cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
ISSN : 18295789     EISSN : 25411918     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan is a scientific journal which managed by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of citizenship studies. The published article originated from researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world. Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).
Arjuna Subject : -
Articles 350 Documents
Dinamika pelaksanaan Kurikulum 2013 pada tingkat sekolah menengah pertama di Kota Semarang Wahono, Margi; Wardhani, Novia Wahyu
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.768 KB) | DOI: 10.21831/civics.v13i2.12724

Abstract

The purpose of this study was to examine the implementation of the curriculum PPKn 2013 for Junior High School in targeted schools. In details, this research was aimed at (1) describing the influence of curricula across time; (2) describing the dynamics of implementation  and its impact on the teachers' understanding; (3) describing the level of teachers' understanding on planning, implementing and evaluating based on curriculum 2013 guidance; and (4) stating a recommendation for curriculum policy makers  in future. It was descriptive research. The methods for collecting data were questionnaire, interview, and observation. The results indicated that the teacher understood how to implement the curriculum, especially in teaching PPKn. PPKn teacher was able to plan, conduct, and evaluate of teaching PPKn authentically.
Pemberdayaan penyandang disabilitas pada objek wisata Kuta Bali Waruwu, Dermawan; Adhi, Ni Ketut Jeni
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.106 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i1.22000

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang jenis penyandang disabilitas dan bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas pada objek wisata Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Masalah ini dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan kajian budaya serta dikaji menggunakan teori hegemoni dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan: (1) jenis penyandang disabilitas yang diberdayakan pada objek wisata Kuta yaitu tunanetra dan dan tunadaksa; (2) bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas yaitu cleaning service, tukang masak, operator CCTV, dan penjual pulsa keliling; (3) penyandang disabilitas kurang diberdayakan pada objek wisata Kuta, sehingga mereka menjadi kelompok yang termarginalkan dan terhegemoni ditengah geliat industri pariwisata. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat diharapkan agar memberdayakan penyandang disabilitas secara maksimal agar mereka memperoleh pekerjaan yang layak untuk keberlanjutan kehidupannya.---------------------------------------------------------------------------This study examines what types of people with disabilities and how to empower people with disabilities in the tourist attraction of Kuta, Badung Regency, Bali Province? This problem is analyzed qualitatively with a cultural study approach and examined using the theory of hegemony and social practice. The results of the study showed: (1) types of persons with disabilities who were empowered in Kuta's tourist objects, namely blind and disabled people; (2) forms of empowerment namely cleaning service, cooks, CCTV operators, and mobile credit sellers; (3) people with disabilities are less empowered in Kuta tourism objects, so they become the marginal group and hegemony in the midst of the stretch of the tourism industry. The government, employers, and the community are expected to empower persons with disabilities to the fullest so that they get decent jobs for the sustainability of their.
Pembentukan kompetensi ekologis dengan model pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah dalam PPKn di SMP Pertiwi, Shinta; Samsuri, Samsuri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.681 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i2.14972

Abstract

This research based article was aimed at explaining the effect of Contextual Teaching and Learning and Problem Based Learning on the establishment of Ecological Competence in Civic Education in Junior High School. It was a quasi-experiment research with pretest-posttest control group design. The population was student grade VII of SMP Negeri 2 Surakarta. The sample was chosen randomly, consist of one classroom as experimental group and another classroom as control group. Instrument for collecting data were test, questionnaire, and observation. It can be concluded that the establishment of ecological competence among junior high school students though through contextual teaching and learning are more effective than those who were though by problem based learning and conventional one. It was indicated by the result of one way anova Fcount >Ftable (24.031>3.11) and P=0.000<0.05).
Hubungan kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru PPKn dengan prestasi belajar siswa sekolah menengah Larasati, Vinta; Gafur, Abdul
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.173 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17282

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru PPKn dengan prestasi belajar siswa di SMA Negeri se-Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif.  Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan korelasi product moment sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogis guru PPKn dengan prestasi belajar PPKn siswa. Kekuatan hubungan menunjukkan arah kekuatan dalam kategori sangat kuat. 2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru PPKn dengan prestasi belajar PPKn siswa. Kekuatan hubungan antara kedua variabel menunjukkan arah dalam kategori sangat kuat. 3) Terdapat hubungan positif dan signifikan kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru PPKn dengan prestasi belajar siswa.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This research was aimed at explaining the relationship between pedagogical and professional competency among PPKn teachers and students' achievement at SMAN (State-owned Senior High Schools) in Yogyakarta city. It was a correlational study with quantitative approach. Data was analyzed statistically to test the hypotheses using product moment test. The results are follows. 1) there is a positive and significant correlation between teachers' pedagogical competency and students' achievement. 2) there is a positive and significant correlation between teachers' professional competency and students' achievement. 3) there is a positive and significant correlation between teachers' pedagogical and professional competency and students' achievement.
Teachers and technology: The perspective of digital citizenship Triastuti, Rini
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.618 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i1.21521

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghasilkan beragam produk baik dalam bentuk hardware dan software. Produk tersebut telah menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Salah satu contoh di bidang komunikasi. Saat ini komunikasi dapat dilakukan setiap saat tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Berbagai kemudahan yang ditawarkan bagi penggunanya membuat mereka sangat tergantung pada teknologi. Bahkan saat ini manusia tidak hanya berada dalam dunia nyata saja namun juga dalam dunia maya. Tulisan ini bermaksud menggambarkan karakteristik kewarganegaraan guru-guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket, wawancara dan studi pustaka. Data menunjukkan bahwa guru-guru merupakan warga digital dan digital immigrant.-------------------------------------------------------------------------------------------------------The rapid growth of information and communication technology has produced various forms of products in the form of hardware and software. These products have offered various conveniences for its users. One example is in the field of communication. Currently, communication can be done in real time without being blocked by distance and time. The various facilities provided to its users make them very dependent on technology. Even today humans do not only exist in the real world but in the virtual world. This paper is intended to describe the characteristics of digital citizenship for civic education teachers. The method used is descriptive qualitative. This study uses questionnaires, interviews and literature studies. The results show that teachers are digital citizens and digital immigrant.
Problematika guru dalam penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran PPKn Haq, Manik Nur; Murdiono, Mukhamad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.237 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i2.24603

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui problematika yang dialami guru dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini ditetapkan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru dalam penerapan pendekatan saintifik, antara lain: (1) keterbatasan kompetensi guru; (2) ketimpangan sarana dan prasarana; (3) keterbatasan waktu dan biaya; (4) minimnya kreativitas dan inovasi; (5) kurangnya antusiasme, motivasi, dan rasa ingin tahu peserta didik; (6) rendahnya kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan; (7) kurangnya kemampuan komunikasi dan kolaborasi; (8) rendahnya minat baca; (9) kurangnya literasi informasi; (10) rendahnya literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK); (11) keterbatasan pelatihan dan sosialisasi mengenai perencanaan, proses, maupun evaluasi pembelajaran. Solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan dalam penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, antara lain: (1) mengikuti seminar, pelatihan, dan kegiatan MGMP; (2) menjalin kerjasama dengan kepala sekolah, waka kurikulum, dan rekan sejawat; serta (3) membangun hubungan kemitraan antara guru dengan wali murid. --------------------------------------------------------------------This study aimed to reveal the problems experienced by teachers and the efforts to overcome obstacles in implementing the scientific approach toward civics and citizenship education. This study used qualitative descriptive method. Data collected through interviews, observation, and documentation. The validity of the data in this study determined through triangulation techniques. The results of the study showed that the teachers' problems in applying the scientific approach included: (1) the limitations of the teachers' competency; (2) inequality of facilities and infrastructure; (3) time and cost limitations; (4) lack of creativity and innovation, (5) lack of enthusiasm, motivation and curiosity of the students; (6) lack of critical thinking, problem-solving, and decision-making skills; (7) lack of communication and collaboration skills; (8) low interest in reading; (9) lack of information literacy; (10) low information and communication technology literacy (ICT); (11) limited training and socialization regarding learning planning, process and evaluation. The solutions made by the teacher to overcome the obstacles in applying the scientific approach on learning included: (1) attending seminars, training programs, and MGMP activities; (2) collaborating with the principal, the vice-principal, and colleagues, (3) and fostering collaboration between teachers and parents.
Upaya meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan melalui model pembelajaran talking stick Boinah, Boinah
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.158 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i1.14548

Abstract

This research was conducted to improve students' achievement on Citizenship Education  through  Talking Stick Instructional Model in Class VII B Muhammadiyah Junior High School Seyegan  academic year of 2015/216. It was Classroom Action Research . Based on result of the study it  can be concluded that the implementation of   Talking Stick Instructional Model  improved  students' achievement on Citizenship Education.  It  was based upon the results that (1) the procentage of passer grade was increased through entire cycles. The average of the score was 60.64  with 16.12 %  of students succed the defined treshold during pre Cycle, was increased  to 79.68 with 65.62 % of students during cycle I and the average of the score was increased to 96.54 consists of 93.54%. (2) The students' learning activities were also increased, cycle I was 46.87%   and cycle II became 81.25%. Accordingly, it was recomended that Talking Stick Instructional Model can be used to improve students' achievement on Citizenship Education.
Peran partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik kader perempuan melalui pendidikan politik Hariyanti, Hariyanti; Darmawan, Cecep; Masyitoh, Iim Siti
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.191 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17659

Abstract

Partai politik mempunyai kewajiban yuridis dan moral untuk melaksanakan pendidikan politik khususnya memberdayakan kader perempuan di tengah minimnya partisipasi politik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala pendidikan politik kader perempuan, yakni (1) kendala internal, yang berasal dalam diri kader perempuan; (2) kendala eksternal, stereotip dalam konstruksi sosial budaya masyarakat; (3) keseriusan partai dalam memberdayakan kader perempuan; (4) kelemahan regulasi peraturan perundang-undangan. Partai politik melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan personal, menggagas konsep tanpa mahar politik; membentuk regulasi internal partai politik yang akomodatif terhadap kebutuhan perempuan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Political parties have moral as well as juridical obligation to conduct political education especially for women cadres in the low level of political participation among women. It was a qualitative research with descriptive method of explanation. The informant involved was selected with non-probability sampling, purposive sampling. The results reveal the obstacles faced by women cadres are (1) internal obstacles, coming from the cadres themselves; (2) external obstacles, coming from stereotype upholding by among cultural and society members; (3) the seriousness of political party to empower their own women cadres; (4) the weakness of the law concerning this issue. To overcome the problems, political parties is doing effort such as personal approach, politic without political "˜bride price' (mahar politik), issuing internal regulation accommodative to the needs of women.
Penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan santri di pondok pesantren Hendri, Hendri; Darmawan, Cecep; Halimi, Muhammad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.726 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i2.18476

Abstract

Generasi bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lembaga, salah satunya yaitu di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pesantren dalam menanamkan nilai- nilai Pancasila pada kehidupan santri. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulannya adalah santri di pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan menanamkan nilai-nilai Pancasila, sebagai sumber menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satunya melalui Pendidikan dan program- program pesantren yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.--------------------------------------------------------------Instilling  the values of Pancasila in the santri's life in Islamic Boarding SchoolsThe young generation of the nation must be able to implement the values of Pancasila as a way of life. This can be done in various ways and institutions, one of which is in pesantren. This study aims to describe and analyze the activities of pesantren in instilling Pancasila values in the lives of santri. This type of research uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation studies. The conclusion is the santri in the pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan instilled the values of Pancasila, as a source of establishing good relations with each other. One of them is through education and pesantren programs that reflect the values of Pancasila.
Analisis model pembelajaran berbasis pendidikan karakter untuk membentuk karakter siswa Suhaida, Dada; Syarifah, Fadillah
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.408 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i2.21757

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan karakter siswa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Tujuan untuk membangun karakter siswa tentunya tidaklah mudah, oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang berkesinambungan dalam pembelajaran PPKn. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengembangkan model-model pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter untuk membangun karakter positif siswa dalam pembelajaran PPKn. Hasil analisis yang dilakukan memperoleh gambaran bahwa karakter positif  siswa  dapat dibentuk melalui penerapan model-model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajara PPKn. Hasil analisis tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam mengembangkan langkah-langkah (sintaks) dalam pembalajaran PPKn.-------------------------------------------------PPKn learning is a subject that focuses on shaping the character of students to become intelligent, skilled, and characterized citizens mandated by the Pancasila and the 1945 Constitution. The aim of building student character is certainly not easy. Therefore a continuous effort is needed in learning PPKn. One initiative that needs to be done is to develop learning models based on character education to build positive character of students in learning PPKn. The results of the analysis carried out illustrate that the positive aspect of students can be formed through the application of innovative learning models in PPKn learning. The results of the analysis can then be used in developing steps (syntax) in learning.