cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN PENUMPANG BEMO PADA TRAYEK Y DI KOTA SURABAYA OLIVER CALVINDORO, DEWANGGA; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Surabaya merupakan Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat setiaptahunnya, dimana transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakatnya.Peningkatan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya moda transportasi umummenyebabkan masyarakat mulai meninggalkan angkutan umum dan beralih ke kendaraan pribadi. Kendaraanpribadi dipilih karena dirasa lebih cepat, mudah dan efisien. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan KotaSurabaya Tahun 2017 moda transportasi bemo mengalami penurunan jumlah armada yang paling drastisterutama pada bemo trayek Y yaitu hanya 11 atau sebesar 30% armada yang aktif (yang diperpanjang) daritahun sebelumnya (2015) sebanyak 37 armada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorpenyebab tidak diminatinya angkutan umum bemo trayek Y di Kota Surabaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian iniadalah orang yang bepergian/ber-aktifitas dari terminal Joyoboyo sampai Demak dengan menggunakanBemo Trayek Y dan Orang yang pernah menggunakan bemo trayek Y. Sampel penelitian ini sebesar 96responden yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi,kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah menggunakan teknik skoring skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan memperoleh bemo trayek Y dikategorikan kurangbaik, aksesibilitas dikategorikan kurang baik, pelayanan sopir dikategorikan baik, kondisi fisik dikategorikanburuk, kenyamanan dan keamanan dikategorikan kurang baik. Faktor utama menyebabkan tidak diminatinyaangkutan umum bemo trayek Y adalah kondisi fisik yang buruk.Kata kunci : Bemo trayek Y Surabaya
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA LULUSAN SMP/MTS YANG MELANJUTKAN KE SMA/SMK SEDERAJAT DI KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO , FAISOL; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo adalah daerah dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat Sekolah Menengah Atas terendah dibanndingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo yaitu dengan APK 13% dan APM 12,1%. Hal ini menunjukkan daerah tersebut masih banyak anak lulusan SMP/MTs yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK Sederajat, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya lulusan SMP/MTs melanjutkan ke SMA/SMK Sederajat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah anak lulusan SMP/MTs tahun 2015/2016 yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK sederajat yaitu sejumlah 133 anak. Jumlah sampel sebanyak 57 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel dilakukan dengan proporsional area secara random sampling. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring berdasarkan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab rendahnya lulusan SMP/MTs melanjutkan ke SMA/SMK sederajat adalah sebagai berikut : 1) motivasi anak yang rendah (66,6%), 2) motivasi orang tua yang rendah (57,8%), 3) jarak rumah dengan gedung sekolah jauh (54,3%), 4) pengaruh teman bermain (50,8%), pendapatan orang tua yang rendah (59,6%), dan budaya yang menganggap pendidikan tidak penting (57,8%).Kata kunci : APK dan APM , motivasi, geografis, sosial, ekonomi, budaya
KAJIAN AGLOMERASI INDUSTRI KERAJINAN MEBEL DI DESA WRINGINPITU KECAMATAN MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG UMUL HABIBAH, TUTUT; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Wringinpitu Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang merupakan desa sentra industri yang memproduksi berbagai jenis mebel. Lokasi berdirinya industri mebel yang ada di Desa Wringinpitu ini memiliki karakteristik mengelompok (aglomerasi). Aglomerasi industri mebel ini menimbulkan berbagai permasalahan, satu diantaranya yaitu persaingan yang tidak sehat antar pengrajin, meskipun demikian dalam perkembangan industri mebel ini, pengrajin sampai sekarang tetap mempertahankan kegiatan produksi guna membangun kualitas industry mebel di Desa Wringinpitu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pasar, biaya transportasi, increasing return dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aglomerasi dari industri terkait dengan aglomerasi industri mebel di Desa Wringinpitu Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan yang digunakan adalah sebanyak 10 pengrajin dari 163 pengrajin secara acak. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan kuesioner dan dokumentasi.Penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran yang paling banyak digunakan oleh para pengrajin adalah lewat pengepul atau tengkulak. Omset produk terbanyak adalah Bangku Sekolah yang mencapai 16 unit/bulan. Desa Wringinpitu pemasarannya sudah luas baik dalam lingkup lokal dan regional. Lokalisasi industri yang berdekatan membawa keuntungan yang dapat menekan biaya transportasi. Bahan baku didapatkan dari luar daerah Jombang seperti Madiun,Blitar, dan Bojonegoro. Biaya transportasi dari lokasi bahan baku ke lokasi industri sebesar ± Rp 2.000.000-Rp 2.200.000,00. Biaya transportasi pemasaran ditanggung oleh konsumen. Asal modal dari tabungan sendiri dengan jumlah modal awal yang digunakan paling banyak antara Rp 30.000.000,00 - Rp 34.000.000,00. Jumlah pendapatan bersih dalam industri ini adalah paling banyak antara Rp 10.000.000,00-Rp 16.000.000,00. Jumlah ini sudah bersih dari gaji tenaga kerja, biaya transportasi, biaya bahan baku dan lain-lain. Pendapatan bersih sebesar itu membuat para pengrajin mampu dan menekan hutang secara besar dan melakukan perputaran modal dengan baik. Faktor yang menyebabkan terjadinya aglomerasi di Desa Wringinpitu adanya faktor yang menunjang yaitu modal dari tabungan pribadi pengrajin sehingga menekan angka hutang dari pihak lain, dan adanya biaya angkut hal tersebut memberikan dampak permintaan pasar lokal semakin menyebar dan memberikan efek teraglomerasinya suatu industri dan memberikan keuntungan dalam bentuk penghematan ongkos dan menekan biaya transportasi, dan tenaga kerja di wilayah Desa Wringinpitu yang melimpah sehingga perkembangan industri di dukung dengan tenaga kerja yang berasal dari lokal dapat di maknai juga industri mebel tersebut mendekatkan diri pada melimpahnya tenaga kerja.Kata Kunci: Aglomerasi, Industri Mebel
KAJIAN HOME INDUSTRY TEMPE DITINJAU DARI MODAL EKONOMI DAN TENAGA KERJA DI DESA SEPANDE KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO DWI PRASETYO, EDO; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, merupakan suatu desa sentra home industry tempe.Home industry tempe di Desa Sepande bersifat mengelompok dalam satu desa. Adanya home industry yangmengelompok dalam jumlah besar dalam suatu desa menjadikan suatu hal yang menarik untuk diteliti, terutama terkaitdengan karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan alasan tenaga kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik profil home industry tempe, seberapa besar penyerapan tenagakerja, dan alasan tenaga kerja bekerja di home industry tempe.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian iniadalah 40% dari jumlah populasi home industry tempe yang ada di Desa Sepande, yaitu 74 home industry. Sumber datadiperoleh dari data primer dan sekunder menggunakan wawancara dengan kuisioner dan dokumentasi. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi home industrytempe di Desa Sepande, yaitu usaha dijalankan turun-temurun dengan mayoritas pengusaha tempe laki-laki berusia 48thn. Bahan baku kedelai diperoleh dengan mudah dan dekat dengan rata-rata jumlah (kg) bahan baku yang digunakanperbulan 3750 kg. Rata-rata modal pengusaha tempe dalam satu kali produksi Rp 428.000 dengan modal sendiri dantidak mengalami kesulitan modal. Kecanggihan alat pengusaha tempe rata-rata semi modern. Jangkauan wilayahpemasaran produk luar kabupaten dengan tujuan pasar tradisional. Pendapatan pengusaha tempe rata-rata satu bulanyaitu Rp 4.064.595. Umur tenaga kerja rata-rata 40 thn dengan kualitas terlatih, sistem pembayaran upah harian denganrata-rata Rp 54.000. Serapan tenaga kerja 2,96% dari 40% jumlah penduduk. Alasan tenaga kerja bekerja di homeindustry tempe karena sesuai dengan keahlian yang dimiliki.Kata kunci : Karakteristik home industry tempe, Tenaga kerja
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PERMUKIMAN TERHADAP BANJIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARMOYO KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG NAZMELIA, AUDHIYAH; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir adalah salah satu permasalahan umum yang sering terjadi di Kabupaten Jombang. Kabupaten jombang mempunyai kapasitas aliran sungai yang kurang memadai sehingga kondisi topografi juga menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya genangan banjir setiap tahun pada musim penghujan. Topografi wilayah Kabupaten Jombang relatif landai dengan kemiringan 0-2% dengan tingkat elevasi 44 mdpl yang mana relatif lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya. Kawasan Marmoyo memiliki ketinggian lebih rendah dari ketinggian Sungai Brantas, dengan tingkat elevasi 0 sampai 50 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir dan tingkat kerentanan permukiman terhadap banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 39 orang. Subjek penelitian yang dijadikan sumber data adalah masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo yang dipilih secara Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, kuesioner, dan wawancara.Hasil penelitian ini adalah dari perhitungan skor parameter tingkat bahaya banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo menunjukkan bahwa untuk kategori lama genangan >48 jam. Pada kategori tinggi genangan dan frekuensi genangan banjir menunjukkan bahwa tinggi genangan >50 cm dan frekuensi genangan 2-5 kali kejadian dalam satu tahun. Perhitungan tingkat kerentanan permukiman terhadap banjir dengan menjumlahkan skor indikator variabel kondisi rumah, intensitas genangan, dan persepsi kenyamanan tempat tinggal masyarakat dengan jumlah 39 sampel penelitian yaitu ada 10 sampel penelitian yang menunjukkan tingkat kerentanan rendah, sisanya 18 sampel penelitian menunjukkan tingkat kerentanan tinggi di seluruh kawasan Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.Kata kunci : Bahaya Banjir, Kerentanan Permukiman, Sub Daerah Aliran Sungai Marmoyo
DAMPAK RELOKASI TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PEDAGANG PASAR BURUNG KUPANG KOTA SURABAYA RIULFI HIDAYATULLAH, ACHMAD; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasar Kupang merupakan pasar yang menyediakan aneka jenis hewan, perlengkapan hewan seperti kandang dan aksesoris serta makanan hewan. Pasar Kupang didominasi oleh pedagang hewan unggas yaitu burung, sehingga pasar ini lebih dikenal sebagai Pasar Burung Kupang. Pasar ini direncanakan oleh pemerintah Kota Surabaya untuk di relokasi ke pasar Karang Pilang, tetapi karena ada permasalahan sosial maka pedagang pasar Burung Kupang lebih memilih pindah dan berjualan di Jl. Kembang Kuning dan di Pasar Grand Medaeng sesuai dengan lokasi ke dua yang baru ditentukan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak tingkat kondisi sosial dan ekonomi pedagang yang di relokasi dari pasar Burung Kupang.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang di pasar Burung Kupang yang telah di relokasi dan sudah diketahui berjualan kembali di pasar Grand Medaeng dan di Jl. Kembang Kuning sejumlah 47 responden, terdiri dari 14 responden yang berdagang di jalan Kembang Kuning dan 33 responden berjualan di Pasar Grand Medaeng. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah skoring dengan skala likert.Hasil analisis data menunjukkan dampak kondisi sosial responden setelah di relokasi sangat baik karena dari hubungan berbagai pihak membentuk kelompok sosial seperti paguyuban untuk saling bertukar informasi tentang koleksi burung dan cara perawatannya seperti yang dilakukan oleh pedagang di Jl. Kembang Kuning, namun ada sebagian pedagang yang tidak melakukan hubungan sosial dengan baik karena lokasi relokasi di Pasar Medaeng jauh dari jangkauan pelanggan lama. Dampak kondisi ekonomi responden setelah di relokasi sangat baik karena omset penjualan meningkat, jenis dagangan dan waktu berjualan bertambah seperti di Jl. Kembang Kuning, sedangkan di Pasar Grand Medaeng tidak baik karena omset penjualan menurun dan jam operasional dibatasi.Kata Kunci: relokasi, pasar burung, pedagang, dampak sosial, dampak ekonomi
KAJIAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI SEBAGAI BEKAL PESERTA DIDIK UNTUK MENGHADAPI TUNTUTAN PEMBELAJARAN ABAD 21 DI SMA SURABAYA WAHYU HIDAYAT, ESA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTuntutan pembelajaran abad 21 mengharuskan peserta didik untuk memiliki keterampilan, pendidikan, dan kemampuan daya saing yang merupakan cara untuk menciptakan sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan global agar dapat memenangkan persaingan. Secara sederhana terdapat empat hal untuk mencapai kompetensi abad 21, yaitu berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif. Kurikulum dikembangkan atas teori ?pendidikan berdasarkan standar? (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Kurikulum 2013 diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran abad 21. Pembelajaran geografi bertujuan untuk mewujudkan peserta didik memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan analisis keruangan. Bedasarkan survey, peneliti tertarik untuk melakukan pendalaman terhadap kesesuaian antara mata pelajaran geografi dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Pendalaman materi yang didukung kurikulum 2013 mata pelajaran geografi dapat membuat peserta didik berkompetisi, tetapi berbeda dengan pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Geografi yang sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.Jenis penelitian ini adalah deskriptif explanatory dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi di lapangan dengan metode wawancara guru mata pelajaran Geografi dan survei kegiatan pembelajaran di kelas menggunakan metode skala Guttman dan skala Likert yang nantinya akan dideskripsikan di dalam tabel countenance. Proses tuntutan pembelajaran abad 21 dianalisis menggunakan tabel countenance dari model countenance stake. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2018 pada dua tempat yaitu SMAN 16 Surabaya dan SMA Terpadu YPP Nurul Huda Surabaya.Hasil observasi menunjukkan bahwa antecedent pembelajaran geografi di SMAN 16 Surabaya dan SMA Terpadu YPP Nurul Huda sudah sesuai dengan standar pemerintah. Guru mata pelajaran geografi belum memiliki ide untuk memasukan tuntutan pembelajaran abad 21 kedalam materi geografi sebagai bekal peserta didik untuk menghadapi persaingan secara global. Terlihat dari masih kurang berkembangnya kemampuan dan keterampilan geografi pada peserta didik. Hasil survei di lapangan, terdapat kesan kompetensi guru geografi masih belum seperti yang diharapkan untuk menghadapi tuntutan abad 21. Sebagian besar masih sebagai pelaksana kurikulum, bahkan lebih bersifat rutinitas. Kondisi ini menunjukkan Guru geografi banyak yang tidak atau belum siap menghadapi berbagai perubahan.Kata Kunci : Kompetensi, Tuntutan Belajar, Pembelajaran abad 21
KAJIAN TENTANG PENYEBAB MASYARAKAT TETAP MEMILIH BERMUKIM PADA DAERAH RAWAN BANJIR DI KELURAHAN RONG TENGAH KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG GEMPUR ANARKI, IBRAHIEM; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelurahan Rong Tengah mempunyai letak yang sangat strategis yaitu berada di tengah Kota Sampang. Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Kelurahan Rong Tengah merupakan daerah yang sering mengalami banjir ketika musim hujan. Banjir di daerah tersebut disebabkan oleh meluapnya sungai Kemoning yang berada tidak jauh dari pemukiman. Seiring berjalannya waktu dari tahun ketahun selalu mengalami banjir, akan tetapi masyarakat Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang tetap memilih untuk bertahan di tempat tinggal mereka. Sehingga peneliti tertarik untuk mengatahui penyebab masyarakat tetap memilih bermukim pada daerah rawan banjir di Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat di Kelurahan Rong Tengah yang tetap memilih bermukim di wilayah rawan banjir dilihat dari segi faktor ekonomi, faktor non ekonomi, dan adaptasi.Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan metode Skoring. Prosedur data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan subjek penelitian ini adalah warga Kelurahan Rong tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Objek dari penelitian ini adalah faktor ekonomi, faktor non ekonomi, dan adaptasi masyarakat ketika banjir.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang mampu beradaptasi dengan sangat baik. Dengan dilihat masyarakat yang sudah meninggikan tempat tinggal mereka dengan tujuan dapat mengantisipasi dampak banjir yang berlebihan. Masyarakat Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang juga memiliki keterampilan dan penyesuaian diri dengan lingkungan yang berubah, hal ini dilihat dari masyarakat yang sudah memindahkan barang barang berharga pada bagian rumah yang lebih tinggi dan masyarakat berinisiasi menyimpan air bersih dalam skala besar dengan tujuan untuk beradaptasi pada lingkungan sekitar yang berubah.Kata kunci : Banjir, Adaptasi, Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI MATERI DINAMIKA GERAKAN LEMPENG TEKTONIK MATA KULIAH GEOLOGI UMUM PRODI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ARIFANDI NOR, DWINDA; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia merupakan salah satu komponen dalam sistem pembelajaran yang mempunyai fungsi dan peran yang sangat vital bagi keberhasilan pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Pemilihan media yang tepat akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Selama ini, proses pembelajaran materi Tektonisme dalam mata kuliah Geologi Umum hanya menggunakan media power point saja yang membuat mahasiswa hanya fokus pada menulis dibanding mendengarkan penjelasan pendidik. Agar mahasiswa dapat memahami materi tektonisme dengan baik dan proses pembelajaran lebih efektif, perlu adanya pengembangan media tiga dimensi yang layak untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media tiga dimesi yang layak dan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap media yang dikembangkan.Jenis penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek dalam pengembangan media model ini yaitu mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2014 yang telah lulus mata kuliah Geologi Umum sebanyak 30 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi media dan lembar validasi materi serta lembar angket respon mahasiswa terhadap media pembelajaran tiga dimensi yang telah dikembangkan.Media pembelajaran tiga dimensi materi Tektonisme ini mengalami validasi sebelum dikatakan layak oleh validator ahli media dan ahli materi. Hasil skor validasi oleh ahli media yaitu sebesar 83,3% dan hasil skor validasi oleh ahli materi yaitu sebesar 88,8%. Berdasarkan kelayakan pada skala likert, hasil nilai validasi dari ahli media dan ahli materi termasuk antara 80%-100% sehingga termasuk dalam kriteria ?sangat layak?. Total hasil respon dari 30 mahasiswa mendapat perolehan skor sebesar 90,1% dan termasuk dalam kriteria ?sangat setuju?. Artinya, mahasiswa memberikan tanggapan baik terhadap media yang dikembangkan dan setuju terhadap media sebagai penunjang dalam proses pembelajaran materi tektonisme mata kuliah Geologi Umum.Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Media Tiga Dimensi, Tektonisme
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN 3 DIMENSI MATERI LIPATAN DAN PATAHAN MATA KULIAH GEOLOGI STRUKTUR PRODI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA WAHYU SETIAJI, RIFKI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemilihan media yang tepat akan menghasilkan proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan, karena media mempunyai berbagai kelebihan antara lain membuat konsep yang abstrak dan kompleks menjadi sesuatu yang nyata, sederhana, sistematis, dan jelas. Selama ini perkuliahan Geologi Struktur khususnya materi lipatan dan patahan dalam pembelajaran menggunakan media power point yang di dalamnya terdapat animasi dan video. Kelemahannya mahasiswa hanya dapat mengamatinya secara sekilas sehingga banyak mahasiswa yang belum memahami materi yang di jelaskan. Mengatasi hal tersebut perlu dikembangkan media lipatan dan patahan yang dapat menunjang proses pembelajaran dan dapat diamati setiap saat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media 3 dimensi pembelajaran geologi struktur materi lipatan dan patahan yang layak untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap kesesuaian media yang di kembangkan untuk memudahkan pemahaman materi pembelajaran.Jenis penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi serta angket respon mahasiswa terhadap media pembelajaran tiga dimensi yang telah dikembangkan.Hasil skor validasi oleh ahli media yaitu sebesar 93% dan hasil skor validasi oleh ahli materi sebesar 91%. Berdasarkan skala likert, hasil nilai validasi dari ahli media dan ahli materi termasuk antara 80%-100% sehingga termasuk dalam kriteria ?sangat layak?. Total hasil repon dari responden mahasiwa menunjukkan bahwa media yang di kembangkan sudah sangat sesuai dan memudahkan pemahaman terhadap materi dengan skor masing-masing 93,5% sehingga media yang dikembangkan sangat sesuai sebagai media yang di kembangkan.Kata Kunci:Penelitian Pengembangan, Media Tiga Dimensi, Lipatan dan Patahan