cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH DAN KETIMPANGAN ANTAR WILAYAH DI KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2011 DAN TAHUN 2015 EFENDI, FANI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan yang masing-masing memiliki karakteristik wilayah berbeda. Perbedaan karaktristik wilayah menyebabkan tingkat ketimpangan antar wilayah dan tingkat perkembangan wilayah yang beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah tahun 2011 dan 2015 serta tingkat ketimpangan antar wilayah dan memberikan arahan pembangunan wilayah di Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Objek penelitian adalah perkembangan dan ketimpangan antar wilayah tahun 2011 dan 2015 di Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Jenis data yang diperlukan yakni data sekunder meliputi jumlah fasilitas publik, kependudukan, aksesibilitas, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten, dan PDRB Kecamatan. Teknis analisis data menggunakan Indeks Komposit, Indeks Williamson, Tipologi Klassen, dan analisis SWOT.Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Pasuruan dalam perhitungan indeks komposit dengan indikator jumlah fasilitas sarana publik, kependudukan, dan aksesibilitas pada tahun 2011 tergolong kategori sedang dengan nilai indeks 60,0 dan di tahun 2015 juga tergolong kategori sedang dengan nilai indeks 60,2. Kecamatan yang miliki tingkat perkembangan tertinggi adalah Kecamatan Kejayan. Tingkat ketimpangan di Kabupaten Pasuruan menggunakan indeks Williamson dan tipologi Klassen dengan indikator PDRB, laju PDRB, jumlah Penduduk, dan PDRB per-Kapita pada tahun 2011 dan tahun 2015 tergolong kategori sedang. Kecamatan yang memiliki tingkat ketimpangan wilayah tertinggi adalah Kecamatan Lekok. Arahan strategi pembangunan untuk meningkatkan laju perkembangan dan mengurangi ketimpangan wilayah Kabupaten Pasuruan, berdasarkan analisis SWOT adalah memperbanyak lapangan kerja, sarana ekonomi dan memperbaiki insfrastruktur.Kata Kunci: Perkemangan Wilayah, Ketimpangan Wilayah, dan Pembangunan Wilayah.
KAJIAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA WEDANI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK TAHUN 2017 , ISTICHOMAH; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif di Desa Wedani tahun 2012 sampai 2017 mengalami peningkatan. Pencapaian pemberian ASI eksklusif di Desa Wedani tahun 2017 sangat tinggi yaitu 96,5% dengan data umur bayi hanya 0-5 bulan. Pencapaian pemberian ASI tersebut sudah mencapai target pemerintah yaitu 80%, akan tetapi peraturan dari pemerintah pemberian ASI eksklusif yaitu bayi umur 0-6 bulan. Pencapaian pemberian ASI eksklusif yang begitu tinggi dengan data umur bayi yang belum memenuhi target dari pemerintah itulah yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui faktor usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan perilaku yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif dan yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini sejumlah 64 responden dari ibu bersalin atau ibu nifas tahun 2017. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda.Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Tingkat pendidikan p<0,05 (0,041<0,05), pengetahuan p<0,05 (0,000<0,05) dan dukungan keluarga p<0,05 (0,009<0,05). Hasil uji Regresi Logistik Berganda yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (p sig. = 0,000). Nilai Odd Ratio (OR) yaitu 0,016, berarti responden yang memiliki pengetahuan di bawah rata-rata kemungkinan memberi ASI eksklusif sebesar 0,016 kali dibandingkan dengan pengetahuan di atas rata-rata.Kata kunci : ASI eksklusif, pengetahuan, dukungan keluarga, pendidikan.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS FITHRIYAH, LAILATUL; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiswa SMA Assaadah belum terbiasa atau masih jarang melakukan untuk berpikir kreatif, hal tersebut dapat ditunjukan pada saat diskusi kelompok, siswa tersebut tidak bisa memberi solusi yang tepat.50 siswa yang berdiskusi adasekitar 5% siswa yang aktif memberi pertanyaan. Penelitian ini memiliki tujuanuntuk mengetahui bagaimana kelayakan LKPD berbasis Problem Based Learning, untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap LKPD berbasis Problem Based Learning, untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa terhadap LKPD berbasis Problem Based Learning.Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development ) yang mengacu pada model ADDIE Analysis, Design, Development, Implimentation, Evaluation. Subjek dalam penelitian adalah siswa SMA Assa?adah kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol.Hasil penelitian menunjukkan LKPD berbasis Problem Based Learning layak digunakan dalam pembelajaran.Penilaian ahli bahan ajar dilihat dari segi kelayakan isi mendapat rata-rata 92,85 %, Kesesuaian LKPD dengan Problem Based Learning mendapat rata-rata penilaian 83,33%, Kebahasaan mendapat rata-rata penilaian 87,5%, Penyajian mendapat rata-rata penilaian 72,22%, Kelayakan fitur tambahan mendapat rata-rata penilaian 85%, Penyajian pembelajaran mendapat rata-rata penilaian 87,5%. LKPD mendapat rata-rata penilaian keseluruhan 84,73%, penilaian ahli materi dari segi kelayakan sebesar 83,71%, dan penilaian ahli pembelajaran dari segi kelayakan sebesar 83,74%.Hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan LKPD Berbasis problem Based Learning mengalami peningkatan dari 45,53% meningkat menjadi 80,17 %, dan LKPD Berbasis Problem based Learning juga mendapat respon dari siswa sebesar 81,15%, termasuk dalam kriteria?Sangat baik?.Kata kunci: LKPD,Problem Based Learning, BerfikirKreatif, Hasilbelajar,ResponSiswa
ANALISIS KESADAHAN AIR TANAH DANGKAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK DI SEKITAR BUKIT KAPUR SADENG KECAMATAN PUGER ROHMA, WASILLATUL; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir merupakan salah satu komponen yang penting dalam kehidupan, karena itu kandungan dalam air yang dikonsumsi tidak boleh melebihi kadar maksimal dari parameter fisik, kimia dan biologis. Air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan domestik adalah air sumur. Letak sumur yang digunakan masyarakat di Desa Grenden, Desa Puger Kulon dan Puger Wetan berdekatan dengan Bukit Kapur Sadeng, membuat air sumur mengandung unsur kesadahan. Kesadahan dalam air sangatlah tidak dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Letak sumur yang dekat dengan Bukit Kapur Sadeng mempengaruhi kebutuhan air domestik pada masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng, karena itu perlu mengetahui sebaran kesadahan air tanah dangkal di sekitar Bukit Kapur Sadeng serta pengaruh pendapatan dan pendidikan terhadap kebutuhan air domestik masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng.Analisis sebaran kesadahan air tanah dangkal dilakukan di sekitar Bukit Kapur Sadeng dengan radius 1000 m dari garis terluar. Sampel penelitian yakni air tanah dangkal ditentukan dengan teknik Purposive Sampling dan kepala keluarga ditentukan dengan teknik Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini yakni kesadahan (CaCO3), pendapatan, pendidikan dan penggunaan air domestik. Analisis kesadahan dengan uji laboratorium untuk mengetahui sebaran kesadahan air tanah dangkal sedangkan Analisis Statistik Kuantitatif Untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan pendidikan terhadap penggunaan air domestik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah utara Bukit Kapur Sadeng termasuk dalam kateori sadah. Daerah bagian timur dan selatan termasuk dalam kategori menengah dan sadah. Daerah barat termasuk dalam kategori menengah, sadah dan sangat sadah. Rata rata penggunaan air domestik masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng adalah 146 l/hr. Hasil uji regresi bernilai positif berarti Setiap kenaikan pendapatan sebesar Rp. 1.000.000 akan meningkatkan penggunaan air domestik sebesar 7,920 l/hr. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan air domestik adalah pendapatan (x1) sedangkan variabel pendidikan (x2) tidak berpengaruh terhadap penggunaan air domestik.Kata Kunci: Kesadahan, Kebutuhan Air Domestik, Pendapatan, Pendidikan
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI PASIR PUTIH REMEN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR DI DUSUN REMEN DESA REMEN KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN SETIYAWATI, NANIK; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan pariwisata pantai pasir putih Desa Remen baru berjalan 3 tahun, tetapi jumlah pengunjungnya meningkat tiap tahunnya, sehingga penulis tertarik untuk meneliti dan mengetahui ada tidaknya dampak positif atau negatif dari pengembangan Pantai Pasir Putih Remen terhadap masyarakat yang ada di Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan pariwisata Pantai Pair Putih Remen, untuk mengetahui dampak dari pengembangan Pariwisata Pantai Pasir Putih Remen terhadap perilaku masyarakat, perubahan pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran di Dusun Remen Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.Jenis penelitian ini adalah penelitin survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan sampel yaitu sampel acak secara sistematis (systematic random sampling) dengan sampel 92 responden. Populasi penelitian ini masyarakat sekitar pantai pasir putih Desa Remen dengan jumlah 1.022 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan persentase, mean dan skala Likert.Pengembangan pariwisata pantai pasir putih Remen menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi tidak berdampak di semua aspek. Analisis data menggunakan skala Likert menunjukan bahwa pengembangan berdampak positif pada perilaku masyarakat karena perilaku baik masyarakat meningkat sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen. Analisis menggunakan presentase menunjukan bahwa pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen berdampak positif terhadap pekerjaan karena sebelum pengembangan sebagian besar masyarakat bekerja di luar pariwisata, sedangkan setelah pengembangan sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pariwisata. Analisis menggunakan mean menunjukan bahwa pengembangan berdampak negatif terhadap pendapatan karena pendapatan rata-rata masyarakat sekitar jika dikonservasi dengan harga beras menjadi menurun dari sebelum dan sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen. Pengembangan berdampak negatif terhadap pengeluaran masyarakat karena pengeluaran rata-rata masyarakat sekitar meningkat dari sebelum dan sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih RemenKata kunci : pengembangan pariwisata, dampak sosial, dampak ekonomi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS 3D PADA MATERI KERAGAMAN BENTUK MUKA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KELAS VII DI SMPLB-A YPAB SURABAYA AUDIA CHRISTANTI, RENATA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan media pembelajaran IPS 3D menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang menampilkan materi keragaman bentuk muka bumi untuk anak berkebutuhan khusus tunanetra yang diterapkan pada siswa di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Yayasan Anak-Anak Buta (SMPLB-A YPAB) Surabaya yang layak. Anak berkebutuhan khusus tunanetra dalam menyerap pembelajaran mengenai materi keragaman bentuk muka bumi mengalami kesulitan penyampaian secara aktual karena tidak terdapat media pembelajaran yang sesuai dengan materi. Peneliti Mengembangkan media pembelajaran yang layak untuk anak berkebutuhan khusus, tujuan dalam penelitian 1. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keragaman bentuk muka bumi, 2. Megetahui respon siswa setelah penggunaan media pembelajaran, 3. Mengukur kelayakan produk.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ASSURE dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, test berupa angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan hasil respon siswa. kemudian dilakukan pengkuruan dengan skala likert. Pengukuran pemahaman siswa setelah menggunakan media pembelajaran dengan teknik pengumpulan data pretest dan posttest.Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran 3D IPS pada materi keragaman bentuk muka bumi layak untuk diterapkan pada siswa kelas VII di SMPLB-A YPAB Surabaya. Dibuktikan dengan hasil skor penilaian validasi media ahli materi yang setelah dua kali revisi mendapatkan hasil 92,30% , skor penilaian validasi media ahli media sebesar 72,30% menurut skala Likert dikatogorikan layak. Hasil rata-rata total pretest keseluruhan 37,14, dan hasil rata-rata total posttest keseluruhan 88,57 terjadi peningkatan sebesar 138,47%. Hasil respon siswa mendapatkan skor hasil 94,28% dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap media 3D sangat baik.Kata kunci : Media Pembelajaran 3D, Keragaman Bentuk Muka Bumi, Anak Berkebutuhan Khusus
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET 3D GEO GRAFI PADA MATERI LIPATAN DAN PATAHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET 3D PADA MATERI LIPATAN DAN PATAHAN AZIZ, ROFIQUL; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan media pembelajaran secara tepat merupakan hal penting dalam prpses pembelajaran, karena media mempunyai berbagai kelebihan antara lain membuat konsep yang abstrak dan kompleks menjadi sesuatu yang nyata, sederhana, sistematis, dan jelas. Berdasarkan pengalaman pribadi peneliti sebagai mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah geologi umum materi tersebut biasanya disampaikan secara verbalistik. Hal ini membuat pemahaman mahasiswa masih bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media maket 3 dimensi (3D) pada materi lipatan dan patahan yang layak serta mengetahui respon mahasiswa terhadap media maket 3 dimensi (3D) tersebut.Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket validasi ahli media, ahli materi dan respon mahasiswa. Teknik analisis data ahli media dan ahli materi menggunakan skala Likert, untuk respon mahasiswa menggunakan skala Guttman.Hasil penelitian yang diperoleh dari persentase validasi ahli media pembelajaran mendapat skor sebesar 88% dan dari ahli materi 80%, maka skor rata-rata yang diperoleh dari kedua validator sebesar 84%. Berdasarkan skala Likert nilai 84% termasuk dalam rentang X61%, sehingga dikategorikan ?layak?. Hasil ujicoba terbatas respon mahasiswa terhadap media maket 3D memperoleh nilai rata-rata 92,5%, dari nilai rata-rata tersebut berada dalam rentang 80%-100% yang termasuk dalam kategori ?sangat layak?.Kata Kuci : Media pembelajaran, 3D mockups, Lipatan dan patahan.
PROFIL HOME INDUSTRY BATIK DI DESA TANJUNG BUMI KECAMATAN TANJUNG BUMI KABUPATEN BANGKALAN (STUDI KASUS TENTANG HOME INDUSTRY BATIK DI DESA TANJUNG BUMI) IMAMUL HABIBY, FAHMI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten yang ada di Madura yaitu, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep memiliki pengrajin batik dengan ciri khasnya masing-masing, tetapi yang paling banyak dalam hal jumlah pengrajin batik berada di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan. Terdapat sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bangkalan, sentra batik tulis Banyumas Klampar di Pamekasan, dan sentra batik tulis Pekandangan di Sumenep. Salah satu batik yang terkenal di Madura adalah batik Tanjung Bumi terletak di Kabupaten Bangkalan. Masyarakat di Kabupaten Bangkalan saat ini menggunakan batik semakin berkurang, padahal banyak home industry batik dan pengrajin batik tulis yang ada di Kecamatan Tanjung Bumi yang dapat mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan serapan tenaga kerja home industry batik di desa Tanjung Bumi kecamatan Tanjung Bumi kabupaten Bangkalan.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Data yang direduksi dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data hasil observasi, hasil wawancara mendalam dengan informan, dan dokumentasi yang telah dilakukan sebelumnya serta data sekunder yaitu data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, setelah data direduksi, selanjutnya mendisplaykan data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dengan teks yang bersifat naratif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Profil home industry batik Tanjung Bumi sudah ada sejak jaman dahulu dan dilanjutkan oleh keturunan selanjutnya, modalnya dari melanjutkan usaha orang tua atau usaha sendiri, bahan baku banyak beli dari Jawa. Pengrajin berumur antara 35-50 tahun, tingkat pendidikan paling banyak SMP, jam kerja antara 9-10 jam setiap hari. Pembayaran gaji untuk pengrajin dihitung perbatik dan untuk pegawai seminggu dan sebulan sekali. Batik dijual di rumah, toko, dan sosial media.Kata kunci : Profil, Home Industry, Batik Tanjung Bumi, Tenaga Kerja
KAJIAN DAMPAK EKSPLOITASI LAHAN MINYAK BARU PT. EXXON MOBILE TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA LERAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO BASKORO, LEONY; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Bojonegoro memiliki kekayaan sumber daya alam minyak terbesar di Indonesia. Salah satunya berada di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yang dikelola oleh PT. Exxon Mobile yang berdiri sejak tahun 2013. Penambangan minyak ini mengakibatkan adanya perubahan sosial ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro setelah adanya pengeboran minyak PT. Exxon Mobile.Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel pertimbangan atau sengaja (purposive sampling). Peneliti mengambil masing-masing 20 responden pada setiap dusun yang ada di Desa Leran, jadi total responden adalah 100. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah scoringHasil penelitian ini adalah kondisi sosial masyarakat Desa Leran dengan adanya pengembangan PT. Exxon Mobile berpengaruh terhadap perubahan mata pencaharian yang signifikan terbukti dengan hasil skoring yang berada dalam kriteria sangat berpengaruh. Persepsi masyarakat Desa Leran menurut hasil skoring dengan jumlah 2937 yang berada dalam kategori sangat berpengaruh. Hal ini menunjukkan adanya dukungan penuh terhadap proses pengembangan PT. Exxon Mobile dari masyarakat Desa Leran. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Leran mengalami perubahan yang meningkat pada segi pendapatan dan juga pada bidang ketenagakerjaan masyarakat sekitar. PT. Exxon Mobile membantu dalam pengadaan lowongan pekerjaan serta kemajuan masyarakat Desa Leran dengan hasil skoring 1201 yang berada dalam rentang 1002 ? 1302 di kategori berpengaruh. Berdasarkan perhitungan tingkat harga lahan, setelah adanya pengembangan PT. Exxon Mobile harga lahan pada Desa Leran juga mengalami kenaikan dengan hasil skoring 326 yang berada dalam kategori berpengaruh.Kata Kunci : kondisi sosial, kondisi ekonomi, PT. Exxon Mobile
RESPON MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA DI DESA BULUSARI KECAMATAN TAROKAN KABUPATEN KEDIRI OLIVIA TYAS ANGGITA, NANCY; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemerintah terus melakukan pengembangan infrastruktur secara bertahap dalam berbagai sektor, salah satunya adalah pengembangan sarana dan prasarana transportasi umum yakni pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Hal ini tentu menimbulkan reaksi atau respon dari masyarakat yang merupakan wujud adaptasi terhadap rencana pembangunan bandar udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Respon masyarakat tersebut terdiri atas persepsi, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri yang potensial, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan diukur dengan menggunakan skala berupa skala Likert untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 94.79% dari masyarakat telah mengetahui adanya rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, namun merasa bahwa informasi penting lainnya terkait pembangunan bandar udara masih kurang jelas. (2) 78.13% dari masyarakat menyambut dengan baik adanya rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, namun kurang mendukung proses pembebasan lahan guna pembangunan bandar udara karena merasa bahwa prosesnya tidak transparan dan minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait pembangunan bandar udara. (3) 63.54% dari masyarakat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah selanjutnya untuk mengembangkan pembangunan bandar udara, dan ingin mempelajari keterampilan lain yang dapat digunakan sebagai mata pencaharian baru saat bandar udara sudah dibangun karena masyarakat sangat memahami potensi yang dapat dikembangkan nantinya. Kata kunci: pengembangan infrastruktur, bandar udara, respon masyarakat