cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KAITANNYA DENGAN KONDISI SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK (STUDI KASUS TENTANG PERUBAHAN KONDISI SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KECAMATAN MENGANTI) MAULANA, ZULFIKAR; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan kawasan permukiman sebagai upaya memenuhi permintaan akan suatu hunian yang dipengaruhi oleh peningkatan jumlah kepadatan penduduk serta pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Dampak dari meningkatnya pemukiman, Migrasi masuk ke Menganti serta meningkatnya berbagai fasilitas dapat mengubah pola pikir masyakarat serta kondisi sosial penduduk yang telah lama tinggal di Kecamatan Menganti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan permukiman di Kecamatan Menganti, pola permukiman di Kecamatan Menganti, dan proses perubahan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Menganti setelah didirikan banyak permukiman.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan interpretasi citra. Teknik analisis data yaitu analisis perkembangan kawasan permukiman, analisis pola perkembangan permukiman, analisis kondisi sosial kemasyarakatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perkembangan permukiman di Kecamatan Menganti dari analisis citra google earth tahun 2010 hingga 2017 mengalami perkembang sebesar 0,86% dari 4,57 Km2 menjadi 5,17 Km2 dari keseluruhan luas Kecamatan Menganti, pola permukiman Kecamatan Menganti memiliki pola campuran yaitu menyebar dan linear, proses perubahan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Menganti setelah didirikan banyak pemukiman yaitu berubahnya lahan pertanian menjadi permukiman yang merubah status ekonomi masyarakat kemudian merubah pola pikir penduduk Kecamatan Menganti sehingga merubah status sosial Kemasyarakatan penduduk Kecamatan Menganti.Kata kunci: perkembangan permukiman, perubahan, status ekonomi , status sosial, kemasyarakatan.
KAJIAN PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI PULAU MERAH DAN PANTAI WEDI IRENG DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI AYU WAHYUNI, DIAH; SANTOSO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata yang tinggi. Banyuwangi juga memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Ada Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng yang masing-masing pantai ini mempunyai ciri khas. Kedua pantai ini memiliki jumlah pengunjung yang sangat jauh berbeda. Rata-rata pengunjung di Pantai Pulau Merah memiliki pengunjung 361.640 pertahun, sedangkan di Pantai Wedi Ireng memiliki pengunjung 57.185 pertahunnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan potensi dan promosi di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng Kabupaten Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik accidental random sampling atau secara kebetulan. Peneliti mengambil sampel sebanyak 100 responden Pantai Pulau Merah dan 100 responden Pantai Wedi Ireng serta seluruh jumlah pengelola yang ada di objek wisata. Data yang diperoleh berupa tingkat potensi dan promosi di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring persentase yang menggunakan skala likert.Hasil penelitian dari segi potensi Pantai Pulau Merah termasuk dalam kategori baik, sedangkan Pantai Wedi Ireng termasuk dalam kategori tidak baik. Dari segi promosi Pantai Pulau Merah termasuk dalam kategori baik, sedangkan Pantai Wedi Ireng termasuk dalam kategori kurang baik. Hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pantai Pulau Merah lebih baik daripada Pantai Wedi Ireng, yang menyebabkan jumlah pengunjug di Pantai Pulau Merah lebih tinggi dari Pantai Wedi Ireng.Kata Kunci : potensi wisata, aksesibilitas, atraksi, fasilitas penunjang, sumber daya manusia, promosi.
PENGEMBANGAN PERMAINAN UNO STACKO GEOGRAPHY (USG) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM KELAS XI IPS SMA NEGERI 16 SURABAYA ARISKI, DITA; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan yang dihadapi guru geografi kelas XI IPS SMA Negeri 16 Surabaya adalah masih rendahnya hasil belajar dan semangat belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Hasil ulangan harian siswa diperoleh persentase nilai rata-rata ketuntasan XI IPS 1 sebesar 46,7% dan XI IPS 2 sebesar 40%. Selain itu, kurangnya media pembelajaran yang menarik perhatian dan rasa ingin tahu siswa tentang materi yang ada pada pelajaran geografi. Permasalahan tersebut membuat peneliti ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran dengan sistem permainan yaitu Uno Stacko Geography (USG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kelayakan permainan Uno Stacko Geography (USG) sebagai media pembelajaran, 2) Aktivitas siswa selama penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG), 3) Respon siswa selama terhadap pengembangan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG), 4) Hasil belajar siswa setelah penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG).Pengembangan media pembelajaram Uno Stacko Geography (USG) menggunakan desain R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate). Teknik pengumpulan data meliputi lembar validasi media, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, dan tes hasil belajar siswa. Data validasi, observasi, dan angket akan dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji independent sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil validasi media dari ahli media dan materi memperoleh persentase nilai kelayakan media 80% dan kelayakan materi 93,18%, termasuk kriteria sangat layak. 2) Aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang baik selama penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG) dengan persentase nilai rata-rata 75,625%. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG) memperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 75,56%, termasuk kriteria baik. 4) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata posttest 91,86 dan kelas kontrol 87,83. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh perbedaan nilai rata-rata 4,026 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,032, maka p < ? ; 0,032 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Kata Kunci : Media Pembelajaran, ADDIE, Uno Stacko Geography (USG), Aktivitas siswa, Respon siswa.
PENGARUH PENGETAHUAN IBU, SANITASI RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENJERAN KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA ANGGRAINI, DINI; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita khususnya oleh balita. Data dari Dinas kesehatan Surabaya bahwa penyakit ISPA dari 5 tahun terakhir menjadi penyakit nomer satu yang paling banyak ditemui di Puskesmas. Data pada tahun 2015 jumlah balita positif ISPA sebanyak 598 kasus dengan prevalesi sebesar 0,27%. Hipotesis dari penelitian ini dimungkinkan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit ini dikarenakan kondisi sanitasi rumah yang buruk karena lingkungan tempat tinggal yang padat dan kurang bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor manakah yang berpengaruh antara pengetahuan ibu, sanitasi rumah atau kepadatan hunian yang terhadap kejadian ISPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan Case Control dengan kata lain setiap setiap ada kasus ISPA dicarikan yang tidak ISPA dengan jarak rumah yang saling berdekatan. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, yang dipilih dengan Proposional Random Sampling. Pengambilan sampel berdasarkan prevalensi penyakit ispa di puskesmas kenjeran sebesar 60 kasus ISPA dan dicarikan kontrol 60 yang tidak sakit ISPA. Variabel yang dikendalikan adalah jarak rumah dengan puskesmas, teknik analisis data uji chi square dan uji regresi logistik berganda.Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square adalah ada pengaruh signifikan antara sanitasi rumah dengan kejadian ISPA yaitu sebesar 7,813 dengan p=0,005< 0,05. Ada pengaruh antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA yaitu sebesar 4,812 dengan p=0,028<0,05. Hasil pengujian dengan uji regresi logistik berganda secara bersama-sama yaitu faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya adalah faktor sanitasi rumah dengan nilai (p=0,003<? =0,05).Kata kunci: Infeksi Saluran Pernapasan, Sanitasi Rumah, Balita
(DISTRIBUSI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI DUSUN BAPANG DESA SUMBERMULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG) EKA PRASETYO, JOHAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan air saat ini mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya industri dan kebutuhan domestik. Hal ini berdampak pada menurunnya kuantitas dan kualitas air bersih karena semakin meningkatnya kebutuhan akan air oleh industri. Pada umumnya sumber air yang banyak digunakan penduduk untuk kebutuhan adalah air tanah berupa sumur ? sumur gali yang dimanfaatkan untuk mandi, cuci, dan air minum. Dusun Bapang, air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di daerah tersebut khususnya yang berada di sekitar Sungai Bapang adalah air yang berbau dan keruh. Air sumur tersebut diindikasi telah tercemar oleh limbah industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Distribusi kualitas air tanah dangkal akibat buangan limbah cair industri tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel air sumur gali menggunakan purposive sampling yaitu sampel yang diambil dengan cermat dan relevan dengan penelitian dan representatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur gali yang ada di dusun Bapang yang masih digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan air minum dengan jumlah 30 sumur. Sampel dalam penelitian ini yaitu 4 sampel air sumur gali yang diambil secara representatif. Data diambil melalui teknik dokumentasi, observasi dan teknik pengukuran uji laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara konsentrasi kandungan Total Dissolved Solid (TDS), Biochemical Oxygen Demand (BOD),Chemical Oxygen Demand (COD), dan pH pada air sumur di daerah penelitian dengan Peraturan pemerintah No 21 Tahun 2001 tentang pengelolaan air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air sumur gali yang digunakan oleh sebagian besar penduduk di sekitar bantaran sungai Bapang di Dusun Bapang ditinjau dari kandungan TDS, BOD, COD, dan pH tidak sesuai baku mutu karena konsentrasinya melebihi kadar maksimal yang telah ditetapkan,hal ini ditunjukkan adanya bahan pencemar limbah yang terdapat pada air sumur gali penduduk.Kata kunci: Kualitas air,air tanah dangkal,limbah cair,industri tahu
ANALISIS KEBISINGAN DI KAWASAN INDUSTRI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK KABUPATEN TUBAN WAHYUDI, BAMBANG; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki oleh mansia. Penyumbang utama darikebisingan pada penelitian ini adalah kebisingan dari industri semen. Kebisingan berdampak secara fisikmaupun non fisik seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan patologis organ maupungangguan komunikasi. Data pra survei bahwa tingkat nilai kebisingan rata-rata 85 dB dan masyarakatmaupun peladang merasa tidak nyaman (pusing, nyeri kepala, gangguan pendengaran) dengan kebisinganindustri PT. Semen indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat nilai kebisingan, mengetahui persebarankebisingan, dan bagaimana tindakan masyarakat dalam mengantisipasi gangguan kebisingan tersebut. Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di area PT. Semen Indonesia(Persero) Tbk Kabupaten Tuban. Sampel penelitian adalah 137 responden yang terdiri dari masyarakat danpeladang di area PT. Semen Indonesia Tbk. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Pengukuran kebisingan dilakukan pada 8 titik pengamatan denganmenggunakan alat Sound Level Meter (SLM). Teknik pengolahan data menggunakan rumus Ls sesuaidengan KEP-48/MENLH/11/1996. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa grafik.Hasil penelitian menunjukkan tingkat nilai kebisingan di 8 titik pengukuran di sekitar PT. SemenIndonesia telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) KEP-48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 80 - 85 dBAtiap hari. Nilai ambang yang ditetapkan 70 dB untuk industri, sedangkan untuk nilai ambang perumahan 55dB dan nilai ambang ruang terbuka 50 dB. Sebanyak 33% responden mengetahui adanya kebisingan dandampak kebisingan terhadap kesehatan namun responden mengabaikannya. Sebanyak 57% respondenmengetahui kebisingan namun tidak tahu dampaknya terhadap kesehatan. Sebanyak 10% responden telahmelakukan upaya mereduksi kebisingan dengan cara menggunakan headgear (penutup kepala).Kata kunci: Tingkat kebisingan, Antisipasi Masyarakat.
DAMPAK RELOKASI TERHADAP SOSIAL EKONOMI PEDAGANG DI PASAR BARU KRIAN KABUPATEN SIDOARJO NOVITA SARI, AINUN; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasar Baru Krian merupakan salah satu pasar binaan Dinas Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. PasarBaru Krian sendiri diharapkan dapat menjadi penunjang kebutuhan perekonomian masyarakat kecamatan Kriankhususnya. Dengan adanya relokasi pedagang dari sepanjang jalan Raya Krian diharapkan dapat mengurangi kemacetanlalu lintas yang terjadi. Sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui dampak relokasi terhadap kondisi sosial ekonomipedagang di Pasar Baru Krian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kondisi sosial pedagang yang meliputi interaksi,keamanan, dan kenyamanan dan juga kondisi ekonomi yang meliputi modal, jumlah pembeli, dan pendapatan pedagang.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi,wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangakan subyek dalam penelitian ini adalah pihak terkait pedagang yang adadi Pasar Baru Krian. Obyek dalam penelitian ini adalah interaksi, keamanan, kenyamanan, modal, jumlah pembeli,pedagang sebelum dan sesudah adanya relokasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya relokasi berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang.Timbulnya interaksi yang baik antar pedagang setiap hari, sehingga terbentuk hubungan kekeluargan yang erat. Pedagangmerasa nyaman dengan tempat saat ini karena adanya fasilitas yang lengkap dan bersih serta keamanan yang lebih baik.Hal ini juga berdampak terhadap pendapatan pedagang yang meningkat karena meningkatkatnya jumlah pembeli,Kebanyakan pembeli lebih memilih untuk membeli di Pasar Baru Krian karena merasa lebih praktis dalam melakukantransaksi., hal ini disebabkan oleh lengkapnya fasilitas yang tersedia, stand yang lebih bersih, tempat parkir yang aman,dan kamar mandi.Kata kunci : Dampak Relokasi, Pedagang, Kondisi Sosial Ekonomi.
JPENGEMBANGAN MEDIA TIGA DIMENSI PADA MATERI TATA SURYA MATA KULIAH KOSMOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TRI ANITA SARI, DESI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu mahasiswa dalammemahami materi pembelajaran. Salah satu materi pembelajaran Mata Kuliah Kosmografi adalah Tata Surya. Selama inisebagian besar pembelajarannya menggunakan media Power Point. Hal tersebut terkadang menyulitkan mahasiswadalam memahami materi yang disampaikan. Berdasarkan analisis kebutuhan Mahasiswa Jurusan Pendidikan GeografiUniversitas Negeri Surabaya, khususnya pada Mata Kuliah Kosmografi materi Tata Surya, mahasiswa memerlukanmedia maket yang menggambarkan karakteristik planet-planet penyusunannya. Tujuan penelitian ini mengembangkanmedia pembelajaran Tata Surya dengan bentuk dan warna sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Penelitian inibertujuan untuk 1) Mengembangkan media maket yang menggambarkan karakteristik planet-planet penyusunannya yanglayak digunakan dan 2) mengetahui persepsi mahasiswa terhadap media yang dikembangkan.Subjek penelitian ini mahasiswa yang telah memprogram Mata Kuliah Kosmografi sejumlah 20 orang. Jenispenelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Four Design) yang terdiri dari tahap Define(pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Desseminate (penyebaran). Penelitian ini dilakukansampai 3 tahapan saja yaitu Define, Design, Develop sedangkan tahap Desseminate tidak dilakukan karena keterbatasanwaktu dan biaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen validasi untuk telaah ahli mediadan ahli materi, serta angket persepsi mahasiswa. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatifdengan teknik skoring.Pengembangan media mengalami tahap revisi sebelum dinyatakan layak oleh validator. Berdasarkan penilaianvalidator ahli media dan ahli materi, media mendapatkan nilai persentase sebesar 91%. Berdasarkan skala Likert nilaipersentase 91% termasuk dalam kategori ?sangat layak?. Hasil penilaian media yang dilakukan terhadap mahasiswamendapatkan nilai persentase sebesar 80%. Berdasarkan skala Likert, nilai persentase 80% termasuk dalam kategorisangat menarik. Dari hasil penelitian ini, diperoleh bahwa media 3D yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagaimedia pembelajaran materi Tata Surya Mata Kuliah Kosmografi di Jurusan Pendidikan Geografi Universitas NegeriSurabaya.Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Model 4D, Media Pembelajaran 3D, Tata Surya
KAJIAN TAMAN ABHIRAMA DAN TAMAN TANJUNG PURI DALAM PEMANFAATANNYA SEBAGAI RUANG PUBLIK MASYARAKAT DI KABUPATEN SIDOARJO DELIMA AGUSTIN, VINA; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRuang publik merupakan bagian dari suatu kota yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya untukmenyelaraskan perkembangan kota dengan manusia yang hidup di dalamnya. Taman kota merupakan salah satuperwujudan dari ruang publik. Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri lokasinya paling dekat dengan pusat kota.Perbedaan minat dan jumlah kunjungan masyarakat terlihat lebih besar di Taman Abhirama. Tujuan penelitian ini untukmengetahui perbedaan pemanfaatan Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri sebagai ruang publik oleh masyarakatdengan mengkajinya berdasarkan kriteria ruang publik yaitu aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, dan sosiabilitas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan komparasikeruangan. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Abhirama yang ada di Jalan Ponti, Pagerwojo, Kecamatan Buduran,dan Taman Tanjung Puri yang berada di Jalan Lingkar Timur, Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.Populasinya adalah seluruh pengunjung di Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri. Sampel penelitian dengan tekniksampel aksidental (accidental sampling) dengan 50 responden yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo pada masing-masingtaman, sehingga totalnya 100 responden pada kedua taman. Variabel penelitiannya adalah aksesibilitas, kenyamanan,aktivitas, dan sosiabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknikanalisis data mengunakan teknik penskoran dengan Skala Lickert.Hasil penelitian yang di dapatkan aksesibilitas menuju Taman Abhirama lebih baik dari Taman Tanjung Puri.Kenyamanan baik di Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri termasuk dalam kategori nyaman. Aktivitas yang adadi Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri termasuk dalam kategori tinggi. Sosiabilitas di Taman Abhirama danTaman Tanjung Puri termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari keseluruhan variabel kriteria ruang publik diTaman Abhirama maupun Taman Tanjung Puri tergolong baik.Kata Kunci: ruang publik, taman kota, aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, sosiabilitas
KAJIAN KESESUAIAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN GURAME DI DESA NGRANTI KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG PUSPITASARI, DEVI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Tulungagung mempunyai potensi sumber daya perikanan berupa perairan laut, payau, perairanumum dan budidaya air tawar. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tulungagung,produksi perikanan air tawar terbesar di Kabupaten Tulungagung adalah Ikan gurame dengan produksi 1,247,308.00 kgdengan nilai produksi 26.193.468.000,00. Bagi petani ikan, hujan deras kerap membawa kecemasan karena rendahnyanilai ADG (Average Daily Growth) dan nilai SR (Survival Rate) atau kondisi ikan tidak dapat tumbuh optimal. Kualitasair menjadi syarat utama dalam usaha budidaya perikanan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air dan kesesuaian parameter kualitas air untuk kegiatan budidaya.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengambil keseluruhan jumlah populasisebagai sampel penelitian, yaitu dilakukan pada 21 unit kolam budidaya yang ada pada daerah penelitian. Parameterkualitas air tersebut kemudian disesuaikan berdasarkan standar kesesuaian kualitas air untuk budidaya gurame dalamkategori sesuai (S1), cukup sesuai (S2), tidak sesuai (N).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian parameter kualitas air pada enam (6) variabel kimia air adalahsesuai, cukup sesuai dan tidak sesuai. Keseluruhan parameter hasil pengukuran Hidrogen Sulfida (H2S) dan kecerahanair dibeberapa kolam menjadi faktor pembatas dalam budidaya perikanan (tidak sesuai). Nilai H2S yang rendah dalamair disebabkan oleh pakan sisa yang tidak terkonsumsi oleh organisme budidaya yang disebabkan oleh suasanaanaerobik yang memungkinkan oksidasi H2S. Kekeruhan air disebabkan oleh umur ikan, ketika ikan sudah mendekatipanen (besar) maka hasil ekskresi ikan akan semakin banyak sehingga otomatis air menjadi keruh. Faktor yang tidakmempengaruhi perbedaan kualitas air untuk budidaya dalam penelitian ini adalah topografi wilayah, curah hujan,kondisi lingkungan, dan pendidikan petani.Kata kunci : kualitas air, budidaya gurame, Kabupaten Tulungagung