cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
ISSN : 18295789     EISSN : 25411918     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan is a scientific journal which managed by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of citizenship studies. The published article originated from researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world. Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).
Arjuna Subject : -
Articles 350 Documents
Citra hakim dan penegakan hukum dalam sistem peradilan pidana di Indonesia Anang Priyanto
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2005): December 2005
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.583 KB) | DOI: 10.21831/civics.v2i2.4374

Abstract

Hakim merupakan jabatan yang mulia di Negara Hukum, dikarenakan identitas Negara Hukum sangat ditentukan oleh kinerja Hakim dalam memeriksa dan memutus perkara. Kedudukan Hakim merupakan kedudukan kunci keberhasilan penegakan hukum yang menjadi tujuan utama kehidupan masyarakat di Negara Hukum. Dalam sistem peradilan pidana Hakim memiliki kedudukan yang amat berat dikarenakan keputusan yang dijatuhkannya menyangkut nasib sesorang dan perlindungan kepentingan umum. Kesalahan dan perekayasaan dalam memeriksa perkara dalam sistem peradilan pidana sangatlah mempengaruhi citra Hakim dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Oleh karena itulah Hakim yang berhati nurani mulia dan memegang teguh prinsip keadilan dengan profesional dalam menjalankan tugasnya menjadi penentu citra Hakim di Negara Hukum.
Penguasaan technological pedagogical content knowledge calon guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Rahmadi, Imam Fitri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.352 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i2.20550

Abstract

Analisis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) perlu dilakukan dalam rangka memahami tingkat pengetahuan guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran abad 21. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan profil tingkat penguasaan TPACK calon guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sedang menempuh pendidikan Strata 1 di Program Studi PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pamulang. Studi menggunakan metode self-report measure dalam bentuk survei. Secara keseluruhan, tingkat penguasaan TPACK calon guru PPKn termasuk dalam kategori baik. Namun, penguasaan pada technological knowledge, content knowledge dan technological pedagogical content knowledge memiliki total nilai rata-rata yang lebih rendah. Perlu diperhatikan setiap butir pernyataan yang memiliki nilai rata-rata lebih rendah daripada total nilai rata-rata pada setiap domain pengetahuan. Setiap lembaga pendidikan tenaga kependidikan perlu melakukan analisis TPACK supaya mengetahui apakah calon guru yang sedang dididik sudah memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk dapat mengajar sesuai dengan tuntutan dan karakteristik pembelajaran abad 21.-------------------------------------------------------------------------------------Analyzing Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) is needed to understand teachers' knowledge in term of integrating technology in 21st-century learning. This study to explore TPACK confidence of preservice civic education teachers at the Department of Civic Education, Faculty of Teacher Training And Education, Universitas Pamulang. The study used a self-report-measure method in the form of a survey. Overall, the TPACK confidence of preservice civic education teachers in a good category. However, the confidences in technological knowledge, content knowledge, and technological pedagogical content knowledge, have a lower average total score. It should noticed regarding statement items that have a lower average convictions than the technical average rating at each knowledge domain. Teacher education institute needs conducting a TPACK analysis to find out whether preservice teachers who are educated already have the appropriate teaching knowledge for demands and characteristics of 21st-century learning.
Reorientasi civic disposition dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya membentuk warga negara yang ideal Mulyono, Budi
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.444 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i2.17007

Abstract

This article discusses the urgency of civic disposition in citizenship education curriculum in order to shape citizen character. Civic disposition is a the most substantive and essential element of citizenship education. In this matter it is intended that good citizen is the target. But, in the course of time, it is evidenced that citizenship education curriculum is intervened by rezim. The feature of a good citizenship means differently to different regime. It is recommended that the reoriented of this curriculum is intended to release the interest and power of rezim by placing Pancasila and 1945 Constitution. 
Penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar Triyanto, Triyanto; Fadhilah, Nur
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.933 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i2.20709

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan nilai Pancasila pada peserta didik di era digital saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana penguatan nilai-nilai Pancasila  di SD; 2) Apa saja kendala untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila  di SD. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan penguatan nilai-nilai Pancasila di SD termasuk dalam jalur sosialisasi Pancasila melalui pengembangan sosial budaya (psyco-paedagogial development) yang dilakukan melalui sholat berjamaah, pemilihan ketua kelas, diskusi kelompok kecil, pramuka, pembelajaran di kelas, jumat bersih, upacara bendera dan piket kelas. Pelaksanan penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar menemui kendala yaitu sikap anak yang sulit dinasehati dan memiliki kebiasaan di luar sekolah yang kurang baik. Terdapat perubahan sikap dari anti sosial menjadi sikap peduli sosial. Hal ini sangat penting untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila.---------------------------------------------------------Strengthening Pancasila values in elementary schoolsThis research is based on the importance of strengthening Pancasila values in students in today's digital era. The purpose of this study was to find out: 1) How to strengthen Pancasila values in elementary schools; 2) What are the obstacles to strengthening Pancasila values in elementary school. This study uses qualitative research. Data was collected through literature studies, observation, and interviews. The research subjects were principals, teachers, students. The results showed that: 1) The implementation of strengthening Pancasila values in elementary schools was included in the path of Pancasila socialization through socio-cultural development (psico-pedagogical development) carried out through congregational prayer, the election of class leaders, small group discussions, scouts, classroom learning, clean Friday, class ceremony and class picket. The implementation of strengthening Pancasila values in elementary schools has encountered obstacles, namely the attitude of children that is difficult to advise and has bad habits outside of school. There is a change in attitude from anti-social to social caring attitude. This is very important to strengthen Pancasila values.
Pengaruh model kooperatif tipe think pair share terhadap kerjasama siswa Nurazizah, Khikmah Fitriani; Wuryandani, Wuri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.758 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i1.21520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap kerjasama pada siswa kelas IV SD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksterimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu  siswa kelas IV SD N Ngasinan dan SD N Sidomukti. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis independent sample t-test dengan bantuan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan model Think Pair Share terhadap kerjasama siswa kelas IV Sekolah Dasar dibuktikan dengan nilai t sebesar 4,014 dan p 0,000<0,05. -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This study aims to integrate the cooperative learning model type Think Pair Sharing for fourth grade elementary school students. The approach used in this study is a quantitative approach with the type of quasi-experimental research. The samples used in this study were fourth grade students of SD N Ngasinan and SD N Sidomukti. Research instruments related to questionnaires. The data obtained were analyzed using an analysis of independent sample t-test with the help of SSS program. The results showed that there was a positive and significant influence on Think Pair Share models on the cooperation of fourth grade elementary school students with a t value of 4.014 and p 0.000 <0.05.
Gugatan pelanggaran asas-asas umum pemerintahan yang Baik setelah berlakunya UU Administrasi Pemerintahan melalui PTUN Yogyakarta Kusdarini, Eny
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.973 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i1.14564

Abstract

An unfair administrative decision considering by individuals or private corporates subject to be dismissed through Public Administrative Courts. This essay was written based on research conducted during September 2016 on the final and executable judge's decision after issuing  Governmental Administration Law regulating the good government principles. This research was conducted by identifying the final and executable judge's decision after issuing Governmental Administration Law at Public Administration Court on October 2016. Considering that based on this law, article 10 verse (1) contains the Good Governance Principles, namely: certainty due to law, utility, impartial, thoughtful, non-abuse principle, transparency, public interest first, and public service were applied as long as considered by judge expressed on the final and executable judge's decision. Therefore, hopefully after the enactment of the law judge on Public Administrative Court should apply these principles on judicial practices. Hopefully, this essay can be considered as an input to revise the law as well as additional materials teaching on good governance among University Lecturer.
Implementasi pendidikan antikorupsi pada mata pelajaran PPKn berbasis project citizen di sekolah menengah atas Asyafiq, Sutrisno
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.491 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i2.15664

Abstract

This research was aimed at describing the implementation of anti-corruption education on citizenship education through project citizen-based activity. It is descriptive inquiry conducted at SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. The result was that the implementation of  anti-corruption education was conducted through studying problems relating corruption resulting in presentation panels consist of 4 sections namely problem, alternative policy, proposed solution, and action plan section. Through these activities, it was intended that students would acquired some desired attitudes such as honesty, care, self-help, discipline, responsibility, hard work, humbleness, courage and justice. 
Implementasi model controversial issue dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Alfiandra, Alfiandra; Safitri, Sani; Dianti, Puspa
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.585 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17281

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan efektifitas model pembelajaran controversial issue dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) sebanyak tiga siklus dimana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran controversial issue dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Peningkatan kemampuan berfikir kritis tersebut terlihat pada keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, mendefinisikan masalah, mengeksplorasi masalah, mengevaluasi dan mengintegrasikan berbagai macam solusi menjadi suatu jawaban yang komprehensif terhadap suatu permasalahan.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This article tries to reveal the effectiveness of controversial issue based teaching model to increase students' critical thinking skills at Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Sriwijaya. It was a classroom action research with three cycles, each of which consists of planing, observation, evaluation and reflection. The results reveal that the implementation of controversial issue based teaching model can increase students' critical thinking skills in Citizenship Education Program. This increasing of critical thinking skills was indicated by the skills to identify problem, to define problem, to explore problem, to evaluate, and to integrate any kinds of solutions in order to comprehend the problem.
Relevansi konsep pemikiran pendidikan dan kebudayaan George S. Counts dan Ki Hajar Dewantara dengan kompetensi peserta didik abad 21 Kawuryan, Sekar Purbarini
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.325 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i2.22045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkontekstualisasikan pemikiran dua tokoh di abad 19 tentang pendidikan dan kebudayaan serta menemukan relevansi pemikiran tersebut dengan kompetensi peserta didik di abad 21. Penelitian ini merupakan kajian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Data berupa sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik library research. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pemikiran kedua tokoh saling berkaitan khususnya tentang empat poin pokok, yaitu tujuan pendidikan, fungsi pendidikan, proses  pendidikan, dan peran pendidik. Konsep pemikiran tersebut masih relevan jika dikontekstualisasikan dengan kompetensi peserta didik di abad 21. Abad 21 menghendaki peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Tujuan pendidikan dipandang sebagai cara mengekspresikan peradaban yang dilayani dan mengusahakan kebudayaan yang berazas keadaban. Peradaban yang akan dilayani peserta didik di abad 21 adalah perpaduan pengetahuan, pemikiran, keterampilan inovasi, media, literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), dan pengalaman kehidupan nyata. Untuk itu diperlukan peran optimal pendidik dalam memvariasikan proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode sehingga pendidikan dapat menjalankan fungsinya untuk mengatasi krisis sosial dan ketertinggalan budaya, sehingga mampu mempertinggi derajat kemanusiaan. Pendidikan juga harus selalu mewariskan kebudayaan dalam setiap prosesnya agar peserta didik memiliki keluhuran budi.----------------------------------------------------------------This research aims to contextualize the thoughts of two figures in the 19th century about education and culture, and to find out the relevance of that thought to the competence of students in the 21st century. This research conducted a literature study using the content analysis approach. Data in the form of primary and secondary sources. Data collection is done by library research techniques. Data are analyzed qualitatively with an inductive approach. The research results show that the concepts of thought of the two figures are interrelated especially about the four main points, namely the purpose of education, the function of education, the educational process, and the role of educators. The concept of thought is still relevant if contextualized with the competence of students in the 21st century. The 21st century requires students to have critical thinking skills, problem solving, and collaboration. The purpose of education is seen as a way of expressing the civilization served and cultivating a culture based on civilization. The civilization that will be served by students in the 21st century is a blend of knowledge, thought, innovation skills, media, information and communication technology literacy (ICT), and real life experiences. For this reason, the optimal role of educators is needed in varying the learning process by using various methods so that education can carry out its functions to overcome social crises and cultural backwardness, so as to enhance humanity. Education also must always transmit the culture in every process so that students have nobility.
Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi belajar dan hasil belajar PPKn Kurniawan, Mohammad Wahyu; Wuryandani, Wuri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.11 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i1.14558

Abstract

The aims of this study were to analyze: (1) the significance effects of the Problem-Based Learning (PBL) Method on the motivation to learn PPKn, (2) the significance effects of PBL Method on PPKn learning result, (3) the significance effects of PBL on the result and motivation of the students in PPKn learning process, and (4) to find out the effectiveness among PBL Method, the Inquiry and Conventional Learning Method in learning PPKn. This research was quasi experiment by pretest-posttest control group design. The participants were the 10th grade of SMA Negeri 1 Pacet Mojokerto 2016/2017 year academic. The results: (1) there were significance effects of the PBL Method on the motivation to learn PPKn; (2) there were significance effects of PBL Method on PPKn learning result; (3) there were significance effects of Problem-Based Learning on the result and motivation to the students in PPKn learning process; (4) the most effective method of learning PPKn was Problem-Based Learning.

Page 11 of 35 | Total Record : 350