cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DAMPAK KEBERADAAN TPA RANDEGAN TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN KEDUNDUNG KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO IMANA PUTRI, ALIFAH; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Ranegan yang dulunya lahan kosong ditumbuhi rumput ilalang berdekatan dengan pemukiman warga kelurahan Kedundung. Aktivitas TPA setiap harinya menimbulkan beberapa masalah yakni truk sampah yang melewati rumah warga menimbulkan bising dan bau yang tidak sedap. Setiap hari ada 45 ton sampah yang menumpuk di TPA. Sebagian warga tertanggu atas kegiatan yang dilakukan di TPA tersebut. Dampak tersebut merupakan sebuah masalah yang sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak TPA tersebut terhadap kondisi lingkungan, sosial dan kondisi ekonomi masyarakat kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga kelurahan Kedundung dengan sampel 60 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga sekitar TPA Randegan sudah terbiasa dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau dengan prosentase 25%, terganggu dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau sebesar 18% dan tidak terganggu dengan dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau sebesar 17%. Kondisi sosial masyarakat setelah dibangun TPA mengalami perubahan matapencaharian, dulunya petani sekarang menjadi pedagang 15%, sopir 2%, jasa 10%, dan peternakan 8 %. Kondisi ekonomi masyarakat setelah dibangun TPA mengalami fluktuasi pendapatan karena lahan pertanian berkurang, rata-rata pendapatan warga sekitar Rp 1.000.000 ? Rp 2.500.000.Kata kunci: Sampah, Masyarakat, Sosial, Ekonomi, Lingkungan
STRATEGI PENGHIDUPAN PASCA ERUPSI GUNUNG KELUD DESA SUGIHWARAS KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI (STUDI KASUS MASYARAKAT DI DESA SUGIHWARAS) NUR RAHMA, FATIN; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sugihwaras termasuk kedalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Kelud yang pernah mengalamierupsi sehingga menyebabkan kerusakan dan hambatan dalam berbagai bidang. Masyarakat Desa Sugihwarasmenanggapi erupsi Gunung Kelud dengan beradaptasi melakukan penyesuaian untuk pertahanan dan keberlanjutanhidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan strategi penghidupan yangdilakukan oleh masyarakat Desa Sugihwaras pasca erupsi.Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Desa SugihwarasKecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis datamelalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat secara aktif menanggapi erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014yang didukung dengan strategi adaptasi oleh masyarakat yang tercakup kedalam lima modal yaitu modal manusia,modal alam, modal sosial, modal fisik, modal finansial dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Modal manusiamenunjukkan masyarakat memiliki rata-rata pendidikan formal pada tingkat Sekolah Menengah Atas sehinggaberdampak pada pekerjaan yang didapatkan, 2) Modal alam menunjukkan alam dimanfaatkan secara optimal olehmasyarakat dalam mendukung kehidupan, 3) Modal sosial menunjukkan masyarakat memiliki hubungan erat sertapenerapan nilai dan norma masyarakat terjadi serasi, 4) Modal fisik menunjukkan masyarakat sebagian besar memilikirumah yang dibangun secara permanen serta kepemilikan alat komunikasi untuk penyampaian informasi perkembanganstatus Gunung Kelud, 5) Modal finansial menunjukkan masyarakat memiliki tabungan pribadi untuk membangunkembali kerusakan pasca erupsi. Wisata dibangun oleh Perusahaan Daerah Perkebunan di lokasi penelitian, hal inimembuat seluruh wisata yang terdapat di lokasi penelitian merupakan hak milik perusahaan.Kata Kunci : strategi, kapitalisme, masyarakat
TINGKAT KERENTANAN DAN ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KALIANYAR KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN NANDA LESMANA, TRI; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan kerugian baik materil dan non materil, Bencana banjir sering terjadi di Kabupaten Pasuruan dikarenakan meluapnya Sungai Kedunglarangan, salah satunya daerah di Kabupaten Pasuruan yang setiap tahun terjadi banjir yaitu di Kelurahan Kalianyar. Masyarakat Kelurahan Kalianyar melakukan adapatasi untuk tetap bertahan tinggal di daerah rawan bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengenai tingkat kerentanan masyarakat serta adapatasi masyarakat untuk tetap tinggal di daerah rawan banjir.Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, survei dilakukan kepada masyarakat Kelurahan Kalianyar yang tinggal di daerah rawan banjir. Lokasi penelitian Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara kemasyarakat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik analisis diskriptif kuantitatif menggunakan skoring data.Hasil penelitian ini adalah tingkat kerentanan masyarakat pada kategori sedang, dari 4 kerentanan yang diukur memiliki skor total sebesar 9 dari skor maksimal 12. Kerentanan ekonomi memiliki skor 3 kategori tinggi, kerentanan sosial memiliki skor 2 kategori sedang, kerentanan lingkungan terbangun memiliki skor 2 kategori sedang, kerentanan program memiliki skor 2 kategori sedang. Adapatasi masyarakat, sebagian masyarakat meninggikan rumah skor 216, memasang papan penghalang skor 182, membuat tempat khusus untuk menaikan barang skor 238, membuat penyangga dibawah barang elektronik skor 198, membersihan selokan air skor 251 dan kerja bakti membersihkan lingkungan skor 288. Sehingga secara keseluruhan adaptasi yang dilakukan masyarakat diperoleh skor 1.335 dalam kategori kurang baik.Kata Kunci : Banjir, Kerentanan, Adaptasi, Masyarakat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA KELAS XI IPS MAN 2 GRESIK SETYOWATI, DIA; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil observasi awal menunjukkan hasil belajar peserta didik di MAN 2 Gresik rendah, khususnya pada materidinamika kependudukan karena materi tersebut mempunyai banyak sub dan hitungan. Keterampilan berpikir danpemecahan masalah diperlukan dalam proses pembelajaran agar materi tersebut dapat dipahami dengan baik. Modelpembelajaran yang cocok adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Model tersebut dapat meningkatkanpemahaman peserta didik sehingga hasil belajarnya akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikanketerlaksanaan hasil observasi guru dan peserta didik dan perbedaan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimendengan kelas kontrol.Subjek penelitian menggunakan kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelaskontrol. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah QuasiExperimental Design. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan instrumen tes dan teknik analisisdata dengan uji prasyarat yaitu uji Normalitas dan uji Homogenitas serta menggunakan uji Independent Sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan sangat baik, aktivitas gurudan peserta didik setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2) Ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelaseksperimen dengan kelas kontrol, dengan nilai p = 0,000 < ? (0,05). Hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggidibandingkan dengan kelas kontrol, hal ini dikarenakan adanya perbedaan perlakuan.Kata Kunci : PBL, Hasil Belajar, Dinamika Kependudukan.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN KAUMAN KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO ERDHIKAWATI, HANAN; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelurahan Kauman Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo sebagian besar lahannya adalah lahan pertanian, seiring berkembangnya zaman lahan pertanian tersebut semakin berkurang 27,45 ha karena telah dialih fungsikan menjadi perumahan. Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Kauman Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Kauman Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo sebagian besar merupakan lahan pertanian yang kini telah mengalami alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Kelurahan Kauman sebanyak 63 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan pada RT 3/3 yang letaknya paling dekat memiliki pengaruh lebih banyak pada perubahan kondisi sosial ekonomi. Perumahan pada RT 2/3 yang letaknya di tengah-tengah tidak banyak berpengaruh pada perubahan kondisi sosial ekonomi dan untuk RT 1/3 yang letaknya terjauh juga memiliki pengaruh lebih banyak pada perubahan kondisi sosial ekonomi dikarenakan banyak responden yang memiliki lahan sawah yang kini telah dijadikan sebagai perumahan.Kata kunci : alih fungsi lahan, sosial, ekonomi
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVMENT DEVISION (STAD) DAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA KELAS XI MIPA MAN 2 GRESIK KIKI RISDIANTI RISDIANTI, KIKI; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil observasi awal bahwa hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik MAN 2 Gresik rendah, salah satunyapada materi Dinamika Kependudukan di Indonesia, setelah ditelusuri ternyata guru hanya menggunakan metodeceramah, menggugah peneliti untuk menerapkan model pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan hasil belajar dankeaktifan belajar peserta didik, peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan NHT untukmeningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan 1)Hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD, NHT dan Konvensional pada materi DinamikaKependudukan di indonesia kelas XI MIPA MAN 2 Gresik. 2) Keaktifan belajar dengan menggunakan modelpembelajaran STAD, NHT dan Konvensional pada materi Dinamika Kependudukan di indonesia kelas XI MIPA MAN2 Gresik. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 pada bulan Januari-Februari 2019.Subjek penelitian ini adalah kelas XI MIPA 3, 4 dan 5.Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,lembar observasi guru, keaktifan peserta didik serta instrumen tes. Teknik analisis data dengan Uji Normalitas, ujiHomogenitas dan Uji One-Way ANOVA.Hasil penelitian diperoleh: 1) Ada perbedaan hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran STAD,NHT dan konvensional dengan nilai p = 0,000 dan yang terbaik adalah model pembelajaran STAD. 2) Keaktifan belajarpeserta didik menggunkan model pembelajaran STAD dan NHT memperoleh hasil pada kelas eksperimen 1 rata-ratapresentase 78,4%, kelas eksperimen 2 memperoleh hasil rata-rata presentase 74,5% dan kelas kontrol memperoleh hasilrata-rata presentase 49%.Kata kunci: STAD, NHT , Hasil belajar, Keaktifan belajar
KAJIAN TENTANG KUALITAS AIR SUMUR DANGKAL SEBAGAI SUMBER AIR MINUM DI DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO YUNITA ROHMATIKA, SITI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir yang dikonsumsi manusia harus memenuhi syarat fisik dan kimia. Standart mutu air minum ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Sebagian masyarakat mengeluhkan air dari sumur dangkal kondisinya kurang baik. Dibuktikan apabila digunakan mandi dan mencuci, sabun dan detergen yang digunakan sulit mengeluarkan busa. Sebagian masyarakat belum memahami layak atau tidak air sumur dangkal tersebut untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui kualitas air sumur dangkal sebagai sumber air minum di Desa Sawohan berdasarkan persyaratan air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Teknik pengambilan sampel air sumur dangkal menggunakan Stratified Random Sampling. Menggunakan metode systematic grid untuk penentuan lokasi sumur yang digunakan sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh sumur dangkal ada di Desa Sawohan. Sampel dalam penelitian ini yaitu empat sampel air sumur dangkal. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan deskriptif komparatif yakni membandingkan antara hasil uji laboratorium dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel satu yang tidak memenuhi syarat yakni Jumlah Zat Padat Terlarut dan Warna. Sampel dua yang tidak memenuhi syarat yakni jumlah zat padat terlarut, kesadahan, mangan, khlorida, dan amonia. Sampel tiga yang tidak memenuhi syarat yakni jumlah zat padat terlarut, warna, kesadahan, khlorida, mangan. Sampel empat yang tidak memenuhi syarat yakni warna, jumlah zat padat terlarut, mangan, khlorida. Faktor penyebab tidak memenuhi syarat air sumur dangkal di lokasi penelitian disebabkan faktor lingkungan, geologi dan jenis tanah lokasi penelitian.Kata Kunci : Kualitas air, air sumur dangkal, parameter fisik dan kimia air minum.
PERSEBARAN TINGKAT KEBISINGAN KERETA API DAN UPAYA MASYARAKAT MENGHADAPI KEBISINGAN DI PERMUKIMAN REL KERETA API KELURAHAN KETINTANG GAYUNGAN KOTA SURABAYA MAHROINI, ZAHIDAH; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di Kota Surabaya yang tanpa diimbangi oleh perkembangan lahan menjadikan penduduk mendirikan rumah di pinggiran jalur rel kereta api dengan kondisi dimana hanya berjarak 2-5 meter dari rel kereta api maka akan terkena dampak suara bising dari kereta api. Data pra survei terdapat 34 kereta api melintas dalam setiap harinya di jalur tersebut dan menimbulkan tidak kenyamanan lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran kebisingan dan bagaimana upaya masyarakat mengantisipasi kebisingan tersebut.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Titik pengukuran yang diperhitungkan berjumlah 10 titik berlokasi di sepanjang permukiman pinggiran rel kereta dengan jarak 3 dan 9 meter disertai kondisi permukiman yang berbeda-beda. Pengukuran menggunakan alat Sound Level Meter. Teknik analisis data menggunakan rumus sesuai KEP- 48/MENLH/11/1996. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian persebaran tingkat kebisingan di waktu siang hari pada jarak 3 meter antara 74.42-72.06 dB (A) sedangkan pada jarak 6 meter antara 71.1-65.15 dB(A). Waktu malam hari pada jarak 3 meter antara 70.69-68.23 dB(A) sedangkan pada jarak 6 meter antara 67.69-61.59 dB(A). Upaya yang dilakukan oleh mayoritas responden adalah berhenti sejenak saat kereta melintas.Kata Kunci : Persebaran, Tingkat Kebisingan, Upaya Masyarakat
KAJIAN EKSISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA DI DUPAK MAGERSARI KELURAHAN JEPARA KECAMATAN BUBUTAN KOTA SURABAYA UTDWINATA, TETTY; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pekerjaan dalam sektor informal yang menjadi fenomena dilematis di suatu perkotaan adalah Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang kaki lima banyak dijumpai di tempat keramaian atau fasilitas publik seperti taman kota, trotoar jalan, terminal, jalur transportasi yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan. Salah satunya yakni pedagang kaki lima yang ada di Dupak Magersari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab eksisitensi pedagang kaki lima di Dupak Magersari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenalogi. Lokasi penelitian dilakukan di pinggir rel Dupak Magersari Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Kota Surabaya. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknis analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab eksistensi PKL di Dupak Magersari dari faktor sosial yakni adanya motivasi dari pedagang yang mengganggap letaknya strategis sebab berdekatan dengan pusat keramaian, motivasi dari pembeli yang menganggap harga jual barang di pasar tersebut murah. Faktor ekonomi biaya retribusi yang harus dibayarkan pedagang setiap harinya yakni hanya sebesar Rp 2000, selanjutnya mengenai harga barang yang dibandingkan dengan harga barang di pasar terdekat pembeli mengganggap lebih murah di Pasar Dupak, yang terakhir yakni ketersediaan bahan baku pedagang diperoleh dari pasar Keputran, Tembok dan Pabean. Faktor aksesibilitas yakni kemudahan pedagang dalam menjangkau pembeli dan jarak pasar Dupak Magersari dengan rumah menurut pembeli, karena letaknya yang dekat dengan pemukiman dan jarak menuju pasar Dupak yang lebih dekat dari rumah penduduk dari pada jarak ke pasar lainnya. Persebaran pembeli di pasar Dupak Magersari berasal dari Kelurahan Jepara, Bubutan dan Krembangan selatan. Kata kunci : Eksistensi, Sektor informal, PKL, Dupak Magersari
PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERENTANAN PENCEMARAN AIR BAWAH TANAH KARST RENGEL DI KABUPATEN TUBAN , YULINAR; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarst merupakan bentang alam yang luas berupa batuan gamping yang unik dan berbeda, karena bentukpermukaan yang keren dan spesifik tidak dapat di jumpai di kawasan morfologi lain. Batuan kapur atau gampingmempunyai sifat sensitif dan mudah larut dalam air sehingga topografi karst mempunyai sistem air bawah permukaanberupa ponor-ponor yang rentan terhadap degradasi karena aliran air yang sangat cepat sehingga mudah meloloskan airke bawah tanah. Air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di wilayah karst yang memiliki potensi air tanahcukup melimpah. Aktivitas manusia yang sangat padat akan menghasilkan limbah maupun polutan-polutan yangmenyebabkan air tanah di kawasan karst renten terhadap pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah karst berdasarkan data penginderaan jauh dan SIG diwilayah karst Rengel.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah karst Rengel diKabupaten Tuban. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik sampling berdasarkan indeks spekral daripopulasi data citra penginderaan jauh Landsat 8 OLI dan GDEM ASTER yang berupa piksel-piksel. Teknik analisis datadalam penelitian ini menggunakan interpretasi citra dan uji regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah karst Rengel tergolong rentan terhadap pencemaran. Citrapenginderaan jauh dan SIG sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah dikawasan karst. Pemanfaatan citra penginderaan jauh dan SIG ini disajikan sebagai informasi dalam betuk peta yangdapat dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah diwilayah karst sehingga masyarakat tahu dan lebih menjaga lingkungan wilayah karst terutama di kebutuhan air agartidak tercemar.Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Pencemaran, Air Tanah, Karst