cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Leptospirosis sebagai "The Great Mimicker": Faktor Prognostik berbasis Parameter Klinis dan Laboratorium Oki Vinolia Amalanda Putri; Femi Dwi Aldini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri genus Leptospira, famili Leprospiraceae ordo Spirochaetales yang patogen, dengan tikus sebagai reservoir utama. Menurut World Health Organization (WHO) insiden leptospirosis diperkirakan 0,1 sampai 1 per 100.000 penduduk pertahun pada daerah subtropis, serta 10 sampai 100 per 100.000 penduduk di daerah tropis. Centers for Disease Control (CDC) menetapkan leptospirosis sebagai neglected tropical disease (NTD) atau penyakit tropis yang terabaikan. Penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang beragam dan sering menyerupai penyakit lain (the great mimicker), sehingga menyulitkan diagnosis dini dan penentuan prognosis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor prognostik leptospirosis berdasarkan parameter klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan keparahan penyakit. Kajian ini dilakukan melalui telaah literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah terkini yang relevan. Hasil menunjukkan faktor klinis yang berhubungan dengan prognosis penyakit meliputi usia lanjut, oliguria atau anuria, dispnea, hipotensi, serta manifestasi perdarahan. Parameter laboratorium yang signifikan meliputi trombositopenia, leukositosis, peningkatan kreatinin dan ureum, gangguan fungsi hati, serta ketidakseimbangan elektrolit. Identifikasi dini faktor-faktor prognostik tersebut penting untuk stratifikasi risiko, penentuan tatalaksana yang tepat, serta upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas leptospirosis di daerah endemis.
Studi Kasus Leptospirosis di Jawa Tengah: Hubungan antara Meteorologi dan Lingkungan Nayarana Eka Candra; Nanda Fridiani Bintoro; Iqbal Ardiansyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Jawa Tengah merupakan kontributor utama kasus leptospirosis di Indonesia, tahun 2024 jumlah kasus mencapai 545 kasus. Perubahan iklim dan peristiwa cuaca ekstrem diduga berperan mempengaruhi pola penyakit. Tujuan penelitian menganalisis faktor meteorologi dan lingkungan terhadap kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Tengah 2018-2024. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik desain time series, variabel dependen jumlah kasus leptospirosis dan lingkungan sebagai variabel independen meliputi suhu udara, curah hujan, kelembaban tanah, indeks ultraviolet, tekanan udara, dan tutupan awan. Sumber data berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan NASA. Analisis data dilakukan dengan regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan uji asumsi linearitas, shapiro-wilk, Breusch-Pagan, Variance Inflation Factors (VIF), dan Durbin Watson. Hasil penelitian menjelaskan sebesar 26% variasi jumlah kasus leptospirosis (R² = 0,26). Variabel kelembaban tanah merupakan faktor lingkungan paling dominan (β = 240,46; p < 0,001), menunjukkan peningkatan kelembaban tanah diikuti oleh peningkatan jumlah kasus leptospirosis. Sementara itu, variabel meteorologi lainnya, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Simpulan kelembaban tanah berperan penting dalam peningkatan kasus leptospirosis dibandingkan faktor meteorologi lainnya. Saran perlu mengintegrasikan pemantauan kelembaban tanah dalam sistem peringatan dini kesehatan. Meningkatkan kewaspadaan di area dengan kondisi tanah basah. Eksplorasi faktor non-meteorologi direkomendasikan sebagai langkah selanjutnya.
Seorang Perempuan 40 Tahun dengan Lesi Vesikular Nyeri di Genitalia: Herpes Genitalis Eka Safitri; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes genitalis merupakan infeksi menular seksual yang paling sering disebabkan oleh Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV-2), ditandai dengan ulkus nyeri pada area genital yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien dan berisiko infeksi sekunder. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang dengan keluhan luka gatal, nyeri, dan bernanah pada area genital sejak tiga hari, disertai demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan vesikel multipel dengan dasar eritematosa dan eksudat purulen. Diagnosis ditegakkan sebagai herpes genitalis akibat infeksi HSV-2. Pasien diberikan mupirocin topikal untuk mencegah infeksi sekunder bakteri , serta pregabalin oral untuk mengatasi nyeri neuropatik yang mengganggu tidur dan kualitas hidup pasien. Selain itu, pasien diedukasi untuk menjaga kebersihan area genital, sering mengganti pakaian dalam, melakukan kompres NaCl setelah pembersihan, serta menghindari kelembaban. Perbaikan gejala dicapai setelah pengobatan dan perawatan suportif. Herpes genitalis HSV-2 memerlukan tatalaksana komprehensif tidak hanya dengan antivirus, tetapi juga terapi suportif seperti mupirocin untuk pencegahan infeksi sekunder dan pregabalin untuk nyeri neuropatik. Edukasi pasien mengenai kebersihan diri dan pencegahan penularan berperan penting dalam keberhasilan terapi.
Nyeri Punggung Kronis pada Perempuan Usia 42 Tahun: Laporan Kasus Fraktur Kompresi Vertebra T12 Akibat Osteoporosis Salsabilla Kindly Aurelia Azzahwa; Retno Setianing
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporotic Vertebral Compression Fracture (OVCF) merupakan komplikasi osteoporosis yang sering menyebabkan nyeri punggung kronik, keterbatasan mobilitas, dan penurunan fungsi aktivitas sehari-hari, yang dapat diperberat oleh Myofascial Trigger Point Syndrome akibat ketegangan otot berkepanjangan. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan rehabilitasi medik pada perempuan usia 42 tahun dengan fraktur kompresi vertebra thorakal ke-12 disertai Myofascial Trigger Point Syndrome. Pasien mengeluhkan nyeri punggung atas bilateral menjalar ke punggung bawah dan ekstremitas atas sejak satu tahun, memberat dalam dua minggu terakhir, terutama saat berdiri tegak dan berbaring. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan, trigger point pada otot trapezius bagian atas, nyeri saat gerak, serta keterbatasan fleksibilitas trunk. Pemeriksaan radiologi dan MRI menunjukkan fraktur kompresi VTh12 dengan retropulsi ke kanalis spinalis yang menimbulkan stenosis ringan dan perubahan degeneratif tulang belakang. Penatalaksanaan meliputi terapi farmakologis, penggunaan ortosis TLSO, serta program rehabilitasi medik berupa latihan stabilitas postural, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, mobilisasi, pijatan, dan edukasi latihan mandiri. Pendekatan rehabilitasi medik yang komprehensif diharapkan dapat menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, dan memperbaiki kemampuan fungsional pasien.
Seorang Laki-Laki Usia 57 Tahun dengan Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST Anterior dan Thrombus Intracardiac: Laporan Kasus Faril Arwan Tri Rahma; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ST-elevation myocardial infarction (STEMI) anterior merupakan sindrom koroner akut dengan mortalitas serta risiko komplikasi tinggi, termasuk pembentukan trombus intrakardiak. Kami melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 57 tahun yang datang dengan keluhan nyeri dada kiri sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai mual dan keringat dingin. Pemeriksaan elektrokardiografi menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan anterior yang konsisten dengan STEMI anterior, disertai peningkatan signifikan high-sensitivity troponin I. Pasien menjalani terapi reperfusi menggunakan fibrinolisis streptokinase akibat keterbatasan fasilitas intervensi koroner perkutan primer, namun evaluasi pasca-fibrinolisis tidak menunjukkan resolusi segmen ST yang adekuat. Pemeriksaan ekokardiografi transthorakal selanjutnya menemukan trombus intrakardiak pada apikal ventrikel kiri dengan fraksi ejeksi menurun. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa infark anterior luas, disfungsi ventrikel kiri, dan keterlambatan reperfusi merupakan faktor risiko utama trombus ventrikel kiri. Pasien diberikan terapi antikoagulasi heparin intravena yang dilanjutkan dengan warfarin, menunjukkan perbaikan klinis dan pengecilan ukuran trombus. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi ekokardiografi dini dan antikoagulasi yang tepat pada pasien STEMI anterior.
Seorang Wanita 82 Tahun dengan Adenocarcinoma Caecum: Sebuah Laporan Kasus Samara Leonarisabila; Heru Iskandar
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolorektal merupakan keganasan yang berkembang melalui proses bertahap dari polip jinak hingga bisa menjadi kanker invasif, kanker ini diawali dari berbagai faktor risiko seperti penyakit inflamasi usus, kebiasaan merokok, paparan radiasi abdomen, obesitas, dan sindrom herediter. Faktor-faktor risiko tersebut dapat menyebabkan mutasi pada sel-sel kolon, sehingga dapat menyebabkan pembelahan sel yang tidak terkontrol dan dalam jangka waktu bertahun-tahun dapat berkembang menjadi kanker kolorektal. Pertumbuhan tumor kolon ini bisa menyebabkan penyempitan lumen dan dapat menyebabkan obstruksi. Penelitian ini merupakan sebuah laporan kasus yang disusun dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan terapi pada seorang pasien wanita usia 82 tahun dengan adenocarcinoma caecum. Dalam kasus ini dilaporkan seorang wanita usia 82 tahun datang ke RSUD dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan nyeri perut yang sudah dirasakan sejak 3 tahun lalu, disertai dengan benjolan di perut kanan bawah yang dirasakan pasien semakin membesar, disertai sulit BAB dengan konsistensi feses cair dan kadang disertai darah segar. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang berupa laboratoris, radiologis, dan mikroskopik untuk menegakkan diagnosis yang pada kasus ini didapatkan diagnosis pasien adalah adenocarcinoma caecum, kemudian terapi yang diberikan berupa operatif yang dilanjutkan dengan kemoterapi untuk tatalaksana paliatifnya.
Tetanus Generalisata pada Pria Usia 57 Tahun: Sebuah Laporan Kasus Anis Nuristiqomah; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Clostridium tetani, bakteri anaerob yang menghasilkan toksin tetanospasmin, yang menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan spasme otot yang menyakitkan serta gangguan fungsi otonom. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang, terutama pada individu yang tidak memiliki riwayat vaksinasi lengkap.Metode: Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 57 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan perut kaku dan nyeri sejak empat hari sebelumnya.Hasil: Pasien disertai kesulitan membuka mulut (trismus), risus sardonikus, dan spasme otot generalisata. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipertonus otot, opistotonus, dan tanda-tanda disfungsi otonom. Pasien didiagnosis dengan tetanus generalisata dan mendapat terapi suportif berupa pemberian imunoglobulin tetanus (TIG), antibiotik metronidazol, serta benzodiazepin untuk mengontrol spasme otot.Kesimpulan: Penatalaksanaan tetanus memerlukan pendekatan multidisiplin yang mencakup netralisasi toksin, pemberantasan sumber infeksi, serta dukungan pernapasan dan kardiovaskular. Studi kasus ini menyoroti pentingnya deteksi dini, vaksinasi lengkap, serta penanganan segera untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas akibat tetanus.
Capsulitis Adhesiva sebagai Penyebab Nyeri dan Keterbatasan Gerak: Laporan Kasus Rahma Ghaida; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capsulitis adhesiva atau frozen shoulder merupakan proses patologis pada jaringan ikat sendi glenohumeral berupa inflamasi dan adhesi kapsul yang menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak sendi bahu. Kondisi ini dapat bersifat primer atau sekunder akibat cedera, imobilisasi, maupun pascatindakan operatif, serta berkembang melalui fase freezing, adhesive, dan resolusi. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, penegakan diagnosis, dan penatalaksanaan capsulitis adhesiva bahu kanan. Laporan kasus pada seorang perempuan berusia 62 tahun dengan keluhan nyeri bahu kanan sejak tiga bulan disertai keterbatasan gerak. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik umum, status lokalis dan neurologis, uji provokasi bahu, serta pemeriksaan penunjang radiologis, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pasien mengalami nyeri bahu kanan dengan skor Visual Analog Scale (VAS) 4-5, disertai nyeri tekan, spasme otot, krepitasi, dan keterbatasan hampir seluruh rentang gerak aktif dan pasif. Beberapa tes provokasi bahu menunjukkan hasil positif parsial yang mendukung diagnosis capsulitis adhesiva bahu kanan. Diagnosis capsulitis adhesiva dapat ditegakkan melalui evaluasi klinis yang komprehensif sehingga tatalaksana dapat diberikan secara tepat untuk memperbaiki fungsi bahu dan kualitas hidup pasien.
Asfiksia Neonatorum pada Bayi Aterm dengan Intrauterine Growth Restriction yang Lahir dari Ibu dengan Preeklampsia Berat: Laporan Kasus Faril Arwan Tri Rahma; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama pada bayi dengan faktor risiko seperti preeklampsia dan intrauterine growth restriction (IUGR). Asfiksia terjadi akibat kegagalan bayi baru lahir untuk memulai dan mempertahankan pernapasan spontan yang adekuat, sehingga menimbulkan hipoksemia dan asidosis. Laporan kasus ini membahas seorang bayi perempuan aterm dengan IUGR yang lahir melalui seksio sesarea atas indikasi preeklampsia berat. Bayi lahir dengan skor Apgar 4-6, berat badan lahir 2200 gram, dan menunjukkan tanda klinis asfiksia sedang. Diagnosis ditegakkan berdasarkan skor Apgar, kondisi klinis neonatus, serta adanya faktor risiko maternal dan perinatal. Tatalaksana awal dilakukan sesuai pedoman resusitasi neonatus terkini dengan fokus pada ventilasi efektif dan perawatan suportif. Setelah dilakukan penanganan segera, kondisi klinis bayi menunjukkan perbaikan dan stabil. Berdasarkan literatur, preeklampsia dan IUGR berperan dalam menurunkan cadangan oksigen janin dan mengganggu adaptasi ekstrauterin. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini faktor risiko dan resusitasi neonatus yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Seorang Laki-Laki dengan Trauma Okuli Perforans Sinistra Rupture Sclera dan Palpebra Inferior Full Thickness: Laporan Kasus Nailun Nihayah; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma okuli merupakan salah satu penyebab utama morbiditas visual di seluruh dunia, terutama pada individu dengan risiko kerja tinggi. Trauma okuli perforans adalah cedera mata berat yang ditandai dengan dua luka tembus penuh pada dinding bola mata, baik kornea dan/atau sklera, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga infeksi intraokular bila tidak ditangani segera. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan diagnosis, penanganan, dan perkembangan pasca terapi pada pasien dengan trauma okuli perforans mata kiri. Seorang laki-laki berusia 74 tahun datang ke Poli Mata RSUD Dr. Harjono Ponorogo pada 14 April 2025 dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kiri setelah tertusuk kayu pada hari yang sama. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan tidak adanya persepsi cahaya pada mata kiri, dengan temuan ruptur palpebra, perdarahan subkonjungtiva, ruptur sklera dan kornea full thickness, defek epitel kornea, prolaps iris, bilik mata anterior dangkal, serta tidak adanya refleks pupil. Pasien didiagnosis dengan trauma okuli perforans mata kiri dan diberikan tatalaksana awal berupa irigasi mata serta antibiotik sistemik, kemudian direncanakan rawat inap. Pasien menjalani eviserasi bola mata kiri sebagai intervensi definitif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pasca operasi, kondisi pasien stabil tanpa tanda infeksi lanjutan. Trauma okuli perforans merupakan kegawatdaruratan oftalmologi yang memerlukan diagnosis dan penanganan cepat guna mencegah komplikasi serius dan memperbaiki prognosis.