cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan
ISSN : 30480272     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan adalah sebuah acara akademik yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan makalah-makalah penelitian terbaru di bidang dakwah dan pendidikan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang dakwah dan pendidikan. Menjadi forum pertukaran informasi, ide, dan temuan penelitian antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Memfasilitasi penerbitan karya ilmiah melalui prosiding yang terakreditasi.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Upaya Memperkuat Kemuhammadiyahan dalam Kehidupan Beragama dan Sosial dengan Pendekatan Implementatif pada Masyarakat Solo Raya Lailly Yuli Pawestri; Agustin Luthfiyani Rahmawati; Izzuddin Iqbal Kurniawan; Muhammad Ferta Ihza Irfani; Raditya Rakha Ramadhany Bintoro
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surakarta adalah kota besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di tanah Jawa dan mayoritas penduduk di Solo Raya menganut agama Islam. Masyarakat Indonesia khususnya Solo Raya masih banyak yang mengalami buta aksara Al-Qur'an. Untuk mengatasi tantangan rendahnya perkembangan islam oleh masyarakat Solo Raya, langkah-langkah implementatif perlu diambil guna memperkuat kemuhammadiyahan dalam kehidupan beragama. Dasar dari membaca Al-Qur'an yaitu tajwid sebagai kaidah dan cara-cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Oleh karena itu, Islam menganjurkan para umat muslim untuk senantiasa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Untuk meningkatkan pemahaman dan praktik agama Islam sesuai dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah, serta menciptakan minat bagi masyarakat Solo Raya untuk lebih memahami prinsip-prinsip tersebut.
Menguatkan Pendidikan dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan: Menciptakan Generasi yang Berkualitas di Era Globalisasi Saat Ini Diana Ekawati; Erica Puspita Sari; Diva Ardelia Putri; Cintya Cleo Dega
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini, pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Artikel ini membahas bagaimana Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berperan dalam memperkuat pendidikan untuk menciptakan generasi yang baik. Studi ini menganalisis bagaimana Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat diterapkan dalam pendidikan untuk menghasilkan orang yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan di seluruh dunia. Studi kasus ini dilakukan dengan mengambil studi kasus di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memasukkan nilai-nilai keagamaan ke dalam kurikulum, instruksi guru, dan kegiatan ekstrakurikuler menguntungkan perkembangan karakter siswa. Selain itu, pendidikan yang didasarkan pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat membantu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara moral. Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun kebijakan pendidikan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Pengelolaan Ekstrakurikuler Hizbul Wathan guna Membentuk Karakter Kepemimpinan Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Muhammad Riski Santoso; Egris Pradiama Saputra; Riza Pahlevi; Fuad Syarifudin; Dwi Dharma Anugrah Gusti
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan. Hal ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pemantauan kegiatan pengembangan karakter kepemimpinan pada 250 siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler SMA 1 Karanganyar, pengelolaan ekstrakurikuler ini meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. (2) Faktor pendukung dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar adalah : dukungan dari pihak sekolah, tersedianya sumber daya manusia yang mumpuni, sarana dan prasarana yang mendukung, pengelompokan waktu, dan siswa yang turut berpartisipasi pada ekstrakurikuler tersebut. Faktor penghambat dalam pengelolaan ekstrakurikuler Hizbul Wathan adalah : terdapat beberapa siswa yang jarang berpartisipasi dalam ekstrakurikuler tersebut dengan beralasan adanya kegiatan yang bertabrakan dengan ekstrakurikuler tersebut, dan juga adanya acara yang tidak bisa ditinggalkan. (3) hasil dari ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar adalah berkembangnya sikap bertanggung jawab, jujur serta sifat mandiri dalam pribadi siswa itu sendiri. Kemudian siswa dapat mengerti dan mengimplementasikan materi pada kegiatan tersebut dalam aktivitas sehari-hari, serta bertambahnya ketertarikan siswa terhadap ekstrakurikuler Hizbul Wathan.
GELARAN (Gemar Belajar Al-Qur'an) bagi Anak Usia Dini Guna Membentuk Generasi Madani dan Berjiwa Qurani Faradita Fatmawati; Vino Ankagusai Rayanda; Nadya Ayu Lestari; Dhea Amelia Oktariana
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur'an sebagai tempat sarana belajar mengajar keislaman atau yang bisa disebut sebagai Pendidikan non formal untuk anak-anak dalam melatih siswa membaca kitab suci Al-Qur'an yang baik dan benar menurut ilmu tajwid. Kegiatan TPA ini bertujuan untuk mengembangkan sikap dan moralitas anak menjadi pribadi yang baik. Namun terkadang dalam prakteknya muncul beberapa masalah seperti manajemen pembelajaran yang kurang terstuktur, pengajar yang kurang inovatif, dan lingkungan masjid yang sepi peminat untuk melaksanakan kegiatan Islami. Dalam upaya mencapai keberhasilan kegiatan TPA dengan tujuan yang telah ditetapkan diawal, banyak upaya yang dilakukan seperti menumbuhkan minat dan daya tarik anak untuk belajar Al-Qur'an, berbagai metode telah dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara wawancara dan pengamatan secara langsung. Di masa sekarang pembelajaran TPA sangat penting ditanamkan sejak dini. Dari hasil penelitian kami dilapangan minat anak-anak dipengaruhi oleh momentum, sebab saat bulan ramadhan lonjakan kehadiran dari anak-anak meningkat drastis daripada saat hari-hari biasanya, hal tersebut terlihat dari data yang disajikan bahwa terjadi perbedaan antara masa ramadhan dan pada saat hari biasa terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Dalam perumusan alternatif solusi ini harus disertai peran-peran dari lingkungan terdekat yaitu keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar agar kegiatan TPA dapat berjalan dengan efektif. Hasil yang diharapakan yaitu menumbuhkan aqidah dan moral yang meningkat dari anak-anak guna menciptakan sumber daya manusia yang mencetak generasi madani yang berjiwa qurani.
AIK sebagai Landasan Pengembangan Kecerdasan Spiritual yang Bertanggung Jawab di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Muh Syaifudin Ardiansyah; Rizky Okta Ardhana; Anas Luthfi Muhana; Muhammad Zulfan Al Rasyid; Sonny Adi Wijaya; Muhammad Sirajuddin Syafiq
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan AIK merupakan inti utama dari lembaga pendidikan Muhammadiyah karena dalam AIK ini pandangan keagamaan Muhammadiyah dan doktrin-doktrin agama disampaikan kepada mahasiswa. AIK diharapkan sebagai landasan pengembangan kecerdasan spiritual yang bertanggung jawab di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa indikator, faktor-faktor-langkah-langkah, dan manfaat dari AIK sebagai landasan kecerdasaan spiritual dan idikator dari karakter bertanggung jawab di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Impact of Community Service Activities in The Environment of Aisyiyah's Rating Management and Rating Management Amalia Fasha Nur Swastika; Devina Citra Haruna; Novi Fitriani; Veronika Maharani; Rochana Lia Nuraisyah
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang latar belakang pendiriannya didasari oleh K.H. Ahmad Dahlan mengenai Al-Qur'an Surah Ali-Imran 104, berbagai faktor lainnya antara lain ketidakmurnian dan kerancuan dalam kehidupan gereja Islam di Indonesia, tidak efektifnya lembaga keagamaan Islam, kegiatan dakwah Katolik dan Protestan; sikap para intelektual yang acuh tak acuh, bahkan terkadang merendahkan terhadap Islam. Banyak keberhasilan yang diraih dalam dakwahnya terbukti dengan semakin banyaknya amal yang dimiliki oleh muhammadiyah, namun sejauh ini muhammadiyah berhasil bertahan dan berjuang di tengah tantangan yang semakin kompleks. Ide atau tujuan gerakan Muhammadiyah dan perjuangannya adalah untuk menyebarkan agama Islam dan memodernisasi cara berpikir dan gaya hidup umat Islam modern, yang pada akhirnya membangkitkan semangat juang umat Islam di Indonesia. Itulah sebabnya cara berpikir dan hidup Islam yang direformasi disebut revivalisme Islam atau modernisme Islam. Perjuangan Muhammadiyah menghidupkan kembali Islam di Indonesia mempunyai dalil-dalil antara lain; bahwa organisasi muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang berkembang pesat di indonesia. Selain itu, organisasi ini telah mewarnai sejarah perkembangan dunia Islam secara internasional, dedikasinya terhadap pembangunan Indonesia khususnya masalah sosial, pendidikan dan agama, sangat besar. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Bagaimana sejarah berdirinya, pokok-pokok pikiran muhammadiyah dan perjuangannya. 2). Apa peran Muhammadiyah dalam kebangkitan Islam di Indonesia, di Sumatera, Jawa dan luar Sumatera dan luar Jawa? 3). Mengapa Muhammadiyah ikut memperjuangkan kehidupan umat Islam yang lebih baik di masa depan? 4). Mengapa masih banyak umat Islam yang belum memahami hakikat akidah Islam dan masih memutarbalikkan akidah padahal sudah maju dan pesat di pusat-pusat pembelajaran Islam.
Inovasi Pendidikan Islam dalam Konteks Pengembangan Kegiatan Baitul Arqam di Universitas Muhammadiyah Surakarta Khoirul Arin Nurjanah; Anetta Mutiara Radjiky; Aulia Uzzulfa; Fatma Aulia Qasanah; Mekar Sari
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab problematika pendidikan dan menawarkan solusi inovatif. Sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah, UMS berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan Mahasiswa yang inovatif dan kreatif, dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kebangsaan dan keislaman. Salah satu program unggulan UMS untuk mecapai tujuan tersebut adalah kegiatan Baitul Arqam. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama islam, tetapi juga mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan intelektual peserta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa semester 4 program studi Manajemen Ekonomi dan Bisnis yang telah mengikuti mata kuliah Ibadah Muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Baitul Arqam berkontribusi signifikan dalam pendidikan karakter dan peningkatan kemampuan sosial mahasiswa. Program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.
Pengaruh Kemuhammadiyahan dalam Pandangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Intan Mutiara Wulansari; Muhammad Haris Ade Ramadhan; Adelia Stevany; Astina Putri; Denisa Yuniar Nugraheni; Fadilla Naswa Musallina Azkham
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah kemuhammadiyahan ini lebih fokus terhadap pembaharuan dalam islam, kiprah sosial dan kemasyarakatan, landasan normatif dan operasional, latar belakang muhammadiyah, sistem gerakan dan organisasi. Dalam mata kuliah ini meliputi diskusi, hafalan, presentasi, ceramah dan tugas tugas. Kemuhammadiyahan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan seperti sifat sabar tabah hati, malaksanakan ibadah serta perilaku sehari-hari dalam ketaatan kemuhammadiyah, dalam melaksanakan perkuliahan dengan ketaatan islami. Pembiasaan yang dilakukan secara stabil dan penuh kesadaran. Maka dari itu, Kemuhammadiyahan harus dilaksanakan secara efektif dan terencana.
Menggali Makna dan Manfaat Kegiatan Baitul Arqam di Universitas Muhammadiyah Surakarta Yuda Farih Hastyawan; Shelly Ayu Puspitasari; Rizal Munif; Nisa Amalia Hartanto; Zulaikha Disa Nazarina; Siti Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Baitul Arqam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan untuk memperkuat karakter dan spiritualitas mahasiswa. Artikel ini mengkaji makna dan manfaat dari kegiatan tersebut dengan fokus pada bagaimana program ini berkontribusi terhadap pengembangan pribadi dan sosial mahasiswa. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini menganalisis berbagai aspek dari pelaksanaan Baitul Arqam, termasuk tujuan, metode, dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Arqam memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa dalam berbagai dimensi. Secara akademik, kegiatan ini membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dari sisi spiritual, program ini memperdalam pemahaman dan penghayatan mahasiswa terhadap ajaran Islam. Secara sosial, Baitul Arqam membangun solidaritas dan kerjasama antar mahasiswa, menciptakan lingkungan kampus yang harmonis dan suportif. Selain itu, kegiatan ini juga berperan dalam membentuk karakter mahasiswa yang lebih baik, meningkatkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepemimpinan. Dengan demikian, Baitul Arqam di UMS tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan agama, tetapi juga sebagai platform pengembangan diri yang komprehensif. Artikel ini menyimpulkan bahwa implementasi program seperti Baitul Arqam sangat penting dalam pendidikan tinggi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Temuan ini diharapkan dapat mendorong institusi pendidikan lain untuk mengadopsi program serupa guna membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Rekonstruksi Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai Pembentukan Akhlak Mahasiswa Ryan Putra Ardiyansyah; Muh Naafi Utama; Muhammad Arifin Fadhil Nugroho; Muhammad Idris Abdul Malik Romadhoni
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ciri Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah terlaksananya ajaran al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam program pendidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, ada pengaturan bahwa AIK dapat menjadi mata pelajaran yang wajib diambil oleh mahasiswanya, suatu jenis pendidikan agama Islam yang wajib diberikan di perguruan tinggi umum. Namun AIK mempunyai bobot SKS dan jam belajar yang lebih besar dibandingkan dengan mata pelajaran agama Islam di perguruan tinggi terbuka, yaitu berbobot 2 SKS dan diberikan seolah-olah satu kali dalam satu semester, sedangkan Kemuhammadiyahan memiliki bobot 3 SKS yang diberikan dalam satu semester. Semester satu dan dua mengambil 2 SKS mata kuliah agama Islam. Semester ketiga terdapat mata kuliah keislaman dan sains dan inovasi, dan semester keempat terdapat mata kuliah kemuhammadiyahan. Dengan mempertimbangkan kedudukan AIK, tulisan ini perlu memperluas Kemuhammadiyahan/AIK sebagai praksis pengajaran harga diri. Makalah ini didasarkan pada pertanyaan yang jelas dan wawancara dengan beberapa siswa dan pembicara. Perguruan Tinggi Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dijadikan contoh kasus terciptanya AIK. Pada akhir tulisan ini, penulis mengemukakan pentingnya pembentukan akhlaq pelajar sebagai pandangan dunia dalam menciptakan AIK di perguruan tinggi.