cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Sindrom Kompartmen pada Anak Usia 12 Tahun dengan Fraktur Tertutup Radius Ulna Dextra Anis Afkar Adilah; Bambang Purwadi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom kompartment merupakan peningkatan tekanan akibat edema progresif di dalam kompartment osteofasial yang kaku sehingga menggangu sirkulasi otot dan saraf menyebabkan kerusakan jaringan intrakompartment. Pada kasus ini, anak laki-laki usia 12 tahun mengeluhkan adanya nyeri pada pergelangan tangan kanannya di IGD. Tangan kanan pasien tampak kehitaman dan bengkak berisi cairan hingga pergelangan tangan kanan. Terasa sangat nyeri. Pasien tidak dapat merasakan sensasi nyeri tusuk oleh jarum pada ujung-ujung jari tangan kanan. Pada pemeriksaan motoris kekuatan otot pada ekstremitas superior (4/5), dan pada ekstremitas inferior (5/5). Namun, pemeriksaan sensoris menunjukkan hasil menurun pada eksteroseptif/protopatik superior dextra. Pemeriksaan penunjang yaitu Foto Wrist D AP/Lateral menunjukkan fraktur komplet 1/3 distal os radius-ulna dextra. Pada kasus ini, dilakukan tindakan imobilisasi, melepaskan pembalut luka, rawat luka dan mendapatkan terapi medikamentosa antibiotic dengan rute intravena. Tindakan pembedahan dan fasiotomi.
Wanita Usia 63 Tahun dengan Bell’s Palsy: Laporan Kasus Wanda Mitra Nugraha; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell's palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan saraf perifer wajah (nervus fasialis) yang terjadi secara akut, dan unilateral. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 63 tahun datang dengan keluhan bibir mencong ke kanan sejak 4 hari yang lalu. Keluhan tersebut muncul secara tiba-tiba pada pagi hari setelah bangun tidur dan diketahui ketika pasien kesulitan untuk berkumur. Pasien juga mengeluhkan mata kiri tidak bisa menutup sempurna, sehingga terasa perih dan berair. Sisi wajah sebelah kiri terasa tebal, dan kaku. Pasien memiliki kebiasaan tidur di lantai dan menggunakan kipas angin yang langsung diarahkan ke wajah dengan volume kencang. Pada pemeriksaan Nervus Fasialis didapatakan asimetris pada pada saat pasien menutup mata, mengembungkan pipi, menyeringai, mengangkat alis, dan mengerutkan dahi, baik pada saat diam maupun bergerak. Ditemukan lagoftalmus sinistra (+) dan fenomena bell (+). Penatalaksanaan diberikan terapi prednisone tablet 5 mg 3x4 selama 7 hari, mecobalamin 3x500 mcg, artificial tears 3xgtt II os, dan lansoprazol 1x30 mg sebelum makan. Terapi non medikamentosa berupa elektrostimulasi, masase wajah dan mirror therapy. Prognosis pada pasien ini adalah dubia ad bonam.
Nyeri Leher pada Usia Tua Hati-Hati Cervical Spondylotic Myelopathy (CSM) : Sebuah Laporan Kasus Muhammad Taufan Akbar; Rieva Ermawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Cervical Spondylotic Myelopathy (CSM) adalah kondisi dimana sumsum tulang belakang terkompresi atau terjepit di tulang belakang leher akibat dari degenerasi atau keausan tulang belakang leher karena proses penuaan atau degenerasi. Pada tahap awal, gejalanya mungkin termasuk nyeri leher lokal dan kekakuan yang menyerupai gejala nyeri leher tidak spesifik. Laporan kasus : Pria, 46 tahun dengan keluhan sudah 1,5 tahun ini kedua kaki terasa lemas dan nyeri terutama pada bagian kaki kiri. Saat berdiri perut terasa tertarik. Setelah beberapa pemeriksaan fisik dan penunjang MRI Cervical, Thoracolumbal, CT-Scan Cervical, kami tahu bahwa dia menderita CSM ec canal stenosis C56 + Protrusion Disc Degenerative C56. Operasi ACDF C56 dilakukan untuk menghilangkan diskus yang rusak untuk meringankan tekanan sumsum tulang belakang, saraf tulang belakang sehingga mengurangi rasa sakit, mati rasa, kesemutan. Kesimpulan : Laporan kasus ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan CSM pada nyeri leher orang dewasa dan perlunya dokter untuk melakukan pemeriksaan terperinci di mana CSM mungkin merupakan diagnosis banding yang potensial.
Seorang Wanita 54 Tahun dengan Kebas dan Kesemutan di Kedua Tangan Amelia Sri Mulyani; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom terowongan karpal / Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median tertekan saat melintasi terowongan karpal. Faktor utama yang berkontribusi terhadap timbulnya CTS adalah peningkatan tekanan di dalam terowongan karpal. Tanda-tanda awal khas CTS meliputi nyeri, mati rasa, dan parestesia, yang memengaruhi 3 jari pertama dan separuh lateral jari keempat. Pada kasus ini, kami melaporkan perempuan berusia 54 tahun datang dengan keluhan jari kedua tangan terasa kebas dan kesemutan sejak setahun yang lalu. Keluhan dirasakan memberat, hilang timbul, terutama pada malam hari, dan berkurang bila digerak-gerakkan atau direndam dengan air hangat. Belakangan ini pasien tidak dapat menggenggam dan memegang benda terutama tangan kanan. Pekerjaan pasien merupakan seorang pencari rumput. Pemeriksaan fisik dan status generalis dalam batas normal. Pada status lokalis didapatkan atrofi otot tenar +/-, tonus otot thenar melemah +/-, Phalen Test +/+, Reverse Phalen Test +/+, Tinnel Test +/+, Durkan’s Test +/+, Flick Sign +/+, tes elevasi tangan +/+, Wasting Thenar Test +/-, Bottle Sign +/+. Pasien juga dilakukan pemeriksaan elektromiografi dengan hasil mengarah ke CTS, dan didiagnosis CTS. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah meloksikam 2x15mg, Mecobalamin 3x500mcg, gabapentin 1x300 mg, dan Methylprednisolone 2x4mg. Kasus ini menekankan pentingnya diagnosis, faktor risiko, dan pengobatan optimal pada CTS.
Laki-Laki 69 Tahun Dermatitis Atopik dan Kulit Kering: Laporan Kasus Gefeira Otiratu; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis yang disebabkan oleh paparan alergen dikenal sebagai dermatitis kontak alergi. Kekurangan air pada stratum korneum menyebabkan kulit kering yang disebut juga xerosis cutis. Kondisi yang disebutkan di atas umumnya terjadi pada populasi lanjut usia dan biasanya disebabkan oleh penurunan aktivitas kelenjar keringat dan sebaceous, berkurangnya keratinisasi, penurunan kadar ceramide dan faktor pelembab alami (NMF), atau kelainan mendasar lainnya. Di Indonesia, 63,78% kasus kulit kering dilaporkan ke RSCM antara tahun 2008 dan 2013. Gatal, atau pruritus, adalah salah satu tanda utama kulit kering yang menyertai lesi kulit seperti retakan, eritema, dan pengeroposan. Kulit kering lebih sering terjadi pada tulang kering, ekstensor, dan panggul. Mengoleskan pelembab secara topikal, mengubah gaya hidup, dan memodifikasi lingkungan sekitar merupakan strategi utama dalam mengatasi kulit kering. 10% urea atau 5% asam laktat adalah dosis yang dianjurkan untuk emolien dan petrolatum. Hindari penggunaan pelembab yang menyebabkan kulit sensitif atau iritasi. Mengubah gaya hidup, seperti mengurangi waktu mandi, memilih sabun yang tepat, dan mengontrol tingkat kelembapan, sangat penting untuk mengatasi kulit kering.
Seorang Pria 34 Tahun dengan Keratokonjungtivitis et Causa Thyroid Eye Disease Dessira Rizka Tri Ariany; Setyaning Putri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thyroid eye disease merupakan peradangan kronis yang diperantarai oleh sistem kekebalan tubuh pada orbita, penyebab paling umum proptosis unilateral atau bilateral pada dewasa. Insiden di Amerika Serikat per tahunnya sekitar 16 per 100.000 penduduk pada kelompok wanita, sedangkan 2,9 per 100.000 penduduk pada kelompok pria. Prevalensi di Indonesia cukup bervariasi, di RSCM didapatkan 22-25% kasus tirotoksikosis yang berobat pada ahli endokrin. Penelitian di RSCM tahun 2004 didapatkan data bahwa 517 kasus yang berobat ke ahli endokrin merupakan hipertiroidisme dengan jumlah 135 dan dari kasus tersebut terdapat 30 kelainan mata dengan berbagai tingkatan. Etiologinya belum dipahami dengan jelas. Thyroid eye disease melibatkan siklus kompleks yang diperantarai oleh kekebalan tubuh yang melibatkan fibroblas orbital, adiposit, dan limfosit. Seorang pria berusia 34 tahun ke Poliklinik Mata RSUD Harjono Ponorogo dengan keluhan kedua mata terasa kering 2 bulan yang lalu dan keluhan dirasakan memberat sejak 3 hari ini. Keluhan disertai mata merah dan menonjol. Pasien juga mengatakan bahwa ketika melihat cahaya terasa silau, dan juga terdapat sensasi tebal, panas, serta berair pada kedua mata. Sebelumnya pasien telah di diagnosis hipertiroid pada tanggal 03 Agustus 2023 dan sampai saat ini pasien masih mengkonsumsi obat hipertiroid.
Seorang Laki-Laki 42 Tahun dengan Abses Perianal Arif Budi Satria; Tri Kurnia Ahmad Islamuddin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses perianal merupakan akumulasi cairan infeksi di sekitar anus. Sekitar 90% abses perianal idiopatik terjadi karena infeksi kelenjar kriptoglobular. Insiden dari lesi ini adalah 16,1-20,2 per 100.000 per tahun dengan dua kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, dan usia rata-rata 40 tahun. Etiologi yang mendasari terbentuknya abses perianal ialah obstruksi kelenjar kriptus. Seorang laki-laki 42 tahun datang dengan keluhan bisul di dekat anus sejak 5 bulan. Bisul terasa keras, dalam 1 minggu pecah mengeluarkan nanah dan hanya dibersihkan dengan cairan antiseptik. Bekas bisul yang pecah mengeluarkan cairan bening hingga kekuningan, dan sedikit darah yang keluar setiap 2 hari sekali dalam 2 bulan terakhir. Cairan keluar terutama ketika duduk dan berhenti setelah dibersihkan dengan cairan antiseptik. Pasien juga melaporkan bahwa ketika buang angin terasa keluar dari bekas bisul tersebut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan IMT 29,1 (obesitas I). Diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan status lokalis perianal, pada inspeksi tampak lesi kemerahan, berbentuk oval, pada arah jam 7, berukuran 1 x 0,5 cm. Pada palpasi, terdapat lesi berair dan tidak didapatkan nyeri. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar HbA1c 7,07 %. Tatalaksana abses perianal adalah insisi dan drainase.
Seorang Laki-Laki Berusia 32 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid Nourma Fatmala Putri; Agung Priatmaja
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diagnosis skizofrenia paranoid ditegakkan berdasarkan kriteria diagnostik PPDGJ III, yaitu dengan terpenuhinyai kriteria skizofrenia dan meningkatnya gejala halusinasi serta waham. Gangguan ini mengganggu fungsi pekerjaan dan interaksi sosial. Faktor pemicu skizofrenia antara lain genetik, usia, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, konflik keluarga, dan ekonomi. Tn. N, 32 tahun datang diantar keluarganya karena mengamuk dan ingin membunuh ayahnya dengan pisau. Pasien sering melihat Jayabaya, mahluk halus seperti pocong, dan bayangan manusia berwarna hitam, pasien merasa dirinya dirasuki banyak sukma orang lain termasuk ayahnya yang mana sukma tersebut berkomentar dengan apa yang dilakukan pasien, terkadang menyuruh untuk melakukan sesuatu, dan menertawakan pasien. Status psikiatri penampilan sesuai dengan jenis kelamin dan usianya, perawatan diri baik, mood eutimia, afek sempit, halusinasi visual dan auditorik, isi pikir waham dikendalikan, bentuk pikir non realistik, arus pikir flight of idea, tilikan derajat 1, dan taraf kepercayaan dapat dipercaya. Pasien didiagnosis skizofrenia paranoid dan terapi dilakukan rawat inap, pemberian risperidone 2x2 mg, CBT, psikoedukasi, intervensi keluarga.
Karakteristik Pasien yang Menjalani Pemeriksaan Audiometri di Poliklinik THT Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun 2023 Yan Wirayudha; Widji Astuti Damayanti; H Hapif; Nadia Ala Firdaosa; Tetiana Pinanti; Zidan Naufal Rifandi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan menurunnya kemampuan mendengar sebagian atau seluruhnya pada salah satu atau kedua telinga, mulai dari derajat ringan hingga sangat berat dengan ambang pendengaran lebih dari 26 dB pada frekuensi 500, 1000, 2000 dan 4000 Hz. Gangguan pendengaran akibat paparan bising di Indonesia merupakan yang tertinggi di asia tenggara berjumlah sekitar 16,8 persen atau 36 juta manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien yang menjalani pemeriksaan audiometri di Poliklinik THT RS PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 209 sampel yang terbanyak terjadi pada laki-laki sebanyak 124 orang (59,3%), kemudian paling banyak melakukan tes pemeriksaan audiometri pada golongan usia dibawah 35 tahun sebanyak 124 orang (59,8%), hasil pemeriksaan audiometri paling sering adalah tuli sensorineural sebanyak 45 orang (21,5%) pada telinga kanan dan 51 orang (24,4%) pada telinga kiri. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan spesifik sehingga menjadi pengembangan bagi penelitian analitik selanjutnya.
Ante Natal Care Tidak Lengkap dan Panjang Badan Lahir Kurang sebagai Faktor Risiko Stunting pada Balita Annanda Aditya Maharani; Mohammad Shoim Dasuki
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : stunting merupakan salah satu keadaan malnutrisi yang dapat terjadi pada balita yang diakibatkan berbagai faktor.prevalensi stunting pada balita di dunia diperkirakan ada 151 juta anak. Balita yang mengalami stunting. Indonesia sendiri memiliki presentase prevalensi status gizi (tb/u) pada indonesia memiliki presentase stunting 11,5% untuk kategori sangat pendek dan 19,3% untuk pendek. Catatan zscore kategori sangat pendek yaitu <-3,0 dan kategori pendek yaitu ≤-3,0 s/d <-2,0. Tujuan : mengetahui hubungan ante natal care dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di puskesmas adiluhur. Metode: jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan case control, dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan diambil dari buku kohort ibu dan bayi serta data e-ppgbm. Hasil: distribusi penelitian ini memiliki sampel laki-laki lebih banyak (63.4%) dibandingkan perempuan (36,6%). Or ante natal care 19,933 dan or panjang badan lahir 12,833 pada analisis bivairat. Pada analisis multivariat nilai or ante natal care sebesar 21,620 dengan or panjang badan lahir sebesar 17,104. Kesimpulan: dari penelitian ini didapatkan hasil yang menyatakan adanya hubungan ante natal care dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di puskesmas adiluhur.