cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Manajemen Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis untuk Mengurangi Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Bendosari dengan Program "Cadar Cantik" (Cegah Demam Berdarah Kecamatan Bendosari Anti Jentik) Dika Arifianti; Tiara Alfitriana; Dona Parenta Mulia; Nining Lestari; Tri Agustina; Sugeng Purnomo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet (rumple lead) positif, bintik-bintik merah dikulit (petekie), mimisan, gusi berdarah dan lain sebagainya. Kabupaten Sukoharjo memiliki 12 kecamatan dengan 167 desa dan terdapat 11 kecamatan yang endemis, pada tahun 2019 kecamatan Bendosari terdapat 3 desa endemis dengan 24 kasus kesakitan DBD, kasus kematian 0 serta (Angka Bebas Jentik) ABJ 85%. Adanya kasus DBD setiap tahunnya menandakan desa tersebut belum bebas jentik. Strategi pengendalian vektor harus diintegrasikan dengan peran serta masyarakat yang kuat dan kerja sama lintas sektor dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (Menguras, Menutup,Mengubur) PLUS dan pemantauan jentik berkala melalui program yang kami usulkan untuk Puskesmas Bendosaari yaitu "CADAR CANTIK" Cegah Demam Berdarah Kecamatan Bendosari Anti Jentik.
Upaya Peningkatan Pengobatan Teratur Hipertensi di Puskesmas Sukoharjo dengan Kegiatan "Di Omah" (Deteksi Dini oleh Bot Message Anti Hipertensi) Aviola Syania Putri; Maulidya Vetty Ameliany; Nining Lestari; Kunari Mahanani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progesif sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan. Prevalensi penderita Hipertensi di Indonesia menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitBanKes) melalui data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 saat ini sebanyak 34,1% dimana mengalami kenaikan dari angka sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebanyak 25,8%. 2. Berdasarkan data puskesmas Sukoharjo, didapatkan penurunan kejadian kontrol rutin hipertensi dari tahun 2019 hingga tahun 2020, yaitu sebanyak 256 pasien menjadi 91 pasien. Berdasarkan penemuan kunjungan penderita hipertensi yang masih rendah di puskesmas Sukoharjo, kami membuat laporan kesehatan masyarakat mengenai usulan program berdasarkan masalah yang sudah ditentukan. Prioritas masalah ditentukan dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriuosness, Growth), identifikasi masalah dipaparkan dalam diagram ishikawa atau fishbone. Setelah didapatkan akar masalah yang terdiri masyarakat belum menyadari tentang pentingnya kesehatan dirinya, kurangnya minat masyarakat tentang adanya edukasi kesehatan elektronik maupun non elektronik dan kontrol rutin pasien terhambat di masa pandemi. Kami mengusulkan beberapa alternatif solusi untuk pemecahan masalah.
Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Tn. S dengan TB MDR dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Obat Almas Hilwiana; Eka Putri Widya Arsia Riadi; Rahmat Dani Yamsun; S Sulistyaningsih; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi drug-resistant tuberculosis (MDR-TB) didefinisikan sebagai TB yang disebabkan oleh strain MTB dengan resistensi setidaknya terhadap rifampisin dan isoniazid. Jumlah total orang terdeteksi MDR-TB yang terkonfirmasi laboratrium pada tahun 2022 di Indonesia sebesar 5.608 orang, sedangkan pasien dengan pengobatan sebesar 2.801. Di Puskesmas Weru, Temuan kasus TB di Kecamatan Weru didapatkan sebanyak 31 kasus pada tahun 2021. Kami melaporkan kasus TB MDR pada Tn.S. Keluhan yang dirasakan batuk dengan frekuensi jarang setiap pagi yang terkonfirmasi sebagai TB-MDR dengan keluhan penyerta berupa GERD dan mengalami efek samping dari konsumsi TB-MDR berupa munculnya gejala psikosis. Keluarga Tn.S berbentuk extended family . Penilaian APGAR Family dengan skor 8,5 degan interpretasi sangat fungsional. Nilai SCREEM didapat pasien berhubungan baik dengan keluarga dan kurang berinteraksi dengan tetangga, ekonomi menengah kebawah, pendidikan terakhir SD, suku jawa, pasien memiliki JKN-KIS. Diagnostik holistic aspek klinis pasien yaitu TB MDR dengan efek samping GERD dan psikotik, harapan pasien dapat sembuh dan mengonsmsi obat tanpa khawatir timbul efek samping. Intervensi yang diberikan yaitu pendekatan ke pasien dan keluarga dalam rangka mengedukasi agar pasien berkenan untuk dirujuk ke RSUP Moewardi untuk berkonsultasi terkait lanjutan pengobatan pasien.
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Seorang Wanita Usia 33 Tahun dengan Tuberkulosis Ratri Mega Harani; Rafika Surya Putra Pratama; Aprilia Fadhilah; Nuzhulla Nuri Akmalina; Aninta Rahmandita Balich; S Setyaningsih; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus tuberkulosis baru di Indonesia masih menduduki peringkat ketiga di dunia. Kami melaporkan kasus tuberkulosis pada Ny. R 33 tahun. Keluhan yang dirasakan Ny. R adalah batuk berdahak dengan dahak bewarna putih kekuningan, keringat dingin pada malam hari dan nyeri punggung serta dada. Keluarga Ny. K merupakan keluarga dengan fungsi holistik yang baik, penilaian fungsi fisiologis menggunakan APGAR Family Ny. R didapatkan skor 9 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. R adalah keluarga yang sangat fungsional. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan ekonomi yang tergolong cukup, mempunyai pendidikan terakhir Sarjana S1 dan merupakan anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Pasien merasa cemas dan khawatir apabila penyakit yang dideritanya menularkan kepada anggota keluarga lainnya. Pasien perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Seorang Laki-Laki 37 Tahun dengan Hepatoma Et Causa Alkoholisme dan Hepatitis B Kronik Danik Sri Winarsih; Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma hepatoseluler merupakan jenis keganasan hati yang paling sering. Sebagian besar kasus karsinoma hepatoseluler adalah sekunder dari hepatitis virus (hepatitis B, C) atau sirosis alkoholik. Kanker hati jarang terjadi di bawah usia 40 tahun dan mencapai puncaknya pada sekitar 70 tahun. Tingkat HCC di antara laki-laki adalah dua sampai empat kali lebih tinggi dari tingkat di kalangan wanita. Laporan kasus ini menggambarkan seorang pasien laki-laki berusia 37 tahun yang datang dengan nyeri perut kanan atas dan perut yang semakin membesar, riwayat konsumsi alkohol selama 20 tahun dan ibu kandung pasien memiliki riwayat Hepatitis B. Hepatitis B reaktif dan USG menunjukkan hepatomegali curiga keganasan hepar. Temuan kasus ini menunjukkan bahwa hepatoseluler karsinoma dapat terjadi pada pasien muda dengan faktor risiko yang jelas. Sebagian besar kasus HCC memiliki prognosis yang buruk, sehingga tujuan terapi pada pasien ini adalah mampu meningkatkan harapan hidup pasien.
Leptospirosis dengan Gagal Ginjal Akut pada Laki-Laki 82 Tahun: A Case Report Retno Suryaningsih; Sitta Rahma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang ditransmisikan baik secara langsung ataupun tidak langsung dari binatang ke manusia (zoonosis) yang ditularkan melalui tikus. Leptospirosis merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah jika tidak dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Penyakit ini ditandai, demam tinggi, menggigil, mual, diare, bahkan penurunan kesadaran dapat disertai nyeri kepala daerah frontal, nyeri otot betis, paha, pinggang terutama saat ditekan. Conjuntival injection dan conjungtival suffusion dengan ikterus merupakan tanda patognomonik untuk leptospirosis. Seorang laki-laki usia 82 tahun datang ke igd dengan keluhan demam dengan suhu 40,4o sejak 3 hari demam naik turun dan menurun apabila diberi obat demam, pada malam hari demam kembali tinggi, badan terasa panas dingin. Mual dan muntah 3x dalam sehari. Satu minggu SMRS lemas, mulai mual, nafsu makan berkurang, batuk kering, dan pilek. Pusing (-), nyeri otot (-). Pemeriksaann hematologi adanya peningkatan leukosit 16.97, netrofil 89.8 dan penurunan pada eritrosit 4.13, hemoglobin 11.3. Pada pemeriksaan kimia klinik didapatkan peningkatan ureum 212 dan kreatin 7.2 Pemeriksaan IgM Leptospirosis didapatkan hasil yaitu positif. Rontgen Thorax PA didapatkan infiltrate paracardial bilateral dan CTR > 0.56 kesan bronkopneumonia dengan kardiomegali. Pasien didiagnosis Leptospirosis (Weil disease), AKI, dan Bronkopneumonia. Pasien mendapat terapi Infus Nacl 0,9% 16 tpm, ceftriaxone 2gram/12 jam IV, sanmol 1gram/8 jam IV, levofloxacin 500 mg/hari IV selama 3 hari, omeprazole 1fl/12jam IV, Ondansetron 8mg/12 jam IV, asetilsistein 500mg/8jam IV, methylprednisolone 31,25mg/12 jam asam folat 1mg 2 x 1 peroral, natrium bicarbonate 500mg 3x1 peroral, episan 3x1 peroral.
Craquele Eczema pada Wanita 75 Tahun dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Sebuah Laporan Kasus Nur Alfi Khoirul Fajriati; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Craquele eczema atau asteatotic eczema merupakan kondisi kekeringan kulit (xerosis) disertai gangguan sawar kulit akibat hilangnya kandungan air dalam stratum korneum yang ditandai dengan garis halus, skuama, dan gatal. Kondisi ini umum terjadi pada pasien geriatri dan memiliki predileksi biasanya di tungkai kaki. Penyebabnya multifaktorial, bisa karena penurunan aktivitas kelenjar sebaseus dan keringat, perubahan komposisi lipid, kondisi sistemik, penyakit autoimun, malnutrisi, dan lain-lain. Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita bernama Ny. J, 75 tahun datang dengan keluhan kulit merah, gatal, pecah-pecah, dan perih di bagian kedua tungkai kaki bawah bagian depan dan punggung kaki sejak 5 hari lalu. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan sedang mengonsumsi obat rutin. Pelembab, kortikosteroid, antibiotik, dan antihistamin diberikan dalam kasus ini. Penatalaksanaan kasus ini ditujukan untuk mengembalikan kelembaban pada kulit. Pelembab menjadi kunci utama pengobatan kondisi ini karena akan membantu melindungi sawar kulit yang telah rusak dan menghidrasi kulit sehingga kondisi tidak semakin berat. Pemberian kortikosteroid dan antibiotik membantu meredakan inflamasi pada kulit serta mencegah infeksi sekunder.
Seorang Pria Muda dengan Tuberkulosis Usus Menyerupai Peritonitis Imam Nur Hafizh; Bakri Hasbullah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis usus (ITB) merupakan bagian kecil dari TB luar paru, dan diagnosisnya seringkali menimbulkan tantangan besar karena gejalanya yang tidak spesifik terutama ketika tidak ada infeksi paru aktif dan terdapat kesamaan dengan penyakit perut lainnya. Kasus : Seorang pria 26 tahun suspek peritonitis dengan gejala nyeri perut, disertai perut membesar, kembung, sebah, demam selama satu minggu, mual, dan nafsu makan menurun. Hasil ultrasonografi perut didapatkan gambaran asites, pengaburan fat line curiga ec proses inflamasi, tak tampak gambaran pneumoperitoneum, maupun gambaran ileus pada foto abdomen 3 posisi dan hasil histopatologi menunjukkan lumen berisi massa amorf, submukosa dengan hiperplasia folikel limfoid, banyak sebukan limfosit, dan didapatkan fibrosis serta perlemakan. Hasil : Setelah dilakukan laparatomi gejala perut membaik. Gambaran histopatologis akan memberikan diagnosis. Keterlambatan diagnosis akan menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Kesimpulan : Saat ini kunci mendiagnosis tuberkulosis usus dengan menggunakan kombinasi radiologi dan histopatologi. Penatalaksanaan medis dengan memberikan obat antituberkulosis dan obat simptomatik.
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Tn. M dengan Hipertensi dan Vitiligo Sitta Rahma; Dessy Wahyuni; Ravi Assaro Al Adib Putra; Athip Naufal; Arsita Rasmi; Burhannudin Ichsan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pasien bernama Tn. M berumur 62 tahun datang ke poli umum Puskesmas Bendosari dengan keluhan pusing berdenyut serta terasa pegal-pegal, kenceng dibagian pundak sejak kemarin, memberat saat dibuat aktifitas berat. Pasien mengatakan ada riwayat bahwa dirinya didapati hipertensi sudah 2 bulan yang lalu sejak melakukan pemeriksaan ke dokter, dari saat itu pasien mengatakan sering minum obat hipertensi, namun pasien mengatakan tidak rutin meminum obat hipertensinya, dan semenjak tahu tensinya tinggi pasien sering mengecek tensinya di posyandu lansia terdekat. Pasien juga mengeluhkan mata kiri merah terasa ganjel, gatel sejak kemarin setelah bepergian dari sawah, Tn.M merasa kemasukan barang atau sesuatu pada mata. Dilakukan pemeriksaan dengan pendekatan keluarga untuk mencari penyebab dan faktor risiko yang ada dalam keluarga pasien. Selanjutnya, penyakit diberikan perawatan secara komprehensif dengan tatalaksana non medikamentosa dan medikamentosa. Dilakukan edukasi pada pasien dan keluarga mengenai penyakit pasien dan pentingnya diet makanan, berolahraga, dan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat.
Efusi Pleura Hemoragik Masif Rekuren Menyerupai Malignansi pada Wanita Usia 52 Tahun dengan Penyakit Ginjal Kronik K Krisbiyanto; Lidya Goprani Umar
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura adalah penumpukan cairan berlebih dalam kavitas pleura, dapat digolongkan menjadi efusi pleura transudat dan eksudat. Efusi pleura pada pasien gagal ginjal kronik dapat disebabkan oleh malignansi, proses inflamasi akibat toksin uremik, dan infeksi sekunder oleh gangguan imunitas. Gejala yang ditimbulkan pada umumnya adalah sesak napas dan nyeri dada yang dapat bersifat unilateral maupun bilateral. Hasil pemeriksaan darah lengkap, biopsi jaringan pleura, sitologi cairan pleura, dan kultur cairan pleura dapat dilakukan untuk menentukan etiologi. Pada kasus ini efusi pleura hemoragik masif rekuren pada hemithoraks dekstra terjadi pada pasien dengan gagal ginjal kronik yang rutin melakukan hemodialisis sejak 5 tahun sebelum keluhan berlangsung dengan komorbiditas hipertensi dan diabetes melitus. Pasien mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas terutama pada dada kanan yang memberat saat berbaring dan membaik saat duduk, disertai batuk kering dan mual. Keluhan ini berulang setelah pasien mendapatkan tatalaksana drainase cairan dengan WSD (water sealed drainage) 12 hari sebelumnya pada sisi yang sama. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukan kecurigaan pada malignansi, infeksi sekunder (efusi parapneumonia dan tuberkulosis), serta pleuritis uremik. Tatalaksana yang tepat dan komprehensif sangat diperlukan dalam penentuan terapi, terutama dalam mengatasi rekurensi dan menurunkan morbiditas pada pasien.