cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Wanita Usia 63 Tahun dengan Close Fraktur Femur 1/3 Medial Dextra: Laporan Kasus Tia Mella Citra; Alifia Rifki Rimanda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah suatu diskontinuitas susunan tulang yang disebabkan oleh trauma atau keadaan patologis. Fraktur adalah terputus kontinuitas jaringan tulang dan atau rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. fraktur femur paling sering terjadi pada batang femur 1/3 tengah. Fraktur ekstremitas bawah termasuk kedalam 10 fraktur yang paling sering terjadi pada kasus kecelakaan kenderaan bermotor dimana dari 147.348 kasus fraktur pada ekstremitas bawah. Fraktur dibagi menjadi fraktur tertutup dan terbuka. Gejala klasik fraktur adanya Riwayat trauma, nyeri, bengkak, deformitas, gangguan fungsi muskolaskeletal, dan gangguan neurovascular. Penanganan pada fraktur dilakukannya imobilisasi dengan mengembalikan atau memperbaiki bagian tulang yang patah kedalam bentuk yang mendekati semula. Pasien seorang wanita usia 63 tahun masuk IGD dengan keluhan bengkak pada paha kanan disertai nyeri, pasien habis terjatuh di halaman rumahnya. Pasien memiliki riwayat operasi pada bagian yang sama sebanyak dua kali. Pemeriksaan foto polos menunjukkan hasil shortening dengan overraiding fragmen fraktur pada 1/3 medial os femur dextra. Pada kasus ini fraktur femur dextra dilakukan tindakan ORIF diikuti dengan fiksasi interna.
Seorang Laki-Laki Usia 31 Tahun dengan Kista Duktus Tiroglosus: Sebuah Kasus Marchall Sheva Winarno; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kista duktus tiroglosus merupakan kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang menetap sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid. Umumnya ditemukan yaitu sekitar 70% dari seluruh kelainan kongenital di leher dan penyebab massa leher pediatrik kedua paling umum setelah adenopati. Artikel ini menyajikan kasus kista duktus tiroglosus yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis dan memberikan penatalaksanaan yang sesuai. Artikel ini merupakan laporan kasus tentang seorang laki-laki usia 31 tahun datang ke poliklinik bedah RSUP Surakarta dengan keluhan benjolan pada garis tengah leher atau jakun. Ditemukan adanya benjolan yang berada pada garis tengah leher atau jakun dan benjolan bergerak ketika menjulurkan lidah, benjolan tidak terasa nyeri. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang maka diagnosis kerja dari pada kasus ini yaitu kista duktus tiroglosus dan pasien diprogramkan untuk prosedur sistrunk serta pemeriksaan PA yang tidak didapatkan tanda keganasan.
Seorang Wanita Usia 24 Tahun dengan Kusta Multibasiler disertai Eritema Nodusum Leprosum: Laporan Kasus Purista Tiara Dewi; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erythema Nodosum Leprosum (ENL) merupakan reaksi tipe 2 pada kusta yang tergolong sebagai hipersensitivitas tipe III. ENL ditandai oleh nodul eritematosa yang nyeri, demam, dan gejala sistemik lainnya. Studi kasus ini membahas seorang wanita berusia 24 tahun dengan kusta tipe multibasiler dan ENL kronik. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan uji penunjang seperti slit skin smear. Terapi melibatkan kortikosteroid oral (prednisolon), methotrexate, antihistamin, dan edukasi pasien. Lesi ENL yang terlokalisasi pada beberapa area kulit menunjukkan keluhan nyeri, pembengkakan, dan inflamasi. Pemeriksaan neurologis mendeteksi gangguan sensoris berupa anestesi pada telapak kaki dan hipostesi pada tungkai. Terapi kortikosteroid dikombinasikan dengan methotrexate sebagai pengurang kebutuhan steroid jangka panjang. Edukasi diberikan terkait pengelolaan diri dan tanda-tanda relaps. Prognosis pasien tergantung pada deteksi dini dan kepatuhan pengobatan. Pendekatan holistik penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengontrol gejala serta mencegah komplikasi jangka panjang. Studi ini menekankan perlunya diagnosis dan terapi yang cepat serta edukasi berkelanjutan untuk manajemen ENL pada pasien kusta.
Tatalaksana Kegawat Daruratan dan Komplikasi "Snake Bite" pada Rumah Sakit di Daerah Terpencil Mada Sukma Dytho; I Gusti Ngurah Arika Fermiawan; Reza Ika Meliani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mencatat terdapat 350-370 spesies ular dimana 77 diantaranya merupakan ular berbisa.Tercatat 135.000 kasus gigitan ular dengan kematian 10% dalam 10 tahun terakhir. Kami melaporkan kasus laki-laki 35 tahun yang tergigit ular pada manus 1 pedis sinistra dengan diagnosis Snake bite suspek Bungarus candidus dengan gejala sistemik lain yang bersifat membahayakan keselamatan pasien. Penatalaksanaan secara komprehensif dilakukan mulai dari penatalaksanaan trauma (airway, breathing, circulation, disability, exposure serta secondary survey), penatalaksanaan terhadap kelainan pada metabolik, hematologi, dan infeksi sekunder dilakukan pada pasien ini. Penanganan kasus gigitan ular dimulai dari setelah pasien digigit ular hingga pemantauan kondisi pasien lebih lanjut diperlukan dalam menangani pasien. Keterlambatan penanganan dapat memunculkan efek lokal maupun sistemik yang dapat menimbulkan efek yang fatal pada pasien.
Seorang Laki-Laki Usia 19 Tahun dengan Human Immunodeficiency Virus S Shafwatunnisa; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV adalah suatu virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk retrovirus dari famili lentivirus. Kasus ini membahas tentang seorang pasien datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan pada tanggal 25 februari 2024 dengan keluham utama demam sejak 3 hari yang disertai dengan lemas, mual, muntah 1x, nyeri kepala, sariawan (+), diare (+). Hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan HB 10.2 , HCT 29.6, Leukosit 2.7, Trombosit 100, SGOT 63, SGPT 44. Penatalaksanaan medikamentosa diberikan antara lain inf. Pz 20 tpm, pantoprazole 1x1, paracetamol 3x1, diatab 3x2, interlac 1x1.
Laporan Kasus: Fraktur Tertutup Sepertiga Distal os Humerus Sinistra pada Anak Laki-Laki Usia 13 Tahun Syblia Khorihati; Tresna Angga Basunanda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur tertutup sepertiga distal os humerus sinistra adalah kondisi di mana terjadi diskontinuitas tulang di bagian distal humerus tanpa adanya luka terbuka. Kasus ini sering terjadi akibat trauma tumpul yang menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan pergerakan, dan deformitas pada lengan atas. Laporan ini membahas seorang pasien anak laki-laki berusia 13 tahun yang mengalami fraktur tertutup pada sepertiga distal os humerus kiri. Pemeriksaan awal dilakukan sesuai protokol ATLS untuk menilai kondisi vital pasien dan memastikan tidak adanya komplikasi yang mengancam jiwa. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan radiografi yang menunjukkan fraktur dengan pergeseran segmen distal tulang humerus ke arah lateral dan tipe spiral. Penatalaksanaan awal mencakup stabilisasi lengan menggunakan spalk untuk mengurangi nyeri dan imobilisasi. Penanganan definitif dilakukan dengan prosedur Open Reduction Internal Fixation (ORIF), menggunakan plate dan screw untuk memperbaiki posisi dan stabilitas tulang. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pembatasan aktivitas, perawatan luka operasi, dan kemungkinan komplikasi seperti malunion, infeksi, atau cedera saraf radialis. Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan fraktur distal humerus, melibatkan diagnosis yang tepat, teknik pembedahan yang akurat, serta rehabilitasi pascaoperasi untuk memaksimalkan pemulihan fungsi ekstremitas atas. Fraktur ini memiliki prognosis yang baik jika ditangani dengan metode yang sesuai, meskipun risiko komplikasi tetap perlu diantisipasi.
Seorang Pria Berusia 55 Tahun dengan Hepatitis B: Laporan Kasus Fadhilah Nurluthfi Sari; Sherly Marchelina; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis merupakan peradangan sel-sel hati, yang disebabkan karena adanya infeksi, konsumsi obat-obatan, lemak berlebih, alkohol, ataupun penyakit autoimun. Hepatitis B dapat disebabkan karena adanya virus hepatitis B (HBV) dalam tubuh. Gejala hepatitis B dapat berupa simptomatik ataupun asimptomatik yang biasa terjadi pada hepatitis B kronik. Gejala klinis hepatitis B akut biasanya menimbulkan mual, muntah, malaise, dan ikterik yang muncul setelah 1-2 minggu. Prevalensi hepatitis B lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis lainnya dan diperkirakan terdapat 257 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis B kronis, di Indonesia prevalensi hepatitis B adalah sebesar 21.8%. Diagnosis dari hepatitis B ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik pada pasien ini didapatkan ikterik pada kedua mata dan badan pasien serta hepatomegali, pada pemeriksaan penunjang didapatkan HBsAg yang positif dan pada pemeriksaan USG didapatkan hasil hepatomegali cenderung hepatitis. Pasien tersebut diberikan tatalaksana berupa tirah baring, diet tinggi energi tinggi protein, dan pemberian obat-obatan simptomatik pada pasien. Kesimpulan pada laporan ini adalah menegaskan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif pada pasien hepatitis B akut untuk mencegah perkembangan penyakit. Tatalaksana yang tepat, meliputi terapi suportif dan pola hidup sehat, dapat meningkatkan prognosis dan mendukung pemulihan optimal pada pasien.
Seorang Wanita 29 Tahun dengan Torsio Kista Ovarium: Laporan Kasus Trianda Aghnia Siwi; Anggrahaenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kista ovari adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang berbentuk kantung dan berisi cairan pada sekitar ovarium. Torsi atau puntiran kista ovarium terjadi bila kista terpuntir pada tangkai vaskularnya dan mengganggu suplai darah. Patofisiologi torsio kista ovarium adalah bahwa torsio terjadi ketika kista atau massa ovarium memutar ligamennya, menyebabkan gangguan aliran darah yang berpotensi berujung pada iskemia dan nekrosis jaringan ovarium. Faktor risiko termasuk ukuran kista yang besar, kelainan anatomis, kehamilan, atau riwayat pembedahan pelvis. Torsio ovarium sering muncul tanpa gejala spesifik, dan diagnosis biasanya dilakukan melalui pencitraan USG Doppler. Intervensi bedah yang cepat, baik dengan laparoskopi atau laparotomi, diperlukan untuk mencegah kerusakan permanen pada ovarium.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 5 Bulan 3 Hari dengan Severe Dengue: Laporan Kasus Reza Ika Meliani; Gerin Orviyanti; Mada Sukma Dytho
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang termasuk dalam famili Flaviviridae dengan 4 stereotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Virus dapat ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kasus infeksi dengue yang tercatat di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 138.127 kasus dengan jumlah kematian 919 orang pada tahun 2019. Laporan kasus ini memaparkan pasien seorang anak laki-laki usia 5 bulan 3 hari dengan severe dengue. Penulisan artikel menggunakan metode penelitian deskriptif observasional. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan penurunan leukosit, penurunan trombosit, peningkatan nilai hematokrit dan pemeriksaan foto polos thorak menunjukkan adanya efusi pleura kanan minimal menjadikan diagnosis sindrom syok dengue. Pasien dilakukan perawatan total selama enam hari dan pasien mendapat perawatan di ruang Intensive Care Unit selama empat hari karena kondisi perburukan pasien. Penanganan terhadap kasus severe dengue pada anak-anak membutuhkan perhatian khusus, diperlukan monitoring ketat serta pemberian terapi, terutama terapi cairan agar tidak mengalami efek samping karena pemberian cairan yang berlebihan.
Kasus Stroke Infark pada Pasien Hipertensi: Faktor Risiko dan Tatalaksana Halim Gumelar; Edy Rahardjo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otot fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pada pasien stroke infark. Penelitian ini merupakan studi case report dengan menggunakan data primer. Seorang laki-laki berusia 64 tahun, mengeluhkan kelemahan tangan dan kaki sebelah kiri secara tiba-tiba. Diagnosis stroke infark ditegakkan berdasarkan riwayat pasien, hasil pemeriksaan fisik, dan bukti pendukung. Suntikan citicolin dua kali, suntikan omeprazole dua kali, suntikan mecobalamin dua kali, semuanya merupakan bagian dari terapi. Kasus ini di diagnosis dengan stroke infark berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, sehingga diagnosis yang cepat dan tepat, serta tindakan terapi yang sesuai dapat menurunkan angka mortalitas. Penting untuk membedakan gejala klinis stroke hemoragik dan iskemik. Bila tidak dapat dilakukan CT-scan maka dapat dilakukan CT angiography dan CT perfusion scanning, MRI, Carotid duplex scanning, Digital subtraction angiography. Setelah dapat ditegakkan diagnosis, perlu dilakukan terapi segera agar tidak terjadi iskemik lebih lanjut.