cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Reccurent Seizure ec Epilepsi Edema Cerebri Fathka Hanif Abimanyu; Elvia Maryani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi adalah salah satu penyakit kronik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dan mengurangi potensi anak di kemudian hari. Edema serebri adalah pembengkakan atau edema pada otak akibat peningkatan patologis volume otak. Seorang anak perempuan usia 10 tahun 6 bulan dengan berat badan 24 kg datang ke IGD RSUD Ir. Soekarno, Sukoharjo, dengan keluhan kejang berulang selama 3 bulan terakhir yang semakin memburuk. Pada 22 Juni 2023, pasien mengalami kejang lebih dari tiga kali dalam satu jam. Kejang berlangsung sekitar 30 detik, melibatkan tangan kanan, kepala, mata melirik ke atas, disertai sensasi tangan kaku sebelum kejang, dan lemas setelahnya. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan monosit, eosinofil, dan basofil. MSCT tanpa kontras mengungkapkan edema serebri tanpa tanda perdarahan, infark, atau lesi intracerebral lainnya. Tulang sistemik tampak utuh. Pasien dirawat dengan infus RL 60cc/jam, piracetam 250 mg/12 jam, fenitoin 50 mg/12 jam, manitol 75 cc/6 jam, asam valproat 2x7 ml, dan fenobarbital 50 mg/12 jam. Setelah 4 hari tanpa perbaikan, pasien dirujuk ke RSDM Solo pada 25 Juli 2023 pukul 11.30).
Osteomielitis Oki Vinolia Amalanda Putri; F Farhat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteomielitis adalah kondisi peradangan tulang maupun sumsum tulang yang disebabkan oleh infeksi yang dapat bersifat akut maupun kronis. Patogen penyebab paling sering adalah Staphlococcus aureus. Luka terbuka merupakan sumber perkembangan pada 80% kasus osteomielitis. Menurut sebuah penelitian di Glasgow, Skotlandia insiden osteomielitis hematogen akut pada anak-anak di bawah usia 13 tahun telah menurun dari 87 menjadi 42 per 10.000 per tahun namun osteomielitis akibat adanya fokus infeksi dan inokulasi langsung oleh mikroorganisme cenderung meningkat. Diagnosis osteomielitis akut diawali dari identifikasi klinis yang ditandai dengan rasa nyeri tulang, kemerahan, demam, dan pseudoparalisis. Gambaran radiografi pada osteomielitis akut cenderung normal. Osteomielitis kronik ditandai dengan ditemukannya sinus discharge dan tampak gambaran sequestrum serta involucrum pada radiografi yang merupakan tanda patognomonik yang biasanya muncul pada akhir minggu kedua. Tatalaksana osteomielitis mencakup pemberian antibiotik dan intervensi bedah tergantung pada faktor klinis dan stadium infeksi.
Kateterisasi Pigtail sebagai Tatalaksana Efusi Pleura Rekurens pada Kanker Payudara Stadium Lanjut: Laporan Kasus Rafif Ryandra Izdhihar; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura rekurens akibat metastasis kanker payudara merupakan komplikasi yang sering terjadi pada stadium lanjut dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan yang tidak optimal dapat menyebabkan gejala persisten dan kebutuhan pungsi berulang. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan peran pemasangan kateter pigtail sebagai intervensi minimal invasif pada efusi pleura rekurens akibat metastasis karsinoma mammae. Dilaporkan seorang wanita berusia 47 tahun dengan karsinoma mammae sinistra pasca-mastektomi total dan kemoterapi yang datang dengan keluhan sesak napas berat. Pasien memiliki riwayat pungsi pleura dan kateterisasi berulang dalam satu bulan terakhir dengan perbaikan klinis minimal. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik, foto toraks, pemeriksaan darah, dan CT scan toraks yang memperlihatkan efusi pleura sinistra, metastasis pulmonal, dan limfadenopati mediastinum. Pemasangan kateter pigtail berhasil mengeluarkan cairan pleura serohemoragik sebanyak 750 mL dengan perbaikan klinis dan tanda vital yang signifikan. Selama perawatan, tidak ditemukan komplikasi terkait prosedur. Kateter pigtail merupakan pilihan intervensi minimal invasif yang efektif dalam mengurangi gejala, meminimalkan pungsi berulang, dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan efusi pleura akibat metastasis kanker payudara.
Seorang Anak Laki-Laki dengan Tonsilofaringitis Kronis Eksaserbasi Akut Karmila Indar Parawansa; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tonsilofaringitis merupakan peradangan pada tonsil palatina dan faring yang termasuk dalam infeksi saluran napas atas dan sering terjadi pada anak. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, dengan Group A β-hemolytic Streptococcus (GABHS) sebagai penyebab bakteri tersering. Episode infeksi akut yang berulang atau tidak tertangani dengan adekuat dapat berkembang menjadi tonsilofaringitis kronis dan mengalami eksaserbasi akut. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki usia 8 tahun 6 bulan dengan keluhan utama nyeri tenggorokan sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai nyeri telan, demam tinggi terus-menerus, lemas, mual, muntah, nyeri perut, serta penurunan nafsu makan. Pasien memiliki riwayat nyeri telan berulang dan rasa mengganjal di tenggorokan selama ±3 bulan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tonsil palatina membesar T3/T3, hiperemis, disertai detritus dan pelebaran kripte, faring hiperemis, serta pembesaran kelenjar submandibular bilateral yang nyeri tekan. Skor modifikasi McIsaac didapatkan nilai 4. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukositosis dengan dominasi neutrofil, peningkatan C-reactive protein (CRP), serta peningkatan titer Anti-Streptolysin O (ASTO), yang mendukung adanya infeksi streptokokus. Berdasarkan temuan tersebut ditegakkan diagnosis tonsilofaringitis kronis eksaserbasi akut ec infeksi bakteri probable Group A Streptococcus. Pasien diterapi dengan cairan intravena, antipiretik, kortikosteroid, antibiotik, serta obat kumur antiseptik, dengan hasil perbaikan klinis yang signifikan.
Seorang Wanita Usia 24 Tahun dengan Pemfigus Vulgaris: Laporan Kasus Iffa Maulida Zufara; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemfigus Vulgaris (PV) adalah penyakit autoimun langka yang ditandai oleh bula flasid pada kulit dan mukosa akibat autoantibodi IgG terhadap desmoglein-3 dan desmoglein-1 yang menyebabkan hilangnya adhesi antar sel epitel (akantolisis). Secara klinis, PV menampilkan bula mudah pecah disertai erosi nyeri pada mukosa mulut dan kulit. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta konfirmasi imunopatologis dengan Direct dan Indirect Immunofluorescence (DIF/IIF) atau ELISA. Studi kasus ini melibatkan wanita usia 24 tahun dengan lesi bula multipel di tubuh dan mulut tanpa rasa gatal. Terapi meliputi kortikosteroid sistemik (methylprednisolone), antibiotik (ceftriaxone), antihistamin (loratadine), dan kortikosteroid topikal (desoximetasone). Prognosis PV umumnya baik bila diagnosis ditegakkan dini dan terapi imunosupresif diberikan secara tepat.
Tn. W, 64 Tahun dengan Asites Masif, Edema Generalisata, dan Efusi Pleura Bilateral Adinda Zahrin Nisrina Naura; Marcellino Mettafortuna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Asites merupakan salah satu manifestasi dekompensasi sirosis yang paling sering ditemukan dan berkaitan dengan retensi cairan sistemik akibat hipertensi portal serta gangguan fungsi hepatoseluler. Penegakan etiologi asites sangat penting karena menentukan arah terapi dan prognosis.Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki usia 64 tahun datang dengan keluhan perut membesar progresif selama dua bulan, disertai edema ekstremitas bawah dan efusi pleura bilateral. Pemeriksaan fisik menunjukkan asites derajat tiga dan hipoalbuminemia berat. USG abdomen menunjukkan asites masif dan tanda insufisiensi ginjal. Temuan klinis sangat mengarah pada sirosis hepatik dekompensata, namun diagnosis pasti belum dapat ditegakkan karena belum dilakukan parasentesis diagnostik serta evaluasi etiologi sirosis. Pasien telah mendapatkan tata laksana awal berupa restriksi natrium, spironolakton 100 mg/hari, furosemid injeksi, koreksi nutrisi, hepatoprotektor, dan terapi suportif sesuai pedoman PAPDI, KASL, dan algoritma JSH.Hasil : Evaluasi klinis dan penunjang menunjukkan retensi cairan dengan asites masif, efusi pleura bilateral, dan edema perifer yang membaik setelah terapi diuretik dan restriksi natrium, meski etiologi asites belum terkonfirmasi.Kesimpulan: Kasus ini menunjukkan gambaran asites derajat lanjut yang paling konsisten dengan sirosis hepatik dekompensata, namun etiologi pasti masih memerlukan konfirmasi melalui parasentesis serta pemeriksaan lanjutan. Tata laksana pada pasien saat ini difokuskan pada stabilisasi dan penanganan asites sebagai prioritas utama.
Pengambilan Keputusan Klinis pada Trauma Ginjal Tumpul Derajat IV: Laporan Kasus Dina Salsabila Rahadatul Aisy; Catur Widayat; Faathir Baihaqi Ghifary
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma ginjal merupakan cedera urogenital yang relatif jarang namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada trauma derajat tinggi. Penatalaksanaan trauma ginjal sangat bergantung pada derajat cedera dan kondisi hemodinamik pasien, sehingga pengambilan keputusan klinis memegang peranan penting. Kami melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 55 tahun yang mengalami trauma ginjal tumpul akibat kecelakaan sepeda motor, dengan keluhan nyeri pinggang kiri dan hematuria makroskopis. Pemeriksaan laboratorium serial menunjukkan penurunan progresif kadar hemoglobin dan hematokrit. Pemeriksaan tomografi terkomputasi (CT) abdomen dengan kontras memperlihatkan trauma ginjal sinistra derajat IV menurut klasifikasi American Association for the Surgery of Trauma disertai ekstravasasi urin. Meskipun awalnya direncanakan tata laksana konservatif, perburukan kondisi klinis berupa penurunan parameter hematologi yang berkelanjutan menjadi dasar pengambilan keputusan untuk melakukan nefrektomi. Pascaoperasi, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang baik dan dipulangkan dalam kondisi stabil. Laporan kasus ini menekankan pentingnya evaluasi klinis dan laboratoris serial dalam menentukan waktu intervensi operatif pada trauma ginjal derajat tinggi.
Koeksistensi Tinea Facialis, Tinea Corporis, dan Tinea Cruris pada Pasien dengan Immunocompromised: Laporan Kasus Dianisa Indira Putri; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh dermatofita, yang sering kali muncul pada badan, leher, lengan tangan, dan kaki, termasuk kulit kepala, wajah dan jenggot, pangkal paha, dan kuku. Penyebab utama infeksi ini adalah spesies Trichophyton. Ciri khas tinea adalah adanya lesi berbentuk cincin (annular) dengan tepi yang meninggi, eritem, berskuama, sementara bagian tengahnya tampak lebih jernih/hipopigmentasi, memberikan tampilan seperti target (central healing). Kami menyajikan laporan kasus tinea pada seorang wanita 26 tahun dengan HIV. Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah di wajah, kedua tangan, serta paha bagian atas dan inguinal. Pendekatan terapeutik yang perlu diberikan meliputi antifungi topikal dan sistemik, serta terapi simtomatik bila perlu. Kasus ini menekankan bahwa infeksi tinea lebih sering terjadi dan lebih parah pada pasien dengan imunosupresi seperti HIV, dan penatalaksanaan harus mempertimbangkan kondisi medis penyerta serta potensi interaksi obat.
Pentalogy of Fallot (POF) pada Seorang Anak 15 Bulan dengan Berat Badan Kurang dan Sangat Pendek Anggitania Shella Brillianingtiyas; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentalogy of Fallot adalah kombinasi dari komponen Tetralogy of Fallot klasik yaitu VSD besar, overriding aorta, stenosis pulmonal, dan hipertrofi ventrikel kanan dengan tambahan kelainan kelima berupa defek septum atrium (ASD)/ Patent Foramen Ovale (PFO). Laporan kasus ini menjelaskan tentang kasus pasien dengan usia 15 bulan mengalami sesak napas secara tiba-tiba. Hasil saturasi 34% airroom. Ia tampak lemah dengan sianosis sentral dan perifer. Jari tangannya mulai mengalami clubbing finger. Hasil ekokardiografi memberikan kesan Tetralogy of Fallot (TOF) disertai Patent Foramen Ovale (PFO). Pasien mengalami anemia mikrositik hipokromik dengan kadar hemoglobin mencapai 6.00 g/dL. Status gizi pasien yaitu berat badan kurang dan sangat pendek. Upaya untuk menstabilkan hemodinamik diberikan kepada pasien. Kneechest adalah upaya pertama yang dilakukan. Ia diberikan oksigen 6 lpm dan mendapatkan transfusi PRC 150mL. Hemodinamik pasien mulai stabil dengan saturasi meningkat menjadi 70% dan sianosis mulai berkurang. Pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk tatalaksana selanjutnya. Tindakan kateterisasi telah direncanakan untuk pasien. Pasien diberikan propanolol 3x2mg untuk mengurangi serangan sianotik. Obat tersebut tetap diminum sampai pasien mendapatkan tindakan operasi complete repair.
Seorang Laki-Laki dengan Cedera Mata akibat Ledakan Kembang Api: Suatu Laporan Kasus Zeindhita Arum Anggriyanti; Farhan Dhio Yanuarsyah; Nahda Aqila; Nabilla Johana Permata Putri; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma mata akibat ledakan petasan merupakan salah satu penyebab cedera mata yang sering terjadi, serta menyebabkan kerusakan berbagai struktur intraokular. Kasus ini melaporkan seorang pria dengan trauma mata kanan akibat ledakan petasan yang mengakibatkan ruptur konjungtiva. Melaporkan seorang pasien dengan trauma mata akibat ledakan petasan yang menyebabkan ruptur konjungtiva, serta komplikasi berupa perdarahan vitreous dan ablasio retina. Seorang pria datang ke unit gawat darurat dengan nyeri hebat mata kanan dan pandangan gelap mendadak setelah terpapar ledakan petasan. Pemeriksaan status lokalis mata menunjukkan visus OD 1/300 dan OS 5/15, OD Ruptur konjungtiva; CI (+); PCI (+), OS dalam kondisi tenang. Perbaikan konjungtiva dilakukan menggunakan teknik sutura, dan perawatan lanjutan serta pemantauan terhadap perkembangan kondisi mata pascaoperasi. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya perdarahan vitreous dan ablasio retina pada mata kanan. Kondisi ini memerlukan penanganan lanjutan untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan pasien. Trauma mata akibat petasan termasuk ke dalam trauma mekanik dan kimia yang dapat menimbulkan cedera kompleks dengan risiko komplikasi serius seperti perdarahan vitreous dan ablasio retina, sehingga memerlukan penanganan multidisipliner yang tepat.