Punggawa Global Research
Social Sciences and Humanities, such as sociology, political science, law, criminology, anthropology, history, philosophy, cultural studies, communication studies, linguistics, and psychology; Education and Pedagogical Studies, including curriculum development, educational technology, learning assessment, teacher education, and instructional innovation; Health and Medical Sciences, encompassing public health, nursing, nutrition, health policy, clinical studies, epidemiology, and community health; Natural and Exact Sciences, such as mathematics, physics, chemistry, biology, environmental science, and earth sciences; Engineering and Technology, including civil, mechanical, electrical, industrial, information technology, computer science, artificial intelligence, data science, and applied engineering research; Economics, Business, and Management, covering development economics, entrepreneurship, finance, accounting, marketing, organizational studies, and public administration; Agricultural, Marine, and Fisheries Sciences, including agronomy, food science, animal science, forestry, marine science, aquaculture, and sustainable resource management; Environmental and Sustainability Studies, addressing climate change, conservation, renewable energy, and sustainable development; Applied and Community-Based Research, focusing on practical solutions, innovation, social intervention, and technology transfer; Interdisciplinary and Transdisciplinary Studies, integrating perspectives from multiple scientific domains to produce comprehensive and impactful research outcomes.
Articles
48 Documents
Pengaruh Kegigihan Akademik terhadap Manajemen Diri Belajar pada Siswa MAS Al-Muslimun
Yeni Pita Sari
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.107
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegigihan akademik terhadap manajemen diri belajar pada siswa MAS Al-Muslimun. Kegigihan akademik didefinisikan sebagai ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang, sementara manajemen diri belajar mencakup kemampuan siswa dalam mengatur waktu, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi diri secara teratur. Penelitian ini melibatkan 114 siswa kelas XII MAS Al-Muslimun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kegigihan akademik siswa tergolong sangat tinggi (mean = 8,79 dari 10), sedangkan manajemen diri belajar berada pada kategori sedang (mean = 39,0 dari 50). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kegigihan akademik dan manajemen diri belajar (r = 0,433; p < 0,001). Kegigihan akademik memberikan kontribusi sebesar 18,75% terhadap manajemen diri belajar, dengan persamaan regresi Y = 26,043 + 1,478X. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan kegigihan tinggi cenderung memiliki kemampuan manajemen diri yang lebih baik, namun masih diperlukan faktor-faktor lain untuk meningkatkan manajemen diri secara optimal.
Efektivitas Penyuluhan Lingkungan dalam Mendorong Perubahan Perilaku Masyarakat: Tinjauan Pustaka Sistematis
Rafif Allaam Dhiyaulhaq;
Fajriyatul Muflikhah;
Flora Suci Aniaraga Sapitri
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.114
Penyuluhan lingkungan merupakan salah satu pendekatan edukatif yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai bentuk penyuluhan lingkungan yang telah diterapkan, menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat setelah mengikuti penyuluhan lingkungan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan penyuluhan lingkungan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015 hingga 2025 dan diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, serta SINTA. Data dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan Theory of Environmental Education, Theory of Planned Behavior, dan Social Cognitive Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan lingkungan dilaksanakan melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta dan konteks pelaksanaan. Peningkatan pengetahuan menjadi temuan yang paling konsisten, sedangkan perubahan perilaku dipengaruhi oleh motivasi, dukungan sosial, pengalaman belajar, serta kondisi lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan lingkungan ditentukan oleh keterpaduan antara bentuk penyuluhan, proses pembelajaran, karakteristik peserta, dan dukungan lingkungan sehingga diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.
Peran Work-Life Balance dan Career Growth Opportunity dalam Meningkatkan Employee Engagement pada Generasi Z
Ardyansyah Rahmat
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.126
Employee engagement has become one of the strategic issues in human resource management because it is closely related to organizational productivity, commitment, innovation, and sustainability. Generation Z employees possess distinct work characteristics and expectations, particularly regarding work-life balance and career development opportunities. This study aims to analyze the influence of Work-Life Balance and Career Growth Opportunity on Employee Engagement among Generation Z employees. The research employed a quantitative approach using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. Data were collected through questionnaires distributed to 100 Generation Z employees in Makassar City. The findings indicate that Work-Life Balance has a positive and significant effect on Employee Engagement (β = 0.314; t = 3.988; p < 0.001). Likewise, Career Growth Opportunity positively and significantly influences Employee Engagement (β = 0.290; t = 3.349; p = 0.001). Although both variables significantly contribute to employee engagement, the coefficient of determination (R² = 0.178) indicates that additional factors beyond the proposed model also influence employee engagement. These findings highlight the importance of organizational policies that support work-life balance and career development to enhance Generation Z employees' engagement.
Analisis Framing Pemberitaan Eksistensi Pemuda Panca Marga di Tengah Konflik Organisasi: Studi pada Media Online di Sulawesi Tenggara
Tina Trisarana Andriani Silondae;
Maudhy Satyadharma;
Mahdar
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.127
Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan media online mengenai eksistensi Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Sulawesi Tenggara di tengah konflik organisasi tingkat pusat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model framing Robert N. Entman yang mencakup define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data diperoleh dari tiga pemberitaan media online periode Juni–Agustus 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai Organisasi PPM melalui aktivitas kebangsaan, legitimasi kelembagaan, komunikasi dengan LVRI, dan hubungan dengan pemerintah daerah. Konflik pusat lebih banyak dikonstruksi sebagai konteks konsolidasi, sehingga memperkuat citra PPM Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai organisasi aktif, responsif, dan berupaya mempertahankan eksistensi kelembagaan di tingkat daerah.
Implementasi Nilai Patriotisme Melalui Kegiatan Bersih Lingkungan TMP Keputran oleh PPM dan Aparat Koramil Pringsewu
Mohamad Nurdin
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.129
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai patriotisme melalui kegiatan bersih lingkungan Taman Makam Pahlawan (TMP) Keputran, Kabupaten Pringsewu, oleh Pemuda Panca Marga (PPM) bersama aparat Koramil dalam menyambut Hari Veteran Nasional dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan korve tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan makam, tetapi juga mengaktualisasikan gotong royong, penghormatan terhadap jasa pahlawan, sinergi kelembagaan, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, serta pendidikan karakter. Kegiatan tersebut menjadi bentuk patriotisme berbasis tindakan sosial dan media pewarisan nilai perjuangan kepada generasi penerus secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Limited Liability without Corporate Organs: Creditor Protection in Indonesia’s Single-Member Company
Aditya Noviyansyah;
M. Rizal Bagaskoro
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.132
This study examined creditor protection in the individual company (perseroan perorangan), the single-member limited liability company introduced into Indonesian company law by the Job Creation Law. The problem addressed was that the classical justification for limited liability rests on structural preconditions, namely asset separation, capital adequacy, internal monitoring, and disclosure, whereas the individual company retains limited liability while the founder is simultaneously sole shareholder and sole director. The research applied a normative legal method combining statutory, conceptual, and comparative approaches, examining Indonesian primary legal materials alongside European Union company law on single-member companies. The findings showed that of the four preconditions only asset separation was partly retained, that internal monitoring was structurally absent because one person held every corporate role, and that statutory veil piercing under Article 153J paragraph (2) therefore operated as the sole residual safeguard. The study further found that the safeguard is remedial rather than preventive, is invoked only by the creditor, and must be proved from records held exclusively by the shareholder against whom it is asserted. It was concluded that creditor protection in this legal form depends less on the existence of veil-piercing grounds than on whether the creditor can obtain the evidence those grounds require.
Village and Epic: Ramayana Literary Tourism Through Wayang Wong in Tejakula Village, Buleleng Regency, Bali
I Wayan Artika;
Made Sri Indriani;
I Made Astika
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.133
This study examines the potential development of epic-based literary tourism centered on the Ramayana through the traditional performance art of Wayang Wong Ramayana in Tejakula Village, Buleleng Regency, Bali. Wayang Wong is understood not merely as a traditional performing art, but as a form of living classical literature integrated into the social, religious, and cultural practices of the local community. The objectives of this research are (1) to analyze the potential for developing literary tourism packages that involve tourist participation, and (2) to examine possible forms of training or workshops on Wayang Wong and the Ramayana narrative for visitors. This study employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, performance observations, documentation studies, and focus group discussions. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, interpretation based on literary tourism theory, and source triangulation to ensure validity. The findings indicate that Wayang Wong Ramayana in Tejakula Village possesses strong potential as a literary tourism attraction grounded in narrative, participatory, and educational experiences. Although no formally structured literary tourism package currently exists, limited participatory practices have emerged and may be further developed through thematic Ramayana tours and introductory workshops on the story, dance movements, masks, and the philosophical values of the Balinese version of the Ramayana. The study concludes that the development of literary tourism in Tejakula Village requires carefully designed tourism packages that are sensitive to sacred values, active involvement of the local community, and a sustainable tourism approach.
Reconstruction of Divorce Settlement Based on Siri’ na Pacce Values within the Indonesian Islamic Family Law System
Muhammadong
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.139
In the Indonesian Islamic family law system, divorce has legal repercussions, but it also has social ramifications related to social interactions, family dignity and the continuity of links among parties concerned. The ideals of honour, empathetic, solidarity, responsibility, and dignified dispute resolution depicted by Siri’ na Pacce are vital in improving the systems of divorce settlement, in the Bugis-Makassar culture. The objective of this research is to find out the position of Siri' na Pacce values in divorce settlements and to develop a divorce resolution reconstruction model that is in accordance with the Indonesian Islamic family law system. This research adopts a normative legal method. Primary and secondary legal sources and literature on Islamic law and local wisdom are analyzed. The research is based on statutory, conceptual, and cultural value approaches. The results suggest that divorce settlement is mostly focused on ending the formal partnership, but the dignity restoration, moral duty, child protection and post-divorce reconciliation have not been sufficiently taken into account. To include Siri’ na Pacce’s ideals into religious court procedures, it can be done thru increasing mediation, post-divorce obligations, defending the parties’ dignity and adopting restorative approaches. Such integration encourages a divorce settlement that is procedural, as well as considers the balance of rights and obligations, family bonds and what is best for the children. The study finds that by reconstructing divorce settlement based on Siri' na Pacce, it is possible to establish a more compassionate, just, contextual and welfare-oriented Islamic family law system.
Peran Strategis Generasi Muda dalam Restorasi Vegetasi Pesisir Melalui Penanaman Cemara Laut dan Kebun Sehat di Desa Rajik-Kabupaten Bangka Selatan
Fahtur Haryadi;
Farisa Legiana;
M. Aziz Ilhamudin;
Zaskia
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.140
Wilayah pesisir Desa Rajik, Kabupaten Bangka Selatan, memiliki potensi ekologis yang tinggi, tetapi menghadapi tekanan berupa degradasi vegetasi, abrasi, dan aktivitas antropogenik. Kegiatan ini bertujuan mendukung restorasi vegetasi pesisir sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan generasi muda, kader lokal, dan masyarakat dalam aksi restorasi fisik. Penanaman dilakukan terhadap 500 bibit cemara laut pada area pesisir dan 70 bibit jambu mete pada zona daratan atau belakang pantai sebagai vegetasi pendukung. Bibit cemara laut ditanam dengan jarak sekitar 3 meter secara memanjang mengikuti kondisi lokasi. Teknik penanaman dilakukan dengan menggali substrat pasir sedalam sekitar 15 cm, memasukkan bibit, memasang pasak sebagai penyangga, kemudian mengubur kembali bagian pangkal bibit menggunakan pasir. Kegiatan menunjukkan bahwa restorasi melalui aksi penanaman dapat menjadi sarana keterlibatan langsung generasi muda dan masyarakat dalam pemulihan vegetasi pesisir. Penanaman juga menjadi langkah awal dalam mendukung mitigasi abrasi, meningkatkan tutupan vegetasi, serta membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Keberlanjutan kegiatan perlu didukung melalui pemeliharaan dan monitoring pertumbuhan bibit secara berkala oleh masyarakat dan generasi muda.
Can a Da'i Remain Silent? Strategic Non-Communication and the Moral Economy of Islamic Publics during Digital Controversies
Nur Setiawati;
Faridah;
Saparuddin;
Retna Dwi Estuningtyas;
Fitriani
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i3.143
This study examined how silence and restrained response were interpreted within Indonesian digital Islamic publics. Six public digital documents drawn from three controversy clusters between 2023 and 2026 formed the empirical material. Comparative archival digital ethnography and qualitative discourse analysis were used to trace how non-response, delayed response, and restrained speech were judged in relation to religious authority. The findings showed that silence remained legitimate when audiences could connect it to tabayyun, uncertainty, or the need to avoid premature judgment. Its legitimacy weakened when audiences perceived ongoing harm, selective concern, or a mismatch between public religious authority and public responsibility. The analysis developed Islamic communicative non-performance as a concept for situations in which an expected act of religious communication was perceived as missing and that absence affected evaluations of authority. The findings indicated that silence in digital da'wah was neither communicatively empty nor automatically blameworthy, since its meaning depended on the moral expectations surrounding the religious actor and the controversy.