cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Pria Usia 74 Tahun dengan CKR, Vulnus Laceratum dan Varises: Laporan Kasus Azahra Khansa Muza; Budi Yuwono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varises ini merupakan suatu manifestasi dari sindrom insufisiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti. Angka kejadian varises di Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 25% sampai 30% pada wanita dan 10% sampai 20% pada pria. Dilaporkan pada salah satu kasus pada seorang pria usia 74 tahun dengan keluhan keluhan nyeri pada luka robek di kepala sebelah kanan post KLL, pusing dan nyeri pada tungkai bawah. Pasien terdiagnosis CKR, vulnus laceratum dan varises dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Pada pemeriksaan fisik berupa inspeksi didapatkan vulnus laceratum regio temporo occipital dextra dan vena yang menonjol dan berkelok-kelok. Pada palpasi didapatkan keaadan vena yang abnormal dengan ukuran 6 cm pada tungkai dextra dan 3 cm pada tungkai sinistra. Pada pemeriksaan penunjang CT scan didapatkan soft tissue swelling extracranial ringan regio parietalis dextra dan infarct kecil di centrum semiovale sinistra. Tatalaksana yang diberikan infus asering 20 tpm, injeksi antalgin 1 gr/12 jam kp nyeri, injeksi citicolin 500mg /12 jam, injeksi ranitidine 50 mg /12 jam, injeksi ampicillin 1 gr/8 jam.
Karsinoma Sel Basal Dwi Atika; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma Sel Basal (KSB) adalah kanker kulit tipe non melanoma yang berasal dari lapisan basal epidermis dan tidak mengalami keratinisasi. Karsinoma sel basal dikenal juga dengan basalioma atau sel basal epitelioma, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan sekitar yang cukup besar sehingga mempengaruhi fungsi organ dan penampilan. Karsinoma sel basal sering ditemukan pada area yang terpapar sinar ultraviolet (UV), misalnya di daerah kepala, leher dan banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut. Penyakit ini dapat menyerang secara lokal mengakibatkan kerusakan jaringan yang cukup besar sehingga mempengaruhi fungsi dan penampilan. Pertumbuhannya lambat dan jarang metastasis tetapi pada beberapa kasus dapat bersifat sangat agresif dengan infiltrasi cepat dan menghancurkan struktur yang lebih dalam. Insidensi KSB tercatat mencapai 2,75 juta kasus di seluruh dunia pada setiap tahunnya sehingga telah berkembang menjadi masalah kesehatan tersendiri. Di Indonesia, berdasarkan data Badan Registrasi Kanker, Ikatan Ahli Patologi Indonesia, dari 1.530 kasus kanker kulit, terdapat 39,93% kasus karsinoma sel basal sebagai kasus terbanyak.
Seorang Perempuan 16 Tahun dengan Periappendicular Infiltrat Hera Febrianti; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periappendikular infiltrat atau appendicitis infiltrate merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat appendicitis atau radang usus buntu. Komplikasi ini terjadi ketika terbentuk massa pada daerah sekitar appendiks, yang diawali oleh appendicitis akut. Appendicitis akut sendiri disebabkan oleh obstruksi pada lumen usus buntu yang terjadi karena beberapa faktor, seperti hiperplasia limfoid, fekalit, fibrosis, benda asing (seperti makanan, parasit, atau kalkuli), serta neoplasia. Gejala klinis yang muncul pada periappendikular infiltrat umumnya mirip dengan gejala appendicitis akut, seperti nyeri perut, mual, dan demam. Pada kasus ini, seorang perempuan berusia 16 tahun dilaporkan mengalami periappendikular infiltrat. Penanganan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan tindakan operasi, yaitu apendiktomi, yang bertujuan untuk mengangkat usus buntu yang meradang. Dengan operasi ini, diharapkan pasien dapat sembuh dan terhindar dari komplikasi lebih lanjut.
Seorang Wanita Berusia 70 Tahun dengan Sirosis Hepatitis Dekompensata et Causa Hepatitis B: Laporan Kasus Febri Retnosari; Fashiha Gusli; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hepatis dekompensata merupakan tahap akhir dari kondisi patologis hati. Penyakit ini berkembang secara progresif, ditandai dengan perubahan struktur sel hati berupa fibrosis dan pembentukan nodul regeneratif. Prevalensi sirosis hepatis di dunia diperkirakan mencapai 0,3% dalam French Screening Programme, dengan penyebab utama di sebagian besar dunia ialah konsumsi alkohol dan infeksi virus hepatitis. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 20 juta orang menderita hepatitis, dengan prevalensi tertinggi pada hepatitis B. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, pada tahun 2022, terdapat 2.159 orang meninggal akibat sirosis dan kanker hati, yang merupakan komplikasi dari hepatitis kronis yang sering dialami oleh penderita hepatitis B pada stadium lanjut. Laporan ini menunjukkan pasien Wanita usia 70 tahun dengan kondisi lanjut dari sirosis hepatitis yaitu sirosis hepatitis dekompensata. Hasil dari pemeriksaan fisik abdomen didapati sklera ikterik (+/+), shifting dulness, dan edema tungkai (+/+). Berdasarkan dari pemeriksaan laboratorium, tampak adanya peningkatan fungsi hati, lalu dari pemeriksaan USG didaptkan kesan sirosis hepatis dan ascites. Penaganan diberikan untuk menekan progresifitas dari penyakit, menangani komplikasi dan mencegah kompikasi lainnya.
Fraktur Komplit Ramus Superior Inferior os Pubis Dextra Alvina Kusuma Wijaya; Alifia Rifki Amanda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah hilangnya kontinuitas jaringan tulang, tulang rawan epifisis dan atau tulang rawan sendi baik yang bersifat total maupun yang parsial. Fraktur dapat terjadi akibat peristiwa trauma tunggal, tekanan yang berulang- ulang, atau kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologik). Sebagian besar fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa pemukulan, penghancuran, penekukan, pemuntiran, atau penarikan. Fraktur dapat disebabkan trauma langsung atau tidak langsung. Trauma langsung berarti benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur di tempat itu. Trauma tidak langsung bila titik tumpu benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan. Trauma biasanya terjadi secara langsung pada panggul karena tekanan yang besar atau karena jatuh dari ketinggian. Pada orang tua dengan osteoporosis dan osteomalasia dapat terjadi fraktur stress pada ramus pubis. Fraktur pelvis berhubungan dengan injuri arteri mayor, saluran kemih bagian bawah, uterus, testis, anorektal dinding abdomen, dan tulang belakang. Dapat menyebabkan hemoragic (pelvis dapat menahan sebanyak ±4 liter darah) dan umumnya timbul manifestasi klinis seperti hipotensi, nyeri dengan penekanan pada ramus pubis , perdarahan peritoneum atau saluran kemih. Prinsip penanganan fraktur meliputi reduksi, imobilisasi, dan pengembalian fungsi serta kekuatan normal dengan rehabilitasi.
Seorang Pria Usia 77 Tahun dengan Hernia Inguinalis Lateralis Dextra: Laporan Kasus Hania Shofyana Khoirunniza; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hernia inguinalis merupakan kondisi prostrusi organ intestinal yang masuk ke rongga melalui defek atau bagian dinding yang tipis atau lemah dari cincin inguinalis. Insiden hernia inguinalis meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria dari dekade kelima hingga ketujuh. Jenis hernia yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis sekitar 75%. Dilaporkan pada salah satu kasus pada seorang pria usia 77 tahun dengan keluhan adanya benjolan pada selangkangan kanan yang mengganggu aktivitas dan semakin membesar. Pasien terdiagnosis Hernia Inguinalis Lateralis dextra dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Pada pemeriksaan status lokalis regio Inguinalis Dextra didapatkan benjolan di daerah inguinal dextra, warna sesuai dengan kulit sekitar, tidak ada kemerahan, benjolan tidak dapat masuk sendiri atau menetap dengan posisi pasien berdiri, duduk, mengejan, atau berbaring. Palpasi : teraba benjolan, berbentuk lonjong, tidak nyeri tekan, konsistensi kenyal, benjolan tidak bisa dimasukan dengan jari, dan finger test: benjolan teraba dengan ujung jari, dan pada auskultasi: bising usus (+). Tatalaksana yang diberikan infus RL 500ml/8jam, injeksi ceftriaxone 1gr/12jam, injeksi santagesik 1Amp/8jam dan tindakan operatif yaitu dengan hernia repair.
Batu Empedu Garin Jhovany; Bakri Hasbullah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cholelithiasis adalah kondisi yang ditandai dengan sakit perut mendadak akibat terbentuknya batu di dalam kantung empedu. Penyakit batu empedu juga bisa terjadi di saluran empedu. Sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolesterol yang mengeras dan membentuk batu. Kami melaporkan kasus cholelithiasis pada pasien perempuan berusia 46 tahun. Pasien datang dengan keluhan utama berupa Perut kanan atas terasa penuh sampai kepunggung selama 6 bulan. Pada pemeriksaan terdapat nyeri tekan pafa perut kanan bawah. Pasien mendapatkan penanganan dengan tindakan operatif yaitu dengan cholesistektomi.
Combustio Grade III et Causa Bunga Api (Petir): Sebuah Laporan Kasus Zhela Fatin Fatiha; Yudi Eko Prasetyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas tinggi yang memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal (fase syok) sampai fase lanjut. Luka akibat petir jarang terjadi tetapi berpotensi serius dan mengancam jiwa. Sambaran petir langsung jarang terjadi tetapi sering fatal, melibatkan sekitar 5% dari peristiwa sambaran. Sambaran petir adalah peristiwa yang kompleks yang dapat mengakibatkan spektrum luas luka dari trauma tumpul hingga henti jantung paru. Perawatan dan perhatian khusus harus dilakukan saat mengevaluasi korban sambaran petir. Kami menyajikan seorang wanita berusia 36 tahun yang terkena kembang api (petir) saat mengandarai sepeda motor. Pasien datang ke IGD dengan keaadaan tidak sadar penuh, muntah, terdapat luka bakar berwarna putih sekitarnya kemerahan tidak nyeri dan disertai bulla pada regio punggung. Hari kedua perawatan pasien mengeluhkan telinga berdengung dan muntah-muntah. Selain luka bakar, kami mewaspadai adanya gangguan pada jantung dan organ lainnya di regio kepala, sehingga perlunya pemeriksaan lebih lanjut dan perawatan intensif kepada pasien.
Seorang Laki-Laki Usia 38 Tahun dengan Squamous Cell Carcinoma (SCC): Laporan Kasus Faridita Khoirun Nisa; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma sel skuamosa adalah neoplasma maligna yang berasal dari keratinizing cell/keratinocytes dari epidermis dengan karakteristik terjadinya anaplasia, tumbuh cepat, menginfiltrasi jaringan sekitar dan mempunyai potensi untuk metastasis. Manifestasi klinis KSS lebih sering dijumpai pada area leher dan kepala pada kulit putih dan pada daerah yang tidak terekspos matahari pada kulit hitam, dan orang asia. Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu dari 10 jenis kanker yang paling sering terjadi diseluruh dunia, insidensi pada pria 5% dan wanita 2%. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Dapat timbul dari kulit yang normal (denovo), tetapi biasan yang timbul dari suatu kelainan yang sudah ada sebelumnya. Kebanyakan karsinoma sel skuamosa dapat dihilangkan seutuhnya dengan bedah minor atau kadang-kadang pengobatan terapi. Prognosis kelangsungan hidup jangka panjang (5 tahun) dianggap jelek kalau tebal lesi melebihi 4 mm. Metastasis pada melanoma cenderung terjadi pada tulang, hepar, paru-paru, lien, sistem saraf pusat dan kelenjar limfe.
Diare Cair Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang W Widya; Eva Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak dan dapat menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di negara berkembang. Diare akut adalah buang air besar yang terjadi pada bayi atau anak lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu, sedangkan diare persisten atau kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Anak dengan diare sangat rentan kehilangan banyak cairan dan beresiko mengalami dehidrasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan seorang anak laki laki yang berusia 8 bulan dengan keluhan diare yang berlangsung lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi cair dan didapatkan juga tanda-tanda dehidrasi. Berdasarkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien masuk didiagnosis dengan diare cair akut dengan dehidrasi ringan-sedang Hari rawat ke lima pasien diperbolehkan pulang dan mendapat obat pulang Cotrimoxazol Susp, L-Bio, dan zinc tablet dan puyer batuk serta diagnosis akhir diare cair akut viral infection dengan dehidrasi ringan-sedang.