cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Wanita Usia 35 Tahun dengan Penyakit Bronkopneumonia disertai Efusi Pleura: Laporan Kasus Fahriza Mei Trihatmoko; Maria Reciana Setiailani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor penyakit paru dan pernafasan terus meningkat dan mempunyai aspek kesehatan masyarakat yang luas. Bronkopneumonia adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara masuk ke paru pada bronkus. Efusi pleura adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan adanya penimbunan cairan dalam cavum pleura. Laporan kasus ini akan membahas wanita 35 tahun dengan penyakit paru bronkopneumonia dan efusi pleura. Diagnosis telah ditegakkan atas dasar anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telah ditatalaksana dengan medikamentosa, non-medikamentosa dan edukasi. Pasien Ny. P usia 35 tahun datang dengan keluhan sesak kurang lebih 2 minggu terasa hilang timbul disertai napas terengah engah saat berjalan. Pemeriksaan fisik didapatkan hasil ronkhi di kedua lapang paru. Dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah lengkap, rontgen thoraks, ultrasonografi abdomen, analisis gas darah. Pasien dilakukan rawat inap dengan diberikan tatalaksana oksigen nasal canul, nebulizer, antibiotik, mukolitik, PPI, pungsi pleura.
Wanita 42 Tahun dengan Cushing Syndrome, Bronkopneumonia, Gerd, Infeksi Saluran Kemih, Hipertensi, dan Tinea Incognito Ilham Edgar Fadhila Chandra; YM Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cushing's Syndrome adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kumpulan tanda dan gejala karena pengaruh kadar hormon kortisol yang beredar secara berlebihan di dalam tubuh. Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. GERD adalah suatu keadaan patologis akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus dengan berbagai gejala akibat keterlibatan esofagus, faring, laring dan saluran napas. Infeksi pada saluran kemih biasanya terjadi karena kurangnya faktor kebersihan sehingga bakteri menginfeksi saluran kemih. Tinea inkognito adalah infeksi dermatofita yang telah kehilangan manifestasi khas gambaran klinisnya, sehingga dapat menyerupai gambaran penyakit kulit lainnya.
Tuberkulosis Orcitis: Sebuah Laporan Kasus Syifa Ramadhani Susilo; Joko Susilo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis orcitis merupakan salah satu infeksi tuberkulosis ekstra paru yang jarang terjadi. Tuberkulosis orcitis dapat disebabkan oleh penyebaran hematogen Mycobacterium tuberculosis yang berasal dari paru. Menegakkan diagnosis tuberkulosis orcitis masih menjadi tantangan bagi setiap dokter. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 69 tahun datang dengan keluhan nyeri pada skrotum sejak 1 bulan yang lalu, keluhan dirasakan hilang timbul, keluhan disertai berat badan menurun, batuk berdahak dan demam naik turun. Dari pemeriksaan skrotum didapatkan skrotum membesar disertai warna kemerahan, pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis 16.16 103/ul Pada foto toraks didapatkan infiltrat pada lobus atas paru kiri. Hasil pemeriksaan tes cepat molekular didapatkan Mikrobakterium Tuberkulosis detected medium, rifampicin resistance not detected. Dilakukan biopsi pada skrotum dan didapatkan gambaran sel datia langhans yang menunjukkan peradangan kronik granulomatosa yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kesimpulan: Tuberkulosis orcitis dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisis dan pemeriksaan laboratorium yang menyeluruh. Deteksi dini penyakit ini dapat mengurangi gejala pada pasien tersebut.
Seorang Wanita 13 Tahun dengan Cedera Kepala Ringan Rizka Aurina Dwindasari; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian utama dikalangan usia produktif khususnya dinegara berkembang. Cedera kepala merupakan cedera mekanik yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang mengakibatkan luka kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput tengkorak, robekan selaput otak dan kerusakan jaringan otak itu sendiri serta mengakibatkan gangguan neorologis. Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53% dari insiden cedera kepala, 20%-28% lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi. Penegakan diagnosis terhadap cedera kepala yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik berupa survei primer dan sekunder, pemeriksaan penunjang laboratorium dan CT-Scan. Studi ini merupakan laporan kasus cedera kepala ringan, yaitu seorang wanita berusia 13 tahun datang ke IGD RSUD Karanganyar karena kecelakaan lalu lintas dengan keluhan pusing. Setelah dilakukan anamesisn, pemeriksaan fisik dan penunjang pasien didiagnosis dengan cedera kepala ringan.
Seorang Perempuan 53 Tahun dengan Closed Fracture Ankle Sinistra Salsabila Ulima Hidayati; Alifia Rifki Rimanda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah rusaknya kontinuitas dari struktur tulang, tulang rawan, fraktur dapat disebabkan oleh trauma langsung maupun tidak langsung. Peningkatan insiden fraktur radius distal sebanding dengan peningkatan usia. Kejadian fraktur radius distal di bawh usia 50 tahun yaitu sekitar 9 per 10.000 0rang per tahun tanpa memandang jenis kelamin. Pada wanita, insiden fraktur meningkat tajam dari usia diatas 50 tahun dan meningkat dua kali lipat dengan setiap interval usia 10 tahun sampai usia 70 tahun dan mencapai puncaknya setelah usia 90 tahun yaitu 144 per 10 orang/tahun. Studi ini merupakan laporan kasus fraktur ankle sinistra, yaitu seorang perempuan berusia 53 tahun datang ke IGD RSUD Karanganyar karena nyeri pada kaki kiri setelah terpeleset di lantai. Setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang pasien didiagnosis dengan fraktur ankle sinistra.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Narendra Putra Adi Pamungkas; Devi Usdiana Rosyidah; Retno Sintowati; N Nurhayani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu negara di daerah tropis. Kondisi seperti ini berpotensi menjadi penghasil tanaman obat dunia. Jahe merah termasuk komoditas obat dan rempah dalam temu-temuan. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah bakteri komensal namun bisa menimbulkan penyakit pada manusia. Tujuan: Mengetahui potensi Jahe Merah sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta mengetahui efektivitas antibakteri jahe merah dibandingkan dengan ciprofloxacin. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post test only controlled group. Metode menggunakan sumuran, terbagi menjadi empat konsentrasi yaitu 25%, 20%, 75%, dan 100%. Kontrol negatif menggunakan aquadest dan kontrol positif menggunakan ciprofloxacin. Hasil: Data yang didapatkan diuji statistik non-parametrik Kruskall Wallis mendapat nilai signifikansi 0.001 pada bakteri Escherichia coli dan nilai 0.012 pada bakteri Staphylococcus aureus. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan zona daya hambat tertinggi oleh ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 50% mendapat rerata 13.58mm untuk bakteri Staphylococcus aureus dan konsentrasi 25% mendapat rerata 8.1mm untuk bakteri Escherichia coli. Kesimpulan, ekstrak jahe merah memiliki efektivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus namun belum mampu menyamai daya hambat dari ciprofloxacin.
Seorang Pria Berusia 62 Tahun dengan Hernia Inguinalis Medial Dextra Ireponible disertai Hipertensi dan Diabetes Melitus: Laporan Kasus Pendy Tri Hambodo; Budi Yuwono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hernia adalah penonjolan abnormal isi rongga perut melalui bagian lemah dari dinding perut yang rusak. Hernia dapat di klasifikasikan menajdi beberapa jenis yaitu hernia inguinalis, hernia umlikus,hernia femoralis, hernia diafragmatika. Sekitar 75% hernia terjadi di sekitar lipat paha, berupa hernia inguinal direk, indirek serta hernia femoralis; hernia insisional 10%, hernia ventralis 10%, hernia umbilikus 3% dan hernia lainnya sekitar 3%. Pria berusia 62 tahun dengan hernia inguinalis medial dextra ireponible disertai hipertensi dan diabetes melitus. keluhan terdapat benjolan di scrotum kanan dan terasa sangat nyeri. Benjolan di scrotum diakui sejak 4 tahun lalu. Benjolan keluar saat batuk terlalu kencang. Benjolan awalnya kecil dan lama kelamaan membesar Pada umumnya. Buang air kecil dan buang air besar tidak ada keluhan . keluhan ini umum pada orang dewasa berupa benjolan di lipat paha yang timbul pada waktu mengedan. Batuk atau mengangkat benda berat, dan menghilang waktu istirahat baring. Pemeriksaan hernia sederhana yang dapat dilakukan meliputi finger test, ziemen test dan thumb test.
Laki-Laki Usia 16 Tahun dengan Hidradenitis Suppurativa: Laporan Kasus Andrea Safira Salsabila; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kejadian Hidradenitis Suppurativa (HS) diperkirakan 4,1%. Kejadian terbanyak pada masa pubertas sampai dewasa muda, dan masa klimakterik dengan onset rata-rata pada umur 23 tahun. Penyakit ini dilaporkan lebih sering pada perempuan, dengan perbandingan antara 2:1 hingga 5:1. Tujuan: Artikel ini menyajikan kasus Hidradenitis Suppurativa, yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis, memberikan penatalaksanaan yang sesuai, dan mempertimbangkan potensi risiko terjadinya Hidradenitis Suppurativa. Metode:Artikel ini merupakan laporan kasus tentang seorang anak laki-laki berusia 16 tahun datang ke poliklinik RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan terdapat benjolan di ketiak kanan dan kiri. Hasil: Pemeriksaan dermatologis seluruh tubuh menunjukkan Papul multiple pada ketiak kanan kiri. Pendekatan pengobatan utama adalah tindakan operatif dengan metode eksisi untuk menghilangkan benjolan. Terapi sistemik juga dapat dipertimbangkan seperti penggunaan antibiotik, analgetik, dan salep kortikosteroid. Kesimpulan: Diagnosis Hidradenitis Suppurativa pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik . Edukasi faktor risiko dan pemilihan obat sesuai keluhan merupakan kunci keberhasilan terapi pada pasien iktiosis lamelar.
Seorang Perempuan Usia 61 Tahun dengan Chronic Myeloid Leukemia: Laporan Kasus Zeindhita Arum Anggriyanti; Khairunnisa JC Wijaya; Nahda Aqila; Asna Rosida
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Myeloid Leukemia (CML) merupakan jenis leukemia yang berkembang perlahan dan melibatkan sel darah putih myeloid di sumsum tulang. (CML) disebabkan oleh kelainan klonal dari sel pluripoten, menyebabkan terjadinya tranlokasi pada kromosom 9 dan 22 yang menghasilkan onkogen BCR-ABL. Faktor genetik dan factor lingkungan yang meliputi paparan radiasi dan bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan terjadinya CML. Sebagian besar pasien CML merupakan pasien CML fase kronik (CP-CML). Dalam kasus ini dilaporkan seorang perempuan berusia 61 tahun di bangsal seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo mengeluhkan badan lemas sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit keluhan disertai adanya perut terasa nyeri dan keras pada bagian kiri atas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya splenomegaly serta pemeriksaan darah lengkap didapatkan hasil anemia, dan leukositosis. Pada pemeriksaan hapusan darah tepi didapatkan hasil yang mendukung diagnosis CML fase kronik. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.
Gangguan Skizoafektif Tipe Mania: Sebuah Laporan Kasus Vitania Marsya; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan bagian dari sekelompok diagnosis penyakit mental dalam spektrum skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Gangguan ini menunjukkan gejala skizofrenia serta gejala gangguan afektif. Banyak orang dengan gangguan skizoafektif sering kali salah didiagnosis dengan gangguan bipolar atau skizofrenia pada awalnya karena gejalanya yang mirip dengan beberapa kondisi kesehatan mental tersebut. Kami menyajikan sebuah kasus seorang wanita berusia 54 tahun dengan beberapa riwayat pengobatan dan rawat inap psikiatri, pasien datang ke ruang gawat darurat dengan keluahan utama agitasi. Kami menganalisis catatan klinis dan anamnesis pasien dengan pasien sendiri dan keluarganya, setelah menyingkirkan penyebab organik, kami menilai pasien dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Manik. Gangguan ini menimbulkan risiko tinggi rawat inap berulang dan biaya tinggi yang terkait dengan terapi dan tindak lanjut. Penelitian lebih lanjut untuk masalah ini diperlukan untuk menggali strategi manajemen yang efektif, mengurangi kemungkinan rawat inap di rumah sakit, meningkatkan prognosis dan kualitas hidup pasien, serta mengurangi biaya perawatan terkait.