Punggawa Global Research
Social Sciences and Humanities, such as sociology, political science, law, criminology, anthropology, history, philosophy, cultural studies, communication studies, linguistics, and psychology; Education and Pedagogical Studies, including curriculum development, educational technology, learning assessment, teacher education, and instructional innovation; Health and Medical Sciences, encompassing public health, nursing, nutrition, health policy, clinical studies, epidemiology, and community health; Natural and Exact Sciences, such as mathematics, physics, chemistry, biology, environmental science, and earth sciences; Engineering and Technology, including civil, mechanical, electrical, industrial, information technology, computer science, artificial intelligence, data science, and applied engineering research; Economics, Business, and Management, covering development economics, entrepreneurship, finance, accounting, marketing, organizational studies, and public administration; Agricultural, Marine, and Fisheries Sciences, including agronomy, food science, animal science, forestry, marine science, aquaculture, and sustainable resource management; Environmental and Sustainability Studies, addressing climate change, conservation, renewable energy, and sustainable development; Applied and Community-Based Research, focusing on practical solutions, innovation, social intervention, and technology transfer; Interdisciplinary and Transdisciplinary Studies, integrating perspectives from multiple scientific domains to produce comprehensive and impactful research outcomes.
Articles
48 Documents
Kegiatan Keagamaan sebagai Sarana Penguatan Karakter Religius dan Moderasi Beragama Siswa di MAN 2 Kota Pekalongan
Dini Sekar Arum;
Mutmainah;
Nur Madinah;
Zulfa Erisabilla;
Ghevira Putri Izara;
Arya Gandhi Narendra;
Awaludin Khasan;
Arditya Prayogi
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.164
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan keagamaan di MAN 2 Kota Pekalongan serta menganalisis perannya terhadap penguatan karakter religius dan penanaman moderasi beragama siswa. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur kepada wakil kepala madrasah bidang kurikulum, satu orang guru pembina, dan dua orang siswa, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berlangsung terstruktur pada rentang harian, mingguan, dan tahunan, meliputi tadarus Al-Qur’an, salat Dhuha, serta peringatan hari besar Islam. Kegiatan tersebut memperkuat karakter religius pada aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Penanaman moderasi beragama lebih kuat pada dimensi toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi budaya lokal, sementara komitmen kebangsaan masih bersifat implisit. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan tidak otomatis menumbuhkan moderasi beragama tanpa pengarahan muatan yang disengaja.
Kuasa Asuh dan Komersialisasi Anak di Ruang Digital: Menguji Efektivitas Larangan Eksploitasi Ekonomi Anak Pasal 76I UU Perlindungan Anak terhadap Praktik Sharenting Komersial di Indonesia
Yoel Edward Hasugian;
Ester Christine Panjaitan;
Tia Reifalina Nasution;
Farida Kurnia Yulistio Situmorang
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.167
Kuasa asuh di Indonesia secara normatif tidak mencakup kewenangan ekonomi orang tua atas anak, namun praktik sharenting komersial di ruang digital menempatkan orang tua sekaligus sebagai wali, manajer, dan penerima manfaat ekonomi, sehingga fungsi protektif kuasa asuh kehilangan pengawas alaminya. Regulasi teknis terbaru mengenai tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak hanya membatasi kepemilikan akun oleh anak dan tidak menjangkau aktivitas komersial yang dikelola melalui akun orang tua, sehingga menyisakan pertanyaan apakah larangan eksploitasi ekonomi anak dalam Undang-Undang Perlindungan Anak masih dapat dioperasionalkan terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji daya jangkau tekstual dan daya laku empiris larangan tersebut terhadap sharenting komersial. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, dengan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-analitis serta normatif-evaluatif berdasarkan teori efektivitas hukum. Hasil penelitian menunjukkan norma primer sudah memadai secara tekstual, sedangkan kelemahan daya lakunya bersumber dari struktur penegakan, sarana deteksi, kesadaran masyarakat, dan budaya hukum yang belum mengoperasionalkan empat indikator eksploitasi ekonomi yang dirumuskan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekosongan tersebut secara kondisional dapat diatasi melalui penafsiran ekstensif dan pedoman teknis pembuktian, tanpa memerlukan regulasi pidana baru.
Peran Literasi Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Demokrasi Anak Muda
Dian Eka Prastiwi;
Nopit Ernasari;
Ahmad Zaki Muntafi
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.168
Literasi politik merupakan faktor kunci dalam membangun kesadaran bernegara dan memperkuat demokrasi, khususnya pada generasi muda. Meskipun menjadi kelompok demografi terbesar, anak muda sering kali dipersepsikan memiliki tingkat partisipasi politik yang rendah atau apatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi politik dalam meningkatkan partisipasi demokrasi anak muda serta mengidentifikasi saluran utama pembentuk kesadaran politik mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah dan data terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman politik melalui pendidikan formal, organisasi, dan media digital secara signifikan mampu mengubah sikap apatis menjadi partisipasi aktif. Pemahaman yang mendalam mengenai sistem demokrasi dan hak-hak kewarganegaraan mendorong anak muda untuk terlibat tidak hanya dalam pemilu, tetapi juga dalam advokasi isu sosial dan diskusi publik di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi politik berperan penting dalam mengonversi potensi demografi pemuda menjadi kekuatan demokratis yang kritis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan edukasi politik yang adaptif terhadap media digital sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan demokrasi.
Pengendalian Kualitas Unloading Sheet Steel Coil pada Shipping Yard dengan Metode RCA di PT. XYZ
Rudi Maryani;
Budiharjo
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.169
PT XYZ adalah perusahaan industri baja yang memproduksi sheet steel coil. Pada proses unloading di shipping yard masih ditemukan defect berupa Edge Over Oil (EOO), packing sobek, scratch, rust, dan dent yang meningkatkan biaya penanganan serta menghambat proses pengiriman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi defect dominan, menganalisis akar penyebabnya menggunakan Root Cause Analysis (RCA), serta menyusun usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data historis perusahaan periode Januari– Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan defect dominan, dilanjutkan dengan Fishbone Diagram dan teknik 5 Why untuk menelusuri akar penyebab berdasarkan faktor man, method, material, machine, dan environment. Hasil penelitian menunjukkan 1.586 defect dari 33.220 unloading, dengan Edge Over Oil (EOO) sebagai defect dominan (52,0%) diikuti packing sobek (39,3%). Akar penyebab EOO adalah belum optimalnya pemanfaatan intermediate yard sebagai area settling, sedangkan akar penyebab packing sobek adalah belum adanya jadwal inspeksi rutin terhadap rubber plate dan cover saddle. Usulan perbaikan meliputi penyusunan aturan prioritas penyimpanan di intermediate yard serta penerapan jadwal inspeksi rutin alat bantu handling, yang diharapkan dapat menurunkan jumlah defect dan meningkatkan kualitas proses unloading.
Tinjauan Yuridis terhadap Penguasaan Tanah Tanpa Hak sebagai Perbuatan Melawan Hukum (Studi Putusan Nomor 43/Pdt.G/2025/PN Srg)
Nur Ahmad Sahfudin
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.193
Penguasaan tanah tanpa hak merupakan permasalahan pertanahan yang dapat mengganggu kepastian hukum dan dikualifikasikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Penelitian ini menganalisis penerapan unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum serta bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah berdasarkan Putusan Nomor 43/Pdt.G/2025/PN Srg menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan penguasaan tanpa hak memenuhi seluruh unsur Pasal 1365 KUHPerdata, mulai dari adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, hingga hubungan kausalitas. Adapun bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah diberikan secara preventif melalui pendaftaran tanah dan penerbitan sertifikat, serta secara represif melalui putusan pengadilan guna memulihkan hak yang dilanggar.
Peran Lingkungan Psikososial Kelas dalam Mendukung Regulasi Diri dan Motivasi Belajar Peserta Didik
Wahid Khoirul Anam;
Fadhil Nur Hidayat
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i2.196
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan psikososial kelas dalam mendukung regulasi diri dan motivasi belajar peserta didik di SD Al Ishlah Jatidatar. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan, melibatkan peserta didik, guru kelas, dan kepala sekolah sebagai partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, serta dianalisis secara tematik induktif dengan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan psikososial kelas berperan sebagai fondasi bagi tumbuhnya regulasi diri dan motivasi belajar peserta didik. Iklim emosional yang aman, hubungan guru dan peserta didik yang suportif, inklusi sosial yang dirancang, rutinitas kelas yang konsisten, serta umpan balik yang berorientasi proses mendorong peserta didik lebih berani mencoba, mengatur diri, dan mempertahankan keterlibatan belajarnya. Implikasinya, penguatan lingkungan psikososial kelas perlu menjadi prioritas strategis guru, sekolah, dan pembuat kebijakan.
Konstruksi Tanggung Jawab Negara dalam Pemenuhan Hak Veteran RI: Analisis Framing pada Pemberitaan Media di Sumatera Utara
Dheny Suraga
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.199
Penelitian ini menganalisis konstruksi media mengenai tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak Veteran Republik Indonesia di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan analisis framing Robert N. Entman terhadap tiga berita daring dari Posmetro Medan, Tobasatu, dan Waspada yang terbit pada September 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media membingkai persoalan dengan penekanan berbeda. Posmetro Medan menyoroti belum terpenuhinya hak veteran, Tobasatu menekankan hambatan birokrasi dan pendataan, sedangkan Waspada menekankan sinergi kelembagaan, pelayanan, dan tindak lanjut konkret. Secara keseluruhan, media mengonstruksi tanggung jawab negara melalui pendataan, administrasi, koordinasi, pelayanan, dan pemenuhan hak. Temuan menunjukkan bahwa penghormatan terhadap veteran mengalami pergeseran dari simbolik menuju substantif, dengan menempatkan veteran sebagai subjek hak yang berhak memperoleh pelayanan negara secara adil. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinkronisasi data, penyederhanaan administrasi, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta tindak lanjut program yang terukur untuk memastikan pemenuhan hak veteran secara efektif.
Ketika Pengabdian Menjadi Risiko: Satire atas Minimnya Perlindungan ASN di Daerah Konflik
Muh. Faisal Sahlan;
La Ode Muhammad Ichwan Sjachrawy
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67707/pgr.v1i4.200
Pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah konflik menghadirkan paradoks antara tuntutan keberlangsungan pelayanan publik dan kebutuhan perlindungan aparatur. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko penugasan ASN di daerah konflik serta menegaskan pentingnya perlindungan negara melalui perspektif pelayanan publik, manajemen risiko, dan good governance. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis regulasi, dan penelaahan pemberitaan mengenai penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada September 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko ASN mencakup ancaman fisik, psikologis, sosial, dan administratif yang dapat mengganggu keberlangsungan pelayanan publik. Perlindungan perlu dilakukan melalui pemetaan risiko, mitigasi, komunikasi darurat, evakuasi, bantuan hukum, jaminan sosial, dan pemulihan. Satire “ASN bukan tameng negara” menegaskan bahwa keberanian aparatur tidak boleh menggantikan kewajiban perlindungan. Penelitian merekomendasikan pergeseran paradigma dari “ASN harus berani” menuju “negara harus siap” guna memperkuat ketahanan aparatur dan pemerintahan.