cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MIGRAN MADURA MASUK DI KELURAHAN TANAH KALI KEDINDING KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA OKSA RIYANTA, RIDZAL; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTanah Kali Kedinding village is one areas in Kenjeran District, from the data on incoming migrationthe village has a total of 1460 Madura migrations. The number of incoming migrants is influenced by variousfaktors not only from migrants origin area and destination area. Therefore, the researcher was interested to findout The Study of The Socio- Economic Condition of Incoming Madura Migrant In Tanah Kali KedindingVillage of Kenjeran Dirstrict. This study was aimed (1) to find out the socio-economic condition of incomingMadura migrant in Tanah Kali Kedinding Sub-District of Kenjeran District Surabaya, (2) to know the factorsinfluenced Madura migrant in Tanah Kali Kedinding Sub-District of Kenjeran District of Surabaya.This type of reseaerch is a survey by observing and collecting facts based on variables and it presentedin the form of quantitative descriptive. The sampling used in determining respondents of this study was randomsampling, it is taking the sample randomly, the calculation of sample quantity used Slovin formula so thesample was 94, while the method to determine respondents as quantitative descriptive analysis technique withpercentages.Based on this study, the result indicated that the socio-economic of Madura Migrants in Tanah KaliKedinding Sub-Dirstrict of Kenjeran District of Surabaya were dominated by the age between 25-29 or as muchas 24.47% of 23 respondents, the gender was dominated men with 43 or 45.74% respondents, the largest maitalstatus was married ith the number 67 or 71.27% out of 94 respondents, the migrants education level wasdominated by Senior high School migrant with the total of 32.98% or 31 out of 94 respondent.Keywords : Social Condition, Economic Condition, Madura Migrant.
PENGEMBANGAN MEDIA MODEL DAERAH TOPOGRAFI KARST PADA MATAKULIAH GEOMORFOLOGI UMUM DENGAN MATERI MORFOLOGI KARST DI PRODY PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MASRUROH, HANIK; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstruktur dan pembelajaran dapat lebih menarik. Selama ini perkuliahan geomorfologi umum khususnya materi morfologi karst dalam penyampaianya menggunakan metode ceramah dengan media power point. Mahasiswa supaya dapat memahami materi morfologi karst dengan lebih baik perlu adanya media model daerah topografi karst yang dapat menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui karakteristik model daerah topografi karst pada mata kuliah geomorfologi umum materi morfologi karst yang layak digunakan dan 2) mengetahui respon mahasiswa terhadap media model daerah topografi karst.Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian R & D (Research and Develoment) Borg and Gall (1983:775). Subjek dalam pengembangan media model ini yaitu mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi yang telah memprogram matakuliah geomorfologi umum sebanyak 30 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan R & D (Research and Development) yang di adopsidari Borg and Gall. Model pengembangan dari Borg and Gall ini terdiri dari 10 tahapan, namun peneliti menggunakan 7 tahapan yang terdiri dari potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, persepsi mahasiswa, produk akhir. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah validasi oleh ahli media dan ahli materi serta angket respon mahasiswa terhadap media model daerah topografi karst.Media pembelajaran model daerah topografi karst mengalami validasi sebelum dikatakan layak oleh validator ahli media dan ahli materi. Hasil validasi total ahli media dan ahli materi media model daerah topografi karst mendapatkan nilai sebesar 81%, dengan rincian validasi ahli media sebesar 82% dan validasi ahli materi yaitu sebesar 80%. Berdasarkan kriteria kelayakan pada skala likert nilai 81% termasuk antara 80%-100% sehingga termasuk dalam kriteria ?Sangat Layak?. Total hasil respon dari 30 mahasiwa di dapat 9% mahasiswa mengatakan bahwa media ?Baik? dan 91% mahasiswa mengatakan ?Sangat Baik? untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini, diperoleh bahwa media model daerah topografi karst layak digunak sebagai pembelajaran di Pada Materi Morfologi Karst di Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya.Kata kunci:Penelitian Pengembangan, Media Model, Morfologi Karst
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET PADA MATERI VULKANISME DALAM MATA KULIAH GEOLOGI UMUM PRODI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA NOVITA SARI, HENY; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetersediaan media pembelajaran dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga berperan penting serta memperlancar dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu materi pembelajaran Mata Kuliah Geologi Umum adalah Vulkanisme. Pembelajaran mata kuliah tersebut sebagian besar menggunakan media Power Point. Hal ini membuat mahasiswa sulit memahami materi yang disampaikan karena dengan menggunakan Power Point yang membuat peserta didik fokus menulis daripada mendengarkan. Berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa, khususnya pada Mata Kuliah Geologi Umum pada materi vulkanisme, mahasiswa memerlukan media maket yang menggambarkan fenomena vulkanisme. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan media pembelajaran maket pada materi vulkanisme yang layak; 2) Mengetahui respon mahasiswa tentang media pembelajaran maket pada materi vulkanisme.Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi, berjumlah 30 orang yang telah memprogram Mata Kuliah Geologi Umum. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Desseminate (penyebaran). Namun tahap Desseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Teknik pengumpulan data berupa instrumen validasi oleh ahli media dan ahli materi serta angket respon mahasiswa. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik skoring.Kelayakan maket ditentukan oleh hasil penilaian dari validator ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hal itu ahli media memberikan penilaian 89% dan ahli materi 94%. Berdasarkan angka tersebut, media yang dikembangkan ?Sangat Layak?. Hal ini Berdasarkan skala likert nilai persentase diantara 80,01%-100,00% termasuk dalam kategori ?Sangat Layak?. Hasil penelitian ini, diperoleh bahwa maket 3D sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran materi Vulkanisme Mata Kuliah Geologi Umum di Jurusan pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya.Kata kunci : Penelitian Pengembangan, Model 4D, Media Pembelajaran 3D, Vulkanisme
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) DI KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ISTIQOMAH, NUR; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia mempunyai harapan yang sangat besar dalam pengembangan pertanian lahan kering di masa mendatang mengingat potensi dan luas lahannya yang jauh lebih besar daripada lahan sawah atau lahan gambut. Pulau Madura merupakan salah satu pulau yang terletak di wilayah Jawa Timur yang memiliki areal untuk tanaman untuk jagung kurang lebih 360.000 Ha (30% areal jagung di Jawa Timur). Bangkalan adalah kabupaten penghasil jagung terbesar kedua di Madura dengan produksi sebanyak 144.771 ton pada tahun 2016, namun informasi mengenai kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Kabupaten Bangkalan masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lahan, kelas kesesuaian lahan, produksi dan produktivitas tanaman jagung serta keselarasan antara kondisi lahan dan potensi pertanian tanaman jagung di daerah penelitian sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan dengan maksimal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dengan teknik matching yaitu mencocokkan antara karakteristik penggunaan lahan di daerah penelitian dengan syarat tumbuh optimal tanaman jagung di Kabupaten Bangkalan, sehingga diperoleh kelas-kelas kesesuaian lahan S1 yang berarti sangat sesuai, S2 cukup sesuai, S3 sesuai marginal dan N tidak sesuai. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah curah hujan tahunan (mm/th), temperatur (°C), tekstur tanah, kemiringan lereng, pH tanah dan C-organik.Hasil dari penelitian ini Kabupaten Bangkalan memiliki 3 kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung yaitu S2, S3, dan N. Lahan seluas 16301 Ha (29,31%) dengan kelas kesesuaian S2, 25610 Ha (46%) lahan dengan kelas kesesuaian S3 dan 13706 Ha (24.64%) lahan dengan kelas kesesuaian N. Berdasarkan identifikasi keselarasan antara kesesuaian lahan dengan produktivitas tanaman jagung di daerah penelitian, diperoleh lahan dengan kategori "S2-Rendah" dengan luasan 31370 Ha (11,2%) yang pengusahaan pertanian tanaman jagungnya belum dilakukan secara optimal. Kategori "S3-Rendah? dan "N-Rendah" seluas 123903 Ha (44%) yang menunjukkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki daya dukung yang relatif buruk kaitannya dengan usaha tanaman jagung.Kata kunci : kesesuaian lahan, keselarasan, produktivitas pertanian
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN WADUK DAYAKAN SEBAGAI OBJEK WISATA KEPURBAKALAAN DI DESA WOTANGGARE KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO AINUR ROKHIM, MOCHAMMAD; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPariwisata merupakan komoditas yang dibutuhkan setiap individu salah satunya untuk mengetahui peninggalan sejarah dan budaya suatu etnik tertentu. Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) oleh pemerintah Jawa Timur dan termasuk pada kawasan C dalam kebijakan pengembangan yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Timur yang berfokus pada pengembangan wisata pantai dan laut,budaya dan alam. Salah satu wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Bojonegoro adalah Waduk Dayakan. Waduk Dayakan merupakan bekas sungai purba yang menyimpan data penemuan fosil terbanyak di Bojonegoro seperti fosil gajah, kerbau, kijang dan benda arkeolog. Waduk Dayakan termasuk ke dalam wisata budaya atau bisa disebut sebagai pariwisata kepurbakalaan. Tujuan penelitian untuk melihat potensi sekitar penemuan fosil dan persepsi masyarakat sekitar mengenai pengembangan pariwisata kepurbakalaan.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan accidental random sampling. Populasi 3275 orang yang tinggal disekitar Waduk Dayakan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi secara terstruktur. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan penghitungan statistik sederhana.Hasil penelitian ini berdasarkan perhitungan Skala Likert dan statistik sederhana menunjukan bahwa sebanyak 72 responden memiliki tingkat cukup terhadap potensi sekitar penemuan fosil dan cukup berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan daya tarik berbagai penemuan fosil. Sebanyak 68 responden memiliki tingkat persepsi tinggi terhadap pengembangan pariwisata yang berarti masyarakat memiliki persepsi yang baik dan mendukung serta berpartisipasi terhadap pengembangan pariwisata kepurbakalaan Waduk Dayakan di Kabupaten Bojonegoro.Kata kunci: persepsi masyarakat, pengembangan, pariwisata, kepurbakalaan
PERSEPSI PENGERAJIN GERABAH TRADISONAL TERHADAP HOME INDUSTRY GERABAH MODERN DI KAMPUNG GERABAH DUSUN PRECET DESA PLUMPUNGREJO KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR RISKI AJI PUTRA, ANANDA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan besar, sehingga Indonesiamemiliki ragam budaya dan jenis pekerjaan yang beraneka ragam. Salah satu contoh yang berada di Jawa Timurtepatnya Dusun Precet Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar semua warganya membuatgerabah untuk meningkatkan perekonomiannya. Kampung Gerabah ini terdapat berbagai macam model pengerajingerabah yaitu gerabah modern (souvenir, guci berukir, vas bunga, dan lain-lain), pengerajin gerabah tradisional(luweng, pot, cobek, dan lain-lain). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengerajin gerabahtradisional terhadap gerabah modern dengan faktor (minat, dukungan, partisipasi, sikap).Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi home industry gerabahyang ada di Dusun Precet, yaitu 200 pengerajin. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 pengerajin dari jumlah populasihome industry gerabah di Dusun Precet. Teknik mengumpulkan sampel yaitu dengan menggunakan teknik accidentalsampling dikarenakan kesulitan peneliti untuk menemui responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 65,7% pengerajin mempunyai minat buruk terhadap gerabahmodern, 51,4% menunjukkan bahwa dukungan dari pemerintah dan keluarga termasuk dalam kategori buruk, 85,7%menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai partisipasi dalam kategori buruk, dan 100% menunjukkan bahwa sikapdari pengerajin gerabah tradisonal terhadap home industry gerabah modern memiliki sikap dalam kategori sedang.Kata Kunci : Persepsi, Pengerajin, Kampung Gerabah, Home Industry.
PERSEPSI PENGERAJIN GERABAH TRADISONAL TERHADAP HOME INDUSTRY GERABAH MODERN DI KAMPUNG GERABAH DUSUN PRECET DESA PLUMPUNGREJO KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR RISKI AJI PUTRA, ANANDA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan besar, sehingga Indonesiamemiliki ragam budaya dan jenis pekerjaan yang beraneka ragam. Salah satu contoh yang berada di Jawa Timurtepatnya Dusun Precet Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar semua warganya membuatgerabah untuk meningkatkan perekonomiannya. Kampung Gerabah ini terdapat berbagai macam model pengerajingerabah yaitu gerabah modern (souvenir, guci berukir, vas bunga, dan lain-lain), pengerajin gerabah tradisional(luweng, pot, cobek, dan lain-lain). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengerajin gerabahtradisional terhadap gerabah modern dengan faktor (minat, dukungan, partisipasi, sikap).Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi home industry gerabahyang ada di Dusun Precet, yaitu 200 pengerajin. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 pengerajin dari jumlah populasihome industry gerabah di Dusun Precet. Teknik mengumpulkan sampel yaitu dengan menggunakan teknik accidentalsampling dikarenakan kesulitan peneliti untuk menemui responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 65,7% pengerajin mempunyai minat buruk terhadap gerabahmodern, 51,4% menunjukkan bahwa dukungan dari pemerintah dan keluarga termasuk dalam kategori buruk, 85,7%menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai partisipasi dalam kategori buruk, dan 100% menunjukkan bahwa sikapdari pengerajin gerabah tradisonal terhadap home industry gerabah modern memiliki sikap dalam kategori sedang.Kata Kunci : Persepsi, Pengerajin, Kampung Gerabah, Home Industry.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT TBC, RUTINITAS BEROBAT DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TBC DI KECAMATAN PABEAN CANTIKAN KOTA SURABAYA WIJI LESTARI, JAYANTI; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Pabean Cantikan memiliki nilai prosentase penyakit TBC tertinggi di Surabaya sebesar 0,263% pada tahun 2015. Kejadian TBC ini dikaji untuk mengetahui pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, tingkat pengetahuan dan kondisi lingkungan terhadap kejadian TBC, manakah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian TBC, serta rutinitas berobat penderita TBC.Jenis penelitian adalah survey menggunakan metode case control dengan menghitung odds ratio. Dilakukan dengan menentukan subyek kasus sebanyak 56 orang pasien positif menderita TBC dan subyek kontrol sebanyak 56 orang yang tidak menderita TBC dengan matching jarak dari Puskesmas Perak Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji chi square untuk mengetahui pengaruh semua variabel terhadap kejadian TBC dan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh, serta analisis deskriptif untuk mengetahui bagaimana rutinitas berobat penderita TBC.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi square, faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TBC adalah pekerjaan dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR = 0,2 , jenis kelamin dengan nilai p = 0,001 dan nilai OR = 4,1, ventilasi dengan nilai p = 0,007 dan nilai OR = 3,2 dan lingkungan dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR = 9,0. Berdasarkan uji regresi logistik berganda variabel yang paling berpengaruh adalah pekerjaan dengan nilai Sig = 0,001 dan OR = 4,747 , rutinitas berobat penderita TBC rata-rata baik, dari 56 pasien, 75% memiliki rutinitas berobat baik dan 25% buruk.Kata kunci : Kejadian TBC, Case Control
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUMAHAN BARU DI DAERAH SAMBIKEREP KOTA SURABAYA BUDIMAN, WAHYU; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan lahan permukiman skala besar ditunjang dengan integrasi dan fasilitas yang baik dilengkapi juga dengan fasilitas perniagaan dan pusat-pusat lainnya menjadi titik awal semakin berkembang pesatnya perumahan real estate baru sampai saat ini di Surabaya Barat. Salah satu dampaknya adalah memberikan perubahan nilai, persepsi publik serta permintaan lahan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial masyarakat, presepsi masyarakat Kelurahan Sambikerep terhadap kehadiran perumahan baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di sekitar daerah perumahan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa karakteristik sosial masyarakat di daerah sekitar perumahan baru berpendidikan tertinggi pada tingkat SMA/Sederajat sebesar 43,29%, persentase jenis pekerjaan tertinggi sebesar 39,17% sebagai pedagang, berhubungan sosial sedang, berlembaga sosial yang tinggi, memiliki struktur sosial yang baik dan mengalami perubahan sosial sedang. Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya memiliki karakteristik sosial yang seperti di atas menimbulkan berbagai macam persepsi atas perumahan baru yakni rendah apabila masyarakat menolak perumahan baru, sedang apabila masyarakat tidak terpengaruh, dan tinggi apabila masyarakat terpengaruh adanya perumahan baru. Kata Kunci : Transformasi Wilayah, Karakteristik Masyarakat, Presepsi Masyarakat
KETAHANAN PANGAN KELUARGA PRA SEJAHTERA DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO Madika Yonatha, Vandhu; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan cerminan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan merata yang mampudiakses setiap individu sehingga penyerapannya dapat dilakukan secara maksimal demi pencapaian hidup yang sehatdan produktif. Desa Temuireng memiliki produksi padi tertinggi di Kecamatan Dawarblandong yaitu 15.006 kwintal,namun rasio keluarga pra sejahteranya paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan pangankeluarga pra sejahtera Desa Temuireng.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitianini adalah kepala keluarga Desa Temuireng dengan sampel 82 responden. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skalalikert dan untuk indeks ketahanan pangan menggunakan matriks ketahanan pangan dari LIPI.Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sosial keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 47 atau 57,32%. Ketahanan pangan keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 77 atau 93,90%. Indeks ketahanan pangan keluarga dilihat dari tiga indikator yaitu sumber proteinnabati (tahan pangan), protein hewani (tidak tahan pangan) dan kontinyuitas ketersediaan pangan keluarga (tahanpangan) di Desa Temuireng jika dimasukkan ke dalam matriks ketahanan pangan menurut LIPI termasuk kategorikeluarga kurang tahan pangan.Kata Kunci : Kondisi Sosial, Indeks Ketahanan Pangan, Keluarga Pra Sejahtera