cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Endometriosis Oki Vinolia Amalanda Putri; Farid Nurdiansyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis merupakan penyakit neuroinflamasi kronis pada wanita usia reproduktif yang ditandai oleh adanya jaringan mirip endometrium di luar rahim. Endometriosis disebut sebagai estrogen dependent disease. Sekitar 6-10% wanita usia produktif mengalami endometriosis yang berhubungan dengan nyeri panggul kronis, dismenore, dispareunia, keluhan intestinal siklik, serta gangguan fertilitas yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Variabilitas manifestasi klinis dan kemiripan gejala dengan kelainan ginekologis lainnya menyebabkan keterlambatan diagnosis yang berdampak pada progresivitas penyakit dan peningkatan morbiditas, bahkan penelitian di Spanyol dan Inggris melaporkan penegakkan diagnosis endometriosis terlambat hingga 8 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan laparoskopi sebagai baku emas. Tatalaksana endometriosis bergantung pada keluhan spesifik yang dialami, tingkat keparahan gejala, lokasi lesi, tujuan pengobatan, dan keinginan untuk mempertahankan kesuburan di masa mendatang. Tatalaksana endometriosis meliputi tatalaksana medikamentosa ataupun intervensi bedah. Endometriosis sulit disembuhkan kecuali perempuan sudah menopause, angka kesembuhan sekitar 10-20% bahkan setelah penanganan bedah konservatif.
Trauma Okuli akibat Semburan Bisa Ular pada Pasien Lanjut Usia: Laporan Kasus Nadhila Ismahani; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma okuli kimia merupakan kegawatdaruratan oftalmologis yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada permukaan okular, termasuk akibat paparan biologis seperti bisa ular yang mengandung enzim proteolitik, sitotoksik, dan hemoragik. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan kasus trauma okuli kimia pada pasien usia 82 tahun yang mengalami mata merah, nyeri, dan pandangan kabur setelah terpapar bisa ular. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik mata, slit lamp, dan fluorescein test. Hasil pemeriksaan menunjukkan erosi epitel kornea, edema periorbital, dan perdarahan konjungtiva, dengan visus menurun pada kedua mata. Pasien mendapat penatalaksanaan berupa irigasi mata berulang, antibiotik topikal, analgesik, vitamin C, serta tetes mata pelindung kornea. Deteksi dini melalui anamnesis, pemeriksaan slit lamp, dan identifikasi tanda envenomasi terbukti penting dalam menentukan tata laksana yang tepat. Kesimpulannya, trauma okuli kimia akibat bisa ular menimbulkan kerusakan kimiawi dan biologis yang kompleks, sehingga intervensi cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.
Batuk dan Sesak ec Bronchopneumonia, Febris dan Batuk Lama ec Tuberculosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis, Gizi Buruk Fladea Eka Nugraheni; Eva Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri MTB (Mycobacterium tuberculosis). Jumlah kasus TBC pada remaja (10-19 tahun) diperkirakan sekitar 727.000 orang. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan gambaran klinis, temuan diagnostik, dan penatalaksanaan pada kasus Bronchopneumonia dan Tuberculosis pada anak. Penelitian ini merupakan laporan kasus anak laki-laki usia 15 tahun dengan keluhan sesak disertai demam, batuk dan penurunan berat badan. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan foto rontgen thorax, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pada pemeriksaan fisik paru ditemukan adanya retraksi dinding dada dan ditemukan suara tambahan wheezing pada saat auskultasi. Pada rontgen thorax didapatkan gambaran infiltrat di hampir seluruh parenkim bilateral terutama sinistra dengan kesan bronchopneumonia sinistra. Pemeriksaan sputtum TCM didapatkan hasil MTB Detected Low, RIF Resistance Not Detected. Hasil mantoux test positif dengan undulasi -/+ 15 mm. Pasien diberi terapi OAT fase intensif 1x6 tab dan pemberian nebu ventolin untuk mengurangi sesak serta edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakit TBC. Berdasarkan kasus ini pentingnya diagnosis dan tatalaksana awal dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi jangka panjang dan mencegah penularan TBC.
Seorang Wanita 28 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu dengan Anemia Gravis dan Letak Lintang Aufa Faza Fauzan Farma; Alifa Agil Dhillu Yunitama; Anggrahenie Prima Diana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun perinatal. Selain itu, letak lintang merupakan bentuk malpresentasi janin yang jarang namun berbahaya, terutama bila terjadi pada kehamilan aterm. Kombinasi anemia dan presentasi letak lintang memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Dilaporkan seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan hasil laboratorium menunjukkan anemia dan pemeriksaan USG yang menunjukkan letak lintang. Pada pemeriksaan hematologi menunjukkan anemia mikrositik hipokromik yang konsisten dengan anemia defisiensi besi. Pasien mendapatkan transfusi darah dan dilakukan pemantauan CTG, lalu direncanakan tindakan sectio caesarea transperitoneal. Pasien menunjukkan perbaikan klinis pada hari pertama pascaoperasi. Penatalaksanaan yang tepat, termasuk transfusi untuk optimalisasi kondisi ibu sebelum operasi dan tindakan sectio caesarea, merupakan langkah yang sesuai untuk mencegah komplikasi. Kasus ini menekankan pentingnya identifikasi dini anemia dan malpresentasi janin melalui ANC yang adekuat. Intervensi cepat dan tepat sangat penting dalam mengurangi risiko morbiditas pada kasus dengan anemia dan letak lintang.
Trauma Okuli akibat Serpihan Pemotong pada Pasien Laki-Laki Dewasa: Laporan Kasus Lucia Mavikasari; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma okuli merupakan kegawatdaruratan oftalmologi yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Trauma okuli non perforan umumnya disebabkan oleh trauma mekanik dan sering melibatkan permukaan mata, khususnya kornea. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran klinis, metode diagnosis, penatalaksanaan, serta luaran klinis pada pasien dengan trauma okuli non perforan. Metode yang digunakan adalah laporan kasus pada seorang laki-laki berusia 26 tahun yang datang dengan keluhan nyeri, rasa mengganjal, kemerahan, dan penglihatan kabur pada mata kanan setelah terkena serpihan cutter saat bekerja. Pemeriksaan meliputi anamnesis, pemeriksaan visus, pemeriksaan slit lamp, dan uji fluorescein. Hasil pemeriksaan menunjukkan visus okuli dekstra 5/6 dan okuli sinistra 5/5, dengan temuan injeksi kornea dan perikornea, abrasi kornea, serta hasil uji fluorescein positif tanpa tanda perforasi bola mata. Pasien didiagnosis trauma okuli non perforan dengan keratitis akut dan diberikan terapi antibiotik oral, antibiotik topikal, serta lubrikan mata. Evaluasi pascaterapi menunjukkan perbaikan klinis dan tidak ditemukan komplikasi. Simpulan laporan kasus ini menunjukkan bahwa diagnosis dini dan penatalaksanaan yang adekuat pada trauma okuli non perforan berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi penglihatan.
Laporan Kasus: Seorang Wanita Usia 21 Tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi Filda Tri Sakti; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak alergi (DKA) merupakan reaksi inflamasi pada kulit akibat pajanan alergen eksternal yang diperantarai oleh mekanisme hipersensitivitas tipe IV. Kasus ini cukup sering dijumpai, terutama pada wanita yang menggunakan produk kosmetik. Seorang wanita berusia 21 tahun datang dengan keluhan wajah tampak kemerahan disertai rasa perih, gatal, dan panas setelah penggunaan kosmetik. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya makula eritem difus pada wajah dengan inflamasi ringan tanpa tanda infeksi sekunder. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, ditegakkan diagnosis kerja dermatitis kontak alergi akibat paparan kosmetik. Pasien mendapatkan terapi kombinasi topikal dan sistemik berupa gentamicin 0,1% salep, mometasone furoate 1 mg/g krim, methylprednisolone 4 mg tablet, dan loratadine 10 mg tablet. Selain itu, pasien diberikan edukasi untuk menghentikan penggunaan kosmetik, menghindari paparan panas dan asap, serta menjaga kebersihan kulit dengan sabun wajah yang lembut. Dermatitis kontak alergi memerlukan diagnosis yang tepat serta edukasi pasien yang baik untuk mencegah kekambuhan. Penghindaran terhadap faktor pencetus dan pemilihan produk kulit yang aman menjadi aspek penting dalam keberhasilan terapi.
Kejang Demam Kompleks pada Anak dengan Global Developmental Delay dan Gizi Kurang sebagai Faktor Risiko Klinis Putri Dwi Anggreheni; R Rusmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam kompleks merupakan kondisi neurologis pada anak yang memiliki risiko kekambuhan lebih tinggi serta potensi gangguan neurologis jangka panjang, terutama disertai faktor risiko klinis tertentu. Dilaporkan seorang anak laki-laki usia tiga tahun sebelas bulan yang datang dengan keluhan kejang berulang disertai demam tinggi hingga 39,5°C. Kejang pertama bersifat tonik-klonik general dan berlangsung kurang dari lima menit, kemudian diikuti episode kejang fokal pada ekstremitas kanan beberapa jam setelahnya. Pasien memiliki riwayat kejang demam sebelumnya serta riwayat keluarga dengan kejang. Pemeriksaan klinis dan penunjang menunjukkan infeksi saluran napas atas sebagai pencetus demam, dengan respons inflamasi akut tanpa tanda keterlibatan sistem saraf pusat. Evaluasi tumbuh kembang mengungkap adanya global developmental delay pada berbagai domain perkembangan serta status gizi kurang, yang diduga berperan dalam kompleksitas dan kekambuhan kejang. Pasien mendapatkan terapi antipiretik, antibiotik sesuai sumber infeksi, serta antiepilepsi sebagai profilaksis kejang. Selama perawatan, kondisi klinis membaik tanpa kejang ulang, dan pasien dipulangkan dengan rencana tindak lanjut neurologi, terapi wicara, terapi okupasi, serta intervensi nutrisi terarah. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penatalaksanaan kejang demam kompleks dengan mempertimbangkan gangguan perkembangan dan status gizi sebagai faktor risiko klinis yang dapat memengaruhi luaran jangka panjang anak. Pendekatan multidisiplin diperlukan untuk mencapai hasil klinis yang optimal.
Kolesistitis Akut Akibat Kolelitiasis pada Wanita Usia 51 Tahun: Laporan Kasus Desita Asri Yulistina; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesistitis akut merupakan salah satu penyebab tersering nyeri abdomen akut dan umumnya terjadi akibat obstruksi duktus sistikus, yang menimbulkan stasis empedu, aktivasi proses inflamasi, serta dapat disertai infeksi sekunder pada dinding kandung empedu. Penyebab paling sering dari obstruksi tersebut adalah kolelitiasis. Kolelitiasis sendiri dilaporkan terjadi pada sekitar 10-15% populasi umum dan 20-40% pasien mengalami komplikasi kolesistitis akut sebagai manifestasi yang paling sering. Kolesistektomi masih menjadi pilar utama terapi pada sebagian besar kasus kolesistitis akut akibat batu empedu. Modalitas diagnostik utama yang digunakan adalah ultrasonografi, karena mudah, non-invasif, dan memiliki akurasi tinggi untuk mendeteksi batu empedu, penebalan dinding kandung empedu, cairan perikolekistik, dan tanda Murphy sonografis. Tokyo Guidelines 2018 juga menekankan pentingnya integrasi gejala klinis, temuan laboratorium, dan pencitraan untuk menegakkan diagnosis serta menentukan derajat keparahan. Tatalaksana yang tepat waktu sangat berpengaruh pada luaran pasien. Kolesistektomi laparoskopik dini (early laparoscopic cholecystectomy) direkomendasikan sebagai standar perawatan, karena terbukti menurunkan angka kekambuhan, komplikasi, serta lama rawat dibandingkan pendekatan konservatif atau operasi tertunda. Laporan kasus ini menyajikan kolelithiasis dengan kolesistitis akut pada seorang wanita berusia 51 tahun.
Penanganan Gawat Darurat Syok Perdarahan pada Fraktur Pelvis Tipe Vertical Shear Mada Sukma Dytho; Anthoni Yusbida
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syok hipovolemik karena perdarahan masif dengan penyebab trauma menjadi masalah yang dapat mengancam nyawa. Pada kasus perdarahan masif trauma pelvis memiliki angka kematian hingga 46%. Kami melaporkan kasus dengan syok perdarahan derajat 3 karena closed fractur pelvis tipe vertical shear tidak stabil disertai dengan fraktur femur, tibia, dan fibula. Terapi gawat darurat untuk mengatasi syok perdarahan diberakan pada pasien hingga melakukan operasi gawat darurat stabilisasi pelvis secara eksternal. Tujuan utama dalam penangan dari fraktur pelvis tidak stabil adalah mereduksi fraktur dan memperbaiki fragmen untuk mencapai stabilitas pelvis, terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan diantaranya metode non operasi, reduksi terbuka, dan operasi metode reduksi tertutup yang memiliki kerugian dan keuntungan masing-masing. Penanganan terhadap fraktur pelvis dengan kondisi tidak stabil yang disertai syok harus segera dilakukan karena jika penanganan terlambat maka akan meningkatkan risiko kematian pada pasien.
Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. S Usia 77 Tahun dengan Hipertensi dan Diabetes Tipe 2 Alif Fahran Fadillah; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kedokteran keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam pengelolaan pasien dengan penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2, yang memerlukan penanganan jangka panjang dan berkesinambungan. Studi kasus ini membahas penatalaksanaan holistik pada Ny. S, seorang wanita berusia 77 tahun dengan hipertensi stadium 1 dan diabetes mellitus tipe 2 yang telah lama dideritanya. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada terapi farmakologis, tetapi juga mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu. Penatalaksanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi biologis, psikologis, sosial, serta dukungan keluarga dan lingkungan komunitas pasien. Intervensi meliputi kunjungan rumah (home visit), pemantauan tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin, edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, kepatuhan minum obat, serta modifikasi gaya hidup. Selain itu, keterlibatan keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan emosional dan membantu pengawasan terapi harian pasien. Setelah dilakukan pemantauan berkala, ditemukan adanya perbaikan kondisi klinis dan peningkatan kualitas hidup pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa model pelayanan berbasis kedokteran keluarga efektif dalam mengoptimalkan pengendalian penyakit kronis secara komprehensif dan berkelanjutan.