cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Kasus Langka Tuberkulosis Tiroid dengan Gambaran Awal Struma Nodusa Fashiha Gusli; Febri Retnosari; Heri Pratomo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis kelenjar tiroid merupakan manifestasi tuberkulosis ekstraparu yang sangat jarang dan sering kali sulit didiagnosis karena gejala klinisnya tidak spesifik serta menyerupai kelainan tiroid jinak, seperti struma nodusa non toksik. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 65 tahun yang datang dengan keluhan benjolan di leher bagian kanan sejak tiga minggu sebelum masuk rumah sakit, yang perlahan membesar dan bergerak saat menelan tanpa disertai nyeri maupun gejala sistemik tuberkulosis. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan nodul solid tiroid dextra dengan klasifikasi ACR-TIRADS 3, sedangkan pemeriksaan fungsi tiroid berada dalam batas normal. Diagnosis awal pasien adalah struma nodular non toksik dextra et sinistra, sehingga dilakukan tindakan subtotal tiroidektomi. Pemeriksaan histopatologi pascaoperasi menunjukkan adanya granuloma epiteloid dengan sel raksasa Langhans yang konsisten dengan tiroiditis tuberkulosa, tanpa tanda keganasan. Pasien kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi obat antituberkulosis. Kasus ini menegaskan bahwa tuberkulosis tiroid dapat menyerupai struma nodular jinak, sehingga diagnosis sering kali baru ditegakkan setelah tindakan pembedahan. Oleh karena itu, tuberkulosis perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada pasien dengan nodul tiroid, terutama di daerah endemik tuberkulosis, guna menghindari keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan yang tidak optimal.
Seorang Wanita Usia 38 Tahun dengan Asma Eksaserbasi Akut Derajat Berat Anggun Permata Aditya; Achmad Syamsufandi Rozi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit respirasi kronik yang ditandai oleh inflamasi jalan napas dan variabilitas aliran udara ekspirasi, dengan eksaserbasi akut sebagai salah satu manifestasi klinis paling serius yang dapat mengancam jiwa. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis, pemeriksaan penunjang, serta tata laksana seorang wanita usia 38 tahun dengan asma eksaserbasi akut derajat berat. Metode yang digunakan adalah studi laporan kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap data anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang laboratorium, radiologi, dan spirometri, serta respons terhadap terapi selama perawatan. Pasien datang dengan keluhan sesak napas memberat disertai wheezing, keterbatasan bicara, dan penurunan saturasi oksigen. Pemeriksaan spirometri menunjukkan obstruksi berat dengan kemungkinan restriksi, sedangkan foto toraks dalam batas normal. Pasien ditegakkan diagnosis asma eksaserbasi akut derajat berat dan mendapatkan terapi oksigen, bronkodilator inhalasi, kortikosteroid sistemik, serta terapi suportif lainnya sesuai pedoman. Setelah terapi, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan. Simpulan laporan kasus ini menegaskan bahwa pengenalan dini derajat keparahan eksaserbasi asma dan pemberian terapi yang cepat serta adekuat sesuai pedoman sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan memperbaiki luaran klinis pasien.
Laporan Kasus: Karsinoma Ovarium pada Wanita Usia 59 Tahuan Syblia Khorihati; Farid Nurdiansyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi dengan angka mortalitas tinggi akibat gejala awal yang tidak spesifik sehingga sering terdiagnosis pada stadium lanjut, terutama pada wanita postmenopause. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, proses diagnostik, serta tatalaksana karsinoma ovarium pada seorang wanita usia lanjut. Metode yang digunakan adalah laporan kasus deskriptif terhadap seorang wanita usia 59 tahun yang datang dengan keluhan mual dan muntah sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit, disertai perut membesar kurang lebih dua bulan, rasa penuh, sesak, cepat kenyang, penurunan nafsu makan, dan badan lemas. Pasien telah menopause sejak 13 tahun sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya massa abdomen, sedangkan pemeriksaan ultrasonografi menemukan massa kistik dengan komponen solid berukuran ±12,9 × 14,9 × 16,5 cm di adnexa kiri. Pasien menjalani tindakan laparotomi dengan total abdominal hysterectomy dan bilateral salpingo-oophorectomy. Hasil pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan clear cell carcinoma ovarium kiri dengan metastasis pada cairan asites. Laporan ini menunjukkan bahwa massa ovarium pada wanita postmenopause memiliki risiko tinggi keganasan sehingga memerlukan kewaspadaan klinis. Disimpulkan bahwa diagnosis dini melalui evaluasi klinis dan penunjang yang tepat serta tatalaksana operatif yang adekuat sangat berperan dalam memperbaiki prognosis. Pendekatan multidisiplin dan tindak lanjut berkelanjutan penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hemorrhagic Disease of The Newborn pada Bayi Baru Lahir Prematur: Laporan Kasus Aishya Luthfi Hafida; Eko Jaenudin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemorrhagic disease of the newborn (HDN) merupakan kondisi perdarahan abnormal pada neonatus yang terjadi dalam 28 hari pertama kehidupan dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi prematur akibat ketidakmatangan sistem hemostasis. Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah luaran buruk. Tujuan laporan kasus ini adalah menggambarkan manifestasi klinis, diagnosis, dan respons terapi pada neonatus prematur dengan HDN. Metode/case presentation menggunakan desain laporan kasus pada seorang bayi perempuan usia 0 hari, lahir dari ibu usia 29 tahun (G2P1A0) pada usia kehamilan 35 minggu melalui persalinan spontan. Bayi lahir dengan berat badan 2250 gram, panjang badan 46 cm, dan skor APGAR 6-8. Hasil menunjukkan bayi dirujuk dalam kondisi lemah, pucat, sianosis, distres pernapasan, muntah berwarna coklat, serta ikterus. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang, pasien didiagnosis sebagai neonatus prematur dengan berat lahir rendah disertai respiratory distress syndrome, hemorrhagic disease of the newborn, dan ikterus. Pasien mendapat terapi dukungan pernapasan, vitamin K, antibiotik, antifibrinolitik, serta terapi suportif, dengan perbaikan klinis bertahap hingga kondisi stabil. Simpulan, kewaspadaan klinisi dalam mengenali HDN secara dini sangat penting untuk memungkinkan penatalaksanaan yang cepat dan tepat, khususnya pada bayi prematur.
Oculus Sinistra Pterygium Nasal Rekuren Grade IV Inflamatoar disertai Oculus Dextra Sinistra Katarak Senilis Imatur Putri Isa Maharani Yaasiin; N Naziya
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular konjungtiva yang meluas ke kornea dan dapat bersifat progresif hingga mengganggu tajam penglihatan, terutama pada derajat lanjut dan kasus rekuren. Tujuan: menggambarkan manifestasi klinis, penegakan diagnosis, serta penatalaksanaan pterigium nasal rekuren derajat IV yang disertai katarak senilis imatur.Laporan kasus: pada seorang perempuan berusia 56 tahun yang datang dengan keluhan mata kiri merah, rasa mengganjal, dan penglihatan kabur, dengan riwayat operasi pterigium sebelumnya. Pemeriksaan oftalmologis menggunakan slit lamp menunjukkan adanya jaringan fibrovaskular pada konjungtiva bulbi nasal mata kiri yang meluas melewati limbus hingga menutupi sebagian pupil, sesuai dengan pterigium nasal rekuren grade IV, serta ditemukan katarak senilis imatur pada kedua mata. Pasien mendapatkan terapi medikamentosa berupa tetes mata lubrikan dan antiinflamasi nonsteroid serta direncanakan rujukan untuk tindakan pembedahan eksisi pterigium.Hasil: evaluasi menunjukkan bahwa pterigium rekuren derajat lanjut dapat menyebabkan gangguan visual bermakna dan berisiko progresif bila tidak ditangani secara definitif.Kesimpulan: laporan kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, pemilihan teknik bedah yang tepat, serta edukasi pencegahan paparan sinar ultraviolet untuk menurunkan risiko kekambuhan dan mempertahankan fungsi visual pasien.
Anemia Akut akibat Perdarahan Saluran Cerna bagian Atas pada Pasien Usia 74 Tahun Salwa Salsabiela; YM Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia akut adalah penurunan kadar hemoglobin yang terjadi cepat dan sering berkaitan dengan perdarahan masif, dengan perdarahan saluran cerna bagian atas (UGIB) sebagai salah satu penyebab penting pada usia lanjut. UGIB diperkirakan terjadi sekitar 50-150 kasus per 100.000 orang per tahun dengan mortalitas 5-10%, dan di Indonesia perdarahan varises terkait sirosis dilaporkan sebagai penyebab tersering. Laporan ini bertujuan menggambarkan perjalanan klinis dan tatalaksana suportif anemia akut akibat UGIB pada pasien geriatri. Metode: laporan kasus berbasis rekam medis yang mencakup anamnesis di IGD, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium/penunjang yang tersedia, catatan terapi, serta follow up harian selama perawatan. Pasien laki-laki 74 tahun datang dengan hematemesis dan melena disertai lemas serta nyeri epigastrium. Hemoglobin turun dari 10,4 g/dL menjadi 6,4 g/dL meskipun perdarahan klinis tidak berulang. Pasien mendapat resusitasi cairan, antiemetik, inhibitor pompa proton intravena, agen antifibrinolitik, serta transfusi PRC total 3 kolf hingga hemoglobin meningkat menjadi 10,3 g/dL. Pada tindak lanjut, keluhan membaik tanpa rebleeding; konstipasi ditangani secara suportif. Simpulan: pemantauan serial hemoglobin tetap penting pada UGIB, dan keputusan transfusi perlu dipandu derajat anemia serta kondisi klinis untuk mencegah komplikasi pada lansia.
Seorang Perempuan Usia 28 Tahun dengan Polisitemia Vera Sekunder pada Tetralogy of Fallot (ToF): Laporan Kasus M. Rifky Fauzi; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetralogy of Fallot (ToF) merupakan penyakit jantung bawaan sianotik yang menyebabkan hipoksemia kronis dan dapat memicu polisitemia sekunder sebagai respons kompensasi. Kondisi ini meningkatkan viskositas darah dan risiko komplikasi trombotik. Kami melaporkan seorang perempuan berusia 28 tahun dengan keluhan nyeri ulu hati, mual, muntah, dan demam, disertai sianosis sentral, clubbing finger, dan murmur sistolik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 19,2 g/dL dan hematokrit 66,6% dengan eritrositosis dan trombositopenia, sementara ekokardiografi mengkonfirmasi ToF dengan hipertensi arteri pulmonal. Pasien mendapatkan terapi medikamentosa, plebotomi selektif, koreksi elektrolit, serta monitoring ketat, dan menunjukkan perbaikan klinis bertahap. Polisitemia sekunder pada ToF perlu dikenali sejak dini karena berpotensi meninmbulkan komplikasi serius. Tatalaksana komprehensif dan pemantauan hematologi berperan penting dalam mengoptimalkan luaran pasien.
Kasus Vesikolitiasis Besar dengan Fistel Suprapubik dan Hidronefrosis Bilateral pada Pasien Usia 78 Tahun Daffa Fahrudi Syihab; Riza Mazidu Solihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vesikolitiasis merupakan salah satu penyakit batu saluran kemih yang masih sering ditemukan di negara berkembang, terutama pada laki-laki usia lanjut. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berat seperti infeksi, hidronefrosis, hingga penyakit ginjal kronis apabila tidak terdiagnosis dan tertangani secara adekuat. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan manifestasi klinis, temuan diagnostik, dan komplikasi vesikolitiasis berukuran besar pada pasien geriatri. Laporan kasus ini menyajikan seorang laki-laki berusia 78 tahun yang datang dengan keluhan benjolan nyeri di daerah suprapubik disertai nanah, disuria, dan rasa terbakar saat berkemih. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta pemeriksaan pemeriksaan berupa ultrasonografi, foto polos perut, dan foto toraks. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa keras di regio suprapubik dengan tanda inflamasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia, leukositosis, serta peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Ultrasonografi dan foto polos perut menunjukkan batu buli-buli berukuran besar disertai hidronefrosis bilateral berat dan sludge vesika urinaria. Pasien didiagnosis vesikolitiasis dengan komplikasi retensi urin, abses suprapubik, hidronefrosis bilateral, dan penyakit ginjal kronik. Vesikolitiasis yang terlambat terdiagnosis dapat berkembang menjadi kondisi serius dengan komplikasi multi-organ, terutama gangguan fungsi ginjal. Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen, khususnya pada pasien usia lanjut.
Melebihi Batas Leher: Massa Torakoservikal Difus disertai Gejala Sistemik pada Wanita Muda Anissa Tasya Ayuningtyas; Antonius Sarwono Sandi Agus
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classical Hodgkin lymphoma (cHL) merupakan keganasan limfoid yang terutama menyerang dewasa muda, dengan nodular sclerosis sebagai subtipe tersering dan sering berkaitan dengan keterlibatan mediastinum. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan presentasi klinis dan proses diagnostik pada wanita usia produktif dengan cHL. Seorang wanita berusia 23 tahun datang dengan benjolan tidak nyeri pada leher kanan yang membesar progresif selama satu tahun, disertai penurunan berat badan, keringat malam, dan pruritus. Pemeriksaan fisik dan ultrasonografi menunjukkan limfadenopati supraklavikula dextra. Radiografi toraks preoperatif secara tidak terduga mengungkapkan kecurigaan massa mediastinum, sehingga pasien menjalani sternotomi median dan limfadenektomi. Histopatologis mengonfirmasi nodular sclerosis classical Hodgkin lymphoma, dan pasien dirujuk untuk kemoterapi setelah kondisi stabil. Kasus ini menekankan pentingnya evaluasi komprehensif pada limfadenopati persisten dengan gejala sistemik serta peran pencitraan toraks dalam memungkinkan diagnosis dan tata laksana yang tepat waktu.
Tinea Pedis et Corporis pada Pekerja dengan Mobilitas Tinggi Bilqis Herdian Alfiya Hasna; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea pedis et corporis merupakan infeksi jamur superfisial akibat dermatofita yang sering ditemukan pada individu dengan paparan lingkungan lembap, hiperhidrosis, serta gangguan fungsi sawar kulit, dan berisiko menimbulkan kekambuhan bila tidak ditangani secara adekuat. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan gambaran klinis, faktor predisposisi, metode diagnostik, serta respons terapi pada pasien dengan tinea pedis et corporis. Metode yang digunakan berupa laporan kasus deskriptif pada seorang laki-laki usia 52 tahun dengan keluhan gatal kronik, kulit kaki pecah-pecah, berskuama, dan lesi papular anular pada punggung. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dermatologis, serta pemeriksaan mikroskopis sediaan kalium hidroksida (KOH) 10% dari kerokan lesi yang menunjukkan hifa positif. Pasien mendapat terapi fluconazole oral, kombinasi antijamur-kortikosteroid topikal, antibiotik topikal, terapi simptomatik, dan edukasi perawatan kulit. Setelah dua minggu pengobatan, keluhan gatal berkurang, skuama dan fisura membaik, serta lesi kulit mengalami resolusi bertahap tanpa infeksi sekunder. Pendekatan terapi komprehensif disertai edukasi higiene terbukti memberikan perbaikan klinis yang baik dan membantu mencegah kekambuhan.