cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Laki-Laki 79 Tahun dengan Cardiorenal Syndrome, Bronkopneumonia, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut Yasmindra Caroline Purdiatmaja; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jantung dan ginjal berinteraksi erat untuk menjaga stabilitas hemodinamik dan perfusi organ. Sindrom kardiorenal mencakup spektrum gangguan yang melibatkan jantung dan ginjal, di mana disfungsi akut atau kronis pada satu organ dapat menyebabkan disfungsi akut atau kronis pada organ lainnya. Pasien Tn. MW berusia 79 tahun datang ke RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan sesak di dada. Selain sesak, pasien juga mengeluhkan batuk dan bengkak pada kedua tungkai. Keluhan dialami setelah pasien tidak rutin kontrol dan tidak minum obat selama 2 bulan. Cardiorenal syndrom menggambarkan pasien disfungsi ginjal hingga gagal jantung kronik, kelompok pasien ini memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Hemodinamik, neurohormonal serta aktivasi simpatis sistem jantung dan ginjal yang berlebihan menyebabkan mekanisme dua arah yang mengurangi fungsi kedua sistem organ. Pemahaman menyeluruh tentang patofisiologi, manifestasi, dan hubungan antara sistem ginjal dan kardiovaskular penting untuk diagnosis dini. Ketepatan terapi akan menjadikan masa perawatan lebih efektif dan lama rawat inap lebih singkat. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli jantung dan ahli ginjal sangat penting. Prognosis kelima subtipe tidak seragam, sangat tergantung pada proses penyakit yang mendasarinya.
Dermatitis Stasis dan Ulkus Stasis pada Wanita Dewasa dengan Chronic Venous Insufficiency: Laporan Kasus Kharisma Zahrotus Saida; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Vena Kronis (CVD) adalah kelainan umum yang berhubungan dengan gejala stadium lanjut suatu penyakit. Meskipun awalnya tidak menunjukkan gejala, CVD merupakan kelainan umum yang dapat dikaitkan dengan berbagai gejala. Kelas C4 (menurut klasifikasi CEAP) ditetapkan sebagai Chronic Venous Insufficiency (CVI). Dermatitis stasis sebagai manifestasi kulit dari CVI yang disebabkan oleh aliran darah vena retrograde. Ny. D berusia 46 tahun datang ke Poli Klinik Kulit dan Kelamin RS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan keluhan terdapat perubahan warna kulit merah kehitaman sebagian pada kedua kaki, tampak luka pada kaki kanan yang sudah mengering, dan pembuluh darah yang melebar di kedua kaki. Pasien merupakan pasien kontrol rutin dengan diagnosis Chronic Venous Insufficiency. Pasien pertama kali periksa di Poli Klinik Bedah Thoraks dan Cardiovaskuler pada 2 tahun yang lalu dengan keluhan bengkak dan nyeri pada kedua kaki.
Komplikasi Klinis Pasien DSS dan EDS Anak di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Periode April 2024-Mei 2024 Aliza Mibawani; Isna Nurhayati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue dan ditularkan nyamuk Aedes aegypti, manifestasi DBD perdarahan dikulit petechie, purpura, echymosis, epistaksis, perdarahan gusi, melena, hepatomegali, trombositopeni. Dengue Syock Syndrome (DSS) adalah sindroma syok yang terjadi pada penderita Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) menyebar luas tiba tiba. Expanded Dengue Syndrome (EDS) salah satu manifaestasi klinis dari infeksi virus dengue yang melibatkan organ paru, hati, ginjal, jantung, maupun otak dengan atau tanpa ditemukannya tanda kebocoran plasma. Tujuan: Mengetahui komplikasi klinis pasien DSS dan EDS pada anak yang dirawat di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo pada bulan April 2024 – Mei 2024. Metode: Observasional pendekatan deskriptif retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo menggunakan data sekunder rekam medis. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan kriteria inklusi seluruh pasien anak dengan DSS dan EDS yang dirawat inap berdasarkan pendataan rekam medis pada bulan April 2024 – Mei 2024. Hasil: Terdapat 10 kasus yang memenuhi kriteria restriksi. Berdasarkan data demografi, pasien mengalami komplikasi klinis berupa encephalopati, massive bleeding, hipertensi, kematian, dan prolonged syok Kesimpulan: Kejadian DSS dan EDS pada anak di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo periode April 2024- Mei 2024, memiliki komplikasi klinis berupa encephalopati (20%), massive bleeding (6%), hipertensi (2%), kematian (2%), dan prolonged syok (2%).
Seorang Anak Laki- Laki 14 Tahun dengan Abses Peritonsil Bilateral Putri Wahyu Wijayanti; Nurmala Shofiyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses peritonsil merupakan kumpulan nanah antara kapsul fibrosa tonsil dan otot konstriktor faring. Abses peritonsil unilateral merupakan komplikasi umum dari tonsilitis akut, sedangkan abses peritonsil bilateral jarang terjadi. Insiden abses peritonsil bilateral masih belum diketahui namun diperkirakan mencapai 4,9% dari seluruh kasus abses peritonsillar. Laporan kasus: Seorang laki-laki berusia 14 tahun datang ke IGD dengan keluhan abses peritonsil bilateral dan mengeluh nyeri telan selama dua minggu. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya tonsil membengkak T2-T4, hiperemis, uvula membengkak mengarah ke kiri, nyeri tenggorok, dan sulit menelan. Perawatan untuk pasien ini termasuk sayatan dan drainase peritonsil bilateral dan antibiotik intravena ampicilin. Kesimpulan: Kami telah melaporkan abses peritonsil bilateral dimana kami melakukan insisi dan drainase. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat diperlukan untuk menghindari kesakitan dan kematian yang tidak diinginkan.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 10 Tahun dengan Webbed Penis: Laporan Kasus Galih Widya Kusuma; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Webbed penis adalah kondisi ketika kulit skrotum meluas terlalu tinggi ke ventral penis dan membentuk jaringan atau lipatan kulit diantara penis dan skrotum sehingga mengaburkan sudut penoskrotal. Dilaporan kasus seorang anak laki-laki usia 10 tahun dengan keluhan Kulit yang menempel antara penis dan scrotum sejak lahir serta tidak didapatkan keluhan lain, Pada pemeriksaan fisik pada regio inguinal didapatkan penis tampak tenggelam dan tertutup oleh kulit penis. Pada kasus ini tindakan yang dilakukan pada pasien berupa rekontruksi penis. Rekontruksi pada penis menjadi pilihan tatalaksana pada webbed penis. Tujuan dari perbaikan ini adalah memperbaiki sudut penoskrotal. Pada anak anak hal ini dapat dilakukan dengan membuat sayatan kulit horizontal setinggi sudut penoskrotal dan menutup secara longitudinal.
Laki-Laki Berusia 77 Tahun dengan Hernia Inguinalis Lateralis Reponible Sinistra Andhika Huda Yanuarizki; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hernia merupakan penonjolan abnormal isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding yang bersangkutan. Dilaporkan kasus seseorang lai-laki dengan keluhan benjolan di selangkangan kiri. Benjolan dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan memberat saat beraktivitas seperti mengangkat barang berat, batuk, dan mengejan, keluhan membaik dengan istiraha. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan yang terletak di inguinal sinistra, pada pemeriksaan Ziemen Test, Thumb Test, dan Finger Test didapatkan hasil positif. Tujuan utama dilakukan Hernia repair dan Herniotomy untuk menghilangkan penyebab Hernia, memgurangi gejala klinis, dan mencegah komplikasi. Edukasi dan tatalaksana sesuai pedoman adalah kunci keberhasilan manajemen penyakit.
Seorang Wanita 46 Tahun dengan Tension Type Headache (TTH): Laporan Kasus Khurrun Aini Nazila; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cephalgia adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang bola mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala dan dapat menunjukkan penyakit organik, respon stres, vasodilatasi, tegangan otot rangka, atau kombinasi respon tersebut. Cephalgia dibagi menjadi primer dan sekunder dengan prevalensi Tension Type Headache (TTH) yang merupakan jenis cephalgia primer terbanyak di dunia, diperkirakan sekitar tiga milyar orang mengalami kelainan nyeri kepala, 1.89 milyar dengan TTH dan 1.04 milyar dengan migraine. Tension Type Headache (TTH) adalah nyeri kepala yang disebabkan oleh tegangnya otot pada wajah, leher atau kulit kepala. Pada kasus ini, seorang wanita 46 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala terus-menerus selama 1 tahun dan memberat sejak 3 hari, keluhan disertai mual. Pasien memiliki riwayat vertigo dan hipertensi terkontrol. Berbagai pilihan pengobatan yang tersedia untuk manajemen nyeri kepala primer, termasuk intervensi farmakologis dan non farmakologis. Pilihan pengobatan tergantung pada diagnosis pasien, morbiditas, tingkat kecacatan dan preferensi. Manajemen gaya hidup dapat membantu pasien dengan nyeri kepala episodik, seperti sebagai migrain atau nyeri kepala tipe tegang. Manajemen mencakupi identifikasi pemicu, mengoptimalkan tidur, olahraga teratur, reduksi stres dan menjamin keteraturan makan.
Seorang Wanita Usia 75 Tahun dengan PPOK Eksaserbasi Akut, Bronkopneumonia, dan Diabetes Melitus Dimas Bagus Pratama; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPOK biasanya disebabkan oleh paparan signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya. Hambatan jalan napas pada PPOK disebabkan oleh obstruksi saluran napas kecil (obstruksi bronkiolitis) dan kerusakan parenkim paru (emfisema). Bronkopneumonia adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara masuk ke paru-paru, juga dikenal sebagai bronkus. Keadaan ini terutama disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi virus dan jamur. Seorang wanita Ny. M usia 75 tahun, datang ke Poli Paru RSUD Karanganyar dengan keluhan sesak dirasakan sejak 2 minggu yang lalu dan memberat 3 hari yang lalu, sesak disertai batuk berdahak, nyeri dada, nyeri ulu hati, keringat dingin, dan mual.Telah dilaporkan sebuah kasus PPOK disertai dengan bronkopneumonia pada wanita usia 75 tahun. Diagnosis ditegakkan setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini, dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto thorax, pemeriksaan darah rutin, elektrolit, hapusan darah tepi.
Seorang Perempuan Usia 76 Tahun dengan Kolelitiasis: Laporan Kasus Rr Nadhira Al Fajrie; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolelitiasis merupakan suatu keadaan dimana terdapatnya batu empedu di dalam kandung empedu (vesica fellea) yang memiliki ukuran, bentuk, dan komposisi yang bervariasi. Kolelitiasis terjadi akibat gabungan beberapa unsur yang membentuk suatu material mirip batu dimana terdapat di dalam kandung empedu. Dilaporkan kasus seorang perempuan usia 76 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut di sebelah kanan atas. Nyeri dirasakan hilang timbul sejak satu bulan yang lalu. nyeri terasa tajam seperti ditusuk, nyeri tidak menjalar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada regio hipokondriaka dextra. Pada hasil USG abdomen pada gallblader menunjukkan terdapat multiple batu dengan ukuran terbesar 1,54 cm. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pada pasien ini maka dapat ditegakkan diagnosis klinis yaitu Kolelitiasis. Dilakukan tatalaksana pembedahan berupa kolesistektomi. Kolesistektomi merupakan baku emas (gold standar) untuk tatalaksana kolelitiasis dengan disertai gejala. Terapi post pembedahan berupa tirah baring, perawatan luka post pembedahan, mobilisasi post pembedahan, diet tinggi protein dan diet rendah lemak.
Ketoasidosis Diabetik Campuran Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar Hilwamadda Arrumaisha; Rosa Priambodo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoasidosis diabetes (KAD) dan Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS) adalah komplikasi akut hiperglikemi yang umum terjadi pada orang dengan Diabetes Mellitus (DM). KAD umumnya dialami oleh penderita DM tipe 1, sedangkan HHS lebih sering didapati pada DM tipe 2, walaupun dapat terjadi sebaliknya. Meskipun KAD secara klinis dibedakan dengan HHS, dimana pada KAD didapati kondisi hiperglikemi dengan asidosis metabolik dan ketosis, sedangkan pada HHS ditandai dengan hiperglikemia ekstrim dan hiperosmolalitas tanpa ketosis, 2 kondisi ini dapat ditemukan secara bersamaan, yang menimbulkan dilema dalam penatalaksanaannya. Kami melaporkan kasus KAD campuran HHS pada seorang wanita 55 tahun di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan tak sadarkan diri. Keadaan Umum pasien tampak sakit berat dengan GCS E1V2M2. Hasil pemeriksaan darah rutin didapatkan GDS 692 mg/dL, pH Darah 7.18, dan Natrium 151.3 mmol/L. Pasien kemudian mendapatkan penanganan berupa pemasangan DC, infus NaCL 0.9% 30 tpm, O2 nasal canul 4 lpm, syringe pump Insulin Aspart 50 U, 10 IU/ 2 jam, injeksi insulin Aspart 6 U/mL per 8 jam, injeksi Insulin Glargine 10 U/mL per 24 jam, beserta terapi penunjang lainnya.