500652
Journal Mail Official
jurnalsyuropiaud@gmail.com
Editorial Address
Jalan H. Nur Syahid, Kalibening Tanggalrejo Kec. Mojoagung Kab. Jombang – Jawa Timur 61482 Indonesia.
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SYURO: Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 31250688     DOI : https://doi.org/10.64454/syuro.v1i01
Core Subject :
SYURO: Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini is a scholarly journal that publishes research findings, theoretical studies, and innovations in the fields of education and the teaching profession at the early childhood education (AUD) level. This journal aims to serve as an academic forum for researchers, educators, faculty members, students, and education practitioners to share their ideas, empirical findings, and best practices in the field of early childhood education. The focus and scope of Syuro: Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini cover various fields, including: 1. Learning innovations in early childhood education 2. Curriculum development and learning assessment in early childhood education 3. Educational technology and learning media in early childhood education 4. Competencies and professionalism of early childhood educators 5. Character education and moral values in early childhood education 6. Classroom action research (PTK) in early childhood education This journal is published periodically (twice a year) in June and December and undergoes a peer-review process to ensure the scientific quality of every published article. SYURO is committed to supporting the development of educational science and enhancing the quality and professionalism of educators in Indonesia and around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Pendidikan Bisnis pada Anak Usia Dini (PAUD): Studi Literatur Moh. Ghoizi Eriyanto; Ivo Retna Wardani; Rohmad
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam penerapan pendidikan karakter kewirausahaan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis jurnal yang relevan berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil studi menunjukkan bahwa menanamkan dan meningkatkan pemahaman konsep kewirausahaan sejak dini sangat penting, dimulai dari pendidikan anak usia dini. Implementasi ini sebaiknya dilakukan melalui kegiatan bermain untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta didik. Namun, ditemukan masalah berupa kurangnya motivasi peserta didik dalam mencari referensi terkait materi yang diajarkan. Selain itu, materi kewirausahaan yang disampaikan melalui perangkat pembelajaran belum terintegrasi secara berkelanjutan, sehingga kompetensi yang diharapkan belum tercapai. Pembelajaran juga masih terlalu berpusat pada guru. Dari hasil analisis buku referensi, terlihat bagaimana materi ekonomi dasar disajikan, termasuk contoh dan implementasinya, serta kesesuaiannya dengan silabus perangkat pembelajaran. Buku acuan kegiatan ekonomi dasar kemudian dievaluasi agar dapat digunakan sebagai bahan ajar yang sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
Peran Parenting di Lembaga PAUD untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Rohmad Rohmad; Ivo Retna Wardani; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.120

Abstract

Menjadi orang tua yang mampu mengasuh anak dengan baik sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki kesabaran dan kemauan untuk terus belajar. Orang tua yang bijaksana akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak, membentuk karakter mereka di masa depan. Pada akhirnya, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua mereka. Tentunya, setiap orang tua menginginkan masa depan yang cerah dan kebahagiaan bagi anak-anak mereka. Namun, tidak jarang terjadi kesalahan dalam pengasuhan yang justru berdampak buruk pada perkembangan anak. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pola asuh yang tepat. Pola asuh memainkan peran yang sangat penting, terutama pada anak usia dini. Usia dini adalah periode emas di mana anak mulai belajar mengenal dunia, membentuk karakter, dan memahami nilai-nilai yang akan menjadi dasar hidup mereka. Ketika orang tua mendidik anak dengan baik, mereka tidak hanya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis tetapi juga memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan karakter anak. Pola asuh yang tepat menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang memberikan pelajaran penting, seperti mengenal diri sendiri, mengenal anggota keluarga, dan memahami peran masing-masing dalam keluarga.
Montessori dan Pendidikan Islam: Sinergi Metode Pembelajaran Modern dalam Kurikulum PIAUD Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Moh. Fatkur Rohman
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara metode Montessori dan Pendidikan Islam dalam pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menelaah berbagai sumber literatur dari jurnal nasional dan internasional terindeks Sinta, DOAJ, ResearchGate, serta Google Scholar selama periode 2015–2024. Hasil penelusuran awal memperoleh 68 artikel, kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi, sehingga diperoleh 25 artikel utama yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi kesamaan dan integrasi nilai-nilai antara Montessori dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Montessori memiliki prinsip utama seperti independence, freedom within limits, learning by doing, prepared environment, dan teacher as guide, yang secara filosofis sejalan dengan konsep pendidikan Islam yang berlandaskan fitrah, adab, dan tauhid. Sinergi keduanya menghasilkan pendekatan pembelajaran yang holistik, menekankan pengembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual anak secara seimbang. Penerapan model Montessori-Islami dalam kurikulum PIAUD terbukti efektif dalam menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kesadaran spiritual anak sejak usia dini.
Strategi Pembelajaran Literasi Islami Anak Usia Dini di Era Digital: Kajian Systematic Literature Review Moh. Fatkhur Rohman; Muhammad Nasiruddin; Yeni Fitriya
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran literasi Islami anak usia dini di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2020–2024 dengan fokus pada inovasi pembelajaran Islami berbasis teknologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi literasi Islami yang efektif di era digital bersifat integratif, menggabungkan kemampuan literasi digital dengan nilai-nilai spiritual Islam. Pendekatan yang banyak digunakan meliputi digital storytelling, interactive e-book, gamified Islamic learning, dan video kisah Islami yang mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan literasi awal, serta pemahaman akhlakul karimah. Peran guru dan orang tua menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan strategi ini. Guru berperan sebagai perancang pembelajaran digital yang bernilai Islami, sedangkan orang tua berfungsi sebagai pendamping dan pengontrol penggunaan teknologi di rumah. Tantangan utama yang ditemukan ialah keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya konten Islami berkualitas, dan lemahnya integrasi teknologi dalam kurikulum PIAUD. Secara keseluruhan, pembelajaran literasi Islami anak usia dini di era digital perlu dirancang berbasis spiritualitas, teknologi, dan pedagogi, guna mencetak generasi Qur’ani yang cerdas digital dan berakhlak mulia.
Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD: Belajar dari Alam dan Kehidupan Sehari-hari muhammad nasiruddin; Maylita Dwi Putri; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan pembelajaran berbasis alam dan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai hasil penelitian dan sumber ilmiah relevan yang terbit antara tahun 2020–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di PAUD membawa perubahan paradigma pembelajaran dari yang bersifat akademik menuju pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berpusat pada anak. Pendekatan belajar dari alam memberikan pengalaman nyata yang menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak—kognitif, sosial-emosional, moral, spiritual, dan motorik—melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, pembelajaran dari kehidupan sehari-hari memperkuat keterampilan sosial, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan reflektif anak melalui aktivitas yang dekat dengan realitas mereka. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, minimnya ruang terbuka, dan rendahnya partisipasi orang tua. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan guru, inovasi lingkungan belajar, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pembelajaran Literasi Numerasi Berbasis Masalah Kontekstual Pada Anak Usia Dini Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; M. Miftaqul Miftah Lutfi
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.171

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran numerasi pada pendidikan anak usia dini masih sering bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual pada anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, dengan kriteria fokus pada literasi numerasi, pendekatan kontekstual, dan pembelajaran berbasis masalah pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep numerasi secara bermakna, mendorong keterlibatan aktif anak, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah sederhana. Pembelajaran yang mengaitkan numerasi dengan konteks kehidupan sehari-hari dan aktivitas bermain dinilai sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual merupakan pendekatan yang relevan dan potensial untuk diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, meskipun masih diperlukan penelitian empiris lanjutan dengan desain eksperimental untuk memperkuat temuan yang ada.
Layanan Produk PAUD Universitas Wahidiyah Di Pondok Pesantren Kedinglo Kediri Moh. Ghoizi Eriyanto; Rohmad; Moh. Fatkur Rohman
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.172

Abstract

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis layanan produk PAUD Universitas Wahidiyah yang diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Kedinglo Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PAUD, pendidik, orang tua, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan produk PAUD Universitas Wahidiyah dirancang secara holistik dengan mengintegrasikan aspek pendidikan, keagamaan, dan penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Produk layanan yang dikembangkan meliputi kurikulum terpadu, metode pembelajaran berbasis bermain sambil belajar, serta penguatan karakter spiritual dan sosial anak usia dini. Selain itu, sinergi antara lembaga pendidikan tinggi, pesantren, dan masyarakat menjadi faktor pendukung utama keberhasilan layanan PAUD tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa model layanan PAUD berbasis pesantren memiliki potensi besar dalam menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan layanan PAUD berbasis kelembagaan keagamaan di Indonesia.
Kokurikuler dan Perkembangan Multiple Intelligence Anak Taman Kanak-Kanak Nur Alfiyani; Muhammad Nasiruddin; Rohmad
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.173

Abstract

potensi kecerdasan anak pada masa golden age. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kegiatan kokurikuler dengan perkembangan multiple intelligence anak Taman Kanak-Kanak melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-naratif terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan mengenai kegiatan kokurikuler, teori multiple intelligence Howard Gardner, dan pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler memiliki karakteristik yang fleksibel dan menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, sehingga sangat efektif dalam mengembangkan delapan jenis kecerdasan menurut teori Gardner. Berbagai jenis kegiatan kokurikuler seperti seni dan musik, olahraga dan permainan fisik, eksplorasi alam dan sains, storytelling dan drama, serta kegiatan sosial dapat mengembangkan kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis secara terintegrasi. Implementasi kokurikuler berbasis multiple intelligence memerlukan perencanaan matang dan kompetensi guru yang memadai, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana, waktu, dan ekspektasi orang tua. Pengembangan multiple intelligence melalui kegiatan kokurikuler memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, kepercayaan diri, kreativitas, dan keterampilan hidup anak yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan holistik mereka.
Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan di Lingkungan Sekolah PAUD Insan Cita Maylita Dwi Putri; Moh. Fatkur Rohman; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.174

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, mengelola diri, dan berinteraksi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan di lingkungan sekolah terhadap peningkatan kemandirian anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi langsung di PAUD Insan Cita, dengan fokus pada aktivitas harian anak, interaksi sosial, dan peran guru sebagai fasilitator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menjalani rutinitas mandiri, seperti merapikan mainan, menata peralatan belajar, dan menyelesaikan tugas sederhana, mampu melaksanakan aktivitas tersebut tanpa bantuan guru setelah beberapa minggu. Pembiasaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan inisiatif, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Peran guru sebagai model dan fasilitator, konsistensi rutinitas, serta penguatan positif terbukti menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembiasaan. Temuan ini selaras dengan teori perkembangan anak Erikson (initiative vs. guilt), Piaget (praoperasional), Vygotsky (zona perkembangan proksimal), Bandura (pembelajaran sosial), dan Skinner (penguatan perilaku). Kesimpulannya, pembiasaan di sekolah merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk membentuk kemandirian anak usia dini secara holistik, meliputi aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kebijakan sekolah, struktur rutinitas yang jelas, dan kompetensi guru agar dapat berkontribusi pada pembentukan karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi pendidikan berikutnya.
Peran Orang Tua dan Guru Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya; Mohammad Nasiruddin; Nur Alfiyani
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.175

Abstract

Peserta didik yang berhasil dalam belajar dapat ditentukan dari berbagai faktor diantaranya dari guru dan orang tua. Peran guru dan orang tua sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Keberhasilan ini bukan hanya dalam bidang akademik, non akademik melainkan juga pada aspek social, kemandirian dan pengembangan diri. Apalagi pada anak usia dini, yang dimana anak mengalami golden age dalam menerima semua pengetahuan yang ada disekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru dan orang tua terhadap hasil belajar anak usia dini. Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dimana subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah, guru dan orang tua. Dalam penelitian ini memaparkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan belajar anak usia dini bukan hanya ditentukan pada peran guru saja, melainkan peran orang tua sebagai wadah pertama dalam belajar anak sangat mempengaruhi hasil belajar. Sehingga peran guru dan orang tua sama-sama penting dan berpengaruh pada hasil belajar anak usia dini, oleh karena itu keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 10