cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26565757     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Determinan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Laki-laki Penyemprot Pestisida di Perkebunan Kelapa Sawit PT. LS, Sumatera Selatan Ebagustian Tamzil; Robiana Modjo; B Besral; M Maksuk; Sinthia Khodijah Marpaung
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyemprotan pestisida di perkebunan kelapa sawit merupakan pekerjaan berisiko tinggi karena pekerja berpotensi terpajan bahan agrokimia secara langsung dan berulang melalui inhalasi, kontak kulit, serta kontaminasi selama proses kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja laki-laki penyemprot pestisida. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 122 pekerja laki-laki yang ditetapkan melalui total sampling. Penggunaan alat pelindung diri dinilai melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi terstruktur dan diklasifikasikan menjadi lengkap atau tidak lengkap. Data umur, pendidikan, status perkawinan, masa kerja, berat badan, dan tinggi badan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Chi-square Pearson, uji Mann-Whitney U, dan regresi logistik biner. Hasil: Sebanyak 57,4% responden menggunakan alat pelindung diri secara tidak lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan, status perkawinan, dan masa kerja berhubungan signifikan dengan penggunaan alat pelindung diri, sedangkan umur, berat badan, dan tinggi badan tidak berhubungan signifikan. Pada analisis multivariat, hanya masa kerja yang menjadi prediktor independen signifikan; setiap tambahan satu tahun masa kerja meningkatkan peluang penggunaan alat pelindung diri secara lengkap sebesar 12,7%. Simpulan: Pengalaman kerja merupakan determinan terkuat penggunaan alat pelindung diri pada pekerja laki-laki penyemprot pestisida, sehingga intervensi keselamatan kerja perlu diprioritaskan pada pekerja dengan masa kerja lebih pendek melalui pelatihan, supervisi, dan penguatan kepatuhan.
Konsumsi Energi Harian dan Frekuensi Makan di Rumah Berpengaruh terhadap Kejadian Kelebihan Gizi Pada Remaja di Kota Padang Welly Femelia; Sandra Fikawati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Saat ini, 20% atau sekitar 390 juta anak usia sekolah di seluruh dunia mengalami kelebihan gizi, 160 juta orang di antaranya adalah obesitas. Pada tahun 2023, 18,75% anak usia sekolah di Indonesia menghadapi masalah yang sama. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh adalah konsumsi makanan ultra proses/Ultra Processed Food (UPF). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsumsi UPF terhadap kejadian kelebihan gizi pada remaja. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain kasus kontrol. Responden berjumlah 72 orang yaitu 36 siswa pada kelompok kasus (anak dengan kelebihan gizi, baik gizi lebih atau obesitas) dan 36 siswa pada kelompok kontrol (siswa dengan status gizi normal). Sampel berasal dari siswa kelas XI di tujuh Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Padang. Kelompok kasus diambil secara total sampling dari dua kelas dengan kasus kelebihan gizi terbanyak sedangkan kelompok kontrol diambil secara acak sederhana dari kelas yang sama. Hasil: sebanyak 22,2% siswa gemuk/obesitas sering mengonsumsi UPF. Makanan tersebut dikonsumsi setiap hari dengan total kalori lebih dari 500 kilokalori. Frekuensi konsumsi dan jumlah kalori yang diperoleh dari UPF tidak berhubungan signifikan dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja. Konsumsi energi harian tinggi, jumlah uang saku yang banyak, gaya hidup sedentary, frekuensi makan di rumah dan di luar rumah terbukti meningkatkan risiko kelebihan gizi. Variabel lain seperti pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tinggi badan dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja. Simpulan: sekitar 25% konsumsi energi harian remaja bersumber dari makanan ultra proses. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam memperoleh dan mempersiapkannya. Untuk menghindari masalah kesehatan di masa depan, remaja harus mengonsumsinya dalam jumlah terbatas atau memilih makanan ultra proses yang sehat.
PEDULI: Inovasi Edukasi Hipertensi melalui Buku Saku di Dusun II Desa Jatingarang Mahatma Dewi; Nurdika Kurniawati; Fira Widya Sahdawati; Lintang Marthasari; Mona Kurnia Sabela; Sheylla Yasmin; Denieta Rahmasari; Azza Mantasya; Violi Maulidya; Sheila Putri; Fahrizal Sidiq Radiasto; Denny Saptono Farurodzi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang memerlukan upaya promotif dan preventif berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Dusun II, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program "PEDULI" (Perhatikan Detak, Ukur, dan Lawan Hipertensi). Metode kegiatan meliputi survei awal melalui SMD dan MMD, penyuluhan interaktif mengenai hipertensi, penyusunan dan pembagian buku saku "PEDULI" sebagai media edukasi. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik masyarakat dari 54,5% menjadi 81,8% setelah penyuluhan. Buku saku "PEDULI" mendapat respon positif dan dinilai efektif sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
Jamu Sehat Anti Hipertensi: Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi secara Alami di Masyarakat Nisa Adellia Safitri; Isniasta Eka Putri; Kharisma Rahmatya Mulyawati; Maharani Nabila Anggraini; K Kamila; Putik Firdiani Kamila; Nabila Nuraya; Shafa Maulidya Prayanto; Bilqiis Ramadhani Lombayan; Salisa Darma Agustin; Ratri Rahmadina; Hibban Dzaki Imam Azzufar; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Berdasarkan hasil survei di Dusun IV Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, ditemukan rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan kader. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pra- eksperimen dengan desain one group pre and post test yang melibatkan 27 responden, serta dilengkapi kegiatan demonstrasi pembuatan jamu penurun hipertensi "JATES" (Jamu Tegalsari Sehat) dan pelatihan penggunaan alat tensi digital bagi kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 31,7% dengan nilai signifikansi p = 0,033 (<0,05), serta peningkatan keterampilan kader dalam penggunaan alat tensi digital dan kemampuan mempraktikkan pembuatan jamu dengan benar. Kegiatan ini juga menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pengendalian hipertensi secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah program edukasi kesehatan dan pelatihan kader yang disertai inovasi pemanfaatan bahan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader posyandu terhadap upaya pencegahan hipertensi di wilayah Dusun IV Desa Tegalsari.
Optimalisasi Aktivitas Fisik melalui Senam Hipertensi sebagai Strategi Pengendalian Penyakit tidak Menular (Hipertensi) pada Lansia di Dusun 3 Desa Karanganyar Wahyu Fitrianingrum; Della Nindhi Hariadhi; Hasna Salsabila Najiyah; Dewi Salsabila Widyawati Nadhiva; F Fadhilatunnasifah; Galuh Cahya Ayu Anggita; Hasna Ruwaida Annisa; Nur Mahes Adi Putra; Farros Arya Adhividyatama; Utrica Meidina Fani; Mutiah Diniyati; Kusuma Estu Wardani
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus hipertensi di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, dengan 974 penderita. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, khususnya lansia, dalam pengendalian tekanan darah melalui edukasi dan senam hipertensi. Metode pelaksanaan meliputi senam, penyuluhan, dan pemeriksaan tekanan darah pada 25 peserta lansia. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 141,76 mmHg menjadi 133,48 mmHg, dengan 15 peserta mengalami penurunan signifikan, sedangkan tekanan diastolik relatif stabil. Kegiatan ini terbukti efektif menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat dalam pengendalian hipertensi.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program SEDIA (Seledri untuk Darah Tinggi Lansia) sebagai Upaya Penurunan Kasus Hipertensi di Desa Alasombo Khansa Nuriashinta Nabila; Luthfi Maulana Ibrahim; Dhea Ayu Sekar Kinanti; Shafira An Nabila; Fauzan Cahyo Nugroho; Seksiyati Nur Rochimah Dwi Sofianingsih; Himmatul Aulia Rahman; Ashifa Putri Siswandari; Adinda Veronissa Surgawi; Shonia Khoirussyifa; Mike Septiana; Aulia Isnania Salsabila
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini menjadi tantangan utama di Desa Alasombo, Kecamatan Weru, yang menunjukkan tingginya kasus hipertensi serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan daun seledri (Apium graveolens L.) sebagai teh herbal alami. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan manfaat daun seledri yang dikombinasikan dengan demonstrasi pembuatan teh daun seledri. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia yang signifikan, dari 3,4% peserta dengan pengetahuan baik sebelum intervensi menjadi 72,4% setelah intervensi. Selain itu, lebih dari setengah peserta mampu mempraktikkan pembuatan teh seledri secara mandiri sesuai arahan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia terhadap upaya dalam pengendalian hipertensi dan menumbuhkan motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Pendekatan edukasi partisipatif dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesadaran, keterampilan, serta kemandirian lansia dalam pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan bahan alami lokal.
Edukasi Kesehatan melalui Game Board "TangSi (Tangga Tensi)" sebagai Inovasi Peningkatan Pengetahuan Hipertensi bagi Masyarakat Desa Karanganyar Reggina Ayu Amdarmaputri; Levina Dessy Rahmawati; Farah Alifa Nur Shabrina; Siska Dwi Jayanti; Linda Antika Nilam Cahya; Dika Angga Setyawan; Asna Apriliya; Farida Apriliani; Fitria Sandra Pratiwi; A Almira; Nisrina Nur Farestiana; Lutfia Imroatu Sholicha; Tri Ismiati; Windi Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular seperti hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo (2024), terdapat 266.043 penderita hipertensi, dengan 17.316 kasus berada di Kecamatan Weru. Hasil analisis situasi di Dusun IV, Desa Karanganyar, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kebiasaan kurang menjaga pola makan, jarang memeriksa tekanan darah, serta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pencegahan hipertensi. Kondisi ini menandakan perlunya kegiatan edukatif yang menarik dan mudah dipahami masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan mengenai hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03/RW 07 Dusun IV, Desa Karanganyar, dengan sasaran 28 peserta dari kelompok ibu-ibu. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 60,0 pada pre-test menjadi 83,0 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media TangSi efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Simpulan: Edukasi berbasis permainan papan TangSi (Tangga Tensi) terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Metode edukasi interaktif ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam kegiatan promosi kesehatan di tingkat komunitas, khususnya pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Kanal Website Kemenkes RI dan Diskusi Interaktif dalam Pencegahan HIV/AIDS pada Siswa SMK Negeri 2 Sragen Karismatika Surya Gumilar; Bertha Sylvester Maingu; Nuha Al Aghbari; Doaa Jameel Al Ramlawi; Muhammad Fahrezi Al Ghifari; Karunia Mutiara Surya Hanifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Remaja yang berdaya dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS menjadi penting mengingat tingginya risiko perilaku tidak sehat pada remaja di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa melalui pemanfaatan kanal edukasi digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di SMK Negeri 2 Sragen. Metode: Pengabdian masyarakat ini melakukan edukasi berbasis digital melalui pemutaran materi dari kanal resmi Kemenkes, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada siswa. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 27,46%, yang mengindikasikan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman responden terhadap materi yang disampaikan. Dengan 9% siswa mengalami penurunan skor, 18% siswa skornya tetap, dan 73% siswa mengalami kenaikan skor. Simpulan: Kegiatan ini menunjukkan pemanfaatan kanal edukasi digital Kemenkes RI efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja serta dapat menjadi strategi inovatif dalam upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah.
Edukasi Pencegahan Stunting dan Demonstrasi Pengolahan MPASI bagi Ibu Hamil dan Ibu Baduta di Posyandu Wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur Regia Puspa Astari; Ammy Fahmy Myala; Fathinah Ranggauni Hardy
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Jakarta Timur yang memerlukan intervensi edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan literasi gizi ibu. Edukasi mengenai Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat krusial mengingat masa transisi nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menentukan kualitas pertumbuhan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan ibu hamil dan ibu baduta mengenai pencegahan stunting serta memberikan pengalaman praktik pengolahan MPASI. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan MPASI, serta evaluasi pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 29 orang yang terdiri dari 12 ibu hamil dan 17 ibu baduta di wilayah Kecamatan Pulogadung. Materi kegiatan meliputi edukasi pencegahan stunting dan praktik pengolahan MPASI. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner tes pengetahuan, dan data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perbandingan skor rerata. Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan skor rerata pre-test sebesar 8,79 dan skor rerata post-test sebesar 8,86. Terdapat peningkatan skor pengetahuan yang sangat tipis sebesar 0,07 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta sebenarnya telah memiliki pemahaman dasar yang baik sebelum kegiatan dilakukan, sehingga edukasi lebih bersifat memperkuat informasi yang sudah ada. Selain itu, proses kegiatan berjalan interaktif di mana peserta terlibat aktif dalam diskusi dan demonstrasi pengolahan MPASI. Simpulan: Kegiatan ini berperan sebagai penguatan literasi gizi dan pengalaman praktik dalam pengolahan MPASI mengenai stunting dan MPASI. Meskipun peningkatan skor pengetahuan tidak besar secara numerik, kegiatan ini tetap penting untuk menjaga konsistensi pemahaman ibu. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pengetahuan tersebut diimplementasikan dalam praktik pengasuhan sehari-hari.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang Rahmadhani Aisyah; Elvina Nadya Reswara; Amanah Rizki Fadilah; Nur Hani; Talitha Inas Zhafira; Amanda Ayu Ciputri; Deby Aghata Risky Pinastika; Sarah Ayu Cahyaningtyas; Nasywa Azalia Nabila; Khalisa Masra Desandrina Hafid; Naufal Harris Akdhana; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional >95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Page 12 of 13 | Total Record : 125