cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Hemoptisis Masif dan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis pada Wanita Usia 21 Tahun: Laporan Kasus Liyuk Pungkasari; Maria Reciana Setiailani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoptisis atau batuk darah adalah ekspektorasi darah akibat perdarahan pada saluran napas di bawah laring, atau perdarahan yang keluar melalui saluran napas bawah laring. Batuk darah lebih sering merupakan tanda atau gejala penyakit dasar sehingga etiologi harus dicari melalui pemeriksaan yang lebih teliti. Batuk darah masif dapat diklasifikasikan berdasarkan volume darah yang dikeluarkan pada periode tertentu. Batuk darah masif memerlukan penanganan segera karena dapat mengganggu pertukaran gas di paru dan dapat mengganggu kestabilan hemodinamik penderita sehingga bila tidak ditangani dengan baik dapat mengancam jiwa. Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi myobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi bakteri ini juga dapat menyerang bagian tubuh mana saja seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Anak Laki-Laki Usia 2 Tahun dengan Kejang Demam Kompleks: Laporan Kasus Ikhwansyah Widyakangka Pramudya Tama; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh (suhu di atas 38° C, dengan metode pengukuran suhu apa pun) yang tidak disebabkan oleh mekanisme intrakranial. Faktor risiko utama kejang demam pada anak-anak berhubungan dengan faktor demam, usia dan riwayat keluarga, dan riwayat prenatal, riwayat perinatal. Kejang demam terbagi kepada kejang demam sederhana dan kompleks. Kami melaporkan kasus kejang disertai demam sebanyak satu kali selama 10 menit disertai dengan demam tinggi. Kejang terjadi pada seluruh tubuh dengan siku yang menekuk (tonik), pada saat kejang pasien tidak sadar, mata terbuka melihat ke atas. Pasien masih tidak sadar saat dibawa ke IGD. Kejang terjadi kembali saat di IGD sekitar 5 menit, Gerakan kejang sama dengan sebelumnya. Jarak kejang pertama dan kedua yaitu sekitar 10 menit. Pasien tidak sadar diantara 2 kejang.
Seorang Laki-Laki Berusia 38 Tahun dengan Glaukoma Akut et Causa Hipertensi Emergensi: Laporan Kasus Fashiha Gusli; Febri Retnosari; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi emergency adalah keadaan gawat medis ditandai dengan tekanan darah sistolik > 180 mmHg dan atau diastolik >120 mmHg atau keduanya. Hipertensi emergency merupakan suatu keadaan dimana selain tekanan darah yang sangat tinggi terdapat kelainan atau kerusakan organ target yang bersifat progresif. Glaukoma adalah kumpulan kondisi yang terdiri dari neuropati optik progresif kronis, dengan karakteristik gangguan pada jaringan neuroretina dan caput nervus optikus yang mengakibatkan gangguan lapang pandang yang jika tidak diobati akan mengakibatkan kebutaan yang ireversibel. Pada penelitian ini menggunakan metode observasional. Hasil: seorang laki-laki 36 tahun dengan keluhan nyeri mata kiri membengkak tiba-tiba, serta memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol, tekanan darah 204/124 mmHg, tekanan intraokular >40 mmHg. Diagnosis pasien adalah glaukoma akut et causa hipertensi emergency. Tatalaksana yang dilakukan adalah tirah baring, diet gizi seimbang, serta medikamentosa berupa Inf RL 20 tpm, sp nicardipin, candesartan, nifedipin, timolol, prednisolon, atropine, dan glausetron. Kesimpulan: Hipertensi emergency merupakan suatu keadaan hipertensi darurat yang disertai kerusakan organ target, sehingga tekanan darah harus diturunkan segera agar dapat membatasi kerusakan organ yang terjadi.
Seorang Perempuan Berusia 27 Tahun dengan Hipertiroid et Causa Grave's Disease dan Lupus Eritematosus Sistemik Flare: Laporan Kasus Fatwa Auliya Lillah; Antary Desvi Dania
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grave's disease adalah penyebab hipertiroid yang paling sering tercatat sekitar 60-80% dari semua kasus tirotoksikosis di seluruh dunia. hipertiroid adalah kondisi klinis yang disebabkan oleh peningkatan produksi dan sekresi hormon tiroid. Lupus Eritematosus Sistemik merupakan suatu kondisi autoimun kompleks yang belum diketahui penyebabnya dan menyerang berbagai organ tubuh terutama pada wanita usia subur. Grave’s disease yang secara genetik dapat meningkatkan risiko terkena lupus eritematosus sistemik dan sebaliknya. Pada penelitian ini menggunakan metode observasional.Hasil: seorang perempuan 27 tahun dengan keluhan utama dada berdebar sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya pembesaran kelenjar tiroid difus, mata eksoftalmus, dan malar butterfly rash pada pipi serta pangkal hidung. Pada kasus ini didapatkan indeks wayne yaitu 25 dan skor SLEDAI 4. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Free Tiroksin (FT4) 31.68 mg/dl. Diagnosis pasien adalah hipertiroid ec Grave’s disease dan lupus eritematosus sistemik. Tatalaksana nonmedikamentosa dan medikamentosa diberikan pada pasien ini.Kesimpulan: Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) merupakan suatu kondisi autoimun kompleks yang dapat menyerang semua organ tubuh terutama pada wanita usia subur dan dapat mempunyai hubungan dengan penyakit Grave’s disease dimana hormon tiroid diproduksi secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala klinis (tirotoksikosis).
Wanita G3P2A0 Hamil Aterm dengan Kista Ovarium Dextra Zulaikha Hanif Hamdani; Alip Sudarmono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh dan memiliki banyak jenis. Penyebab terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofisis, atau ovarium itu sendiri. Kista ovarium timbul dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Angka kejadian kista ovarium di Indonesia adalah sebesar 37,2%. Rasa sakit tersebut akan bertambah jika kista tersebut terpuntir atau terjadi ruptur. Terdapat juga rasa penuh di perut. Keluhan yang timbul akibat kista seringkali tidak spesifik dan sering diinterpretasikan sebagai appendicitis ataupun keluhan wajar saat menstruasi. Nyeri perut bagian bawah dan perdarahan abnormal harus dicurigai adanya suatu kista ovarium tapi tidak ada tanda perdarahan hebat pada pasien. Keluhan yang tidak spesifik dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis, dan meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Komplikasi tersering kista ovarium adalah torsio, dimana risikonya meningkat hingga 5 kali lipat pada kehamilan.
Seorang Wanita 72 Tahun dengan Hernia Nukleus Pulposus Rikza Maya Hul Uyun; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kelainan yang ditandai dengan perpindahan lokal diskus melampaui batas anatomi ruang intervertebralis yang menyebabkan nyeri, kelemahan atau mati rasa, dan atau kesemutan pada distribusi miotomal atau dermatomal. HNP menjadi penyebab paling umum terhadap tingginya angka kejadian masyarakat yang mengeluhkan nyeri punggung bagian bawah yang menjalar sampai ke tungkai bawah. Prevalensi Hernia Nukleus Pulposus 1-2% dari populasi dunia. Prevalensi umum Hernia Nukleus Pulposus dapat terjadi pada semua level vertebra mulai dari cervical hingga tulang belakang. Laporan kasus: Seorang perempuan berusia 72 tahun datang ke IGD dengan keluhan tidak bisa berjalan, disertai nyeri yang menjalar pada tungkai bawah dan lemah pada tungkai bawah. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya tes lasegue positif kiri, tes patrick positif kiri, tes kontra patrick positif kiri. Perawatan untuk pasien ini termasuk pemberian muscle relaxant. Kesimpulan: Kami telah melaporkan hernia nukleus pulpoasus dimana kami melakukan pemberian medikamentosa. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat diperlukan untuk menghindari kesakitan dan komplikasi yang tidak diinginkan.
Seorang Pria 79 Tahun dengan Status Hiperosmolar Hiperglikemik: Laporan Kasus Ida Maesaroh; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status hiperosmolar hiperglikemik (HHS) adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia akut, hiperosmolar, dan dehidrasi tanpa adanya ketoasidosis. Angka mortalitas, berdasar penyakit yang menyertainya mencapai sekitar antara 30-50%, lebih tinggi dibandingkan angka ketoasidosis diabetikum. Diagnosis dini dan tatalaksana segera penting dilakukan untuk menstabilakn hemodinamik, mencegah mortalitas, dan mengurangi adanya komplikasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan sebuah kasus seorang laki-laki berumur 79 tahun datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan utama lemas sudah 1 minggu. Keluhan disertai pusing, nyeri perut, terasa nyeri dan kaku dibadan sejak seminggu, sering buang air kecil, pusing, air seni pernah berwarna merah, nafsu makan menurun. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik pasien tampak lemah dan compos mentis, serta tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi normal, darah lengkap didapatkan gula darah sewaktu 512 mg/dL, ureum 96,4 mg/dL, kreatinin 1,43 mg/dL, natrium 123,9 mmol/L, Chlorida 89,4 mmol/L. pH 7,37, PCO2 54,8 mmHg, HCO3 30,9 mmol/L, Asam urat hasil 8,1 mg/dL, urin didapatkan eritrosit positif satu, epitel, bakteri dan jamur. Pasien didiagnosa status hiperosmolar hiperglikemik dan mendapatkan terapi cairan salin, insulin, obat antidiabetes, analgesik, antipiretik, antiinflamasi non steroid (NSAID), antihistamin, PPI, dan antibiotik. Setelah mendapatkan perawatan pasien pulang dengan klinis membaik.
Laki-Laki Berusia 71 Tahun dengan Diabetic Kidney Disease Stage IV dan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis Mega Cantik Mutiara Cahaya; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal diabetik (Diabetic Kidney Disease, DKD) adalah komplikasi serius dari diabetes mellitus yang mempengaruhi fungsi ginjal dan berpotensi mengarah pada gagal ginjal kronis. Pathogenesis DKD melibatkan berbagai mekanisme, termasuk stres oksidatif, inflamasi, dan disfungsi endotelial, yang berkontribusi pada perubahan morfologi ginjal seperti glomerulosklerosis dan hipertrofi tubulus. Diagnosa awal dan penanganan yang tepat sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Intervensi terapeutik meliputi pengelolaan glikemik, kontrol tekanan darah, dan penggunaan obat-obatan seperti inhibitor ACE atau ARB. Penelitian terkini terus mengeksplorasi terapi baru dan strategi pencegahan untuk meningkatkan hasil bagi pasien dengan DKD. Pendekatan yang komprehensif terhadap pencegahan dan pengelolaan DKD sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini pada individu dan sistem kesehatan global. Tn. S berusia tujuh puluh satu tahun datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan keluhan lemas sejak menyuntikkan insulin pagi hari. Dokter melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang untuk diagnosis pasien dan melakukan terapi sesuai prosedur dokter dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menangani pasien seperti perawat, petugas laboratorium, dan petugas radiologi.
Seorang Laki-Laki Usia 54 Tahun dengan Non ST Segment Elevation Myocardial Infraction (Nstemi): Laporan Kasus Adityani Eki Nur Happy; A Ardyasih
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non ST Segment Elevation Myocardial Infraction (NSTEMI) didefinisikan apabila gambaran Elektrokardiografi (EKG) didapatkan depresi segmen ST atau Inversi, gelombang T prominen dengan biomarker nekrosis yang positif (Troponin), tidak dijumpainya elevasi segmen ST pada gambaran EKG dan sesuai dengan gambaran klinis. Dari data menunjukan insiden ST elevation Mycardial Infaction (STEMI) menurun sedangkan untuk insiden Non ST Elevation Mycardial Infaction meningkat. Data menunjukan 5 juta orang mengalami STEMI dan 4 juta orang mengalami NSTEMI. Strategi awal pada pasien ini adalah meringankan gejala iskemia, pemantauan serial EKG dan memantau penanda nekrosis miokard yang dilihat dari nilai troponin pasien. Dilaporkan salah satu kasus pada seorang laki-laki usia 54 tahun di RSUR Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan nyeri dada seperti ditimpa beban berat disertai adanya penjalaran nyeri di bahu dan punggung. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya ST depresi di lead II, III, aVF dan T inverted di lead III, aVF, dan V4. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan peningkatan troponin yaitu 156 ng/L. Maka diagnosis kerja pada kasus ini adalah NSTEMI. Sehingga tatalaksana Acute Coronary Syndrome (ACS) harus berfokus pada diagnosis yang cepat dan tepat.
Seorang Wanita 26 Tahun Primigravida, G1P0A0 UK 13 Minggu + 2 Hari dengan Febris 9 Hari, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF): Laporan Kasus Mukhti Maulana Muhammad; Anggrahenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Pada wanita hamil yang mengalami DHF, meyebabkan pada penurunan tingkat hematokrit yaitu sekitar 34%, terjadi penurunan trombosit menjadi 35.000 yang akan menyebabkan trombositopenia pada ibu hamil yang mengalami DHF, infeksi pada kehamilan meningkatkan risiko perdarahan bagi ibu dan bayi baru lahir, lalu peningkatan insiden kelahiran prematur dan kematian janin. Terapi DHF adalah bersifat suportif dan simtomatis. Penatalaksanaan ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan akibat kebocoran plasma dan memberikan terapi substitusi komponen darah bilamana diperlukan.